Re:Zero Arc 4 Chapter 89.1 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
Advertise Now!

Penerjemah: Herasel

Editor: Ridho Ilahi

Korektor: Anisha Dayu

Kenangan Salju, bagian 1

—Setelah mengakhiri pembicaraan rahasia dengan Lewes, Subaru berjalan melewati hutan sendirian.

Subaru berkata pada Lewes bahwa ia perlu berpikir sejenak dan meninggalkan gadis kecil itu sendirian dengan kristalnya. Berhadapan dengan seseorang yang memiliki wajah identik dengan dirinya—terlebih lagi, itu adalah tubuh aslinya. Cukup sedih jika dibayangkan.

Sementara minat Subaru pada semua ini tidak ada habisnya, ia tidak yakin seberapa jauh ia ingin mempelajari topik ini. Tapi, bagaimanapun juga, Lewes yang baru saja diajaknya bicara itu berada di pihaknya.

Dari keempat tiruan Lewes itu:

Menilai dari kata-kata Lewes, dua di antara mereka ada di dalam makam. Dengan kata lain, dua Lewes telah masuk dan mencoba ujian itu.

Karena itu, Subaru curiga bahwa yang meracuni Garfiel dengan ide-ide aneh itu adalah salah satu dari dua Lewes yang pernah menjalani ujian.

Melihat kelakuan mereka berempat, sangat mungkin bagi mereka untuk memiliki pendapat yang berbeda-beda.

Asumsi Subaru, karena mereka berempat memainkan karakter yang sama, mereka berempat pastilah orang yang sama yang telah menjadi bumerang bagi dirinya sendiri. Sementara keempatnya memang memainkan peran yang sama, masing-masing dari mereka memiliki pikiran dan cita-cita mereka sendiri.

Karena alasan itu, tidak menutup kemungkinan bahwa hal-hal aneh bisa saja terjadi seperti “salah satu Lewes telah mengalami hal yang belum pernah dialami Lewes lainnya”, dan menyebabkan pikirannya menyimpang dari tiruan lainnya.

Demi kenyamanan dan kemudahan, Subaru memutuskan untuk melabeli empat Lewes itu sebagai Alpha, Beta, Theta dan Sigma. Lewes Alpha dan Beta tidak tahu apa pun soal ujian makam, sementara Lewes Theta dan Sigma tahu.

Sebenarnya Subaru ingin menamai mereka menggunakan angka-angka Jerman, “ein”, “zwei”, “drei”, tapi ia tidak dapat mengingat yang keempat sehingga ia mengurungkan memakai angka-angka itu.

Bagaimanapun,

[Subaru: Masalahnya, aku baru bisa bertemu dengan Theta dan Sigma setidaknya dua hari lagi…]

Waktu serangan Kelinci Besar ke Sanctuary―atau… lebih tepatnya, dalam lima hari dari sekarang, akan ada sihir berskala besar yang memicu badai salju besar yang akan memikat Kelinci Besar ke sini.

Dengan asumsi itu, Subaru mungkin tak dapat membuat rencana balasan sesegera mungkin setelah berbicara dengan para Lewes, tiga hari yang tersisa adalah waktu yang sangat sedikit.

Pada akhirnya, Garfiel akan membantai setiap penduduk desa jika itu dapat mencegah pembebasan Sanctuary.

Kalau benar mereka yang meyakinkan Garfiel untuk melakukan hal itu, pikiran Lewes Theta dan Sigma tidak akan mudah dibengkokkan.

Mempertimbangkan prospek untuk membujuk mereka, jalan yang akan ditempuh Subaru memang tampak gelap.

[Subaru: Tapi sebagai imbalan atas menyingkirkan sebagian halangan … setidaknya sekarang ada celah untuk berurusan dengan Garfiel, yah, jika aku bisa membujuk kedua Lewes yang mengganggu, maka masalahnya akan terpecahkan…]

Jika Theta dan Sigma adalah orang-orang yang menghasut Garfiel untuk melakukan kekerasan, membujuk mereka akan sama dengan membereskan persoalan Garfiel. Karena Subaru tidak bisa melihat cara untuk menyelesaikan masalah dengan Garfiel secara langsung, ini tentu saja merupakan secercah harapan baru, meskipun sangat samar.

Saat ini, kekuatan Garfiel tidak terbatas pada dirinya sendiri, tetapi meluas kepada dua puluh-sekian tiruan Lewes yang tidak berjiwa, tanpa kehendak sendiri, tanpa memedulikan kehidupan masing-masing, setiap salinan hampir seperti mesin tempur dengan presisi sempurna, dan tidak banyak yang bisa dilakukan Subaru jika Garfiel memilih untuk menggunakannya.

Dilihat dengan cara apa pun, situasi Subaru saat ini benar-benar tanpa ampun.

Tetapi lupakan soal sisi sentimental, Subaru lebih suka menghindari konflik dengan Garfiel.

Jelas sekali bahwa menetralkan Garfiel dengan kekuatan adalah hal yang mustahil.

Jika Subaru benar-benar harus menghadapi Garfiel, didorong oleh Theta dan Sigma dan dengan gadis-gadis itu atas perintahnya, peluang Subaru yang sudah sangat kecil akan terjun mendekati titik nol.

[Subaru: Setelah aku dengan sombongnya menjalin perjanjian dengan Roswaal, masa bodoh! Apakah jaminannya berlaku atau tidak, aku juga tak merencanakannya dengan matang,  tapi aku tetap harus bergerak ketika aku harus, kali ini aku tak boleh gagal]

Subaru menepuk pipinya tepat ketika keraguan mulai menggerogotinya, dan menggelengkan kepalanya, mengingatkan dirinya sendiri akan janjinya.

Kemudian, menatap lurus ke depan sekali lagi,

[Subaru: Bagaimanapun, aku tetap harus menghadapi Theta dan Sigma. Bisa juga mencoba dari Garfiel dan berusaha mendapatkan informasi darinya tanpa ia sadari, tapi… mungkin nanti saja]

Keluar dari hutan, Subaru kembali ke pusat Sanctuary.

Matahari telah terbit sepenuhnya, orang-orang Sanctuary serta penduduk Desa Arlam mulai sibuk dengan kegiatan sehari-hari mereka di sekitar pemukiman.

Sesekali membalas tatapan mereka saat ia berlalu, melambai dan bertukar “halo” pada beberapa orang, kaki-kaki Subaru langsung membawanya ke tempat yang lebih tenang.

Ke tempat yang sedikit lebih jauh dari katedral dan pusat desa.

—Tempat di mana Emilia tertidur.

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded