Re:Zero Arc 4 Chapter 92.3 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content

Penerjemah: Herasel

Editor: Ridho Ilahi

Korektor: Anisha Dayu

Kebohongan, bagian 3

{Puck: —-}

Mendengar pernyataan Subaru, tidak ada penolakan atau tawa dari Puck, ia hanya terdiam.

Jika roh kucing yang tak terlihat itu ada di hadapannya sekarang, ia mungkin akan melayang di sana dengan ekspresi santai dan riang, mengayun-ayunkan ekornya yang panjang ke sana kemari.

{Puck: Luar biasa, Subaru. Jawaban itu lebih baik dari yang kuperkirakan}

Ujar Puck dengan nada terkesan setelah keheningan yang cukup lama.

Subaru mendengus sebagai balasan.

{Subaru: Sungguh, pujianmu tidak membuatku senang sama sekali, kau tahu}

{Puck: Aku sungguh-sungguh memujimu, loh. Kau tidak punya banyak informasi sejauh ini, jadi fakta bahwa kau bisa menebak sejauh ini mengejutkanku. Kau tahu isi hati Lia dengan baik}

Suara pikiran Puck dipenuhi oleh kasih sayang, seolah-olah ia sedang memandangi Emilia yang masih tertidur. Subaru mau tak mau ikut mengalihkan pandangannya ke wajah pucat gadis di hadapannya.

Berbaring di sana, tertidur lelap, tidak mungkin untuk mengatakan dengan pasti apakah ia mengalami mimpi yang baik atau mimpi buruk.

Ujian makam dan masa lalu yang menghantui hati Emilia, Subaru penasaran seberapa mirip reka adegan masa lalu yang Emilia lihat di ujiannya dengan masa lalu yang sebenarnya.

Masa lalu yang dilihat Subaru dalam ujiannya adalah tentang dirinya berpisah dengan orangtuanya, yang merupakan simbol penyesalan masa lalunya. Itu wajar. Masa lalu yang perlu Subaru hadapi bukanlah peristiwa besar, tetapi lingkungan yang selalu ia ratapi karena menghabiskan sebagian besar waktunya bermalas-malasan.

Jadi, bagi Subaru, ujian itu menciptakan ruang dan waktu yang tidak pernah benar-benar ada, dan memberinya penangguhan hukuman yang menyenangkan untuk bersama dengan kedua orang tuanya sekali lagi, dan mengucapkan selamat tinggal kepada mereka.

{Subaru: Masa lalu itu tak harus kejadian yang benar-benar terjadi di dunia nyata. Semuanya hanya gambaran dari mental yang diambil dari memori otak penantang yang dikumpulkan menjadi bentuk yang cocok untuk ujian itu}

Di akhir ujian, Echidona memberi tahu Subaru garis-garis kasar tentang bagaimana ujian itu bekerja. Setelah mengumpulkan potongan-potongan kenangan yang bahkan Subaru tidak yakin ia pernah mengingatnya, ujian telah menggunakannya untuk membuat “dunia dari potongan-potongan kenangan”.

Dengan kata lain, semua adegan perpisahan Subaru dengan orangtuanya tidak benar-benar terjadi, dan kenangan itu tidak lebih dari pemuas diri semata.

—“Tapi, lalu apa?”, adalah kalimat yang berputar di dalam pikiran Subaru saat ini.

{Subaru: Masa lalu yang kau lihat di makam adalah kenangan palsu yang sangat nyata. Dan ada bajingan yang mengatur ujiannya, menggiring penantang sehingga akan mencapai jawaban apa pun yang paling memuaskannya}

Echidona tidak menyatakan banyak soal hal ini, tetapi, melihat langsung kegilaan si penyihir dengan mata kepalanya sendiri, Subaru yakin itu adalah hal yang akan Echidona ingin lakukan.

Maka,

{Subaru: Masa lalu yang dilihat Emilia, sebagian besar adalah benar, dan sebagiannya adalah rekayasa. Dan kau… pasti tahu sesuatu yang akan menentukan dalam memperbaiki perbedaan itu. Itulah sebabnya alam bawah sadar Emilia menghalangi usahanya untuk memanggilmu}

{Puck: …. Yang membuatku bertanya-tanya. Jika aku bersamanya, Lia akan melihat masa lalu itu apa adanya. Jadi mengapa hati Lia menolakku, jika ia mengetahui hal ini?}

{Subaru: Itu…}

“Sederhana” adalah lanjutan dari kalimat itu yang tidak Subaru sampaikan.

Alasan kemurungannya juga sederhana. Jika kalimat selanjutnya keluar dari mulut Subaru, itu artinya Subaru telah membeberkan kebenaran masa lalu Emilia dan juga fakta bahwa adegan kejam dan penuh permusuhan yang Emilia gambarkan hanyalah untuk menutupi kebenaran yang terkubur dalam hatinya.

{Puck: …. Karena kebenaran yang dilupakan Lia jauh lebih tidak termaafkan daripada ingatan palsu yang ia bicarakan}

Puck menyelesaikan kalimat Subaru untuknya.

Menyadari apa yang gagal ia kenali sampai kata-kata itu keluar, kesedihan memelintir wajah Subaru ketika ia melihat ke arah Emilia.

Orang-orang di hutan hidup bersama Emilia dalam kehangatan dan kebahagiaan. Mendapati orang-orang yang sama berbalik membencinya dan menghujaninya dengan dendam dari dalam es sementara Emilia mengucapkan perpisahan yang sangat panjang:

Masa lalu yang telah merobek hati dan pikiran Subaru itu, pada kenyataannya, hanyalah buaian lembut untuk melindunginya dari kenangan yang bahkan jauh lebih kejam.

{Subaru: Apakah kau… tahu apa yang sebenarnya dilihat Emilia?}

{Puck: …Sayangnya, tidak. Ketika aku pertama kali bertemu Lia, gadis itu sudah membeku di hutan. Jadi aku tak tahu mengapa Lia takut akan kehadiranku. Dan aku tidak tahu bagaimana aku bisa ada di masa lalu Lia}

Mendengarkan gumaman penyesalan Puck yang tulus, Subaru menggigit bibirnya.

Masa lalu asli Emilia adalah alasan mengapa ia tidak bisa lulus ujian. Setelah memahami ini, Subaru sekarang selangkah lebih dekat kepada jawaban yang dicarinya.

Setiap kali Emilia berada di dalam ujian makam, ia melihat masa lalunya yang asli dan yang palsu. Dan ia sendiri ingin masa lalu palsu itu menjadi yang asli.

Selama ia gagal mencapai jawaban atas masa lalunya yang sebenarnya, ia tidak akan menyelesaikan ujian itu. Dan selama Emilia terus membohongi hatinya sendiri, pisau-pisau manis masa lalunya akan terus mencabik-cabik pikirannya lebih dalam lagi.

{Subaru: Apa yang harus kulakukan?}

{Puck: Aku tidak tahu}

{Subaru: Aku ingin menolong Emilia… dan menjadi kekuatannya}

{Puck: Aku juga. Keberadaanku hanyalah untuk dirinya. Kalau aku tidak dapat menjadi kekuatannya, maka tidak ada alasan bagiku untuk hidup}

{Subaru: Aku ingin mendukungnya dalam segala hal yang ingin ia lakukan… dan aku ingin selalu berada di sisinya}

{Puck: —-}

Dihadapkan dengan permohonan Subaru, Puck terdiam saat ia berpikir. Sementara itu, Subaru menunggu jawaban si roh dengan saksama. Kemudian, dengan suara penuh tekad,

{Puck: Subaru,—hanya ada satu kemungkinan}

{Subaru: Kemungkinan…?}

{Puck: Ini adalah solusi yang benar-benar tidak akan kupikirkan kalau aku sendirian, dan, bahkan sekarang, aku sangat membencinya. Ini adalah sesuatu yang tidak pernah aku bayangkan untuk  dapat kusarankan, bahkan dengan pertimbangan yang matang}

Mendengarkan kekhawatiran Puck, Subaru bersiap-siap untuk apa pun hal mengejutkan yang akan datang. Setidaknya, ini adalah pertama kalinya Subaru mendengar Puck berbicara dengan suara seserius ini dalam keadaan normal.

{Subaru: Kau ingin aku melakukan apa?}

{Puck: Ini adalah sesuatu yang harus kulakukan. Meskipun kau yang harus membereskan masalah yang terjadi setelahnya}

{Subaru: …. Kau terdengar seperti kau akan mengatakan hal-hal yang gila, aku agak takut}

{Puck: Aku juga tidak pernah berpikir aku akan menyerahkan semuanya ke tangan orang lain. Tapi, yah… aku percaya kau adalah satu-satunya orang yang bersedia mempertaruhkan nyawa demi Lia, jika perlu}

Merasakan bahwa Puck menekan beberapa emosi besar ketika ia berbicara, Subaru menarik napas kecil.

Tidak diragukan lagi, penilaian Puck benar. Untuk Emilia, Natsuki Subaru akan dengan senang hati menyerahkan hidupnya bahkan nyawanya.

Melihat Subaru memberikan persetujuan diam-diam, Puck juga dengan pasti mengangguk dari dalam kristal.

Dan kemudian, dengan suara tenang,

{Puck: Besok pagi, aku akan memutus perjanjianku dengan Lia.—Dan begitu hubungan antara Lia dan aku terputus, aku yakin bahwa ketika ia menangis, kau akan melakukan apa yang kau bisa untuk menghiburnya}

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded