Re:Zero Arc 4 Chapter 88.1 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Penerjemah: Herasel

Editor: Ridho Ilahi

Korektor: Anisha Dayu

Tujuan Garfiel, bagian 1

Setelah menyampaikan tantangan terakhirnya dan mengakhiri pembicaraannya dengan Roswaal, Subaru meninggalkan gedung, memutuskan untuk sedikit berolahraga dengan berjalan kaki―menemui Otto. Dan sekarang, mereka berada di sudut katedral, melaporkan hasil masing-masing satu sama lain.

[Otto: Jadi, bagaimana perjanjiannya? Berhasil?]

Subaru menjawab pertanyaan Otto dengan anggukan, dan,

[Subaru: Ya, berhasil. Meskipun pada awalnya aku khawatir ia hanya akan mengabaikan diri sendiri dan langsung menolak taruhanku, tapi… aku pikir kondisiku yang tak menguntungkan pada akhirnya membuatnya menerima hal itu]

[Otto: Sepertinya begitu. Ketika kau diberi taruhan yang menguntungkanmu secara sepihak… ditambah lagi kalau kau mempunyai cetak biru yang memberitahumu kau tidak bisa kalah, akan jadi hal gila kalau kau tak menerimanya. Tentu saja, aku juga mempertimbangkan kemungkinan bahwa Natsuki akan berlebihan saat menyampaikan perjanjian itu, dan pada akhirnya berakhir dengan kegagalan]

[Subaru: Tapi tetap saja, tanpa perjanjian … tunggu, kau juga berpikir seperti itu?!]

[Otto: Iya, tentu saja]

Otto menyilangkan kedua tangannya di bawah dada dan mengangguk seolah itu hal wajar.

Sebenarnya, Otto baru saja berhasil menipu Roswaal, meskipun untuk sementara. Mengetahui hal itu Subaru membelalakkan matanya saat memikirkannya.

Menanggapi reaksi Subaru, senyum masam merekah pada wajah Otto,

[Otto: Pedagang menggunakan dokumen tertulis sepanjang waktu ketika lebih dari beberapa perjanjian perlu disahkan, tapi… pengguna sihir yang kompeten akan benar-benar menjalankan janji mereka. Dan ketika orang itu adalah pengguna sihir terkemuka di suatu negara… kemungkinan dia akan memakan umpannya]

[Subaru: Omong-omong, tak mungkin dia dapat menanamkan sejenis kondisi rahasia pada perjanjian itu, kan? Seperti, dia mengatakan satu hal, tapi diam-diam mengikatku dengan perjanjian lainnya]

Kalau benar seperti itu, Subaru tidak akan punya cara untuk mengetahuinya.

Hasil taruhan seharusnya menentukan masa depan perselisihan mereka, tetapi jika perjanjian itu benar-benar mengatakan sesuatu seperti “Teruslah bernafas dan kamu akan mati pada hari berikutnya.” ―Subaru bahkan tidak akan tahu.

Sementara Subaru bergidik pada imajinasinya sendiri, Otto melambaikan tangannya,

[Otto: Mantra itu dirancang supaya tipuan semacam itu tak dapat digunakan. Roswaal Margrave mengatakan sesuatu, kan, saat perjanjian itu dibuat? Sesuatu seperti, janji itu akan terukir dalam jiwa? Hanya ketika kedua belah pihak setuju terhadap persyaratan perjanjian itu dapat dibuat. Kecuali kalau ada permainan kata yang licik, kalau itu sih, tak bisa dicegah]

[Subaru: Perkataanmu seolah-olah ada pengecualian kalau kau bisa ditipu oleh permainan kata…]

[Otto: …Ini rahasia di antara kita ya, sebelum semua kode hukum ini ada, ketika dunia masih muda dan bergejolak, penipuan semacam itu sangat sering terjadi. Kalau si penipu hanya bajingan kecil-kecilan konsekuensinya tak akan terlalu buruk, namun, jika penipunya adalah penyihir yang kuat dan jahat yang sedang mengincarmu, konsekuensinya tidak terbayangkan]

Otto mengangkat bahunya dengan ngeri, dan wajah Subaru mengerut setuju. Dalam hal ini, Roswaal kurang lebih merupakan sekutu sumpah yang lumayan. Meskipun ia mungkin kuat, dan tentu saja kejam, ia lebih didorong oleh obsesinya daripada oleh kejahatan murni. Seharusnya aman untuk mengatakan bahwa Roswaal tidak berniat menyalahgunakan perjanjian mereka dangan risiko sepenuhnya dibebankan ke Subaru.

Dan bahkan jika Roswaal menipu Subaru dengan cara ini―Subaru dapat menggunakan kekuatannya untuk mundur dan menghancurkan hati dan pikirannya  Roswaal sehingga ia mengalah.

Demi kedua perjanjian yang sudah terlanjur disepakati, lebih baik jika hal itu tidak terjadi, maka Subaru memilih untuk paling tidak menaruh sedikit kepercayaan pada Roswaal.

[Subaru: Jadi begitulah yang terjadi pada usahaku. Bagaimana denganmu?]

[Otto: Bagaimana ya… jujur saja, aku tak yakin. Lagi pula, ini benar-benar pertaruhan sejak awal…. Dan kita tak punya banyak kesempatan untuk memenangkannya juga]

Ekspresi Otto tidak terlalu optimis ketika ia membicarakan tentang tugasnya, sementara Subaru bernegosiasi dengan Roswaal. Seperti yang dikatakan Otto, tugas yang diberikan Subaru kepadanya terlalu berat―sehingga kemungkinannya untuk berhasil sangat kecil, dan banyak pertaruhan terlibat di dalamnya. Sebagai gantinya, jika taruhan itu berhasil, mereka akan sedikit lebih dekat kepada kemenangan.

Masalahnya adalah, dalam lima hari yang tersisa, Subaru tidak yakin berapa banyak lagi peluang yang bisa ia dapatkan.

[Subaru: Di waktu singkat yang kita punya, sepertinya kita hanya harus menunggu dan mengawasi, lebih baik kita melakukan apa yang bisa kita lakukan terlebih dulu]

[Otto: Urusan yang paling mendesak adalah Nona Emilia dan Garfiel. Secara khusus, aku tak dapat menawarkan bantuan apa pun soal ujian makam. Jadi yang satu itu akan menjadi urusanmu, Natsuki]

[Subaru: Iya, kau benar…. Aku harus menghormati keputusan Emilia untuk melakukannya sendiri, dan sekarang setelah aku kehilangan kualifikasiku, aku tak dapat membantunya]

Tetap saja, jika Emilia terus menantang ujian itu seperti sebelum-sebelumnya, kesempatannya untuk menyelesaikan ujian itu di hari kelima tampak kecil. Semangat Emilia harusnya tidak hancur selama Subaru tidak meninggalkan sanctuary, tapi hatinya akan tetap berada dalam tekanan besar dari berulang kali mengikuti ujian.

Emilia harus berubah, entah bagaimana—dan hal itu juga, adalah urusan Subaru.

[Subaru: —Sudah saatnya kami menghadapi satu sama lain dengan jujur]

[Otto: …..]

[Subaru: Aku sudah mencoba menundanya dengan berbagai cara. Kupikiri aku telah melarikan diri karena aku tak ingin menanyainya, hanya untuk kemudian menyadari bahwa ada hal yang tidak beres di antara kami. Dan aku berharap Emilia tidak harus memberitahuku, karena ia pasti berharap aku tidak menanyainya…]

[Otto: —Kupikiri penting untuk mengungkapkan isi hatimu. Dari apa yang kau pertontonkan selama ini padaku, yang aku tahu Natsuki adalah orang yang terbilang konyol, aku tak tahu bagaimana jadinya kita lima hari kedepan]

Ketika Otto mengatakan ini—menghibur Subaru dalam refleksi dirinya—Subaru menggaruk pipinya dengan rasa terima kasih yang sunyi. Ia senang Otto cukup bijaksana untuk tidak memarahinya karena mengabaikan masalah ini begitu lama.

[Otto: Atau, sebenarnya, kalau kalian tak dapat menjelaskan perasaan satu sama lainnya, apa artinya semua pembicaraan tentang rasa suka dan cinta itu? Berhentilah berpura-pura polos]

[Subaru: —He-hey!]

Untuk mengatasi perasaan malu yang menimpa keduanya, Otto dengan cepat melemparkan lelucon yang sukses membuat bibir Subaru memilin. Tapi, karena lelucon itu tepat sasaran, Subaru tidak dapat membantah.

Justru karena karakter Subaru yang terlalu santai, semua situasi itu dibiarkan begitu saja ketika mereka hanya selangkah lagi dari resolusi.

Tapi hal itu sudah berlangsung cukup lama, dan sudah waktunya untuk berhenti menghindar.

[Subaru: Aku akan pergi tanpa rencana apa pun, tapi aku akan berterus terang pada Emilia dengan satu atau lain cara. Aku tak ingin semua ini gagal cuma karena aku berdiam diri, padahal ada hal lain dapat kulakukan]

[Otto: ….Baiklah, aku akan mempercayai penilaianmu, Natsuki. Bagaimanapun, aku benar-benar tak ingin berada di sini, lima hari lagi ketika Kelinci Besar datang]

Otto tampak seolah ingin mengatakan sesuatu yang lain sebagai jawaban atas kata-kata Subaru, tetapi ia seperti menelannya kembali dan memalingkan muka. Kemudian, ia mengubah topik pembicaraan,

[Otto: Sekarang, ada topik lain …. Apa yang akan kau lakukan pada Garfiel?]

[Subaru: Petunjuknya adalah; “dia takut pada dunia luar” pasti ada hubungannya dengan apa yang ia lihat di masa lalunya ketika ia menantang ujian makam. Kalau saja kita bisa mengetahui detailnya…]

[Otto: Bertanya padanya langsung bukanlah pilihan. Dia bukan orang temperamental yang membiarkan orang mengungkit-ungkit luka masa lalu]

[Subaru: Dan kalau dia marah dan menghajar kita, bisa-bisa tulang leher kita patah jadi dua. Aku jadi makin khawatir dengan kemampuan bertarung tim kita nantinya…]

Lupakan soal Subaru yang sama sekali tidak kompeten, Otto pada dasarnya hanyalah pedagang keliling yang kebetulan pernah berada di situasi sulit. Mereka bukan seniman bela diri, sama sekali bukan, dan jika peringkat semua orang di sanctuary disusun berdasarkan kemampuan bertarung, nama mereka mungkin akan lebih cepat ditemukan kalau kau membacanya dari urutan paling bawah.

[Subaru: Sekarang setelah terpikirkan olehku, kita benar-benar butuh seseorang untuk mengisi posisi bertarung. Ada Roswaal, Emilia, Ram… dan mungkin juga Frederica… agak jadi masalah untuk pihak kita dengan semua lawan itu. Jadi kita benar-benar butuh Garfiel di tim kita]

Subaru tidak memasukkan Rem, karena melibatkannya dengan kondisinya sekarang akan menjadi hasil dari pertempuran itu.

Selain itu, meskipun ia tahu ini adalah permintaan keegoisannya sendiri, Subaru tidak akan pernah menginginkan gadis itu berdiri di medan perang sekali lagi karena ia telah bersumpah untuk melindunginya.

[Subaru: Kita akan membujuk Garfiel untuk bergabung dengan kita dengan kemampuan berbicara dan kemahiran. Dan untuk melakukan itu, kita harus menghilangkan traumanya. lalu bagian yang hilang…]

[Otto: Bagian yang hilang…?]

[Subaru: Karena kita tak dapat bertanya pada orangnya langsung, kita harus mencari jawabannya di tempat lain. Lewes atau Ram. Keduanya mungkin akan menutup mulut mereka rapat-rapat]

Sisi mana yang akan mereka ambil, sekarang ketika Subaru berhadapan langsung dengan Roswaal? Ini patut dicoba, meskipun hanya untuk mengonfirmasi itu.

Menurunkan sarapannya dan menepuk-nepuk debu di tubuhnya saat ia berdiri, Subaru meregangkan tulang lehernya,

[Subaru: Baiklah, kalau begitu, waktunya bertindak. Aku akan coba bertanya pada Lewes sekarang, dan―]

[Otto: Aku akan melakukan tugasku juga…. Aku akan menyampaikan kepada yang lainnya, meskipun aku harap kita dapat menyelesaikan ini tanpa cara itu]

[Subaru: Aku juga tidak ingin memikirkannya. Sungguh, namun… perasaanku mengatakan kalau kemungkinan kita akan menggunakan cara itu sekitar tujuh puluh, delapan puluh persen…]

[Otto: Tinggi juga… tapi aku tidak dapat menyangkalnya]

Mereka saling melirik sambil mendesah, dan Subaru menggelengkan kepalanya untuk mengumpulkan tekadnya.

Kemudian, menghadap Otto yang masih tampak loyo, Subaru mengangkat tangannya,

[Subaru: Pokoknya, sekarang tinggal melakukannya saja. Ketika semua ini selesai dengan indahnya, kita akan bersulang untuk merayakannya]

Mengatakan ini, Subaru mengulurkan lalu menunjukkan telapak tangannya seolah-olah menunjukkannya kepada Otto. Untuk sesaat, Otto tampaknya memiliki kesulitan untuk memahami, tetapi, tampaknya menangkap makna Subaru, ia mengangkat telapak tangannya juga,

[Otto: Benar, untuk masa depanku yang menyilaukan juga, mari kita berjuang]

[Subaru: Sesuai katamu]

Berbagi senyum nakal, telapak tangan mereka menyatu.

Suara renyah bergema di seluruh katedral yang lapang, dan, di tengah pandangan para penduduk desa yang terkejut, Subaru dan Otto berbalik, membelakangi satu sama lain, dan mulai berjalan.

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded