Re:Zero Arc 4 Chapter 60 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content

[Translator : Scraba]

Sebuah akhir dari akhir

Setelah percakapannya dengan Frederica berakhir, Subaru naik ke lantai tiga Mansion dan sekarang berdiri di lorong di luar ruang Roswaal.

Beban berat di kepalanya mungkin karena kelelahan yang bercampur aduk, atau masalah berat yang dihadapinya, yang sedang menunggu untuk dipecahkan.

[Subaru: Sekali lagi, aku harus membukanya ……]

Sambil menggaruk-garuk lehernya, Subaru menggerutu pada tangan menyedihkan yang tidak dapat membuka pintu dihadapannya.

Meskipun ia memiliki informasi yang jauh lebih banyak daripada kematian yang sebelumnya, itu masih belum jelas bagaimana semua itu dapat saling terhubung.

Banyak potongan-potongan yang hilang, yang bisa dia lakukan hanyalah meraba-raba tanpa melihat setiap potongan itu, hanya menyisakan ketidaknyamanan dari sebuah masa depan yang samar didalam dadanya.

[Frederica: Subaru-sama. Apa yang sedang anda lakukan?]

Melihat Subaru yang berdiri terdiam didepan lorong, Frederica, yang dengan tenang menunggu di sisinya, memanggil.

Setelah mengakhiri percakapan mereka yang sebelumnya, Frederica memilih untuk menemaninya. Mendengar pertanyaan Frederica, Subaru bergumam [Aah, ya], dengan sedikit ragu mengangguk sebagai balasan,

[Subaru: Frederica, setelah kamu kembali ke Mansion, apa kamu … …. melihat Beatrice?]

[Frederica: Tidak, saya belum melihatnya. Dia memang sangat jarang terlihat, tapi saya belum pernah melihatnya bahkan sejak saya kembali, saya malu mengatakannya]

[Subaru: Aku kira dia benar-benar berniat bersembunyi kali ini. Itu wajar bagi Frederica tidak dapat menemukannya]

Sebenarnya, jika dia benar-benar serius ingin menemukan Beatrice, dia harus membuka setiap pintu yang terhubung ke Perpustakaan Terlarang. Itu akan aneh jika hanya terbatas pada pintu-pintu di Mansion, tetapi ada pintu-pintu di desa Arlam dan Tempat Suci yang juga dapat dipertimbangkan,

[Subaru: Jaraknya terlalu luas, dan tidak mungkin untuk mendekatinya. Jika aku orang yang pesimis, aku mungkin akan bilang kalau itu tidak mungkin untuk dipecahkan]

[Frederica: Kalau begitu, apa yang Anda rencanakan? Anda ingin mengatakan sesuatu kepada Beatrice-sama, bukankah begitu, Subaru-sama?]

[Subaru: Jika dia benar-benar ingin bersembunyi, tidak mungkin ada yang bisa menemukannya. Begitulah faktanya]

Mendengar apa yang baru saja dikatakan Subaru, Frederica mengerutkan alisnya. Merasakan tatapan Frederica yang meragukannya, Subaru meregangkan lehernya dan mengangkat satu jari,

[Subaru: Tapi begitulah kenyataannya …… Tidak ada yang bisa menemukannya jika dia serius ingin bersembunyi, tetapi beda ceritanya kalau dia memang tidak serius bersembunyi. ]

[Frederica: Jika dia tidak serius?]

[Subaru: Dia bukan tipe gadis yang bersembunyi sehingga tidak ada yang menemukannya. Setiap orang yang bermain petak umpet, akan berharap diri mereka ditemukan. Jadi, dalam hati kecilnya, akan selalu ada yang mengatakan “Aku harap mereka menemukanku”]

Mengatakan itu, Subaru mengambil beberapa langkah ke kiri dan berbelok dengan cepat. Berdiri dilorong itu, Subaru berhenti tepat didepan ruang setelah ruang belajar Roswaal— ruang Penyimpanan. Ruang penyimpanan yang kecil tempat semua dokumen disusun dengan rapi, hasil kerja keras dari organisasi Otto.

Mengulurkan tangannya ke pintu, Subaru merasakan sensasi yang berbeda dari PILIHAN YANG TEPAT melalui gagang pintu itu.

[Subaru: Benar-benar luar biasa, setiap kali aku membuka pintu …… maksudku, setiap kali aku berpikir untuk membuka pintu, aku tiba-tiba merasa bahwa itu adalah pintu yang benar. Aku masih tidak tahu cara kerjanya.]

[Frederica: Subaru-sama ……]

[Subaru: Aaaand, ayo kita buka !]

Frederica tergagap saat Subaru membuka pintu dengan efek suara yang muncul. Disamping itu, terdapat sesuatu seperti ruang yang seharusnya adalah ruang arsip – itu adalah aroma yang jelas dari buku-buku yang disimpan selama berabad-abad yang keluar dari ruangan itu.

Berbeda dengan aroma dokumen yang dimaksudkan untuk digunakan sesegera mungkin, itu lebih dekat dengan aroma tinta yang tertutup oleh halaman-halaman buku.

[Subaru: Sepertinya aku tidak akan telat, tapi, jika sudah terlalu gelap, jangan lupa untuk membawa Petra kembali ke desa]

Sambil memegang gagang pintu itu, Subaru mengingatkan Frederica, yang tampaknya masih dalam keadaan terkejut.

Frederica berkedip beberapa kali, sebelum dia membungkuk sambil memegangi pakaiannya,

[Frederica: Kalau begitu saya akan menunggu anda kembali. Berhati-hatilah]

[Subaru: Ooooh. Aku merasa seperti menjadi orang penting ketika mendengar itu]

Dengan ucapan penuh harapan dari pelayan itu, Subaru melangkah melewati pintu dan masuk kedalam ruangan. Begitu dia berada di dalam, pintu yang ada dibelakangnya pun terkunci, dan, dengan suasana yang hampa, ruang itu melentur lalu berputar. Penghubungnya telah terputus, dan Perpustakaan Terlarang pun muncul dihadapannya.

Kemudian,
[Beatrice: Akhirnya kau datang, aku sudah menduga]
Subaru mendengar suara yang remeh dan kurang ramah. Sambil menahan senyum masam yang ada di wajahnya, Subaru melambaikan tangan,

[Subaru: Yo, Beako! Lama tidak bertemu, Kau masih cebol seperti biasanya]
[Beatrice: Leluconmu yang menyebalkan masih seperti biasanya. Serius …… aku sudah lelah dengan itu]

Beatrice duduk di tengah tangga kayu, memegang sebuah buku dengan ikatan hitam di dadanya.

Melihatnya di sana, Subaru membayangkan bahwa dia sering kali duduk di sana. Perpustakaan Terlarang memiliki banyak meja dan kursi yang dapat digunakan. Tapi dia selalu tampak menyambutnya dari tempat yang sama. Untuk beberapa alasan, pikiran itu sedikit mengganggunya.

[Beatrice: Kau membuat ekspresi wajah seperti pengecut lagi. Aku pikir, itu tidak enak dilihat. Kau boleh saja merasa terluka dan bingung semaumu, tetapi itu tidak menyenangkan saat kau melakukannya di depan Betty, jadi tolong hentikan itu]

[Subaru: Angkuh seperti biasanya. Maaf, tapi aku tidak punya alasan untuk menuruti permintaanmu. Aku masih harus memastikan apakah kita masih memiliki hubungan atau tidak]

Subaru mencoba mengisyaratkan tentang petunjuk yang telah dia pelajari dari dirinya dikematian sebelumnya. Wajah Beatrice semakin muram mendengar kata-katanya, dan bergumam [Begitulah, kurasa ……],

[Beatrice: Baik. Kupikir, sepertinya kita berdua sama-sama menyembunyikan sesuatu]

[Subaru: Aku masih ragu, apakah rahasiaku akan berefek. Tetapi, mari kita kesampingkan dulu itu]

[Beatrice: Lakukan sesukamu … ]

Tiba-tiba, ekspresi kaku Beatrice terlihat. 

Keras kepala, seperti topeng yang telah terjatuh dari wajahnya, memperlihatkan sekilas ketenangan dari senyumnya yang tenang dan kilauan dimatanya―― dan, Subaru terdiam seolah tenggorokannya membeku. 

Kemudian,
[Beatrice: Masa kontrak yang sangat, sangat, sangat lama ini akan segera berakhir. ――Akhir dari akhir hingga akhir, kali ini, Betty akan dilepaskan dari stagnasi ini. ]
[T/N: Kalian bisa artikan stagnasi sebagai keadaan yang tiada akhir, jika kalian bingung]

Suaranya seperti kesepian ketika dia berbicara.

※ ※ ※ ※ ※ ※ ※ ※ ※ ※ ※ ※ ※

[Subaru: Akhir dari akhir hingga akhir …… huh. Itu ungkapan yang cukup puitis]

Melihat bagaimana Beatrice tampaknya siap untuk apa yang akan terjadi, Subaru mengangkat bahunya dan mengatakan ucapan itu. Melihatnya sebentar, tatapan Subaru jatuh pada buku bersampul hitam yang ada di pelukannya ―― jika apa yang dikatakan Roswaal benar, itu adalah salah satu dari dua Kitab yang sempurna.

Sebuah buku yang meramalkan masa depan. Meskipun ada aspek ramalan yang terdapat didalamnya, Subaru merasa bahwa itu lebih kepada “Sebuah buku yang memberitahukan tentang masa depan”.

Meyakini makna dari Kitab itu, Pemuja Penyihir Petelgeuse telah mengikuti bagian yang tidak sempurna hingga ketitik fanatisme. Dan justru karena versi yang tidak lengkap itu gagal untuk mencatat hasilnya sehingga akhirnya orang gila itu dibunuh oleh Subaru.

[Subaru: Semua bentuk ekspresi itu … apakah juga berkat buku itu?]

[Beatrice: …… Akulah yang seharusnya bertanya padamu. Seberapa banyak yang kau ketahui tentang buku ini ?]

[Subaru: Roswaal sering kali mengucapkan banyak hal. Kurang lebih aku tahu sedikit detailnya .…… Itu mirip dengan yang dimiliki oleh Pemuja Penyihir, tapi itu lebih sempurna. Hanya dua yang tersisa di dunia ini, terbagi antara Milikmu dan Roswaal]

[Beatrice: Itu cuman omong kosong Roswaal. Aku bisa membayangkan dia yang senang ketika mengolok-olokmu.]

Merasakan ejekan Beatrice dalam kata-kata itu, Subaru mengerutkan alisnya.

Meskipun biasanya Beatrice sering bersikap sensitif jika itu mengenai Roswaal, Subaru selalu mengesampingkannya sebagai pertanda hubungan persahabatan mereka. Tapi kata-katanya barusan tidak menunjukkan sedikitpun hal seperti itu.

Sebaliknya, itu adalah ungkapan jujur dan asli dari Beatrice terhadap Roswaal.

[Subaru: Aku masih belum tahu hubungan seperti apa yang kau miliki dengan Roswaal. Tetapi kalian berdua hanya memiliki dua salinan Kitab yang ada dengan kalian, dan kau telah menyegel kontrak dengan garis keturunannya yang memaksamu untuk tetap tinggal di dalam rumahnya.]

[Beatrice: Katakan saja semua yang ingin kau katakan.]

[Subaru: Kalau begitu aku akan langsung melakukan pengejaran. Posisimu sekarang terlalu tidak jelas]

Beatrice menyipitkan matanya. Kehadiran yang mengintimidasi cukup tidak pantas dengan penampilan menggemaskan yang terlihat dari dirinya, membuat Subaru merasa seperti disapu oleh angin yang kencang.

Saat mereka memasuki topik utamanya, suasana di sekitar Beatrice berubah dengan cepat.

[Subaru: Maksudku, aku bisa melihat di mana Roswaal berada. Sebagai keturunan dari keluarga yang dikontrak oleh Penyihir Keserakahan, dia mewarisi kewajibannya bersama dengan itu. Mengelola Tempat Suci hanya bagian dari itu, meskipun aku kira alasannya untuk mendukung Emilia diPemilihan di Ibukota sedikit kurang jelas]

[Beatrice: …………]

[Subaru: Di sisi lain, aku tidak melihat dirimu cocok dengan semua ini. Roswaal melakukan kontrak dengan Penyihir Keserakahan. Dengan kata lain, dia adalah Pengikut Keserakahan]

Kenyataan bahwa Roswaal menolak untuk memanggilnya “Penyihir Keserakahan” dan bersikeras untuk memanggilnya “Echidona” hanyalah sebuah bukti dari pengabdiannya yang luar biasa kepada sang Penyihir.

Posisinya sangat jelas, dan tidak diragukan lagi bahwa dia adalah Pengikut Keserakahan, sama seperti Subaru. Meskipun, Echidona menjadikan Subaru sebagai pengikutnya tanpa meminta izin darinya, Roswaal telah lama mewarisinya bersamaan dengan posisinya sebagai kepala keluarga.

[Subaru: Aku tidak yakin apakah Kitab …… yang digunakan oleh Pemuja Penyihir memiliki asal-usul yang sama dengan milikmu. Tapi aku bisa membayangkan mereka dibuat oleh orang yang berbeda. Dan meskipun aku tidak tahu siapa yang menciptakan Kitab milik Pemuja Penyihir, Kupikir aku tahu siapa pencipta dari dua Kitab Sempurna itu]

[Beatrice: …… Dan siapa itu ?]

[Subaru: ――Itu adalah Echidona, bukankah begitu?]

Saat nama itu keluar dari mulutnya, Subaru bisa merasakan napas Beatrice yang terhenti.
Baginya, nama yang baru saja diucapkannya jelas tidak memiliki arti sama sekali.

Didalam tempat impian Echidona, Subaru telah melihat artifaknya yang mendekati Seluruh Pengetahuan, yang disebut “Kitab Kebijaksanaan”.

Meskipun sifat dari Kitab Kebijaksanaan berbeda dari Kitab-Kitab lain, keduanya adalah sama-sama buku panduan sihir yang berisi informasi di luar jangkauan pengetahuan manusia. Dan ketika semua individu yang terlibat terhubung dengan Tempat Suci, seolah semuanya mengarah pada jawabannya.

[Subaru: Kitab milikmu dan Roswaal dibuat oleh Echidona. Milik Roswaal harus diwariskan dari generasi ke generasi. Tapi, bagaimana dengan milikmu?]

[Beatrice: …………]

[Subaru: Jadi sekarang aku punya pertanyaan untukmu … tentang “Pintu Penyeberanganmu”]

Sambil mengangkat satu jari, Subaru mengubah arah dan topik pembicaraan yang berbeda.
Beatrice berkedip pada perubahan topik yang dilakukan Subaru, sebelum memperbaiki dirinya untuk mempersiapkan kata-kata pada percakapan berikutnya.

Melihat ini, Subaru mengajukan pertanyaannya.

[Subaru: ――Berapa jangkauan efektif Pintu Penyeberanganmu itu? Atau dalam hal ini, jarak yang bisa dicapai dalam memilih tujuannya?]

[Beatrice: …… aku tidak tahu apa yang mungkin akan kau lakukan dengan informasi itu.]

[Subaru: Jika jawabannya adalah apa yang aku pikirkan, maka itu akan sesuai dengan teoriku]

Menyilangkan lengannya, Subaru membusungkan dadanya di depan Beatrice yang diam.

Untuk sesaat, Beatrice ragu ketika bibirnya bergetar. Kemudian, dengan pasrah diri, dia menutup matanya,

[Beatrice: Pintu Penyebrangan Betty dapat menghubungkan ruang di dalam bangunan yang sama. Atau tempat terdekat, atau tempat yang Betty tahu. Sedangkan jarak …… itu tidak bisa menghubungkan ke tempat yang terlalu jauh]

[Subaru: Ada kondisi lainnya, bukankah begitu?]

[Beatrice: Apa menurutmu Betty punya alasan untuk memberitahumu?]

[Subaru: Kalau begitu, bagaimana kalau aku menebaknya? ――Bahkan jika suatu tempat itu jauh, kau masih dapat menghubungkannya ke sana jika tempat itu memiliki hubungan yang mendalam dengan keberadaanmu. Bukankah itu benar?]

[Beatrice: ――――]

Dengan napas yang setengah-setengah, mata Beatrice melebar.

Melihat reaksinya, Subaru yakin akan dugaannya.

[Subaru: Bisa dibilang kau dapat mengaktifkan Pintu Penyeberangan ketika konsentrasimu buyar, apa yang akan menentukan pintu mana yang kau hubungkan?]

[Beatrice: …… berhenti]

[Subaru: Di bawah tekanan, siapa pun akan menggunakan kata-kata dan tindakan yang familiar dengan mereka. Ketika diterapkan pada sesuatu seperti Pintu Penyeberangan, aku tidak akan terkejut jika tempat pertama yang terlintas dalam pikiran adalah tempat yang terikat erat dengan ingatan.]

[Beatrice: …… hentikan itu]

[Subaru: Bersamaan dengan fakta bahwa dirimu yang telah menerima Kitab dari Echidona, dan kau dapat menghubungkan Perpustakaan ke Tempat Suci dengan Pintu Penyeberangan. ――Itu artinya …]

[Beatrice: ――Aku bilang berhenti!]

Gadis itu berdiri dari tangga dengan langkah yang terhuyung-huyung dan melihat ke arah Subaru seolah dia memohon. Beatrice menggigit bibirnya, dan matanya mulai berair.

Tidak diragukan lagi bahwa Subaru telah masuk ke wilayah yang dia tidak inginkan.
Digenggam oleh sensasi pahit di dadanya, [Tidak], Subaru menggelengkan kepalanya,

[Subaru: Aku tidak akan berhenti. Aku tahu bahwa Pintu Penyeberangan menghubungkan tempat ini ke Tempat Suci. Alasannya karena, penolakanmu yang putus asa barusan telah memberikanku jawaban]

[Beatrice: …………]

[Subaru: Beatrice.Kau memiliki hubungan dengan tempat suci. Apa hubunganmu dengan Echidona?]

Meskipun dia tahu bahwa dia sedang menginjak-injak hati seorang gadis, Subaru tetap menahan keraguannya dan menghancurkan Beatrice dengan pertanyaannya.

Melalui Pintu Penyebrangan, dia mengirimnya ke tempat Percobaan Keabadian di Tempat Suci.
Dalam keadaannya yang tertekan, itu adalah tempat yang dia pilih untuk mengirimnya, dengan kata lain, tempat itu menyimpan kenangan terkuat dalam pikirannya.

Bagaimanapun, sebagai seorang roh, kenangan terdalamnya terhubung dengan fasilitas yang menghasilkan replika dari Lewes Meyer? Dan mengingat Echidona yang telah memberinya Kitab――

[Subaru: Beatrice …… siapa orang yang melakukan kontrak denganmu?]

[Beatrice: ――――hH!]

[Subaru: Aku pernah bertanya pada Puck tentang itu. Bagaimana cara kerja kontrak roh. Aku tidak akan membahas lebih detail lagi, tapi tampaknya persyaratan kontrak harus setara antara kontraktor dan roh. Kau mengatakan dirimu terikat oleh kontrak untuk menjadi Penjaga dari Perpustakaan Terlarang. Jadi, dengan siapa kau melakukan kontrak?]

[Beatrice: ………… a]

[Subaru: Selama ini, aku hanya berasumsi bahwa kau melakukan kontrak dengan Roswaal. Melihat dirimu yang tinggal di rumahnya, mengelola perpustakaannya, itu wajar untuk berpikir begitu…… tapi sekarang, aku tidak begitu yakin]

Dihadapkan dengan pertanyaan Subaru yang tanpa henti, Beatrice tidak dapat menyelanya, tetapi hanya mengeluarkan nafas lembut dari bibirnya yang gemetar

Tubuh mungilnya seolah menjadi lebih mungil, dan, seolah ingin bersembunyi, dia memegang erat Kitab yang ada ditangannya dan memeluknya kedada. Seakan dia menahan sesuatu yang tak tertahankan, sosoknya yang tampak layu dan rapuh.

Dia tahu itu. Tapi, meskipun dia tahu, Subaru memilih untuk mengatakannya.

[Subaru: ――Kau adalah roh yang melakukan kontrak dengan Echidona, bukan?]

―― Maka dimulailah akhir dari akhir.

※ ※ ※ ※ ※ ※ ※ ※ ※ ※ ※ ※ ※

――Saat dia menanyakan pertanyaan itu, Beatrice ambruk seperti boneka yang talinya putus.

[Subaru: Bea――!?]

Gadis itu jatuh berlutut, dan dengan suara kertas yang berserakan, halaman-halaman Kitab yang dipegang Beatrice berserakan dilantai.

Buku yang begitu sering dibawanya, yang sudah sering kali dibuka dan dibalik dengan jari-jarinya, sekarang berhamburan karena dampak jatuh yang membuatnya terpisah-pisah, menyebar seperti karpet putih yang menutupi permukaan lantai.

[Subaru: Kitabnya…… Ap?]

Melihat beberapa halaman jatuh di kakinya, Subaru membungkuk dan mengambilnya tanpa berpikir. Kitab Petelgeuse melintas di pikirannya dengan gambaran dari setiap halaman-halaman yang terkubur di bawah tulisan-tulisan anehnya, seolah tertular oleh kegilaan dari pemiliknya.

Itu adalah kesannya sebelum dia mengambil halaman-halaman ini— tetapi begitu dia memeriksanya langsung di hadapannya, kesan itu menguap seperti kabut. Karena,

[Subaru: A …… pa? Kosong ……?]

Membaliknya ke depan dan belakang, tidak ada yang tercatat pada halaman yang ada ditangannya.

Dengan panik, dia mengambil halaman-halaman lain di kakinya, tetapi di situ juga tidak ada tulisan. Dia mulai bertanya-tanya apakah halaman yang kosong yang barusan jatuh dikakinya hanyalah sebagian, tetapi,

[Subaru: Tidak, bagaimana mungkin …]

Sambil membungkuk, Subaru memeriksa setiap halaman yang berserakan didekat Beatrice, dan menyadarinya.

Dari semua halaman berserakan yang menutupi lantai di sekelilingnya, tidak satu pun dari kertas-kertas itu memiliki tulisan di atasnya.

Dari ratusan bahkan lebih halaman yang jatuh, apakah ada kemungkinan bahwa semua halaman itu kosong?

[Subaru: Itu sudah pasti adalah Kitab …… tapi, kenapa semuanya kosong?]

Daripada berpikir bahwa itu adalah keajaiban di mana hanya halaman-halaman kosong yang terjatuh, akan jauh lebih masuk akal berpikir bahwa halamannya memang kosong dari awal.

Namun, ketika meyakini kesimpulan yang masuk akal itu, Subaru dikejutkan oleh fakta lain yang sama sekali tidak masuk akal.

[Subaru: Ini seharusnya merupakan salah satu dari dua Kitab yang sempurna, kenapa tidak ada catatan tentang masa depan disini? Apakah karena hanya sang pemilik yang dapat membacanya? Mungkinkah itu tidak seperti Petelgeuse?]

Mungkin itu adalah perbedaan antara Kitab yang sempurna dan tidak sempurna, tetapi Subaru hanya memiliki versi yang tidak sempurna sebagai referensinya. Teks-teks di kitab itu dapat terlihat bahkan untuk seseorang yang bukan pemiliknya. Itu sudah ada bersama Subaru sejak kehilangan pemiliknya, dan untungnya, tidak ada catatan baru yang muncul.

Sehingga Subaru beranggapan bahwa tulisan-tulisan dari Kitab itu akan terlihat oleh siapa pun, terlepas dari siapa pemiliknya.

[Beatrice: Sudah sangat …… sangat lama]

[Subaru: ――huh?]

[Beatrice: Sudah berapa tahun … sejak saat itu Kitab berhenti menunjukkan Betty masa depan ……]
Lemas di lantai dengan wajah tertunduk, Beatrice dengan tenang bicara.

“Apa maksudnya itu?”, Subaru hampir tidak bisa mengendalikan dorongannya untuk bertanya sambil dengan cemas menunggu kata-kata berikutnya.

Beatrice membungkuk ke depan dan meletakkan tangannya ke halaman-halaman yang tercecer, dan menggenggamnya sampai kertas itu remuk. Jari-jarinya gemetar, dan suaranya bercampur dengan isak tangis.

[Beatrice: Peran yang diberikan kepada Betty adalah untuk mengawasi Perpustakaan Pengetahuan. Aku pikir….Sampai saatnya tiba ketika kami bertemu kembali, aku akan menjaga tempat ini.]

[Subaru: Perpustakaan Pengetahuan …… apakah itu, di sini?]

Subaru berdiri dan melihat kearah rak buku yang tak terhitung jumlahnya yang memenuhi ruangan. Semua buku disimpan di sini, beberapa di antaranya pernah dibaca Subaru, Subaru selalu menganggap bahwa itu adalah milik Keluarga Mathers, tapi,

[Subaru: Semua buku di sini … apakah milik Echidona?]

[Beatrice: Dia suka … mengumpulkan pengetahuan]

[Subaru: Yah, kupikir juga begitu, sampai-sampai dia menyebut dirinya sendiri Penyihir.]

Bahkan juga sampai menyebut dirinya “Jelmaan dari Kehausan akan Pengetahuan”. Membanggakan keinginannya akan seluruh pengetahuan di dunia, orang hanya akan menyebut itu “Keserakahan”. Buku yang tak terhitung jumlahnya yang terkumpul di setiap rak ini pastilah hasil dari kerja kerasnya.

Dan Beatrice akan menjadi pustakawan dari tempat penampungan pengetahuan Echidona.

[Beatrice: Dari suaranya …… kau seperti sudah kembali dari kubur.]

[Subaru: Ya, begitulah. Aku diperlakukan dengan buruk dan mengalami pengalaman yang sangat menyakitkan …… tapi sekarang aku senang telah melakukannya. Menjadikan Echidona sebagai orang kepercayaan seperti pedang bermata dua.]

Meskipun dia adalah satu-satunya orang yang bisa dia beritahu mengenai Return by Deaths-nya, ketika dia melakukannya, dia mengundang kemarahan dari sang Penyihir Envy. Karena melakukan hal itu akan menciptakan kematian lain, dia bermaksud menghindarinya sebisa mungkin. Meskipun dia akan melakukannya jika itu memang harus.

[Subaru: …… barusan, kau bilang Kitab tidak menunjukkan masa depan dalam beberapa tahun?]

[Beatrice: Ya, begitulah]

[Subaru: Aku tidak meragukanmu. Tidak, maksudku, aku masih ragu, tapi. Karena, benar? Sebaliknya, ketika kau …… jika memang tidak ada yang tertulis di Kitab itu……]

――Setiap kali dia menyelamatkan Subaru, dia telah memilih untuk membantu Subaru.

Dalam kematian sebelumnya, di saat-saat sebelum perpisahan mereka, itu pertama kali Subaru mengetahui keberadaan Kitabnya, dan itu sangat mengejutkannya.

Sebelumnya dia yakin akan setiap tindakan dan pemikiran Beatrice telah terjadi karena tercatat dalam Kitab dan perasaannya sendiri tidak dapat berbuat apa-apa dalam masalah ini.

Tapi, terlepas dari penderitaan gadis di depan matanya, entah bagaimana, dia merasa lebih lega mengetahui bahwa ada sesuatu yang nyata di dalam dirinya.

Perlu diketahui bahwa setiap tindakan Beatrice mencerminkan perasaannya sendiriâ € ™ meskipun dia tidak mengerti mengapa, dia tetap merasa lega.

Bahkan tanpa mengetahui alasannya, selama ini, Subaru telah merasakannya.

Beatrice bersikap baik padanya tanpa alasan yang jelas, dan dia tidak tahu apa yang telah dia lakukan sehingga membuatnya merasa seperti itu.

[Subaru: Kenapa … kau membantuku? Itu tidak tertulis dalam Kitab, kan? Kau bisa saja meninggalkanku]

Dia tahu itu pertanyaan yang aneh dan berputar-putar.

Menempatkan semua beban menjawab pada Beatrice, Subaru tahu bahwa dia hanya peduli tentang apa yang diinginkannya. Dia tahu, dan dia memilih pendekatan pengecut ini.

Subaru hanya ingin bertanya pada Beatrice, simpel dan jelas.

―― Apakah kau menganggapku sebagai temanmu?

[Beatrice: Betty …… membantu …… mu, karena ……]

[Subaru: Ya. Kau telah banyak membantuku. Kau menyembuhkanku ketika aku berada di ambang kematian, Kau menyembuhkanku dari kutukan Wolgarm, dan ketika aku begitu penuh dengan kutukan dan tidak diragukan lagi akan mati, Kau mengatakan kepadaku kebenarannya]

Dan ada begitu banyak, lebih banyak melebihi itu.

Ketika kematian yang berawal di Mansion, ketika Rem dibunuh dan tak seorang pun di Mansion yang mempercayai Subaru, hanya Beatrice dan Emilia yang memilih untuk membantunya.

Pada saat ia dipenuhi kesendirian dan ketakutan, hanya Beatrice yang menepati janjinya. Itu adalah kebaikan dari dunia yang telah lenyap yang hanya tersisa di dalam hati Subaru, yang tidak bisa dia lupakan.

Dan juga,

[Subaru: Jika kau melakukannya bukan karena Kitabmu, maka ……]

[Beatrice: ―― Pada akhirnya, aku hanya diberi tahu ……]

Terlepas dari pertanyaan itu, satu-satunya hal yang Subaru ingin tahu adalah apakah Beatrice menganggapnya sebagai teman.

Apakah dia seseorang yang bisa dia percayai dengan sepenuhnya — sekarang Rem sudah tidak ada, dan Emilia yang terbaring lemah di hadapannya, bisakah Beatrice menggantikan mereka?

Dengan kata lain, itu adalah permintaan yang terlalu egois.

Dan,

[Beatrice: …… bahwa suatu hari, “orang itu” akan mengunjungi perpustakaan Betty. Dan aku harus melindungi perpustakaan sampai saat itu]

[Subaru: …… orang itu?]

[Beatrice: Jadi, aku sudah diberitahu. Sampai “orang itu” datang, Betty harus mengawasi perpustakaan. Apakah kau “orang itu” atau bukan, Betty tidak yakin]

Mata Subaru menyala dengan penuh semangat ketika dia melihat kearah Beatrice, tetapi ucapannya yang penuh kesedihan segera membuatnya kehilangan kilauannya saat alisnya berkerut dengan rasa ketidakpastian.

Dia tidak bisa mengerti apa yang dikatakan Beatrice. Mustahil untuk mengerti. Itu tidak mungkin, namun dia merasa bahwa dia harus menghentikannya untuk mengatakan apa yang akan dia katakan selanjutnya.

[Beatrice: Betty tidak tahu … apakah kau “orang itu” atau bukan …… tapi]

[Subaru: Tunggu, Beatrice. Sepertinya kita berdua sedikit terlalu berlebihan. Mari tenang dulu dan ……]

[Beatrice: Apakah kau “orang itu”, atau bukan …… itu tidak masalah.]

Beatrice mengangkat wajahnya yang tertunduk.

Dua rambut ikal bornya bergoyang karena gerakannya. Seakan bingung, seakan ragu-ragu, seakan hatinya terpantul di dalam diri Subaru.

Firasat buruk yang sesak di dada Subaru, mustahil untuk menyingkirkannya,

[Beatrice: Bahkan jika kau bukan “orang itu”, aku tidak peduli lagi. Jadi…]

[Subaru: Bea――]

[Beatrice: Tolong bunuh Betty, dan akhiri kontrak ini sekali dan untuk selamanya. Bawalah hingga berakhir, akhir dari akhir ini. Betty ingin dibebaskan] 

Air mata menggenang di mata Beatrice, dan senyum kecil muncul di bibirnya, 

[Beatrice: Kau, akan menjadi “orang itu” ――]

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded