Re:Zero Arc 4 Chapter 99.2 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content

Penerjemah: Herasel

Editor: Sukseskanlah “Ridho Ilahi.” Amin

Korektor: Anisha Dayu

Sendirian di Tempat yang Sempit, bagian 2

Sambil menepis debu yang berterbangan akibat kepergian Garfiel, Subaru memutuskan untuk memeriksa kamar itu sekali lagi sebelum pergi.

Terlepas dari kesimpulan tergesa-gesa Garfiel, akankah Lewes benar-benar menghilang tanpa meninggalkan jejak? Atau mungkin …, setidaknya dia telah meninggalkan beberapa petunjuk tentang ke mana dia pergi—

[Subaru: Penciumanku tidak setajam Garfiel dan mataku juga tidak .… Tapi, sekali lagi? Jika terjadi sesuatu…, orang yang sudah lama mengenalnya pasti menyadarinya…]

Setelah lima menit mencari dan tidak menemukan apa-apa, Subaru menghela napas dan mengutuk dirinya sendiri. Ia lalu keluar dari kabin, kemudian menatap ke arah desa sambil berpikir.

[Subaru: —-]

Emilia dan Lewes Theta, keduanya hampir menghilang secara bersamaan.

Kemungkinan besar, keduanya meninggalkan kediaman mereka atas kemauan sendiri, atau mungkin berusaha bersembunyi dari Subaru dan semua orang. Meskipun begitu, tidak menutup kemungkinan bahwa mereka bekerja sama.

[Subaru: Aku tak ingat Emilia dan Lewes pernah dekat, tapi…]

Sejak tiba di Sanctuary, pikiran Emilia telah dipenuhi oleh ujian makam dan seleksi kerajaan. Subaru tidak dapat mengingat satu contoh pun di mana gadis itu dengan akrab berinteraksi dengan siapa pun di sini.

Paling-paling, Emilia mengobrol dengan Subaru, Ram, Otto, tetapi hampir tidak pernah mengobrol dengan Lewes atau Garfiel, lebih tepatnya hanya seperti berbasa-basi.

Kalau dipikir-pikir lagi, kurangnya interaksi dengan orang lain mungkin karena rasa tanggung jawabnya yang membuat dirinya terisolasi dan kesepian, dan itu adalah kesalahan Subaru karena tidak memberikan perhatian yang cukup padanya. Andai saja Subaru dapat berbuat lebih banyak untuk membereskan masalah-masalah itu, Emilia tidak akan memiliki begitu banyak emosi terpendam di dalam dirinya, dan mungkin saja mereka akan menemukan solusi yang lebih baik dan jelas untuk masalah mereka.

[Subaru: …Hmm, tapi… agak terlambat untuk melakukannya, yah…]

Ini bukan saatnya untuk memikirkan penyebab yang mendasari hilangnya Emilia. Lebih penting lagi, penyelidikan lebih mendalam hanya akan mendorong Subaru lebih jauh untuk menyalahkan dirinya sendiri.

Tidak ada waktu untuk berkutat menyalahkan dirinya sekarang.

[Subaru: …Untung saja Garfiel tak tahu bahwa Emilia juga hilang … bukan karena dia akan memprioritaskan pencariaannya sebelum mencari Lewes,… tapi …, tidak ada yang tahu apa yang akan ia katakan jika aku memberitahukannya]

Bahkan kelegaan kecil itu tidak ada gunanya jika Subaru tidak segera menemukan Emilia. Tetapi, bukan berarti menemukan Lewes Theta juga bukan masalah yang bisa ditunda.

Jika Subaru tidak menemukan Theta sebelum Garfiel menemukannya, tidak akan mudah melewati Garfiel yang terlalu protektif setelah itu.

Dengan kata lain, apa yang perlu dilakukan Subaru dapat disimpulkan sebagai:

[Subaru: Temukan Emilia dan Lewes Theta sebelum Garfiel menemukannya lebih dulu, cari tahu alasan Theta untuk menentang pembebasan Sanctuary, kembalikan semangat Emilia, minta dia untuk menantang ujian, dan lakukan semua itu dalam waktu setengah hari … huh?!]

[???: –Natsuki, seberapa buruk jalan berliku yang harus kau lalui sebelum kau puas?]

Ketika Subaru sampai pada kesimpulan menyedihkan itu, Otto muncul di pintu tepat pada waktunya untuk ikut campur.

Tiba sedikit lebih lambat dari Subaru, yang berlari ke sini, Otto melihat-lihat bagian dalam pondok yang berantakan lalu mengerutkan alisnya.

[Otto: Bahkan jika kau sedang mengobrak-abrik sebuah rumah bobrok, setidaknya lakukanlah dengan sedikit elegan. Padahal, percakapanmu dengan Garfiel sepertinya berakhir dengan aman]

[Subaru: Meskipun mencapai kesimpulan yang aman, aku tak dapat apa pun darinya. Omong-omong, aku sudah menegaskan kembali situasinya saat aku bergumam barusan dan tindakan kita selanjutnya]

[Otto: Yang aku dengar dari gumamanmu barusan adalah bahwa kita memiliki beberapa masalah baru yang kian menumpuk di atas masalah lama kita dan sekarang semuanya semakin membingungkan, kurang lebih begitu]

[Subaru: …]

Tak bisa membantah penggambaran akurat Otto, bahu Subaru terjatuh lesu.

Namun demikian, fakta bahwa Subaru merasa lebih tenang daripada sebelumnya tidak diragukan lagi karena kehadiran Otto, yang artinya Subaru memiliki teman sepenanggungan, jadi… Subaru tidak lagi harus bersedih hati sendirian.

[Otto: … Aku merasa tidak nyaman jika kau terus menatapku dengan ekspresi lega begitu, kau tahu]

[Subaru: —? Apa?]

[Otto: …. Lupakan perkataanku barusan. Kau sepertinya tak cukup cerdas untuk bisa menyadarinya, ya? …. Tidak mungkin kau bisa. Aaaagh tapi jika kau melakukannya dan kau sengaja melakukannya, maka aku benar-benar sedang dimanipulasi, bukan?]

Menonton Otto mengacak-acak rambut kelabunya, Subaru memiringkan kepala. Tapi, tanpa menjawab ekspresi bingung Subaru, Otto berteriak,

[Otto: Pokoknya!!…]

[Otto: …Tidak ada keraguan bahwa situasi yang sudah tanpa harapan menjadi semakin memburuk. Jadi, apa yang kita lakukan? Sekarang keadaan yang membuatku ingin melarikan diri ini menjadi lebih buruk lagi, bagaimana kita bisa keluar dari masalah ini? Perasaanku mengatakan, meskipun kita terburu-buru sekarang–kita masih bisa membuang segalanya dan melarikan diri]

[Subaru: Setelah semua yang kau lihat dan dengar, kau masih berpikir kita bisa meninggalkan semuanya dan melarikan diri? Tak satu pun dari kita adalah tipe orang yang dapat melakukan sesuatu yang tidak bertanggung jawab seperti itu, kan?]

[Otto: …. Tapi, sepertinya Nona Emilia telah melakukan hal itu]

Gumam Otto sambil memalingkan wajahnya dan menghela napas.

Otto tidak sedang mendendam. Dia hanya melampiaskan ketidakpuasan yang terpendam di dadanya. Menyadari hal ini, Subaru tidak menyalahkannya untuk itu.

Subaru dengan ringan menggelengkan kepalanya,

[Subaru: Emilia bukan tipe gadis yang mudah berubah pendirian dan berlari untuk menghindari masalahnya…]

[Otto: –Tapi, bagaimana kau bisa memastikan itu? Natsuki ,…. Aku bermaksud mengatakan ini untuk sementara waktu sekarang, tapi…, apakah kau yakin kau tidak terlalu terpesona pada satu-satunya sisi yang menarik dari Nona Emilia?]

[Subaru: …. Apa maksudnya itu? Yah, benar … Emilia sangat cantik sehingga mataku bisa buta karenanya]

[Otto: Meskipun aku setuju dengan itu, aku yakin kau tahu itu bukan maksudku]

Melihat lelucon garingnya dengan mudah disingkirkan, Subaru mengerucutkan bibirnya di hadapan Otto.

Seolah merasa agak menyakitkan untuk menyaksikan, Otto mengangkat jari dan berkata,

[Otto: Kau mendengarkan?]

[Otto: Aku mengerti mengapa kau hanya ingin melihat sisi baik seseorang yang kau sukai. Aku yakin hal semacam itu sangat wajar. Jadi aku tidak menyalahkanmu karena memproyeksikan harapanmu padanya]

[Subaru: —-]

[Otto: Tapi Nona Emilia bukan orang yang sempurna. Bahkan, dia memiliki banyak masalah. Dan semua itu termasuk faktor-faktor yang sepenuhnya di luar kendalinya. Asal-usul keluarganya, kedudukannya, dan semua masalah lain yang ikut menyertainya]

Mendengarkan pidato Otto yang lancar, Subaru mengira Otto pasti ingin menceramahinya tentang hal ini sejak beberapa waktu yang lalu dan telah mempersiapkan kata-kata itu sebelumnya.

Dan memang, kata-katanya keras dan tidak terbantahkan.

[Otto: Tentu saja, faktor-faktor menyangkut bagian luar yang terlihat itu tidak terkait dengan kemurnian hati Nona Emilia. Dan kecantikan luarnya hanya menambah pesonanya. Tapi, Natsuki. Nona Emilia hanya half-elf biasa …. Dia hanya gadis biasa. Dan seperti gadis-gadis biasa pada umumnya, dia juga memiliki kekhawatiran, kelemahan, dan aspek-aspek yang tidak menarik baginya]

[Subaru: Tidak … tapi, hanya Emilia ….]

[Otto: Tidakkah kau merasa aneh karena selalu melihat Nona Emilia dari satu sisi saja? Natsuki, sejak datang ke Sanctuary, kau pasti telah melihat banyak kekurangan Nona Emilia secara langsung, kan? Kekurangan itu tak akan terbatas pada saat itu saja…, tetapi, akan muncul lagi dan lagi di masa depan juga. Bagaimanapun, harapan dan tujuan Nona Emilia terlalu tinggi di atas jangkauan manusia biasa]

Itulah pendapat Otto tentang tingginya harapan dan tujuan Emilia—Tahta.

Sebuah puncak yang orang lain, seperti Emilia, juga bercita-cita untuk mencapainya.

Ada Nona Crusch Karsten, yang bermartabat dan tulus, dengan cita-cita tinggi dan kemampuan yang tidak dapat disangkal.

Ada Nyonya Priscilla Barielle, yang sombong dan berbahaya, dengan kehendak tak tergoyahkan.

Ada Nona Anastasia Hoshin yang rakus dan penuh perhitungan. Dengan mencurahkan segalanya untuk mewujudkan mimpinya, ia telah mencapai keadaannya saat ini oleh semangat rasa persaingan yang tak tertandingi.

Dan ada Felt, gadis miskin dan lemah pada awalnya, tetapi didorong oleh ambisi tinggi yang melampaui usianya yang masih muda, ia tidak akan membiarkan dirinya berhenti.

Setiap kandidat seleksi kerajaan lainnya memiliki tekad dan kebajikan tak tertandingi.

Menghadapi lawan istimewa itu, apakah Emilia benar-benar cocok untuk berdiri di antara mereka?

Dia baik, sangat baik melampaui siapa pun. Tetapi apakah itu benar-benar cukup?

[Otto: Saat ini, Nona Emilia masih kurang dalam segala hal. Nona Emilia belum siap. Dan seperti sekarang, dia mungkin terikat dengan sangat kuat sekarang, dan meskipun begitu dia ingin lari dari kesulitannya. Lalu pada akhirnya akan melarikan diri dan bersembunyi. Kenapa kau tak bisa melihatnya, Natsuki?]

[Subaru: …, … tapi itu … aku tidak … Emilia tak akan pernah … …]

Tak pernah. Tetapi sebanyak Subaru ingin melanjutkan kalimatnya, tidak bisa dia selesaikan.

Dia tidak bisa menemukan kata-katanya. Perasaan itu pasti ada di sana, perasaannya tentang Emilia. Tetapi, sekeras apa pun dia mencoba untuk membentuknya menjadi kata-kata yang sempurna di sini, apakah Otto akan mengerti?

[Subaru: —-]

[Otto: …. Kau benar-benar keras kepala, kau tahu?]

Subaru menggigit bibirnya dan hanya menatap Otto dengan perlawanan di matanya. Akan tetapi, melihat pandangan itu, Otto memalingkan muka.

Otto mengangkat bahu dengan menggelengkan kepalanya yang terkejut dan mengalihkan pandangannya ke desa,

[Otto: Tidak perlu menyimpulkan ini sekarang. Membicarakannya tidak akan mengubah situasi apapun. Kita masih harus menemukan Nona Emilia dan Lewes]

[Subaru: …. Maaf. Aku tahu ada banyak hal yang harus kita bicarakan dengan baik]

[Otto: Aku akan mengabaikannya karena kita teman. –Jadi apa yang akan kita lakukan sekarang?]

Menyentakan dagunya dari bawah ke atas, seolah memberi isyarat ke Sanctuary, Otto menanyakan tindakan selanjutnya.

Haruskah mereka berlari, atau bertarung? Dan dari dua orang hilang, yang mana yang harus mereka cari terlebih dahulu? Fakta bahwa Otto menyerahkan keputusan itu kepada Subaru merupakan bukti betapa Otto memercayainya.

Meskipun Subaru tidak berniat menganggap remeh kepercayaan itu, Subaru tidak bisa menahan senyum untuk dirinya sendiri atas berkah yang telah diberikan padanya.

Dan,

[Subaru: Bahkan jika Garfiel menemukan Emilia, Garfiel tidak tahu bahwa Emilia hilang. Itu tidak terlalu menjadi masalah. —Kasus terburuk adalah Garfiel menemukan Lewes sebelum kita melakukannya. Jika kita kehilangan kesempatan untuk berbicara dengan Lewes, kita akan semakin jauh dari akhir yang sempurna]

[Otto: …. Dengan kata lain?]

[Subaru: ――Kita akan mencari Lewes terlebih dahulu. Kita harus menemukannya sebelum Garfiel, dan mendengar apa yang harus dia katakan]

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded