Re:Zero Arc 4 Interlude 1.1 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content

[Translator : Scraba]

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Suruh Mbak Google Baca”]

Arc 4 Interlude 1.1

[???: Dunia Paralel, salah satu yang menjadi perdebatan. Dikatakan, itu terpisah dari dunia tempat kita hidup sekarang, ada banyak dunia yang serupa]

Orang yang berbicara itu mencoba semampu mungkin untuk menekan rasa girang yang ada dalam nada suaranya.
Sosok yang mendampingi orang yang melontarkan pernyataan seperti nasihat itu, dia dengan pelan mengetuk jarinya di atas meja dengan irama yang menyenangkan.

[????: Kedengarannya, huu … seperti, haa …… agak rumit]

[???: Bukan hal yang sulit untuk melihat sekelilingmu. Bayangkan Dunia Paralel yang tak terbatas, masing-masing itu hanya menghasilkan satu perbedaan pilihan. Misalnya, katakanlah ada dua rute yang terpisah menuju rumahmu. Pada akhirnya kedua jalan itu tetap mengarah ke rumahmu, dan ada mereka yang pergi ke kanan dan mereka yang pergi ke kiri – kemungkinan itu sudah merupakan bagian terkecil Dunia Paralel]

[?????: Apa?! Jadi kau mengatakan bahwa ada begitu banyak dunia di luar sana sehingga kita bahkan tidak dapat menghitungnya? Itu bodoh sekali]

Mendengar respon dari suara yang lesu, suara yang bersemangat pun muncul.
Sosok yang menasehati itu membalas dengan senyuman masam, dan mengangkat jari di depan temannya yang tidak sabaran itu,

[???: Ini tidak terlalu konyol. Memang, contoh terakhir itu mungkin terlalu sempit untuk menyampaikan bagian dari cakupan variasi yang sebenarnya…… tapi kau pasti bisa menerapkannya pada skala yang lebih besar]

[?????: Skala yang lebih besar …… seperti apa?]

[???: Mari kita lihat, benar. ―― Bayangkan jika dirimu telah meninggalkan barisan depan pasukan Elf yang terpencil di dataran Boroid, apa yang akan terjadi kemudian?]

[?????: ――――]

[???: …… Hmm. Aku kira kau akan marah dengan hal itu]

[?????: Itu hal yang sederhana, kenapa aku harus marah. Bahkan jika kau mengulangi situasi itu puluhan, ratusan, atau ribuan kali, aku lebih memilih untuk menjauhkan tinjuku dari pertarungan. ――Jadi Dunia Paralel mu atau apalah itu, tidak akan pernah terjadi!]

Dengan pernyataan yang kuat, orang yang menasehati itu mengayunkan kakinya ke atas meja. Menatapnya dengan serius lalu “Menggunakan Kaki”, orang yang menasehati itu mengeluarkan sedikit senyum. Menyadari hal ini, orang yang bersemangat dengan marah mengerutkan wajahnya yang cantik,

[?????: Apanya yang lucu!?]

[???: Tidak, maksudku itu sangat keren, tapi celana dalam mu terlihat, Minerva]

[Minerva: Aa, kya! Dasar, kau bodoh! Dasar! Idiot! Bego! Beeeggoo! Orang bodoh! Bodoh! Sangat bodoh! Kau bodoh, bego!]

Meneriakkan kutukan seperti itu mengungkapkan bahwa minimnya kosa kata gadis itu, gadis berambut pirang— Penyihir Kemarahan, Minerva, menarik kakinya dari meja dengan air mata yang berlinang, dengan cepat menutup kakinya dan menahan roknya dengan kedua tangan.
Dia mendongak marah pada Penyihir berambut putih yang duduk di hadapannya. Tapi,

[????: Haa. Kesampingkan siapa yang salah atau benar, huu … celana dalammu … haa …… kau yang melakukannya sendiri, Minerva, selalu begitu tidak feminin, huu …… tidak ada gunanya menyalahkan orang lain untuk itu … haa]

[Minerva: Tidak feminim! Kau pikir kau feminim, Sekhmet. Seperti dirimu pernah memakai pakaian lain saja …… sebenarnya, kapan terakhir kali kau mengganti pakaianmu?]

Minerva mengarahkan tatapannya yang tajam ke Penyihir Kemalasan [Witch of Sloth]―― Sekhmet, merebahkan dirinya di atas meja, benar-benar ditutupi oleh rambut panjangnya yang berwarna merah.
Di bawah lautan rambut itu, sebuah kepala bergerak dan mengintip di antara celahnya, menoleh ke belakang pada Minerva.

[Sekhmet: Kau hanya melontarkan apa yang ada dikepalamu, huu … itu hal yang mudah …… haa … Typhon akan menyeka tubuhku untukku … huu … jadi itu tidak akan membuatku kotor atau semacamnya … haa]

[Minerva: Kau mengkritik perilaku orang lain ketika kau …… Augh, aughh, aughhh …… apa yang kau inginkan !? Jadi aku yang harus disalahkan? Itu semua salahku? Kau ingin aku mengalahkanmu dalam hal kebersihan!?]

Minerva dengan marah mengayunkan tinjunya, sementara Sekhmet memalingkan kepalanya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Melihat Sekhmet yang kehilangan energi untuk berbicara, urat terlihat muncul di dahi Minerva, tapi, seolah sudah terbiasa dengan amarahnya, Sekhmet sudah kehilangan minatnya.
Mengambil alih kepemilikan Penyihir Kemalasan, Penyihir pertama, sang Penyihir Keserakahan, Echidona, menepukkan tangannya dan melanjutkan percakapan,

[Echidona: Aku mengerti kemarahanmu, aku pikir itu hal yang menyenangkan, tapi aku ingin melanjutkan topik kita sekarang]

[Minerva: Hrrmph. Kaulah yang mulai duluan dengan semua omong kosong Dunia Paralel mu itu, Echidona. Aku marah. Aku marah. Aku marah …]

[Echidona: Ya ya. Sekarang, mengenai Dunia Paralel. Jika contoh terakhir itu tidak pas…… mari kita lihat. Menurutmu apa yang akan terjadi jika Flugel tidak pernah menyegel perjanjian dengan Volcanica?]

Sambil memegang bibirnya dengan satu jari, Echidona tersenyum nakal ketika dia mengajukan pertanyaan ini kepada Minerva.

===

Minerva menghirup napas dan menyipitkan mata birunya.

[Minerva: Jika Volcanica dan Flugel tidak pernah menyegel perjanjian mereka, Reid tidak dapat menghentikan dia sendirian … dan dunia akan ditelan]

[Echidona: Jika sudah ditelan, apa yang terjadi setelahnya, aku penasaran. Dari seluruh penjuru dunia, hanya Penyihir Kecemburuan [Witch of Envy] yang tersisa. Mungkin, Dunia Paralel yang dibahas sebelumnya memang nyata adanya. Dan, jika begitu, apa kalian tidak merasa ini sangat menarik?]

[Minerva: Matamu selalu sangat aneh setiap kali kau berbicara tentang dia, Echidona. ――Aku benar-benar tidak marah padanya. Aku tidak bisa berbagi kemarahan denganmu mengenai yang satu itu]

[T/N : “-Nya” disini wanita ya atau “Her”]

[Echidona: Yah, aku rasa, itu adalah salah satu cara untuk mendekatinya. ―― Kemarahanmu sesuatu yang cukup menarik. Itu sebabnya kau adalah yang paling dicintai dari semua Penyihir]

Ucapan Echidona dalam bentuk lampau, sementara Minerva memalingkan wajahnya dengan dengusan kecil dan menyilangkan lengannya, menekankan payud4ranya yang mencuat dengan sentakan dari punggungnya.
[T/N : Jadi kata-kata Echidona itu disusun dalam bentuk Lampau/Past tense englishnya]

[Minerva: Aku tidak ingin dicintai. Yang aku inginkan adalah konflik yang harus dihapuskan dari dunia ini, untuk semua penderitaan, kesedihan, dan tangisan serta ratapan kesakitan untuk dimusnahkan dengan tinjuku ini. Aku tidak membutuhkan yang lain. Kemarahanku, kemurkaanku, dan tanganku yang menyembuhkan ―― adalah segalanya bagiku]

Minerva menyatakan tujuan hidupnya tanpa ragu sedikitpun.
Dengan tegas atau tanpa keraguan, itu adalah keyakinan yang tidak akan menyesatkannya.
Sebenarnya, inilah Kemarahan [Wrath]――yang diarahkan pada dunia, kemarahan yang tak habis-habisnya dari sumber keberadaan yang menciptakan dirinya.

[???: Yah, kau bebas mengatakan itu semaumu ~. Tetapi kau merasa sangat senang ketika orang-orang memujimu, kau akan menyeringai dengan lebar, itulah sisi manis darimu, Neru-Neru ~]

Mengakhiri ucapan dengan ujung kalimatnya, suara yang agak melas memotong percakapan.
Itu berasal dari seberang Sekhmet, dan dari kiri Minerva.

[???: Neru-Neru ~, kau benar-benar terlihat seperti Penyihir ketika kau tidak jujur dengan perasaanmu sendiri ~. Aku sangat suka tentangmu, aku ingin sekali memakannya ~]

[Minerva: Diam, Daphne. Dari tadi kau cuma tidur, kenapa tiba-tiba kau bangun?]

[Daphne: Tapi aku sudah bangun sejak Neru-Neru membuat keributan dan mulai memamerkan celana dalammu. Kau bergerak dengan mengenakan rok mini yang terangkat setiap kali kau bergerak, dan kau masih saja tetap menggunakannya~, ck ck ~, Neru-Neru ~]

[Minerva: K-kau cuma bisa bicara! Kau lebih muda dariku, dan kau Cuma orang yang cabul! Apa-apaan maksudmu? Ini bukan celana dalam, ini tali, bego! Apa kau, bego!? Bodoh bego! Benaran deh, kau Cuma orang bego yang menyedihkan, kau tahu itu? Begobego!]

Wajah yang memerah dan berlinang air mata karena emosi, Minerva membalasnya— sementara seseorang yang dengan santai mengabaikannya adalah Penyihir Kerakusan [Witch of Gluttony], Daphne.
Dengan tubuh yang sepenuhnya terikat dan matanya yang tertutup oleh penutup mata yang bersilangan, tubuh mungilnya berada di dalam peti mati berwarna hitam yang aneh. Meskipun mereka merasa santai saja di meja seperti itu hal yang sudah biasa, bagi orang luar, pesta teh ini pasti tampak sangat aneh.

Kehabisan kata-kata hinaan untuk dilontarkan pada Daphne (meskipun dia Cuma mengatakan “Bego” berulang-ulang), Minerva kembali duduk dikursinya, menutup wajahnya dengan telapak tangan, dan merosot di atas meja.

[Minerva: Apaanapaanapaanapaanapaan! Apa ini semua salahanku? Bukan berarti aku melakukannya untuk mendapat pujian, tetapi tentu saja aku akan senang ketika seseorang memujiku. Ketika seseorang mengatakan “Terima kasih”, tentu saja kau akan berpikir “Aku sangat senang melakukannya”. Apakah itu salah? Apakah aku salah di sini? Aku ingin menyembuhkan semua orang tapi aku juga ingin disembuhkan ……]

[Echidona: Fakta bahwa kau tidak ngambek sekarang juga bagian dari pesonamu. –Baiklah, sekarang]

Mengesampingkan Minerva, yang telah menyimpang dari topik pembicaraan dengan membahas masalah pribadinya, Echidona mengarahkan pandangannya pada Daphne.
Dengan kedua mata yang tertutup, Daphne seharusnya tidak bisa merasakan tatapan Echidona, tapi hidungnya yang kecil masih berkedut dengan sedikit dengusan,

[Daphne: Dona-Dona, kenapa kau menatap Daphne ~? Tidak seperti Neru-Neru dan Met-Met ~, Daphne tidak dapat melakukan percakapan seperti kalian, kalian pasti tahu ~. Selain itu …… haa .. haaa ~ …… Aku sudah kehabisan kalori ~]

[Echidona: Tidak ada yang lebih bodoh daripada bekerja sama dengan Penyihir … Aku sudah mempelajari itu dengan baik ketika aku masih hidup …… tapi aku tidak pernah berpikir percakapan ini akan berjalan dengan sangat buruk, kalian semua hanya ingin memenangkan diri sendiri, aku hampir saja akan mengucapkan selamat pada kalian]

Mengomeli itu, Echidona mengangkat tangan kanannya dan menjentikkan jarinya sedikit.
Seketika, secangkir teh hangat dan sepiring penuh kue muncul di depan Daphne. Matanya yang tertutup melebar, Daphne langsung bersemangat kalau sudah melihat makanan.

[Echidona: Tentu saja, aku tidak berniat untuk membuatmu menunggu, jadi jika kau ingin makan sebelum …]

[Daphne: Gafugafu ~ Omuomu ~ Muchumuchu ~]

[Echidona: Lupakan saja ucapanku… tapi aku harap kau melatih tata krama ketika dimeja agar lebih baik]

Echidona mengangkat bahu, sementara di depannya, Daphne melemparkan seluruh tubuhnya ke atas meja saat makan. ―― Atau bisa dikatakan, dia memasukkan semua itu kedalam tubuhnya.
Meskipun dia membuat suara makan dengan mulutnya, teh dan kue-kue dihisap langsung setelah disentuhnya. Teh dan kue-kue yang ditawarkan, sekaligus meja, semua menghilang kedalam tubuh Daphne, langsung dimakan dengan Rakus.

[Daphne: Aaa ~, sangat lezat ~, sangat manis ~. …… Oh ~, maaf ~. Aku sedikit berlebihan hingga melahap mejanya juga ~]

[Echidona: “Tidak perlu mengkhawatirkan itu” …… atau baiklah, aku tidak akan mengatakan sampai sejauh itu, tapi aku sudah menyadari ini akan terjadi begitu aku mengundangmu. Lain kali mohon lebih berhati-hati, tidak ada lagi yang perlu aku katakan padamu]

[Daphne: Dona-Dona ~, maukah kau menyuruh burung untuk tidak terbang dan ikan untuk tidak berenang juga ~?]

Mendengar penolakan Daphne yang tidak langsung, Echidona menghela napas, sementara, setelah menghabiskan makanannya , Daphne menggeliatkan tubuhnya dan melanjutkan dengan [Baiklah ~],

[Daphne: Perutku mendapatkan makanannya ~, jadi aku akan Dona-Dona melakukan percakapan sedikit lebih lama ~. ―― Kau mengatakan sesuatu tentang Dunia Paralel ~?]

[Echidona: Itu benar. Daphne, apa ada sesuatu yang ingin kau katakan tentang itu?]

===

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded