Re:Zero Arc 4 Chapter 97.1 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content

Penerjemah: Herasel

Editor: Sukseskanlah “Ridho Ilahi.” Amin

Korektor: Anisha Dayu

Sebelum Fajar, bagian 1

[Roswaal: Anggap saja seperti rumah sendiri. Mau itu percakapan panjang atau pendek, kita harus merasa nyaman ketika melakukannya, bukan?]

Sambil menutup sebelah mata, Roswaal mengarahkan pandangan mata kuningnya ke arah dua orang yang berdiri di ambang pintu.

Tertegun di bawah tatapan lekat lelaki itu, Otto menelan ludah seolah-olah ia baru saja ditelan ke dalam tatapan jahatnya. Meskipun tangan jahat yang sama juga meraih Subaru, setelah menguatkan diri sebelumnya, dengan terbatuk gugup sekali ia berhasil berdiri tanpa membiarkan dirinya goyah.

[Subaru: Kau merias wajahmu dan berdandan hanya untuk kami? Aku merasa tersanjung]

[Roswaal: Ti~dak perlu dipikir~kan. Bagaimanapun, kaulah yang bi~lang padaku untuk memasang kemba~li riasanku]

[Subaru: Ah, benar … aku bilang begitu]

Setelah menetapkan kontrak dalam pertaruhan mereka, itulah yang dikatakan Subaru kepada Roswaal sebelum meninggalkan ruangan. Meskipun ia tidak pernah menyangka bahwa Roswaal akan melakukannya.

[Roswaal: Kau tahu, riasan ini seperti warpaint* bagiku. Untuk membuat dunia yang sesuai dengan kitabku, aku harus tetap waspada. Itulah kenapa aku menggunakan riasan ini, untuk selalu mengingatkan diriku sendiri]

(*Warpaint = cat/tato/adat/jati diri/perang/digunakan saat perang/berkah/penyemangat/ biasanya terletak pada wajah atau bagian tubuh)

Pengakuan Roswaal yang tak terduga membuat Subaru tak dapat menahan diri untuk tidak menatap wajah Roswaal.

Eyeliner yang menyihir pada wajah seputih kapur. Bibir yang dicat merah dan bentuk aneh di sekitar kelopak mata kiri sampai ke bulu mata bagian bawah. Jadi, semua itu memiliki arti sendiri selain pengalih perhatian lawan bicaranya.

[Subaru: Atau, apakah kau hanya mengatakan riasan itu untuk mengacaukanku?]

[Roswaal: Kau bisa perca~ya padaku, kau tahu? Ya~h, terserah kau saja. Karena hal-hal sudah mulai berbeda dari ramalan kitabku, aku sudah siap untuk menyerah pada dunia ini dan berhenti merias wajahku…. Tapi sekarang aku memakainya lagi. Kau bisa mengarti~kan tindakan ini sesukamu]

Mendengarkan kata-kata Roswaal yang bertele-tele, Subaru mengertakkan gigi untuk menjaga ekspresinya tetap stabil.

Jika itu memang warpaint seperti yang dikatakan Roswaal, maka alasan memakainya sekali lagi sudah tak perlu dipertanyakan lagi.

Kemungkinan besar, ia telah mendapatkan kembali motivasi dan keinginan untuk tetap berjuang.

Bahkan jika setelah mendapatkan kembali motivasinya itu ia berniat untuk mengakhiri dunia ini dan menyerahkan segalanya pada diri sendiri di dunia berikutnya, masih saja seperti harapan yang Subaru sendiri pernah dukung.

[Roswaal: Apakah lebih baik bagimu jika aku terus mera~na?]

[Subaru: Tidak juga. Kami masih membutuhkan semua kemasyhuranmu, baik itu nama besarmu, posisi, atau bahkan keberadaanmu untuk memenangkan takhta bagi Emilia–ku. Akan jadi sangat menjengkelkan jika kau tiba-tiba pura-pura mati. Jadi aku akan menghancurkan motivasi apa pun yang kau miliki sekarang dan membuatmu melihat jenis harapan yang berbeda sebelum menyeretmu ke tim kami]

[Roswaal: Menjanjikan…. Co~ba saja sepuasmu kalau kau bisa]

Dihadapkan dengan deklarasi perang Subaru yang berani, bibir Roswaal merekah gembira. Kemudian, sambil menjaga senyum menjengkelkan itu, [Lagi pula], Roswaal menoleh ke orang yang berdiri di samping Subaru,

[Roswaal: Yang sedang melamun di sebelahmu ini… pasti Nak Otto yang sebelumnya diperkenalkan kepadaku? Dibandingkan dengan betapa bersemangatnya ia sebelumnya, ia tampak sangat muram, bukan?]

[Subaru: Dia tak murung, mungkin hanya sedikit terkejut. Tepat ketika dia ingin menjilat sepatu seseorang, dia malah melihat wajah badut yang mengerikan. Wajar saja kalau dia mengompol sedikit, kan?]

[Otto: Apa maksudmu aku mengompol? Dan jangan berkata seolah-olah aku ini gemar menjilat orang tanpa malu-malu! Kau membuat kesanku bahkan lebih buruk lagi!]

[Subaru: Kesanmu sudah sangat buruk sekali ketika kau memutuskan untuk menentangnya bersamaku, kau tahu? Setidaknya coba jadikan dirimu sendiri sebagai lawan yang tangguh sehingga kau bisa mendapat posisi lebih tinggi dalam jajak pendapat popularitas]

[Otto: Aku tak mengerti sama sekali maksud ucapanmu?!]

Saling melemparkan hinaan seperti biasa, Subaru bisa melihat ketegangan Otto mulai mengendur. Dan, seakan menyadari bahwa pertengkaran tadi dimaksudkan untuk menenangkannya, wajah Otto menunjukkan ekspresi yang rumit.

Melihat tatapan ekspresif yang ditunjukkan keduanya, Roswaal menggerakkan satu jari ke pipi dan tertawa penuh arti.

[Roswaal: Menyampaikan perasaan satu sama lain hanya melalui tatapan, su~ngguh kalian memiliki ikatan yang he~~bat. Dan harusnya hubunganku dengan Subaru lebih dalam dibanding denganmu…. Aku agak cembu~ru]

[Subaru: Berhentilah mengatakan hal-hal yang menjijikkan. Tempat nomor satu dan dua di dalam hatiku sudah diisi. Sama sekali tidak ada tempat untuk kalian… terutama kau, untuk masuk ke hatiku, dasar bajingan]

[Roswaal: Sayang sekali. Tapi, bu~kankah itu berarti…. Tidak ada tempat untuk Be~atrice? Bagaimana perasaanmu padanya?]

[Subaru: —-]

Tidak ada satu kata pun yang bisa membungkam Subaru lebih baik dari itu.

Ia tak pernah menyangka bahwa Roswaal akan membawa-bawa nama Beatrice di sini, Subaru sangat terkejut seolah-olah ia baru saja ditampar.

[Subaru: Beatrice…]

[Roswaal: Gadis itu mengikuti petunjuk kitabnya. Ar~tinya, kau bisa bilang bahwa kami memiliki pemikiran ya~ng mirip. Meskipun, melihat bagaimana caraku dengan aktif berusaha menegakkan ramalan kitabku, sementara ia hanya berusaha menjaga kitabnya dengan pasif, ada perbedaan pada cara ka~mi]

[Subaru: Kau mengatakan jika ia bisa mendapatkan hasil hanya dengan menunggu, ia tidak perlu merepotkanku? Meskipun aku setuju… dalam hal ini, tetap saja perintah baginya untuk tetap menunggu adalah kutukan yang sebenarnya]

[Roswaal: Itu mungki~n sekali]

Atas instruksi dari penciptanya—Echidona, Beatrice telah menunggu di Perpustakaan Terlarang dalam mansion Roswaal untuk mencari “orang” yang tidak ada. Sebagai roh yang diberikan tujuan tunggal sejak ia dilahirkan, berpegang teguh pada perintah itu adalah satu-satunya hal yang memberinya makna hidup.

Kekeraskepalaan Beatrice memang sangat mirip dengan Roswaal.

Permohonannya untuk diizinkan mati masih membekas di ingatan Subaru. Begitu pula ekspresi di akhir hayatnya, setelah semua yang terjadi di mansion. Itu sebabnya―

[Subaru: Aku akan menghancurkan kutukan itu. Aku akan menyeretnya keluar dari ruangan pengap itu dan membawanya serta buku-bukunya dan pakaian-pakaiannya ke bawah sinar matahari.  —Sedangkan untuk perasaannya atau apa pun itu, semua terserah padanya]

[Roswaal: —-]

Mendengarkan pernyataan perang Subaru, Roswaal menyipitkan mata, seolah-olah melihat sesuatu yang menyilaukan. Kemudian, ia mengembuskan napas pelan lalu mengalihkan pandangannya ke Otto, yang telah menunggu untuk bergabung dalam percakapan.

[Roswaal: Hmmm ka~lau begitu? Melihat bagaimana kau membawanya ke sini, dan menilai dari percakapan di antara kalian berdua…. Nak Otto akan menjadi salah satu dari kartu yang kau sembu~nyikan?]

[Otto: T-tidak, aku di sini untuk menjadi penengah saja. Aku tak akan pernah memiliki keberanian untuk menantang niat Anda, Tuan Margrave…]

[Subaru: Kenapa kau mundur sekarang! Katakan saja! Kau kesal dengan riasan badutnya dan ingin mengecatnya merah dan putih dengan gaya Kumadori* segera setelah dia kita kalahkan!]

(*Riasan wajah, dipakai oleh para pemain kabuki, teater tradisional Jepang)

[Otto: Aku tak pernah mengatakan itu! Dan apa itu Kumadori?!]

Setelah memfitnah Otto dengan sesuatu yang tidak pernah dilakukannya, Subaru mengacungkan jempolnya. Tapi, melihat Subaru dari samping, Roswaal memejamkan salah satu matanya untuk berpikir sebelum mengalihkan pandangannya pada Otto.

[Roswaal: Menurutku… Subaru mendapatkan kembali kepercayaan dirinya berkat di~rimu. Aku ya~kin itu merupakan hal yang patut disaksi~kan]

[Subaru: Aku tak bisa menyangkal itu, tapi… sekarang aku memikirkannya, menurut cerita, bukankah agak aneh untuk pulih kembali berkat bantuan karakter laki-laki? Biasanya, bukankah karakter utama wanita yang seharusnya membuatku bangkit kembali?]

[Otto: Bahkan dengan tatapan anehmu padaku itu, aku tidak tahu harus menjawab apa!]

Subaru menepis tatapan menantang Otto dengan mengibaskan tangannya dan mengakui bahwa tidak ada gunanya memperdebatkan hal tersebut.

Setelah dipinjamkan kekuatan untuk kembali tegak berdiri, kini saatnya Subaru untuk meraih tangan sang pemeran utama wanita dan membantunya untuk bangkit. Setidaknya, itulah yang ia putuskan dengan sepenuh hatinya.

Subaru menutup matanya dan membukanya sekali lagi. Dan, merasakan perubahan dalam ketajaman tatapan itu, Roswaal menyesuaikan posisi tubuhnya di tempat tidur saat suasana di ruangan itu berubah.

Roswaal mengaitkan jemarinya dan mengatakan [Se~karang] sebagai pembuka,

[Roswaal: Ketika kau terku~rung dalam isolasi untuk pemulihan, kau pasti ing~in melakukan sesua~tu. Aku mau tak mau merasa bosan kalau kau tidak …. Dan karenanya… aku memasang te~lingaku lebar-lebar]

[Subaru: Yah, hobimu payah sekali]

[Roswaal: Kau boleh mengatakannya sesukamu, tapi tampaknya kau sudah membuat kemajuan dengan renca~na jahatmu itu…. Bagaimana Sanctuary ini terbentuk dan keadaan rumit apa yang terjadi, apakah kau sudah sedikit mera~sakannya?]

[Subaru: Ya, dengan semua detail berbelit-belit yang terjadi, hal itu benar-benar membuat kepalaku sakit. Kalau kau menambahkan masalahmu dan ujian Emilia ke dalam daftar masalahnya, “kacau balau”, akan menjadi penggambaran yang terlalu remeh]

Subaru dengan terang-terangan telah mengakui kesulitan keadaannya, tetapi setidaknya ia telah mempertimbangkan peluangnya, walaupun sangat tipis.

Mengatakan pada Roswaal hal yang sama dengan yang ia katakan kepada Otto, Subaru mengangkat satu jari, menunjukkan niatnya untuk tidak menyerah,

[Subaru: Batas waktu untuk kontrak dan pertaruhan kita kurang tiga hari lagi. Aku berencana untuk membuat kemajuan pesat pada esok dan lusa…. Jadi lebih baik kau tidak terlalu banyak menggangguku]

[Roswaal: Aku takut bahwa a~ku harus …. memenuhi kitabku adalah keinginan terdalamku. Bukankah aku sudah mengatakan ini pa~damu berulang kali sebelumnya?]

[Subaru: Dalam tiga hari aku akan membuat Emilia melewati ujian dan meyakinkan Garfiel untuk bergabung di sisiku. Menguatkan fraksi kita juga bukan masalah buruk buatmu, kan? Aku dapat menjamin bahwa masa depanku akan lebih cerah daripada kitabmu itu]

[Roswaal: Jika kau seyakin apa yang kau katakan, mungkin masa depan itu memiliki beberapa kele~bihan]

Meskipun sia-sia pada titik ini, Subaru tetap berusaha membujuknya. Tiba-tiba, Roswaal menunduk, bergumam seolah memikirkan masa depan yang dibicarakan Subaru.

Tapi, ketika ia mengangkat kepalanya kembali, tidak ada lagi keraguan di kedua matanya yang berlainan warna.

[Roswaal: Belum pasti. ―Itulah alasanku menolak usulan masa depanmu. Jika aku mematuhi kitabku, masa depan yang kuinginkan akan terjamin. Bahkan jika itu berarti membuat pengorbanan yang tak terhitung jumlahnya untuk mendapatkannya, bagaimana dengan itu? Bagaimanapun, hanya ada satu hal yang kuinginkan]

[Subaru: Untuk satu hal yang paling penting bagimu, kau bahkan tak akan ragu untuk mengorbankan semua orang yang ada disisimu? Semua orang yang membantumu …, dan Ram… apa yang akan terjadi dengan mereka?]

[Rooswal: Su~dah cukup membicarakan hal itu, Nak Subaru. —Pikirmu apa yang dapat kau capai dengan mempertanyakan resolusiku sekarang? Jawabanku tetap sama, dan tugas yang harus kau selesaikan juga masih sama]

[Subaru: —-]

Subaru telah memperkirakan penolakan itu.

Dari awal Roswaal tidak punya niat mendengarkan Subaru. Dan sama seperti Subaru menolak proposal Roswaal dan tawaran Echidona, Roswaal sudah memiliki solusi paling bagus dalam pikirannya sendiri.

[Subaru: ….Tapi, aku tahu satu yang pasti, aku tak akan menjadi sepertimu, Roswaal]

[Roswaal: Begitukah… sangat disayangkan, Nak Subaru]

Sambil menyandarkan punggungnya pada bantal di belakangnya, Roswaal mendesah pelan. Kekecewaannya pasti karena harapannya untuk Subaru yang terlalu tinggi―

――Bahwa, setelah terpuruk sedemikian rupa, tidak diragukan lagi Natsuki Subaru akan menjadi sepertinya, bertarung dengan seluruh hidupnya.

[Otto: Kita harus kembali ke topik yang sedang dibahas. Kau baik-baik saja dengan itu kan, Tuan Margrave?]

Otto berbicara, memecah kesunyian yang mengambang di udara. Roswaal mengalihkan pandangan mata kuningnya kepada pemuda berambut abu-abu itu dan menyetujui diam-diam.

Kemudian, Otto kembali menatap Subaru, yang juga mengangguk,

[Otto: Tampaknya kedua pihak telah menyetujui tenggat waktu tiga hari untuk membentuk kembali keadaan Sanctuary. Jadi bahkan jika Tuan Margrave berniat untuk mengganggu Natsuki, paling-paling kau hanya akan diam-diam mengamati dari sela-sela sampai batas akhir, bukan?]

[Roswaal: Diam-diam mengamati …. Aku tak ingat pernah membuat janji semacam i~tu?]

[Otto: Namun, fakta bahwa Tuan belum membakarku menjadi abu sekarang adalah indikasi niat itu, bukan? Aku berasumsi Kepala Penyihir Pengadilan Kerajaan Lugnica, Margrave Roswaal L. Mathers, akan bisa membakarku dalam sekejap mata. Bukankah itu cara tercepat dan termudah untuk menggagalkan rencana Natsuki sambil tetap dalam batasan-batasan kontrak?]

[Roswaal: Ho?]

Subaru menahan napas ketika dia menyaksikan Otto membangun logikanya yang terukur dan lancar. Meskipun mereka tidak pernah berlatih ini sebelumnya, kata-katanya sangat tepat sasaran.

Bahkan Roswaal tampak terkejut ketika ia membaca maksud ucapan Otto.

[Roswaal: Nak, kau orang yang menarik. Meskipun aku sudah memberimu penilaian serupa sebelumnya … biarkan aku merevisinya. ―kau adalah bakat langka, jauh lebih menarik dari perkiraanku]

[Otto: Aku merasa tersanjung, tapi… itu tadi pujian, kan?]

[Roswaal: Itu tadi adalah pujian yang tulus. Aa~aah, betapa indahnya, berdiri di sana di sisi Nak Subaru, kau membuktikan argumenmu atas risiko hidupmu sendi~ri sebagai taru~hannya. Itu benar-benar tekad yang mengagumkan, sangat ku~sukai. Tidak semua orang bisa melakukan apa yang baru saja kau laku~kan]

[Otto: Kalau begitu…. Terima kasih Tuan]

Meskipun agak kewalahan oleh tatapan Roswaal, Otto tetap saja menghadapinya tanpa takut. Seperti yang dikatakan Otto sendiri, ia sedang berhadapan dengan seorang penyihir yang bisa membakarnya seketika.

Faktanya, jika Roswaal benar-benar ingin membuang semua kepura-puraannya dan menginginkan kemenangannya sendiri atas kontraknya dengan Subaru, maka yang harus ia lakukan hanyalah menggunakan metode berbahaya yang telah dijelaskan Otto tadi. Dan bahkan jika ia tidak melakukan itu, hanya dengan membakar Sanctuary atau menyebabkan salju turun sebelum waktunya untuk memikat kelinci besar kemari, tidak ada yang bisa dilakukan Subaru untuk menghentikannya. Subaru pasti akan kalah taruhan.

Bagi Otto, yang tidak tahu apa-apa tentang Return by Death, ia berasumsi bahwa kelangsungan hidup Subaru adalah syarat yang diperlukan untuk bertaruh, tetapi bagi Subaru dan Roswaal, yang memang tahu tentang Return by Death, kelangsungan hidup Subaru sebenarnya tidak relevan. Ketika mereka menyegel kontrak mereka, Subaru khawatir kalau-kalau Roswaal membakarnya sampai mati begitu ia membalikkan punggungnya.

Jadi apa artinya itu, jika Roswaal tidak menggunakan kekerasan dan tidak juga memperhatikannya dalam diam?

[Otto: Bagaimanapun, aku ingin jaminan Anda, Tuan Margrave. Bahwa terlepas dari apa yang kami rencanakan atau lakukan …. Kau tidak akan mengambil tindakan ekstrem sampai batas waktu tiga hari berakhir]

[Roswaal: Meminta jaminanku, lancang se~kali kau]

[Otto: Saya ragu kami memiliki peluang untuk memenangkan taruhan ini jika kami terus-terusan dalam bahaya. Dan selain itu, jika Tuan begitu yakin bahwa Natsuki pasti akan gagal dan bahwa taruhan ini pasti akan Tuan menangkan, maka tidak melakukan apa pun untuk mengganggu seharusnya tidak menjadi masalah, bukan?]

[Roswaal: —-]

Tubuh Otto bergerak mengikuti kata-katanya dan sudut bibirnya naik ketika ia berbicara. Melihat ini, tatapan Roswaal menajam.

Sambil menghela napasnya saat menonton negosiasi itu, Subaru bisa merasakan bahwa saat kritis telah tiba. Jika Roswaal terpengaruh oleh provokasi Otto, mereka akan kalah.

Keheningan yang berat dan mencekam muncul di ruangan ini. Namun,

[Roswaal: Be~gitu. Nak Subaru, kau beruntung mendapatkan teman yang luar bi~asa sepertinya]

[Subaru: … Ya, kau benar. Dia itu jenis teman yang menghajarku dengan baik ketika aku mulai kacau, kau tahu]

Tatapan Subaru berada di antah berantah ketika menjawab seringai Roswaal barusan.

Lalu tiba-tiba, ia menyadarinya: Roswaal mungkin tidak pernah punya teman seperti Otto. Ketika Subaru hendak menempuh jalan yang sama seperti Roswaal, pukulan Otto-lah yang membawanya kembali.

Kemungkinan besar, Roswaal tidak punya siapa-siapa untuk memperbaiki kekeraskepalaan dan idenya yang kacau seperti itu.

[Subaru: Apa boleh buat, kalau begitu. —Sudah terlambat empat ratus tahun sih, tapi kita akan melakukannya sekarang]

[Roswaal: —-]

[Subaru: Roswaal! Sikapmu sebelumnya, bisakah aku menganggap itu sebagai persetujuanmu?]

Roswaal tersenyum masam pada keputusan sepihak Subaru, lalu, memiringkan wajah badutnya,

[Roswaal: Baiklah, aku berjanji. Bagaimanapun, aku perlu menyimpan mana-ku untuk badai salju tiga hari lagi. Asal tahu saja, bahkan untuk orang seku~at diriku, mengendalikan cuaca butuh usaha yang bu~kan main-main. Bahkan walau untuk sementara saja, dan di area yang ke~cil]

[Subaru: Jadi, kau akan menghabiskan waktu bermeditasi mulai sekarang? Hanya untuk referensi, jika kau dapat memberi tahuku apa yang paling mengganggumu ketika kau bermeditasi, itu akan banyak membantu]

[Roswaal: A~ku tidak terbiasa menjadi begitu baik kepada musuhku. ―Bagaimanapun juga, tidak perlu bagiku untuk melakukan apa pun, karena aku tahu rencanamu tidak akan berhasil]

Tampaknya Roswaal masih belum menyetujui rencananya.

Subaru mendengus mendengar ejekan itu, sementara Otto menghela napas lelah.

Namun untungnya, mereka telah mengamankan tujuan terbesar mereka dengan datang ke sini.

Selagi mereka mempertaruhkan segalanya, Roswaal tidak akan melakukan apa pun untuk mengganggu mereka.

Mendapatkan jaminan itu sendiri merupakan sebuah kemenangan. Dan fakta bahwa orasi Otto terbukti lebih efektif daripada apa pun yang mereka rencanakan benar-benar sangat menguntungkan.

[Roswaal: Kebetulan, Nak Subaru]

[Subaru: ―a?]

[Roswaal: Kudengar Tuan Roh Agung telah meninggalkan sisi Nona Emilia?]

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded