Re:Zero Arc 4 Interlude 1.2 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content

[Translator : Scraba]

[Daphne: Aku tidak begitu memikirkannya ~? Bagaimana jika begini dan begini~, mungkin saja begitu dan begitu ~, perutku tidak akan kenyang bahkan jika aku memikirkannya ~. Haa, tapi jika itu adalah masalah mengenai apakah aku makan daging atau ikan malam ini ~, mungkin saja aku bisa memikirkannya ~]

[Echidona: Kalau itu dirimu, Daphne, tidak apa jika kau tidak paham …… sepertinya kau memang tidak minat dari awal. Aku sudah menduganya.]

Dari semua Penyihir, Daphne, adalah sosok dengan temperamen rendah.
Tapi masalahnya, keberadaan dia saja adalah bencana bagi makhluk hidup lainnya, dan, terlepas dari temperamennya, keadaannya yang mengerikan saat ini membuatnya putus asa karena sulit untuk hidup berdampingan dengan orang lain.

[Sekhmet: Jadi pada akhirnya.. Haa.. Bahkan jika kita berspekulasi tentang Dunia Paralel, huu. Apa benar-benar berguna, haa …]

Orang yang mengucapkan komentar tidak progresif ini ke dalam percakapan adalah sang Penyihir Kemalasan, masih sepenuhnya merosot di atas meja. Ditutupi oleh rambutnya yang panjang, dia melihat ke arah Echidona, lalu kearah Daphne yang berbau.

[Sekhmet: Bahkan jika kau menerima pemikiran dan keberadaan Dunia Paralel itu, haa. Tidak ada cara untuk mengetahui atau merasakannya sendiri, huu. Jadi, itu semua hanya gelembung yang tidak bisa dijangkau, haa. Yang akan muncul dan menghilang saat kau menyentuh mereka, huu]

[Echidona: Benar, dari perspektif yang realistis, itu persis seperti yang kau katakan. Bahkan jika kita sadar akan keberadaan Dunia Paralel, mereka tidak dapat diamati. Paralel, adalah deskripsi yang sangat tepat. Dua batas, yang tidak akan pernah bertemu ―― Dunia Paralel berarti dunia yang membentang di paralel]

[Minerva: ―― “Tapi, itu tidak ada hubungannya dengan Ujian Kedua”, kan?]

Saat Echidona meringkas argumen Sekhmet, kalimatnya diakhiri oleh interupsi Minerva yang tajam. Wajah cantik Minerva berubah merah karena marah,

[Minerva: Jika Echidona bersikeras mengatakannya, itu pasti ada maksud tersembunyi. Benar bukan? Kau sudah ketahuan. Itu seperti pukulan menyakitkan dariku. Jika kau tidak ingin ketahuan, maka jangan memperlihatkan sesuatu yang ingin kau sembunyikan]

[Echidona: Aku bahkan tidak mengatakannya, dan kau sudah marah saja padaku. Aku juga merasa terganggu, kau tahu …… Tapi yah, memang benar aku tidak bisa menyangkalnya. Lagi pula, begitulah cara Ujian Kedua seharusnya bekerja]

Melihat Minerva memukul meja, Echidona dengan ringan mengulurkan tangan, lalu sebuah buku dengan pengikat hitam muncul di tangannya.
Itu adalah buku pengetahuan terlarang milik Echidona yang menyimpan masa lalu dunia, sekarang, dan masa depan “Kenangan Dunia”.
Jika sosok dari si Haus Pengetahuan, Echidona, pernah merasa seperti itu, yang bahkan bisa mengakses seluruh informasi, pengetahuan, atau sejarah apa pun di dunia ini. Tapi, jika itu mengenai hal personal, dia sepertinya merasa enggan menggunakan kekuatan buku tebal terlarang itu.

[Echidona: Ujian Kedua, membaca hati si penantang, dan menemukan setiap persimpangan jalan yang dilewatinya ――atau bisa disebut “Penyesalan”. Ingatan Dunia menciptakan ulang berbagai pilihan yang mungkin dia buat, seperti “Sesuatu yang seharusnya tidak terjadi”. Pada dasarnya, dibandingkan dengan Ujian Pertama menghadapi masa lalu seseorang, dan Ujian Ketiga dalam mengatasi masa depan seseorang, Ujian Kedua sedikit lebih mudah dilalui]

[Minerva: Lebih mudah untuk dilalui, apa maksudmu?]

[Echidona: Yang menjadi pertanyaan, apakah seseorang dapat melihat dunia seperti yang Daphne lihat. Seperti yang dikatakan Sekhmet, yang disebut Dunia Paralel pada akhirnya akan tetap terpisah, garis yang tak dapat tersentuh yang tidak pernah ditemui. Terlepas dari rasa penyesalan, atau kerinduan, itu semua tidak akan pernah bisa dicapai]

[Minerva: Dan sekarang kau menyodorkan garis-garis itu tepat di wajah kami semua!]

Melihat mata Minerva yang tiba-tiba menjadi jengkel, Echidona dengan ringan mengangkat bahu.
Dia mengusap tangannya melalui rambut putihnya, dan berkata, seolah untuk menenangkan Minerva yang sekarang berdiri,

[Echidona: Bagi orang biasa, Ujian Kedua memang lebih mudah untuk dilewati. Dibandingkan dengan harus mengatasi masa lalu yang benar-benar terjadi, Ujian Kedua hanya menyentuh pada “Kemungkinan yang mungkin terjadi”. Itu kebebasan setiap orang untuk menerima atau menolaknya …… dan yang harus dilakukan adalah menerima dunia nyata, tempat mereka sekarang berada]

[Minerva: Sebenarnya, dunia……]

[Echidona: Kembali pada prespektif kalian. Sekhmet, Daphne, atau bahkan dirimu bisa dengan mudah menemukan solusinya. ――Jika kau bisa melakukan itu, maka kau akan melewati Ujiannya]

Mendengarkan penjelasan Echidona, Minerva mengangguk dengan berat hati.
Memang, jika itu seperti yang dikatakan Echidona, maka Ujian tidak sekeras yang dia pikirkan.
Bagi semua Penyihir yang hadir ―― atau bahkan bagi siapa saja dengan keteguhan yang kuat, seharusnya mudah untuk melewati Ujian itu.

[Daphne: Jika begitu ~, lalu kenapa ~, Subarun sangat sulit melewatinya ~? Subarun tidak terlihat seperti anak kecil yang tidak memiliki keteguhan ~]

[Echidona: ――Dalam kasusnya … hm]

Mengingat Subaru dalam pikirannya, karena suatu alasan, Daphne mulai membuat gerakan mengunyah dengan mulutnya. Melihat perilaku seperti itu, Echidona menutup matanya untuk merenungkan kata-kata itu,

[Echidona: Ujian Kedua adalah mengamati Dunia Paralel. Dalam arti, itu adalah tindakan menyaksikan implikasi dari penyesalan seseorang. Seperti yang aku katakan, mudah untuk menerima atau menolaknya. ――Sebenarnya, seseorang hanya perlu merasionalkan-nya dengan mengingat bahwa kenyataan tidaklah seperti itu]

“Tapi”, lanjut Echidona,

[Echidona: Hanya dalam kasusnya lah, hal itu tidak berlaku. Bahkan akupun terkejut melihat Ujian Kedua sangat menyulitkannya. ――Jujur, itu tidak terduga]

[Daphne: Sniff ~ sniff ~ …… Aku bisa menciummu menyeringai karena merasa senang, Dona-Dona ~]

[Minerva: Dia senang setiap kali dia melihat sesuatu yang tidak bisa dia prediksi, aku yakin. Bajingan sesat itu…… Cuma putus asa]

[Echidona: Bulu burung. Karena kalian semua adalah temanku, kalian semua pengecualian.]

Daphne tertawa kecil sementara Minerva mulai marah, dan, jika seseorang mendengarkan dengan saksama, orang bisa mendengar dengkuran yang datang dari arah dekat Sekhmet. Melihat semua reaksi para Penyihir itu, Echidona menggerakkan kursinya, ketika,

[??????: Dona ~, Typhon juga lapar ~]

Berlari dari padang rumput dengan langkah yang kecil adalah seorang gadis mungil. Seolah dia akan melompat ke atas meja yang ada di atas bukit, dia memanggil Echidona.
Dengan rambut hijau dan kulit kemerahan, dan senyum yang berseri karena gigi putihnya, itu adalah Penyihir Kesombongan, Typhon.
Melihat gadis yang memilih untuk menghindari percakapan rumit dan malah menghabiskan waktunya dengan bermain di padang rumput, Echidona tersenyum balik,

[Echidona: Maaf sudah membuatmu bosan. Sekarang untuk teh nya Typhon …… haruskah aku membuatnya lebih manis? Dan apa kau ingin makanan yang seperti biasanya?]

[Typhon: Apa saja boleh ~. Berkeliling membuat semua staminaku habis, aku ingin minum dan makan serta istirahat sekarang ~]

Mengatakan hal itu, lalu dengan energi yang luar biasa, Typhon menarik keluar kursi kosong di sebelah Sekhmet dan melompat ke atasnya. Kemudian, menggunakan sebelah tangannya bermain dengan rambut panjang Sekhmet, sementara tangan yang satu lagi digunakan untuk memakan camilan yang dibuat Echidona dengan jentikan jarinya, menghamburkan remah ke seluruh meja.
Orang yang tidak mengetahui sifat Typhon, mungkin akan tersenyum melihat adegan itu.

[Echidona: Kau pasti juga lelah, karena menjaga Typhon?]

[???????: I- …… itu tidak, benar …… T-Typhon adalah gadis yang baik, dan, kau tahu…… kekuatannya tidak akan bekerja … padaku? J-jadi, itu tidak masalah. Aku, baik-baik saja]

Melihat ke arah Echidona dari sisinya, orang yang tiba di pesta teh satu langkah di belakang Typhon memberikan jawaban gagap ini dengan senyum lemah muncul di wajahnya.
Dengan rambut pink teruntai hingga ke pinggangnya, gadis itu memberikan ucapan yang mengejutkan. Meskipun tidak ada yang luar biasa jika dilihat dari figurnya, untuk beberapa alasan, secara alami dia dapat memikat seseorang.
Lebih dari itu, seperti hewan kecil, kesan yang ditimbulkan dari ekspresi dan sikapnya akan memikat dengan kuat perasaan seseorang.

[Echidona: Duduklah, Camilla. ――Aku memanggilmu ke sini karena suatu alasan]

[Camilla: A-Apa, itu sesuatu…… , yang menyakitkan? Apa,itu …… tidak akan menakutkan?]

[Echidona: Ini tidak akan membuatmu takut atau menyakitimu sama sekali. ――Aku hanya butuh bantuanmu agar potongan-potongan itu bergerak.]

Duduk di sebelahnya, Camilla―― sang Penyihir Nafsu, dengan ragu melihat kembali ke arah Echidona. Echidona membalasnya dengan senyum, dan dengan lincah mengulurkan tangannya,

[Echidona: ――Dengan cintamu, aku ingin menyelamatkan domba malang yang tersesat]

Echidona mengucapkan itu dengan suara gemetar dari seorang Penyihir, dan menawarkan tangannya yang terulur.

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded