Re:Zero Arc 4 Chapter 93 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content

Penerjemah: Herasel

Editor: Ridho Ilahi

Korektor: Anisha Dayu

Usul Bersama

{Puck: Setelah perjanjianku dengan Lia terputus, bisakah aku mengandalkanmu untuk mengatasi semua yang terjadi setelahnya?}

{Subaru: ….Tergantung alasanmu}

Sambil masih menatap Puck, Subaru tanpa sadar membasahi bibirnya dengan air liur, berusaha menahan keinginannya untuk menantang kata-kata itu.

Tetapi, di sini mereka tidak sedang berbicara tentang perjanjian.

Terlebih lagi, ini adalah perjanjian antara roh dan Pengguna Seni Roh, yang harus dihargai di atas segalanya.

Untuk dengan tegasnya ingin “melanggar” secara sepihak perjanjian semacam itu …. Subaru tidak mungkin memahami apa yang sedang Puck pikirkan.

{Subaru: Perjanjian di antara kau dan Emilia … adalah perjanjian antara roh dan penggunanya, kan? Melanggarnya akan menimbulkan hukuman yang setimpal untukmu, bukan?}

{Puck: Benar, begitulah}

{Subaru: Jika aku membayangkannya dengan benar, pengguna mematuhi perjanjian dengan imbalan kekuatan yang mereka pinjam dari roh … dan tanpa perjanjian, tak akan ada alasan bagi roh untuk memberikan kekuatannya kepada pengguna, jadi memutuskan perjanjian itu akan…}

{Puck: –Intinya, hubungan antara Lia dan diriku akan terputus}

Tanpa menyangkal atau mengubah spekulasi Subaru, Puck hanya menegaskan pemikirannya.

Namun, penegasan itu berarti—

{Subaru: Tanpa kekuatanmu! Emilia tidak akan bisa bertarung sama sekali. Sebenarnya, lebih seperti, ia tidak akan berbeda dari gadis biasa}

{Puck: Seharusnya itu tak membuatmu terlalu khawatir, bukan? Apakah Lia memiliki kekuatan untuk bertarung atau tidak, pada dasarnya kau tak ingin Lia bertarung. Meskipun aku tidak yakin gadis itu menginginkan hal yang sama}

{Subaru: Gh … kau… benar. Tapi, perasaanku bukan masalah di sini. Dan semua pembicaraan tentang kekuatan bertarung ini juga bukan intinya. Yang penting sekarang adalah apa yang akan terjadi pada Emilia tanpamu di sisinya}

Bagi Emilia, kehilangan Puck sama dengan kehilangan fondasi yang menyokong hatinya.

Dan jika Puck benar sejauh ini, itu berarti Emilia tahu, jauh di lubuk hatinya, bahwa Puck sebenarnya tidak tidur, dan ikatan di antara mereka belum terputus.

Namun, bahkan dengan ikatan mereka yang masih utuh, pendirian Emilia sempat tergoyahkan sampai-sampai ia bergantung sepenuhnya pada Subaru, memohon padanya untuk tidak meninggalkannya.

Tetapi jika ikatannya dengan Puck benar-benar terputus—

{Subaru: Aku tidak akan terkejut kalau  pada akhirnya keputusanmu akan menghancurkan kestabilan mental Emilia saat ini juga…. Pastinya itu bukan menjadi hal terakhir yang ingin kau saksikan. Jadi, apa yang sebenarnya kau rencanakan…}

{Puck: Aku tidak merencanakan apa pun. Aku hanya akan mendukung Lia dengan cara yang terbaik  yang bisa aku lakukan untuknya. Aku tidak akan, dan tidak bisa, melakukan apa pun yang tidak diinginkan oleh anak itu}

{Subaru: Dan… Emilia ingin kau mengakhiri perjanjiannya?}

{Puck: Tidak, Subaru. Mengakhiri perjanjian denganku hanyalah produk sampingan dari apa yang diinginkan Lia. Apa yang diinginkan Lia saat ini adalah menyelesaikan ujian makam. Kau boleh yakin, tidak ada keraguan soal hal itu}

Subaru juga tidak pernah meragukannya.

Menurut pendapat Puck, ketidakmampuan Emilia-lah yang membuatnya gagal menghadapi masa lalunya sehingga ia berulang kali tersandung pada masa lalu palsu dalam ujiannya.

Namun, Emilia jelas bukan tipe orang yang hanya akan “berpura-pura” untuk mengatasi masa lalunya. Subaru yakin soal itu.

Keyakinan dalam benak Subaru itu tidak pernah disampaikan kepada Puck melalui kata-kata. Tapi, seolah pikiran itu berhasil sampai kepadanya, nada suara telepati Puck merosot turun,

{Puck: Ketika Lia mengetahui bahwa aku pergi, ia mungkin akan sangat cemas. Menangis seperti anak kecil, meratap, tidak dapat dihibur dan takut}

{Subaru: —-}

{Puck: Tapi itu yang terbaik, jika kupikir kembali. Ada keadaan di mana satu sisi hatinya percaya bahwa aku pergi sementara lubuk hatinya tahu bahwa aku masih di sini, itu tidak wajar. Begitu kedua sisi hatinya menyadari bahwa aku pergi… belenggu yang menghalanginya dari masa lalunya akan dilepaskan, dan, untuk pertama kalinya, Lia akan siap menghadapi hatinya sendiri}

Kata-kata Puck tenang, tetapi emosi memadati kalimat singkat itu.

Ada kelembutan, kesedihan, sukacita, dan, di atas semua itu, tekad yang berlimpah untuk mengorbankan segalanya untuk orang yang paling ia cintai.

{Subaru: Jadi ia harus kehilangan ikatan denganmu… untuk menghadapi dirinya sendiri dan bergerak maju?}

{Puck: Ya, begitulah menurutku. Aku yakin itu akan membuatnya sangat kesakitan, tetapi aku tahu Lia adalah seorang gadis yang kuat}

{Subaru: Tapi kau tidak akan ada untuknya lagi. Apakah kau tidak khawatir? Tidakkah kau ingin tinggal bersamanya dan melindungi putrimu yang terlalu polos dan baik hati itu? Bukankah itu yang kau inginkan?}

Subaru tidak yakin lagi pada racauannya barusan.

Jika rencana Puck benar-benar dapat memberikan hasil yang mereka inginkan, maka itu akan lebih baik daripada apa pun yang diharapkan Subaru. Seperti yang Puck katakan, kemampuan Emilia untuk bertarung tidak penting karena Subaru sudah berniat melakukan segala cara untuk membuat gadis itu berada sejauh mungkin dari medan perang.

Jadi, bagaimanapun juga Subaru harus menerima usulan Puck daripada harus mencari cara lain atau mencegahnya.

{Puck: Ku pikir kau merasa tak senang akhir-akhir ini karena aku berada di sisi Lia?}

{Subaru: Kau tak salah tentang hal itu…. Untuk semua yang pernah terjadi di antara kita, penilaianku tentangmu sangat rendah, serendah yang bisa kuberikan, dan tidak akan naik di waktu dekat ini. Satu keputusan untuk mengorbankan diri demi Emilia tidak akan menghapus semua kesan buruk yang kau tinggalkan, kau tahu}

{Puck: Jahat sekali… aku jadi agak sedih, nih}

{Subaru: Tapi…}

Kesan buruk sudah terlanjur dipatenkan, jadi meskipun Subaru menerima semua yang dikatakan Puck, semuanya tidak mengubah kesan negatif yang sudah terlanjur terukir.

Jadi Subaru tidak berbohong ketika mengatakan itu. Namun,

{Subaru: …Aku tak bisa melihat ekspresi sedih di wajah Emilia setelah kepergianmu. Dan, sama seperti aku membencinya, aku tahu lebih baik daripada siapa pun betapa berartinya kau bagi Emilia. Itu karena kau… bahwa aku … …}

{Puck: —-}

Kata-kata Subaru tersendat-sendat lalu terputus, namun pikiran itu tidak meninggalkannya. Puck juga menjaga keheningan di antara mereka, diam-diam menunggu konsep samar Subaru terbentuk.

Tapi, kegelisahan semakin membesar pada diri Subaru, dan jawabannya menjadi semakin samar.

{Subaru: Bahwa aku… aku…}

{Puck: –Keberadaanmu memainkan peran paling besar dalam membantuku mengambil keputusan ini, Subaru}

Puck bergumam sebelum Subaru bisa menyelesaikan pikirannya. Mendengar suara itu tepat di dalam tengkorak kepalanya, Subaru mengangkat kepalanya, menatap dengan ekspresi bodoh pada kristal hijau yang bersinar.

{Puck: Seperti katamu, Lia lebih berarti bagiku daripada apa pun di dunia ini. Aku ingin selalu mengawasinya dan memberinya kekuatan di sisinya. Tapi, meski begitu, aku percaya bahwa hal terbaik yang bisa kulakukan untuknya sekarang adalah meninggalkannya}

{Subaru: Tapi, kenapa aku…}

{Puck: –Karena kau di sini untuknya}

{Subaru: —–}

Nafas Subaru terhenti seketika.

{Puck: Di tempat ini …. Tidak. Di dunia ini, kau dan aku adalah satu-satunya orang yang akan mempertaruhkan  kehidupan kita hanya untuk Lia. Sepanjang waktu yang kita habiskan bersama, kau telah membuktikan hal ini. Lia, ia… ,… selain diriku, kau adalah orang yang paling Lia percayai. Itu tidak diragukan. Kau bisa yakin akan hal itu}

{Subaru: Te-tetap saja …. Aku tak punya kekuatan sepertimu, dan aku tak bisa meruntuhkan halangan di hadapannya dengan kekuatan. Hal terbaik yang bisa kulakukan untuknya hanyalah mengkhawatirkannya dan mendengarkan masalahnya … itu saja. Kau tahu soal itu, kan? Dan kau masih ingin menyerahkan semua beban ini padaku setelah kepergianmu?}

{Puck: Sepertinya kau salah paham. Aku tidak bilang bahwa aku mau kau menggantikanku. Hal-hal yang bisa kulakukan, hanya aku yang dapat melakukannya. Dan begitu pun sebaliknya, dengan melakukan apa yang bisa kau lakukan, aku berharap kau akan dapat membantu Lia}

Di hadapan Subaru yang masih tidak dapat berkata-kata, Puck menyanggah keraguannya.

Menutup semua jalan keluar, Puck tidak membuang waktu untuk memaksakan keputusannya pada Subaru.

{Puck: Bahkan tanpa aku, Lia masih akan jauh lebih kuat darimu. Tidak diragukan lagi, itu akan menjadi semacam “kekuatan” yang kau bicarakan. Tapi, seperti yang kau tahu, anak itu juga lemah. Dan “kelemahan” yang kubicarakan ini tentu juga ada. Aku ingin kau mendukungnya saat ia menghadapi kelemahan itu}

{Subaru: ….Setelah kau melepas perjanjian dan memutuskan ikatanmu dengan Emilia, apa yang akan terjadi padamu?}

{Puck: Aku dapat memiliki wujud ini berkat perjanjianku dengan Lia. Setelah ikatan kami terputus, aku harus tetap terwujud untuk menjaga keberadaanku …. Tapi untuk tetap terwujud dalam bentuk itu, aku akan terus-menerus menghisap mana(MP) dari atmosfer di sekelilingku. Jika kau melihat bentuk sejatiku, kau mungkin akan terkejut, Subaru}

“Bentuk Sejati” yang dibicarakan Puck pastilah sosok yang menjulang tinggi sehingga Subaru harus mendongak untuk melihatnya. Binatang berkaki empat terkuat, monster badai yang mengamuk. Makhluk Pembawa Bencana.

Memang, jika Puck harus mempertahankan bentuk itu terus-menerus, hal itu bukanlah perkara mudah.

{Subaru: Jadi… … maksudmu, kau akan melebur?}

{Puck: Bukan sepenuhnya melebur. Aku akan kembali menjadi eksistensi kecil di dunia ini seperti saat aku belum menjalin perjanjian dengan Lia. Aku akan berada di suatu tempat yang memiliki hubungan mendalam denganku… kemungkinan besar di Hutan Elior. Di sana, aku akan tertidur di dalam sesuatu yang akan menjadi pelabuhanku, dan menunggu waktu ketika aku akan terbangun kembali}

{Subaru: Terbangun…?!}

{Puck: Oleh Lia, tentu saja. –Di sini-lah akhir dari perjanjianku dengan putri kecilku itu. Tapi, ketika waktunya tiba dan ia mencari roh lain untuk melakukan perjanjian… aku tahu ia akan memilihku lagi. Aku percaya hal itu}

Mendengar keceriaan dalam suara Puck, Subaru menelan napasnya.

Keputusan yang ia buat kurang-lebih dapat melenyapkan dirinya sendiri, tapi tidak sedikit pun terselip rasa gentar pada suara Puck. Kepribadiannya selalu optimis secara alami, tetapi, entah bagaimana, itu tampaknya tidak menjadi alasan kurangnya kekhawatiran dalam suaranya.

Ia sangat yakin bahwa Emilia akan memilihnya lagi.

Setelah kontraknya dengan Puck rusak, Emilia akan dipaksa untuk menghadapi masa lalunya. Dan Puck tidak pernah membayangkan walau hanya untuk sedetik bahwa Emilia mungkin gagal untuk sepenuhnya menerima masa lalu itu.

Hanya, setelah Emilia mengatasi masa lalunya dan membutuhkan kontrak lain, ia pasti akan memilihnya lagi.

Dalam benak Puck, itu adalah kebenaran yang pasti.

Ia tidak pernah meragukan kekuatan Emilia, juga tidak meragukan semua yang mereka bagi dalam waktu yang mereka habiskan bersama. Dan karena ini, ia dapat membuat pilihan untuk memutuskan hubungannya dengan Emilia.

{Subaru: —-}

Bagi Subaru yang selalu ragu, itu adalah ikatan yang begitu kuat dan kokoh lagi menyilaukan.

Karena cinta dan kepercayaan mendalam Puck pada Emilia yang telah tertempa sejak lama di hati roh itu.

{Subaru: Dan kau akan menyerahkan Emilia yang patah hati padaku, sehingga aku dapat menghiburnya, benar begitu? }

Dan itulah sebabnya jawaban Subaru begitu penuh dengan keputusasaan dan kebencian. Menerima kata-kata itu, Puck dengan lembut berdeham, dan dengan nada yang hampir tersenyum,

{Puck: Sungguh menyakitkan bagiku untuk melakukan ini, sungguh. Tapi… karena aku menyerahkan putri kecilku yang paling kusayangi kepadamu, harapanku adalah agar kalian berdua dapat mengatasi masalah ini bersama-sama}

{Subaru: … … bisakah aku menganggap perkataanmu barusan sebagai restu untuk hubunganku dan Emilia–ku?!}

{Puck: Kalau kuhabisi kau di sini sekarang juga, aku harus memikirkan ulang banyak hal}

{Subaru: Kenapa jawabanmu selalu jahat sekali, kucing sialan!!}

Melontarkan balik jawaban berlebihan itu, Subaru menyeringai kecil.

Perasaan Puck yang mendalam terhadap Emilia tidak dapat disangkal, dan fakta bahwa mereka dapat melakukan ini bolak-balik terlepas dari keraguan di antara mereka membuat pikiran Subaru sedikit santai.

Lalu, ada juga sesuatu yang dipikirkan Subaru barusan ketika ia mendengar bahwa pemutusan perjanjian Puck dengan Emilia akan berarti menjauhkan roh itu dari tempat ini.

Seandainya hal itu berhasil, peluang taruhannya akan lebih besar.

{Subaru: Aku mengerti rencanamu sekarang. Meskipun aku masih sedikit khawatir apakah rencana itu akan berhasil atau tidak…. Aku akan berpura-pura tak tahu dan membantumu dengan tipu muslihatmu}

{Puck: Aku ingin tahu bagaimana rasanya … untuk memanipulasi gadis yang kau sukai}

{Subaru: Aku merasa bersalah, jadi tolong hentikan itu. Dan lagi pula, sebenarnya Emilia mengerti hal itu dari dalam hatinya… jadi ketika semua ini selesai, ia mungkin akan sadar kalau ia sedang ditipu}

{Puck: Kalau itu terjadi, kita berdua akan dicap sebagai penghianat. Apa kau takut?}

{Subaru: Yang benar saja! Dibandingkan dengan kebencian remaja labil seperti “jangan cuci bajuku bersamaan dengan baju kotor ayah!”, Kebencian Emilia padaku bakal ada di level yang berbeda, kau tahu}

Jika kebenciannya terhadap Puck bisa dianggap sebagai masalah keluarga, kebenciannya terhadap Subaru akan jauh lebih fatal. Meskipun, ia mungkin mengerti jika Subaru menjelaskannya dengan tulus.

Meskipun, bahkan jika Emilia mengerti alasan dibalik hal ini, tentu saja ia tidak akan merasa senang mengetahui hatinya telah dimanipulasi.—Tentunya gadis itu tidak akan memaafkan Subaru begitu saja.

{Subaru: Tapi agak terlambat untuk itu, ya.—Setelah semua hal tak termaafkan yang telah kulakukan dan setiap kali aku membuatnya menangis… bagaimana aku bisa mengatakan aku tidak memiliki tekad untuk menanggung kesalahan itu sekarang?}

{Puck: —-}

{Subaru: Kuterima persyaratanmu, Puck. Aku akan membereskan kekacauan yang kau tinggalkan. Besok pagi, ketika Emilia menangis … ia akan melakukannya di lenganku}

{Puck: ――Baiklah. Dalam hal ini, aku akan menyerahkannya kepadamu. Meskipun aku sadar ini akan menyebabkan banyak masalah untukmu}

Melihat Subaru menerima tawarannya, hampir ada rasa malu dalam balasan Puck.

Mendengar ini, Subaru memejamkan matanya, dan mulai berbicara lagi,

{Subaru: Apakah kau terbuka untuk mempertimbangkan tawaran dariku juga?}

{Puck: … … tawaran?}

{Subaru: Ya, tawaran. Jangan khawatir. Sama sepertimu, aku hanya bertindak dengan mempertimbangkan kepentingan terbaik Emilia di masa mendatang}

Memukul dadanya sendiri, dan menerima kebisuan Puck sebagai persetujuannya, Subaru melanjutkan,

{Subaru: Masih ada beberapa hal yang ingin  kutanyakan, dan beberapa hal yang ingin kucoba tergantung pada jawabanmu. —Emilia bisa bangun kapan saja, jadi mari kita selesaikan ini dengan cepat}

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded