Re:Zero Arc 4 Chapter 98.2 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content

Penerjemah: Herasel

Editor: Sukseskanlah “Ridho Ilahi.” Amin

Korektor: Anisha Dayu

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Suruh Mbak Google Baca”]

Ranjang Tanpa Kehangatan, bagian 2

Pagi hari kelima di Sanctuary―hari penting yang akan menentukan apakah Natsuki Subaru akan menembus kehidupan ini, dibuka dengan berita paling buruk yang mungkin terjadi.

[Ram: Barusu. —Ke mana perginya Nona Emilia?]

[Subaru: —Ha-hah?]

Setelah mencuci wajahnya di kolam dan menyeka tubuhnya dengan kain basah hanya untuk melihat Ram tanpa sungkan muncul di tengah kerumunan pria setengah telanjang, Subaru menjawab pertanyaannya dengan erangan bodoh.

Matahari baru saja terbit, sekitar pukul delapan pagi di dunia asli Subaru. Bangun satu demi satu, para lelaki di antara penghuni dan pengungsi berkumpul di sekitar kolam untuk membersihkan keringat mereka sejak malam.

Dan kemudian, dengan berani menerobos masuk ke area mandi para laki-laki, hal pertama yang keluar dari mulut Ram adalah pertanyaan tentang keberadaan Emilia.

Melihat seorang wanita muncul seperti itu adalah hal yang biasa bagi Subaru, beberapa pria buru-buru pergi dengan malu, tetapi Subaru tidak punya waktu untuk menggoda mereka untuk itu.

Lagipula, Subaru tidak bisa mengerti apa maksud Ram sama sekali.

[Subaru: Emilia … apa yang kau bicarakan?]

[Ram: Aku membicarakan apa yang kubicarakan. Ketika aku pergi ke kamar Nona Emilia untuk menunggunya, tidak ada seorang pun di sana. Ku pikir ia mungkin bersamamu, Barusu.…]

[Subaru: Tidak ada siapa pun di sana … bagaimana mungkin? Maksudku, aku memastikan untuk mengucapkan selamat pagi padanya ketika ia bangun sebelum aku pergi … dan aku datang ke sini setelah itu]

Tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya atas apa yang baru saja dikatakan Ram, Subaru mengingat kembali kejadian pagi itu.

Subaru telah menggenggam tangan Emilia sepanjang malam sesuai permintaannya, dan ketika Emilia terbangun di pagi hari dan melihat Subaru mengawasinya di samping tempat tidurnya, ia tersenyum lembut padanya.

Pada saat itu, Subaru berpikir bahwa Emilia lagi-lagi terbangun dengan sangat baik—tanpa rasa kantuk seperti biasanya. Emilia melihat ke bawah dan menemukan tangan mereka masih bergandengan, lalu dengan lembut mengonfirmasi niatnya untuk melanjutkan percakapan mereka semalam:

[Emilia: Aku ingin berbicara … begitu pikiranku beres. Setelah Ram membantuku berpakaian, aku yakin aku akan siap untuk membicarakannya]

Dan begitulah, gadis itu mengusir Subaru dari kamarnya.

Sama tidak sabarnya dengan Subaru, mengingat perasaan Emilia, akan sangat kejam untuk terburu-buru. Lebih penting lagi, Emilia tampak tenang. Mendorongnya lebih jauh hanya akan memiliki efek sebaliknya. Setidaknya, itulah yang dinilai Subaru, tapi,

[Subaru: Lalu, aku pergi, berpikir bahwa kau akan mengurus sisanya…]

[Ram: Jadi kau meninggalkan rumah Emilia sebelum aku tiba… ya. Aku tahu. —Kau telah berbuat kesalahan, Barusu]

[Subaru: ——]

Subaru tidak dapat membantah tuduhan tajam Ram.

Faktanya, ia benar-benar melakukan kesalahan dengan menurunkan penjagaannya tanpa menunggu Ram mengambil alih. Tetapi ia tidak pernah berpikir Emilia, dari semua orang, akan melakukan sesuatu seperti ini.

[Subaru: Mungkin… dia pergi ke kamar mandi, atau…?]

[Ram: Menurutmu aku sungguh ceroboh untuk datang ke sini tanpa memeriksa hal-hal seperti itu terlebih dahulu?]

[Subaru: Itu, bukan maksudku …. Tapi, apa lagi yang mungkin…?]

[Ram: Kau benar-benar tidak mengerti?]

Ram menuntut tanpa ampun sementara tenggorokan Subaru tercekat.

Tatapannya dingin seperti biasa, tetapi, untuk sesaat, rasa dingin itu tampaknya semakin meningkat. Ada kegelisahan yang sama di matanya seperti ketika ia melemparkan pandangan sekilas pada Subaru tadi malam.

Melihat kekecewaan dan kekesalan di matanya, Subaru menurunkan pandangannya.

[Subaru: —Maksudmu … Emilia melarikan diri?]

[Ram: Apa lagi kemungkinannya? Mungkin saja para pemberontak pembebasan Sanctuary telah menunggu kesempatan ini di mana tidak ada siapa pun dari kita yang berada di sisi Nona Emilia dan berhasil bergerak pagi hari tadi,… apakah kau lebih ingin percaya pada kemungkinan itu?]

[Subaru: ….Bisa… saja…]

[Ram: Jika kau benar-benar ingin mempercayai hal itu, maka kau lebih putus asa daripada yang kukira. Apa pun itu, tidak mengubah fakta bahwa Nona Emilia hilang. Terlepas dari kenyataan bahwa ia tidak memiliki cara untuk meninggalkan Sanctuary, ini buruk]

Meski sikapnya keras, Ram masih berusaha menurunkan suaranya agar tidak ada yang mendengar mereka. Pelayan itu juga menyadari perlunya menjaga berita menghilangnya Emilia, agar reputasi Roswaal tidak turun.

Karena itu, ia pasti menilai ini sebagai masalah yang harus ditangani secara diam-diam.

[Subaru: Emilia…]

Mendongak, Subaru menggumamkan nama gadis itu dengan pelan.

Seperti yang dikatakan Ram, bahkan jika Emilia ingin meninggalkan segalanya dan melarikan diri, tidak mungkin ia bisa menembus barrier dan meninggalkan Sanctuary sebagai setengah-elf.

Emilia masih terjebak di Sanctuary, dan tidak peduli bagaimana ia mencoba lari, ia tidak bisa melarikan diri.

Emilia tidak bodoh, ia tahu akan hal itu. Tetapi jika dia merasa sangat terpojok sehingga ia mencoba melarikan diri, maka …

[Subaru: Ini semua salahku dan Puck…]

Puck salah karena gagal menilai tingkat kesedihan dan keterkejutan yang akan dirasakan Emilia setelah ikatan mereka terputus.

Dan Subaru salah karena telah meremehkan luka Emilia dan mengira ketenangan pura-puranya sebagai sesuatu yang nyata.

Jika Emilia benar-benar memilih untuk melarikan diri, maka itu akan menjadi konsekuensi dari kegagalan mereka.

[Ram: Anggap saja Nona Emilia melarikan diri dan bersembunyi di suatu tempat … Barusu, ada ide?]

[Subaru: Tunggu sebentar. Jangan seenaknya menganggap bahwa dia kabur. Maksudku, tidak ada tempat di mana dia bisa pergi di Sanctuary tanpa ditemukan seseorang. Dan tidak banyak tempat yang bisa didatangi oleh Emilia di sini]

Subaru memohon, mengibaskan tangannya untuk mencegah kesimpulan Ram.

Melihat ini, Ram mengeluarkan desahan dan mengangguk kecil.

[Ram: Kuakui aku memang agak terlalu terburu-buru, tetapi apa saranmu? Karena kau ada di sini, para pria jelas tidak melihat apa pun. Jadi kita harus menaruh harapan kita pada kesempatan bahwa salah satu wanita di katedral melihatnya?]

[Subaru: Penduduk Desa Arlam akan mengatakan sesuatu jika mereka melihat Emilia berkeliaran sendirian. Kasus terburuk, salah satu penghuni Sanctuary mungkin telah melihatnya …. Kita harus mencobanya terlebih dahulu sebelum membuat kesimpulan apa pun]

Bahkan ketika buru-buru memutar otaknya untuk mengatakan saran tersebut, Subaru kurang lebih mengerti bahwa ia hanya menunda kesimpulan Ram. Dan meskipun Ram mendengarkan usulannya, kemungkinan besar ia memikirkan hal yang sama.

Satu-satunya titik kesepakatan mereka adalah bahwa akan menjadi buruk jika berita bahwa Emilia menghilang terebar.

Tetapi apakah mereka peduli pada Emilia atau Roswaal adalah cerita lain.

[Ram: Jika salah satu dari kita tidak dapat menemukannya segera, kita mungkin akan tinggal kepala saja. Tetapi yang terbaik adalah mengingat kemungkinan terburuk dalam pikiran. Kau mengerti, Barusu?]

[Subaru: ….Aku benar-benar tidak ingin memikirkan hal itu, sih]

Peringatan Ram juga merupakan peringatan baginya untuk tidak mengalihkan pandangannya dari skenario terburuk.

Jika mereka gagal menemukan Emilia sebelum ujian dan berita itu menjadi pengetahuan umum di seluruh Sanctuary―tidak akan ada cara untuk memperbaiki hal itu.

Maka, mereka harus melakukan semua yang mereka bisa sebelum itu terjadi.

[Subaru: Jika kita bertanya pada para penduduk dan masih tidak dapat menemukannya…]

[Ram: Maka kita harus menghabiskan semua upaya untuk mencari di dalam hutan]

[Subaru … Itu tidak akan bisa dilakukan dalam satu atau dua hari]

Mengangkat kepalanya, Subaru melihat ke hutan di sekitar Sanctuary dan mengerutkan alisnya.

Meskipun dihalangi oleh barrier, Sanctuary masih lebih dari cukup lebar untuk menyembunyikan satu orang. Jika Emilia bersembunyi di hutan, ia bahkan tidak perlu menetap di satu tempat.

Hari ini dan esok hari. Ada paling banyak 48 jam tersisa sebelum taruhan dan batas waktu perjanjian.

Dalam jangka waktu itu, ia harus menemukan Emilia, membuatnya menantang ujian, dan menyuruhnya mengalahkan mereka.

―Tapi apakah itu mungkin?

Mungkinkah Subaru—dari semua orang—setelah mendorong Emilia ke batas-batasnya tanpa memerhatikan akibat yang ditimbulkannya dalam hatinya, benar-benar kemudian memberinya kekuatan untuk bergerak maju?

[Subaru: Kau benar-benar melebih-lebihkanku, Puck …]

[Ram: … Ini ada hubungannya dengan putusnya hubungan Nona Emilia dengan Roh Agung, benar?]

[Subaru: Kehilangan penyokong utama hatinya pasti ada hubungannya dengan ini. Tapi tidak ada satupun dari kita berpikir bahwa ia akan melarikan diri seperti ini]

Pasti ada sesuatu yang mendorongnya melewati batas.

Memikirkan kembali ketenangan Emilia tadi malam dan pagi ini, itulah satu-satunya cara ia bisa menjelaskannya.

[Subaru: —-]

“Kecuali”, sesuatu muncul di pikirannya.

Subaru benar-benar memastikan sebelum bertindak.

Tapi, secara hipotesis, jika Emilia tahu—

[???: ―Natsuki!]

Tersadar dari lamunannya, panggilan yang tajam membuat bahu Subaru terkejut.

Melihat ke tengah desa―ia melihat seorang pemuda berambut abu-abu, dengan panik berlari sambil melambai-lambai heboh.

Itu adalah Otto, yang tidak bergabung dengan mereka di pemandian pagi tetapi tetap tinggal dengan penduduk desa di katedral untuk membantu persiapan sarapan.

Ia tiba di hadapan Subaru, berlutut sambil terengah-engah, wajahnya pucat.

[Otto: Ada beberapa hal yang perlu kulaporkan. Yah, lebih banyak lagi kalau aku mengatakan detailnya, tapi … untuk saat ini, dua hal utama. Ada kabar baik dan kabar buruk]

[Subaru: Kedengarannya penting, tapi aku ingin bertanya dulu padaku. Apakah kau kebetulan melihat Emilia di katedral? Atau ada yang membicarakannya?]

[Otto: ――? Tidak, aku belum melihatnya pagi ini. Aku juga tidak mendengar apa pun di katedral]

Otto mengerutkan kening pada pertanyaan tidak sabar Subaru yang benar-benar tidak ada hubungannya dengan beritanya, sementara, mendengar jawaban wajibnya, baik wajah Subaru dan Ram menjadi gelap.

Otto tampaknya merasakan kegelisahan mereka, tetapi menilai bahwa laporannya lebih penting,

[Otto: Jadi, kabar baik dan kabar buruk … kau ingin mendengar yang mana dulu?]

[Subaru: Aku agak benci karena mereka datangnya satu paket …. Tapi, kabar baik, menurutku?]

Ketika ia mendengar kabar buruk, Subaru perlu waktu untuk memikirkan tindakan balasan. Dengan menghilangnya Emilia, situasinya sudah menjadi titik terburuknya. Ia lebih suka tidak terjerumus semakin dalam ke jurang keputusasaan dengan menumpuk lebih banyak kabar buruk di atasnya.

Menerima keputusan Subaru, Otto bersedekap dan mengangguk,

[Otto: Kabar baik, kalau begitu. Aku sudah selesai berbicara dengan para pengungsi seperti yang kita diskusikan. Mereka sudah membuat persiapan dan siap berangkat hari ini kapan pun kau mau. Aku telah meminta mereka untuk tetap waspada sehingga mereka dapat pergi segera setelah kau memberikan perintah]

[Subaru: —Begitu ya. Maaf. Harusnya aku yang berbicara pada mereka]

 [Otto: Untungnya, sikap mereka menghangat kepadaku selama beberapa hari terakhir. Mengingat apa yang akan kami lakukan bersama, aku bersyukur mendapatkan kesempatan itu. Bagaimanapun, mereka siap tanpa masalah]

Suara Otto percaya diri, tetapi, meskipun prestasinya mengesankan, wajahnya jauh dari cerah. Kemungkinannya adalah, bahwa kabar baik dibayangi oleh masalah setelahnya.

Membalas tatapan bisu Otto, Subaru meminta laporan lainnya―

[Subaru: Jadi, apa kabar buruknya?]

[Otto: Baru saja, Garfiel yang marah datang menyerbu ke katedral, mencarimu, Natsuki]

[Subaru: Mencari aku…? Untuk apa? Ku pikir aku tidak melakukan apapun yang dapat membuatnya kesal…]

Membujuk Garfiel seharusnya menjadi konfrontasi terakhir dari kehidupan ini. Subaru lebih berhati-hati dalam interaksinya dengan Garfiel, dan bahkan setelah memasang taruhannya dengan Roswaal, Subaru menghindari berbicara dengan Garfiel sebaik mungkin.

Sejauh ini hasilnya, dan Subaru berhasil mencapai hari kritis tanpa menghadapi Garfiel, tapi—

[Subaru: Idealnya, aku ingin berbicara dengan Lewes Theta sebelum berurusan dengannya…]

[Otto: Tepat, itulah masalahnya]

Ketika Subaru bergumam tentang urutan yang ia harapkan, Otto mengangkat satu jari.

Mata Subaru melebar pada gerakan ini, tidak memahami maksud Otto.

Tapi, melihat tanda tanya muncul di atas kepala Subaru, wajah Otto menjadi gelap ketika ia berkata,

[Otto: Lewes yang itu rupanya hilang pagi ini. Garfiel telah mencari di seluruh desa, tampak putus asa. Itu sebabnya ia mencarimu, Natsuki]

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded