Re:Zero Arc 4 Chapter 88.2 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Penerjemah: Herasel

Editor: Ridho Ilahi

Korektor: Anisha Dayu

Tujuan Garfiel, bagian 2

[Subaru: Lewes, kau ada di rumah…? Aku ingin bicara denganmu sebentar]

Melangkahkan kaki di atas tanah yang tidak rata, merasakan bau busuk dari ruangan menyebar, memikirkan bagaimana ia seharusnya terbiasa dengan bau itu sekarang, Subaru melihat dari balik puing-puing ke arah kristal biru pucat.

Seperti biasa, di dalam kristal itu terdapat seorang gadis telanjang dengan mata terpejam. Subaru menyentuh kristal itu dengan permukaan tangannya, dan untuk kesekian kalinya kecewa dengan ketiadaan reaksi yang ia timbulkan, maka matanya menjelajahi keseluruhan ruangan itu sekali lagi.

Tidak ada penerangan di sini, cahaya biru redup dari kristal adalah satu-satunya sumber penerangan dalam kegelapan ruangan. Hampir tidak mungkin untuk tempat yang berbau busuk tidak memiliki tikus atau serangga yang mendiaminya. Setelah memikirkannya sebentar, Subaru sadar bahwa hal itu mungkin saja karena tempat ini sangat tidak sehat, Subaru mulai mengkhawatirkan kondisi tubuhnya.

[Subaru: Jika bahkan tikus dan serangga tak mau hidup di sini, udaranya mungkin sudah terlalu tercemar untuk dihirup, huh…]

[???: Kau bisa menyingkirkan kekhawatiran anehmu itu. Sisa-sisa aura penyihir membayangi tempat ini … dan hewan-hewan secara naluriah menjauhi itu]

Ketika Subaru bergidik dan memeluk bahunya, sebuah suara datang dari belakangnya, menghilangkan kekhawatirannya.

Suara itu familiar di telinga Subaru, suara anak-anak dengan gaya bicara orang dewasa. Berbalik, Subaru melihat Lewes, berjalan dengan rambut panjangnya tergerai di punggungnya.

Berhenti di sisi Subaru di depan kristal di tengah ruangan, ia mendongak dengan mata yang warnanya senada dengan rambutnya,

[Lewes: Sekarang, Su-bo. Kenyataan bahwa kau di sini … artinya kau sudah tahu aku ini apa?]

[Subaru: Aku dapat penjelasan langsung dari manajer tempat ini, yang juga menyebutkan sesuatu tentang pergantian perwakilan … cukup yakin aku mendapatkan intinya]

[Lewes: Jadi begitu …. Itulah sebabnya Ros-bo terlihat aneh sekali pagi ini.—Ros-bo pasti telah gagal lagi]

Sorot matanya meredup, ekspresi sedih terlihat jelas pada wajah Lewes. Kata-kata itu membuat Subaru mengangkat alisnya,

[Subaru: Kebetulan dan tak terduga, rasanya seperti aku baru saja mendengar sebagian dari apa yang aku ingin tanyakan di sini… jadi Lewes, apa kau mengetahui tentang rencana Roswaal?]

[Lewes: Hanya sebagian, kurasa. Kecuali seseorang familier dengan awal-mula orang itu, tidak mungkin ada yang bisa mengerti mengapa Ros-bo melakukan hal-hal yang membingungkan ini …. Dan lagi … jadi itulah yang membuat Gar-bo marah padanya]

[Subaru: Sebagian… seberapa banyak?]

[Lewes: Su-bo?!]

Suara Subaru bertambah pelan, ia mengambil langkah maju, menuju Lewes.

Mungkin merasakan perubahan dalam suara Subaru, ekspresi terkejut melintas di mata Lewes. Subaru menekuk lutut, mengarahkan tatapannya sejajar dengan Lewes, dan,

[Subaru: Katakan padaku, Lewes. Berapa banyak rencana Roswaal yang telah kau dengar? Tergantung pada jawabannya, aku … …—]

[Lewes: Su-bo…]

Jika Lewes mengetahui rencana Roswaal—untuk mengamankan perkembangan dunia seperti yang dijelaskan oleh kitabnya, memerintahkan Elsa untuk menyerang mansion, mendatangkan Kelinci Besar ke Sanctuary yang tertutup salju, membunuh semua orang yang terlibat, dan mengisolasi Subaru untuk membuatnya kehilangan kemanusiaannya:

Jika Lewes terlibat dan tahu semua itu, tetapi tidak melakukan apa pun untuk menghentikannya—maka,

[Subaru: Aku tak ingin memusuhimu, Lewes. Jadi kumohon beritahu aku. Seberapa banyak kau tahu tentangnya? Seberapa banyak kau telah membantu Roswaal?]

[Lewes: …. Yang aku tahu adalah bahwa Ros-bo memiliki kitab yang diterimanya dari “Sang Penyihir” dan Ros-bo mencoba menulis ulang sejarah sesuai dengan isinya. Keberadaan Sanctuary yang terus berlanjut juga ditulis dalam kitab itu. Kalau bukan karena itu, aku sudah berhenti melindunginya sejak lama]

[Subaru: …, itu saja?]

[Lewes: Itu saja. Aku bersumpah. Perjanjian yang kubawa sejak aku tercipta melarangku dari mengatakan dusta]

Tanpa mengalihkan pandangannya dari Subaru, ekspresi tulus muncul di wajah kekanak-kanakan Lewes. Karena perjanjiannya melarangnya berbohong, Subaru memilih untuk percaya padanya.

Bahunya yang kaku langsung merosot saat Subaru menghela napas lega.

[Subaru: Begitu ya, syukurlah. Kalau kutemukan bahkan kau ikut serta dalam rencana jahat Roswaal, aku mungkin akan datang dan menghajarmu setelah semua ini berakhir. Menghajar seorang Lewes berwujud loli (gadis kecil) … membayangkannya saja sudah mengerikan]

Berharap untuk mengendurkan suasana  tegang, Lewes menanggapi sindiran Subaru.

[Lewes: Aku sejujurnya merasa tidak enak karena telah membuatmu khawatir … namun, setelah mendengar perkataanmu barusan, perasaan tidak enakku jadi hilang]

Kemudian, ia meletakkan tangannya di dagunya, dan melanjutkan dengan [jadi],

[Lewes: Dari sikapmu barusan, ini bukan masalah yang remeh, Benar? Su-bo, pertengkaran macam apa yang kau dan Ros-bo lakukan?]

[Subaru: Aku akan mengesampingkan apakah ini cukup lucu untuk disebut pertengkaran, saat ini—kami berada di tengah-tengah pertaruhan. Aku bisa mengatakan secara objektif bahwa jika aku menang, kita akan mendapatkan akhir yang bahagia, jadi aku agaknya berharap bantuanmu, Lewes]

[Lewes: Menilai dari alur pembicaraan, ini mengarah ke masalah Sanctuary? Su-bo dan Ros-bo, jadi apa yang kalian pikirkan? Sampai aku tahu itu dulu … aku tidak bisa memberikan bantuan apa pun]

[Subaru: Yah, benar. Tentu saja, bagaimana menjelaskannya ya…]

Memiringkan kepalanya, Subaru mempertimbangkan seberapa banyak informasi yang dapat ia berikan padanya. Ia benar-benar terbuka dengan Otto, dan sepertinya Lewes tidak memihak Roswaal sepenuhnya. Bahkan,  karena posisinya—sepertinya menjadi satu-satunya alasan ia bersikap ramah pada Roswaal.

Dengan mempertimbangkan hal itu, setelah memikirkan masalah ini dengan cermat,

[Subaru: Sederhananya… ini tentang apa yang akan terjadi pada Sanctuary setelah barrier-nya dilepaskan]

[Lewes: Apa yang akan terjadi setelah barrier-nya dilepaskan?]

[Subaru: Aku juga mendengar gambaran dari Garfiel, jadi ada dua pendapat di antara orang-orang di Sanctuary, mereka yang ingin keluar, dan mereka yang tidak]

Pada dasarnya, mereka yang mendukung adalah mayoritas, dan mereka yang menentang jumlahnya minoritas. Tetapi ada beberapa orang fanatik di pihak lawan yang akan menyabotase upaya Subaru dan Emilia untuk lulus ujian dalam usahanya untuk membebaskan Sanctuary.

Setelah menghabiskan lebih dari dua puluh hari di Sanctuary, Subaru menduga bahwa pelopor penentangan itu adalah Garfiel. Dengan demikian, Lewes akan menjadi pimpinan para pendukung. Tapi apa yang akan ia katakan tentang perbedaan pendapat ini?

[Lewes: Perbedaan pendapat…? Tidak, harusnya yang seperti itu tidak terjadi]

[Subaru: Huh?!]

[Lewes: Setelah tempat ini dibebaskan, meninggalkan atau tinggal di tanah ini akan menjadi pilihan masing-masing. Sebagian besar dari kita ingin mengikuti Ros-bo dan pergi …  mereka yang ingin tinggal akan tetap tinggal dan mengubur tulang mereka di tanah ini. Jadi di mana perbedaan pendapatnya?]

[Subaru: Uu, eh…. Bukan, tapi…]

Jawaban tidak terduga Lewes membuat Subaru terkejut, ada sesuatu yang mengguncang di dalam kepalanya.

Pertentangan antara pendukung dan penentang, dugaan kejahatan yang dihasilkan dari sikap berbeda tentang pembebasan Sanctuary—Subaru telah merencanakan untuk menggunakan ini sebagai titik awal untuk mengarahkan pembicaraan ke cara mengamankan Garfiel sebagai sekutu.

[Subaru: Tapi, jika tak pernah ada pertentangan itu…]

[Lewes: —–]

[Subaru: Maksudmu dia yang mengarang semua itu? Dia adalah orang yang memperingatkan kita untuk waspada terhadap para penentang, tetapi … apakah hanya supaya kita tidak akan merasa aneh jika kita disabotase nantinya?]

Kalau benar begitu, itu adalah tingkat pemikiran yang sama sekali tidak seperti dirinya, pikir Subaru.

Untuk mengalihkan perhatian dari dirinya sendiri, Garfiel telah memperingatkan kemungkinan adanya barrier di awal, sehingga mengeluarkan dirinya dari daftar tersangka.

Hasilnya, baru setelah ia mengulangi kehidupan beberapa kali di Sanctuary-lah Subaru sadar jika halangan itu adalah Garfiel yang mengamuk, dan peringatan itu sama sekali tidak ada artinya.

[Subaru: Kenapa dia harus melalui semua ini? Bukankah dia juga benar-benar ingin membebaskan Sanctuary?]

[Lewes: ….Kau sedang membicarakan Gar-bo?]

Mendengarkan gumaman Subaru, Lewes tampaknya telah menebak siapa yang ia bicarakan.

Sedikit demi sedikit sorot mata Lewes meredup dan sesaat kemudian—kegelapan menutupi ekspresinya,

[Lewes: Alasan mengapa anak itu tidak ingin pergi ke dunia luar adalah karena kepengecutan kami sendiri….]

[Subaru: Kepengecutan … apa maksudmu?]

[Lewes: Begitulah artinya. Kami telah tinggal di tanah ini semenjak kami diciptakan, jadi kami tidak tahu apa pun tentang dunia luar. Kami tidak tahu, karena itu kami takut. Hal itu pasti sangat menyiksa Gar-bo]

[Subaru: —–]

Subaru mengerti maksud perkataan Lewes.

Bagi para penghuni Sanctuary, yang lahir di tempat sempit dan tertutup ini, interaksi dengan seluruh dunia setelah barrier runtuh akan menjadi sesuatu yang sama sekali asing dan baru.

Setelah hidup sedemikian lama, begitu lama di tanah ini, mereka pasti merasa lebih cemas daripada berharap menghadapi sesuatu yang baru. Bayangan tentang runtuhnya kehidupan sehari-hari seseorang yang tidak berubah memiliki pengaruh yang sedemikian kuat pada mereka.

[Subaru: Garfiel tak ingin Sanctuary dibebaskan karena ia tak ingin melihat orang-orang terluka oleh perubahan kehidupan mereka……? Sama sekali tak cocok dengan karakternya … tapi]

Jika itu benar-benar alasan Garfiel berusaha mati-matian untuk mencegah pembebasan Sanctuary—maka pemikiran itu akan sama seperti dirinya yang bersikeras dengan keinginan untuk menjauhkan Emilia dari kesulitan.

Garfiel menutup telinga terhadap pendapat Lewes dan penduduk lainnya, dan melanjutkan dengan caranya sendiri yang keras kepala untuk melindungi mereka. Dalam hal ini, jika—seperti Subaru—ia dapat melakukan percakapan yang tepat dengan Lewes dan penduduk lainnya, mungkin masalah ini akan terpecahkan.

[Subaru: Tidak, tidak sesederhana itu!]

Cara Subaru dan Garfiel untuk mencapai tujuan mereka sama, tetapi posisi mereka berbeda. Subaru gagal mendapatkan apa yang diinginkannya karena dirinya lemah.

Tetapi Garfiel tidak. Garfiel memiliki kekuatan untuk mencegah Sanctuary dibebaskan. Bunuh Subaru dan Emilia, sehingga tidak ada lagi yang dapat menantang ujian makam, dan keinginannya akan terpenuhi. Masalahnya adalah, bahkan jika ia melakukan ini dan mengurung dirinya di dalam Sanctuary, masih tidak ada jalan keluar dari Kelinci Besar yang mendekat.

Tetapi Garfiel tidak mengetahui fakta itu, dan ia tidak akan mempercayainya bahkan jika Subaru memberitahukan langsung kepadanya. Situasinya akan sangat berbeda dari ketika dia menjelaskannya kepada Otto.

[Subaru: Jika kita hanya mencari alasan untuk kompromi, tetap saja ini tidak tepat … tapi, ini aneh]

[Lewes: Su-bo?]

[Subaru: Ada apa? Bukankah dia memilik cara yang sangat mudah untuk menghentikan pembebasan Sanctuary dari awal dengan membunuhku dan Emilia?]

Jika ia benar-benar tidak memedulikan martabatnya dan dengan sepenuh hati mengejar satu tujuan seperti Roswaal, Garfiel bisa langsung menghabisi nyawa Subaru dan Emilia.

Tetapi ia tidak pernah sekalipun mencoba untuk secara langsung menyakiti Emilia. Dan bahkan saat ia menyerang Subaru, ia hanya melakukannya setelah Subaru mengambil tindakan yang dapat merubah keadaan.

Subaru masih tidak dapat mengetahui dengan jelas apa yang membuat Garfiel ingin membunuhnya. Tidak ada keraguan bahwa membunuh Subaru adalah cara terbaik untuk mencegah pembebasan Sanctuary, tetapi alasan di baliknya masih belum jelas.

[Subaru: Harus ada alasannya…. Tapi, mengingat kembali saat Garfiel menyerangku, apakah kedua hal itu memiliki kesamaan…?]

Saat Garfiel menyerang Subaru adalah ketika Subaru mengamuk pada Roswaal dan ketika ia mencoba melarikan diri dari Sanctuary dengan penduduk desa—pada akhirnya, itu saja.

Melihat adegan itu secara objektif dari sudut pandang Garfiel, wajar saja ia menilai Subaru salah karena hendak menghajar orang yang terluka. Jadi tidak ada yang mencurigakan di situ.

Masalahnya adalah kedua kalinya, ketika dia mencoba membunuh Subaru yang awalnya gagal ia bunuh.

Berubah menjadi harimau raksasa untuk membunuh Subaru, Garfiel tanpa ragu menancapkan taring dan cakarnya pada Ram, penduduk Desa Arlam, dan Patrasche yang mencoba menghalangi jalannya. Meskipun Subaru tidak mati pada akhirnya, ketika ia berjalan melewati tempat pembantaian, kebencian yang ia rasakan terhadap Garfiel masih belum hilang bahkan sampai sekarang.

Tapi berapa banyak keputusan yang harus dibuat Garfiel sebelum menodai tangannya dengan kekejaman brutal tersebut? Pasti ada sesuatu yang menjadi penyebabnya.

Mengingatnya kembali sekarang, sepertinya hal itu tidak ada hubungannya dengan Subaru.

Dengan kata lain, dorongan untuk pembantaian itu bukanlah Subaru, tetapi dari Garfiel sendiri.

[Subaru: Lewes. Garfiel mungkin tampak kasar dan ceroboh, tetapi dia bukan orang yang dengan sembarangan akan melakukan kekerasan… apa aku benar?]

[Lewes: Dia adalah anak yang baik hati. Dia memamerkan taringnya dan menggonggong untuk melindungi orang-orang di sekitarnya…. Kekuatan dalam dirinya juga untuk tujuan yang sama]

[Subaru: Benar, kalau begitu… hanya ada satu jawaban, kan…]

[Lewes: …?]

Subaru menggosok hidungnya dan berbalik menghadap Lewes, yang memiringkan kepalanya.

Kemudian, meletakkan tangannya di kristal di sampingnya dan merasakan permukaannya yang dingin pada telapak tangannya,

[Subaru: Seseorang telah menanamkan ide-ide itu pada Garfiel. Siapa pun itu, tindakan mereka adalah apa yang membuat Garfiel mengamuk]

Jika semua tindakan tidak biasa dari Garfiel dilakukan atas instruksi orang lain, maka itu semua masuk akal. Dan kandidat yang paling mungkin untuk provokator Garfiel adalah,

[Subaru: Roswaal, Ram, Lewes, atau orang-orang berbahaya yang belum diketahui…]

Seseorang dari daftar itu menghasut Garfiel untuk melakukan kekerasan.

Ia harus menemukan siapa pun orangnya. Dan hanya dengan cara itu, ia dapat bicara empat mata dengan Garfiel.

[Subaru: Hanya untuk referensi, Lewes, bisakah aku bertanya sesuatu padamu?]

[Lewes: Silakan bertanya]

[Subaru: ―Apakah kau tahu isi dari ujian Garfiel di makam?]

[Lewes: ….Tidak, aku tidak tahu. Maafkan aku, tapi itu di luar batas pengetahuanku]

Lewes menggelengkan kepalanya. Karena ia dilarang berbohong, apa yang ia katakan pasti benar. Menerima jawaban ini, Subaru mengangguk,

[Subaru: Kalau begitu akan aku ganti pertanyaannya, pertanyaanku.―Apakah Lewes yang lain tahu isi dari ujian makam Garfiel?]

[Lewes: ——]

[Subaru: Lewes yang berbicara denganku kemarin mengatakan ia telah mencoba ujian itu. Karena sebagai aturan kalian tak bisa berbohong, apa yang ia katakan pasti benar. Dan jika pergantian terjadi setiap hari, maka… ia akan muncul dalam tiga hari?]

Karena Subaru benar-benar kehabisan waktu, ia sangat berharap bahwa itu bukan di hari-hari terakhir.

Bibir Lewes tertutup lembut saat ia mendengar pertanyaan Subaru yang hampir seperti memohon. Lewes menghela nafasnya,

[Lewes: Tidak, aku yang membawa Gar-bo keluar dari makam yang akan muncul dalam dua hari. Aku yang masuk, dan aku yang tidak, berotasi setiap dua hari]

Katanya, dengan ekspresi lelah di wajahnya.

 

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded