Re:Zero Arc 4 Chapter 61 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content

[Translator : Scraba]

Sebuah Jeritan dari 400 Tahun yang lalu

Melihat kesedihan dimatanya, Subaru tidak tahan untuk berpaling.

Sebuah gejolak yang muncul didadanya, membuatnya ingin tertawa mendengar ucapannya,

――Apa yang kau katakan tadi?

Dia seharusnya membalas ucapan itu dengan ucapan yang tidak masuk akal ke arahnya.

Dia seharusnya mengubah sudut bibirnya menjadi seringai dan memecahkan suasana itu dengan lelucon seperti yang selalu mereka lakukan.

Tetapi sebuah firasat, mengatakan kepadanya bahwa itu tidak akan berhasil.

Karena sebaliknya,

[Subaru: ――――]

Kenapa dia tidak menertawakan keinginan gadis itu seperti sebuah lelucon?

[Subaru: Apa yang kau …… katakan, barusan?]

Setelah ragu dan terdiam beberapa saat, Subaru mengeluarkan kalimat yang sudah dipikirkannya.

Itu akan terlihat sempurna jika bibirnya masih tersenyum dan bahunya tidak gemetar.

Tapi,

[Subaru: …… a]

Mulutnya yang gemetar, sampai ke ujung jari-jarinya, seolah mengikuti bahunya yang juga ikut gemetar.

Seolah, Natsuki Subaru yang ada dihadapan Beatrice terdiam di tempatnya, terperangkap di dalam batas dunia itu sendiri.

[Beatrice: Sesuai keinginanmu, aku akan mengatakannya lagi.]

[Subaru: Tidak, tunggu ……]

[Beatrice: ――Betty ingin berakhir ditanganmu]

[Subaru: HENTIKAN !!]

Berteriak, Subaru meneriaki kata-kata yang baru saja diucapkan Beatrice.

Itu agak lucu melihat mereka yang baru saja berpindah tempat dari beberapa saat sebelumnya.

Itu adalah kata-kata yang sama yang diteriakkan Beatrice ketika Subaru tanpa henti menekan Beatrice atas kecurigaannya.

Jadi, Subaru tidak memiliki hak untuk mengeluh ketika Beatrice melakukan hal yang sama padanya. Namun, meskipun begitu,

[Subaru: Apakah kau … sadar… apa yang baru saja kau katakan ……?]

[Beatrice: Akulah yang seharusnya bertanya padamu. Apakah kau mengerti apa yang baru saja aku katakan kepadamu?]

[Subaru: Apa?]

[Beatrice: Aku ingin kau menjadi orang yang mengakhiri roh ini, Beatrice. Kau akan menjadi “orang itu” yang mana ditandai dengan berakhirnya kontrak, selama empat ratus tahun, telah mengikat bersamaku]

“Kau harus menganggap itu sebagai pujian”, seolah dia berkata seperti itu dengan senyumnya yang aneh dan mengejek.

Itu adalah senyuman yang sepertinya haus akan sesuatu―― menatapnya, Subaru merasa seperti cakar yang tajam merobek dadanya dari dalam.

Tidak dapat menahannya, dia pun mencengkeramkan tangannya kearah dada,

[Subaru: Aku tidak mengerti …… apa kau mengatakan kalau kau ingin mati?]

[Beatrice: Apa aku ingin mati? Sebenarnya, kurasa tidak. Betty berharap kontraknya berakhir. Betty ingin dibebaskan dari perjanjian yang kekal ini]

[Subaru: Jika itu berarti mengambil nyawamu, itu sama saja !!]

Menghentakkan kakinya, Subaru berteriak dengan nafas yang gemetaran.

Dia menginjak-injak setiap lembaran kitab yang berserakan, tapi dia tidak peduli.

Menunjuk-nunjukkan jarinya, Subaru memelototi Beatrice dan membentak.

[Subaru: Jangan bicara kau ingin mati seolah itu lelucon ! Ingin mati atau apalah …… aku tidak peduli apa yang kau katakan kepada orang lain …… tapi jangan katakan itu di depanku!]

Setelah kau mati, kau tidak akan hidup kembali.

Natsuki Subaru adalah pengecualian, dia bisa memulai dari awal lagi bahkan jika dia mati. Hanya Subaru yang bisa membuang nyawanya dan masih mendapatkan sesuatu yang bernilai, jadi hanya Subaru yang bisa bilang jika ingin bunuh diri.

Tapi bukan itu masalah yang ada pada Beatrice. Atau dalam hal ini, orang lain.

Begitu kau mati, kau tidak akan pernah bisa kembali lagi.
Walaupun dia tahu, dia tetap mengatakannya kepada Subaru.

[Subaru: Apa maksudmu kau ingin ini berakhir !? Apa kau sadar betapa egoisnya itu !? Meminta untuk diakhiri …… mencoba mati, bahkan jika orang lain memaafkanmu, aku tidak akan memaafkanmu untuk itu!]

[Beatrice: Sungguh ucapan yang sangat arogan. ――Seberapa banyak yang kau tahu tentang Betty?]

Walaupun begitu, Beatrice memberinya jawaban yang dingin dan keras ini.
Dia merapikan gaunnya, berdiri, dan memutar-mutar jari ke ujung rambutnya yang ikal,

[Beatrice: Betty adalah Penjaga Pengetahuan [Keeper of Knowledge], dan telah mengawasi Perpustakaan Terlarang selama empat ratus tahun. Selama empat ratus tahun …… sesuai dengan kontrak, Betty telah menunggu di sini]

[Subaru: Empat … ratus tahun ……?]

Angka itu lagi? Subaru ingin mendecakkan lidahnya dan mengerutkan alisnya.
Empat ratus tahun yang lalu adalah zaman ketika para Penyihir masih merajalela, sebuah jaman yang keji yang tampaknya memiliki hubungan dengan setiap makhluk berumur panjang yang dia tahu.
Beatrice juga telah hidup melewati usia itu, dan masih hidup sampai hari ini.

[Beatrice: Aku menyegel kontrakku dengan sang Penyihir, dan datang untuk tinggal bersama Keluarga Mathers yang juga melakukan kontrak yang sama. Sejak awal, aku mengikuti petunjuk dari Kitab, dan hanya melalui hari-hari dalam keheningan, menunggu waktu yang akan datang.]

[Subaru: ――――]

[Beatrice: Tapi ketika aku menunggu di sini, waktu di dunia luar terus berjalan. Satu persatu, kepala Keluarga Mathers, yang saling berbagi kewajiban denganku, meninggal karena usia tua dan digantikan oleh penerusnya. Aku menyaksikan penyerahan kekuasaan mereka, namun waktu Betty terus mengalir, tidak berubah.]

Dan seberapa menyakitkannya waktu itu bagi Beatrice?
Nada suaranya terdengar seperti cerminan dari luka yang ditinggalkan oleh aliran waktu yang tidak berarti itu, menimbulkan rasa dingin di hati Subaru saat dia mendengarkan.

[Beatrice: Kedatangan yang ditakdirkan dari hari yang dijanjikan. Betty tidak tahu kapan akan datang, atau siapa “orang itu”, dan aku melewati hari-hari itu tanpa mengetahui apa-apa]

“Walapun begitu”, Beatrice menggelengkan kepalanya,

[Beatrice: Aku rasa itu tidak membuatku khawatir. Bagaimanapun, Kitab ini ada di tangan Betty. Selama aku percaya pada Kitab yang mencatat masa depan didalamnya, dan menunggu kedatangan hari itu di halaman putihnya, maka pada akhirnya semua akan baik-baik saja. Jika aku hanya menunggu, waktu itu pasti akan datang …… Aku selalu percaya itu]

[Subaru: Tapi ……]

Melihat ke bawah pada lembaran-lembaran yang terinjak di bawah kakinya, Subaru bisa merasakan kekejaman dari putihnya kertas itu. Seakan merasakan arti tatapan Subaru, Beatrice mengangguk.
Sebenarnya, sebelum dia menyadari itu, Kitab yang dimaksudkan untuk menjadi suar harapannya, telah――

[Beatrice: Setiap hari, memeriksa dari waktu ke waktu, petunjuknya tidak berubah …… sampai waktu yang dihabiskan untuk memeriksa pun terlalu menyakitkan]

[Subaru: …………]

[Beatrice: Sudah berapa kali aku memimpikan kata-kata baru yang akan muncul di halaman akhir. Berkali-kali, aku membayangkan hari ketika “orang itu” akan datang mengunjungi Betty, ketika aku akhirnya akan memenuhi peran yang diberikan kepadaku]

[Subaru: …… Beatrice]

[Beatrice: Bukan berarti Keluarga Mathers tidak memiliki tamu. Banyak manusia telah mengunjungi Perpustakaan Terlarang Betty, dan banyak yang telah menyentuh pintu Perpustakaan Terlarang …… tetapi setiap kali itu terjadi, hati Betty merasa dikhianati]

Dan orang yang membuka pintu itu bukan “orang itu”.
Berkali-kali, dia kecewa, dan berkali-kali, harapannya pupus. Berulang kali, harapannya yang dikhianati pasti telah melemahkan hatinya sampai matanya ditutupi oleh rasa kekecewaan.

Berkali-kali, harapan Beatrice pupus. Dan sekarang, bahkan harapan itu pun hilang. Dia tidak bisa lagi menahan rasa sakit karena terangkat dari jangkauan harapannya, hanya untuk dihempaskan ke tanah sekali lagi.
Itu wajar bahwa hatinya, yang telah mengalaminya berulang kali, akan mulai tercabik-cabik

[Beatrice: Sejak saat itu, aku menyadari …… atau mungkin, aku telah menyadarinya sejak lama.]

[Subaru: Menyadari apa?]

[Beatrice: Kitab tidak akan pernah menunjukkan petunjuk lainnya kepada Betty lagi]

Beatrice duduk bersimpu, dan mengambil sampul Kitab yang jatuh. Kosong karena kehilangan halaman-halamannya, yang pengikatannya terlihat sangat longgar.
Mengangkatnya, memegang dengan jari-jarinya di atas sampul itu, dan mengatakannya lagi, [Apakah kau tahu?],

[Beatrice: Bahwa Kitab mencatat masa depan pemiliknya? Semakin pemiliknya menghilang dari ingatan dunia, maka semakin jelas pula detailnya]

[Subaru: Ingatan dunia ……?]

[Beatrice: Ya, Ingatan Dunia. ――Bukan hanya mengenal dunia yang sekarang dan yang telah berlalu, tetapi juga masa depan yang akan datang. Ini adalah buku terlarang yang menarik informasi yang diperlukan dari Kitab Kebijaksanaan. Sedangkan Kitab hanya mewarisi sebagian dari fungsinya]

Echidona sendiri telah menyebut Kitab Kebijaksanaan dengan sebutan “Kenangan Dunia”.
Memang, tidak diragukan lagi bahwa ada beberapa hubungan dekat antara Echidona dan Beatrice. Di sana, Beatrice mengangkat tali pembatas berwarna hitam, seolah-olah untuk menunjukkannya kepada Subaru,

[Beatrice: Dan menurutku, kitab palsu yang dimiliki Pemuja Penyihir bekerja dengan prinsip yang sama. Meskipun keakuratannya lah yang menandai perbedaan mereka, algoritme mereka didasarkan pada yang satu ini]

[Subaru: …… Bagaimana mungkin teknologi ini bocor setelah kematian Echidona? Bukankah kau dan Roswaal hanya memiliki dua Kitab?]

[Beatrice: Siapa yang tahu. Aku tidak terlalu peduli. Siapa pun yang membuat salinan palsu ini, dan siapa pun yang mereka berikan, itu tidak ada hubungannya dengan Betty]

[Subaru: Lalu kenapa kau mendukung Pemuja Penyihir?]

[Beatrice: Karena ada sesuatu yang harus aku lakukan dengan Kitab para Pemuja Penyihir. Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan]

Tidak terpengaruh oleh ucapan Subaru, Beatrice menjawab dengan tenang. Kemudian, dia bertanya kepadanya, [Bukankah kau memiliki Kitab Pemuja Penyihir itu sendiri ?].

Subaru mengangguk sebagai balasan.

[Subaru: Aku tidak memilikinya sekarang. Aku membawanya ke Tempat Suci, dan aman di sana untuk saat ini. Adapun yang kami ambil dari Pemuja Penyihir lainnya, kami menyerahkannya kepada orang yang lebih mampu]

Satu-satunya Kitab yang dimiliki Subaru adalah milik Petelgeuse.
Sebagian besar Kitab lainnya, yang dimiliki oleh jari-jari Petelgeuse, telah dihancurkan oleh para Pemuja di saat-saat terakhir mereka, sementara beberapa yang berhasil mereka selamatkan diserahkan ke kamp Crusch untuk ditangani dengan tepat.
Bahkan, jika semuanya berjalan sesuai rencana, mereka seharusnya membawa Roswaal dari Tempat Suci dan bertemu dengan kamp Crusch dan Anastasia untuk membagi rampasan kemenangan mereka atas Petelgeuse dan Paus Putih.

[Beatrice: Sudahkah kau memeriksa isinya ?]

[Subaru: Itu … aku tidak tahu caranya, tapi tiba-tiba aku bisa membacanya. Aku hampir tidak bisa melihat tulisan cakar ayam itu, tetapi pada dasarnya itu adalah informasi yang terperinci. Hanya saja …… bagiku itu lebih mirip buku perintah daripada buku ramalan]

Subaru mengingat isi Kitab yang kemungkinan besar telah terbaca akibat pengaruh Echidona.
Sebagian besar teks dalam Kitab Petelgeuse’s hanya mencantumkan kemana Petelgeuse harus pergi dan apa yang harus dilakukan Petelgeuse. Apa yang akan terjadi sesudahnya, itu menghilang sepenuhnya dan bagaimana perintah itu harus dilakukan, itu terserah pada pemiliknya.

Jadi, daripada sebuah buku ramalan yang sangat tepat, Kitab Pemuja Penyihir lebih dekat kepada buku petunjuk ke masa depan―― dan tidak lebih dari itu.

[Subaru: Jika mereka bisa memprediksi masa depan dengan sempurna, tidak akan ada yang bisa kita lakukan untuk menghentikan mereka. Jadi aku kira, itu sebabnya mengapa mereka dianggap tidak sempurna]

[Beatrice: Betty tidak tertarik dengan isinya. Apa yang perlu aku ketahui adalah apakah itu mencatat tentang kelalaian pemiliknya.]

[Subaru: ――Kelalaian … itu tidak seperti yang aku sebut]

Sejauh yang diketahui Subaru, di halaman terakhir Kitab Petelgeuse,
―― Selain kata-kata “AKHIR” yang telah ditulis Subaru dengan darahnya sendiri, halaman terakhir dari kitab adalah bagian yang singkat:

“Pergilah ke wilayah Mathers, bawa si Setengah-Penyihir berambut perak ke Pengadilan”

Kalimat yang singkat itu tidak memberi Petelgeuse petunjuk apapun terhadap apa yang akan terjadi sebelum atau sesudahnya.
Memang, jika itu adalah masa depan seperti yang dapat diungkapkan oleh Kitab, itu sama sekali tidak cocok dengan Return by Death Subaru.

[Beatrice: ――Itulah yang aku pikirkan]

Mendengarkan penjelasan Subaru tentang apa yang dia ketahui, Beatrice hanya mengangguk seakan setuju. Kemudian, dia memutar sampul kosong yang ada di tangannya,

[Beatrice: Apakah ada yang muncul dalam Kitab setelah itu?]

[Subaru: …… Tidak, aku rasa tidak. Setidaknya, ketika terakhir kali aku memeriksanya, halaman terakhir masih merupakan tugas akhir dari pemilik. Selain itu, tidak mungkin sesuatu akan muncul setelah itu, karena …]

Tepat ketika dia hendak mengatakannya, Subaru tiba-tiba merasakan kata-kata itu tersendat di tenggorokannya. Dan kemudian, apakah dia sadar mengapa Beatrice mengajukan pertanyaan itu.
Dia mengangkat wajahnya, dan melihat bahwa Beatrice sedikit tersenyum.
Sudah berapa kali selama pertemuan singkat ini dia melihatnya dengan senyum hampa dan menyedihkan ?

[Beatrice: ――Kitab berhenti menulis, karena di sanalah masa depan pemiliknya berakhir]

[Subaru: T-tidak, lagipula kau tidak sama sepertinya ……]

[Beatrice: Itu sama. Fakta bahwa Kitab berhenti memberitahukan masa depan itu berarti bahkan jika aku ada untuk saat ini, menurutku sama seperti tidak ada. ―― Dapatkah kau menyangkal itu ?]

[Subaru: Tidak! Kau sa――!]

Keberatannya yang keras tiba-tiba berhenti di hadapan tatapan Beatrice yang diam. Dia tidak membutuhkan hiburan seperti itu. Karena, di dalam hatinya, dia sudah tahu jawaban atas pertanyaannya.
Menggertakkan giginya begitu keras hingga mungkin saja akan pecah, darah mengalir dari sudut bibir Subaru,

[Subaru: Kenapa .. kau…… melakukan ini!]

[Beatrice: …………]

[Subaru: Jangan hanya membuat keputusan sendiri! Siapa pun akan menyusuri jalan itu ketika mereka ingin menghilangkan permasalahan ! Ketika kau terjebak merasa seperti tidak ada cara lain …… kau hanya akan berpikir bahwa hal yang paling mengerikan yang kau lihat adalah kenyataan!]

Setelah kesulitan yang tak terhitung jumlahnya dan kesedihan yang tak terhitung jumlahnya muncul karena ketidakberdayaannya sendiri, itulah yang Subaru telah pelajari.
Ketika dihadapkan kepada banyaknya kesulitan dan rintangan yang tak dapat diatasi, dunia bisa tampak seperti dinding.
Bahkan jika memaksa untuk mengatasinya sendirian, Kau akan merasa bahwa itu hitam dan jari-jarimu yang menyedihkan menahan perasaanmu yang menyendiri.

Itu sebabnya,

[Subaru: Jika itu sakit, dan kau merasa ingin mengubahnya … maka katakan saja. Katakan saja pada seseorang yang akan mendengarkan. Katakan saja kau ingin bantuan dan kau merasa sedih …… bahkan jika itu aku!].

Tak berdaya dan terjebak dalam takdir yang buntu, berkubang dalam keputusasaan, kau tidak dapat memanjat keluar dengan kekuatanmu sendiri, ketika kau merasa seperti sendirian, kau hanya perlu melihat kesekitarmu.
Kemudian, untuk pertama kalinya, kau akan melihat uluran tangan.
Ketika kau menerima tangan itu, dan merasakan kekuatannya yang menarikmu, kemudian, kau akan sadar,

――Tidak ada alasan untuk menyerah.

[Subaru: Sudah berapa kali, kau melakukannya untukku …… jadi kali ini biarkan aku melakukannya untukmu ……!]

[Beatrice: …… Aku ingin kau … melakukannya]

[Subaru: Ya …… itu benar, bilang saja]

[Beatrice: Aku ingin kau membantuku ……]

[Subaru: Ya! Nah begitu, benar begitu! Jika kau meminta, aku akan …]

[Beatrice: Aku sedih, dan itu menyakitkan ……. Betty, ingin diselamatkan dari kegelapan ini ……]

[Subaru: Ya, serahkan saja padaku――]

Jari kecil yang gemetar mengulurkan tangannya ke Subaru.
Didorong oleh emosi yang meluap di dadanya, Subaru pun mengulurkan tangannya.

Dia benar-benar sudah melupakan alasan dia datang kemari.
Dia seharusnya mencari jalan keluar dari kebuntuan dan meminta bantuan Beatrice. Jika ada yang membantunya, dia berharap itu adalah dirinya.
Tapi semua itu lenyap ketika dia melihat kesedihan dan kegelapan di dalam hatinya. Hanya dorongan untuk menyelamatkan seorang gadis dari kesepiannya yang terus mendorongnya untuk maju.
Mengulurkan tangannya berarti mengambil beban yang tak pernah bisa dia lepaskan. Mengabaikan beban yang sudah ada di pundaknya, Natsuki Subaru memilih untuk merangkul satu lagi beban yang mustahil dipikulnya.
Tapi dia tidak keberatan. Karena,

[Beatrice: ――――]

――Bagaimana bisa dia meninggalkan seorang gadis yang menatapnya dengan mata yang penuh ragu itu?

Beatrice telah meminta bantuannya.
Permintaannya menimbulkan perasaan yang tak dapat ditahan, tak tertahankan. Dia tidak tahu mengapa. Tapi bukan itu masalahnya. Karena ada jeritan didalam jiwanya:
Bantu dia. Selamatkan dia. Karena bagimu, dia adalah …

[Subaru: Aku pasti akan–]

[Beatrice: Kalau begitu ……]

Mengulurkan tangannya, ujung jarinya menyentuh Subaru.
Dia menggenggam jari-jarinya yang mungil dan membungkus jari-jarinya dengan telapak tangannya.
Menatap ke mata Beatrice, dia melihat bayangannya dari mata yang berair itu. Dan di sana, saat dia menyaksikan jatuhnya air,

[Beatrice: ――Aku ingin kau membunuh Betty]

―― Seolah mengatakan “Aku tidak meminta pertolongan seperti itu”, dia melepaskan tangan Subaru.

※ ※ ※ ※ ※ ※ ※ ※ ※ ※ ※ ※ ※

Kenapa?. Pertanyaan itu mengerang di tenggorokan Subaru ketika dia menarik napasnya.
Melihat tangan yang gemetar, dan dengan tangannya, yang tidak menggenggam apa-apa, Subaru menatap kembali Beatrice, dan ingin bertanya kenapa.

[Subaru: ――――]

Tapi kata-kata itu tidak muncul, karena dia bisa melihat di mata Beatrice bahwa itu jauh, jauh, terlalu jauh—- sudah terlambat untuk kembali dari itu.

[Beatrice: Empat ratus tahun …… aku menyendiri]

[Subaru: B-Beatri ……]

[Beatrice: “Orang itu” yang seharusnya datang, tidak kunjung datang, dan aku sudah menghabiskan empat ratus tahun sendirian di sini]

Dia tidak bisa mengalihkan pandangannya dari mata Beatrice.
Dan bahkan memanggil namanya saja membuatnya ragu.

[Beatrice: Aku tidak tahu berapa kali aku berpikir untuk mengabaikannya. Atau berapa kali aku berdoa, agar aku bisa melupakan segalanya. Itu mungkin ratusan, ribuan, puluhan ribu, ratusan juta atau lebih, tapi itu masih belum cukup ……]

Di ruangan yang redup dan sempit ini, berapa lama Beatrice menghabiskan waktu dalam kesendiriannya?
Sambil memeluk lututnya, duduk diatas anak tangganya, dia terus menunggu seseorang yang bahkan wajah dan namanya dia tidak tahu.
Sebuah lautan buku yang menjangkau sejauh mata memandang – bahkan jika dia membaca setiap buku dilautan itu, dia masih tidak akan melihat kedatangan yang ditunggu-tunggunya, sementara buku yang mengungkapkan masa depannya tidak memberikan petunjuk apa-apa kepadanya.
Sudah berapa kali kesepian itu membunuh hati gadis ini?

[Beatrice: Aku ingin diselamatkan ……? Aku ingin jalan keluar ……?]

[Subaru: ――a]

[Beatrice: Apa kau tahu sudah berapa ratusan kali … … pikiran itu melintas dipikiran Betty? Apakah kau pikir Betty menyerah begitu saja tanpa mempertimbangkan hal-hal seperti itu?]

Kata-katanya yang pelan secara perlahan semakin kencang.
Tekanan itu kembali pada Subaru. Tenggorokannya terbungkam, semangatnya yang membara hilang dalam sekejap, dan anggota tubuhnya terasa berat seperti timah.
Baik itu untuk mendekati gadis yang ada di depannya, ataupun untuk berbalik dan melarikan diri, tidak ada yang bisa dia lakukan.

[Beatrice: Apa kau berpikir bahwa dengan mengulurkan tangan ke dalam kegelapan, kau dapat menarik Betty keluar? Apa kau pikir kau dapat memberikan Betty jawaban atas kebuntuan tiada akhir ini?]

[Subaru: …………]

[Beatrice: Jika kau …… benar-benar bisa melakukannya …… lalu kenapa …… kenapa]

Dia menundukkan kepalanya, dan kata-katanya diselingi isak tangis.
Tidak dapat melihat ekspresi Beatrice, Subaru merasa hatinya diliputi kegelapan yang kelam. Dia tidak bisa merasakan tanah di bawah kakinya, seolah dia telah kehilangan arah menuju Beatrice meskipun dia cukup dekat untuk disentuh.
Ketakutan dan keraguan menguasai dirinya, dan melalui keheningan itu, Beatrice mendongak sekali lagi.
Menatap ke matanya, dia membuka mulutnya, gigi-giginya yang terlihat,

[Beatrice: ――Lalu kenapa kau meninggalkan Betty di sini selama empat ratus tahun, sendirian !?]

[Subaru: ―――― hg]

[Beatrice: Sendirian! Selalu! Selalu, Betty selalu sendirian, menunggu waktu yang tidak berarti ini terus berlalu! Aku kesepian! Aku takut! Aku ditinggalkan, tidak dapat memenuhi tujuanku, tidak bisa memenuhi janjiku, bahkan tidak dapat membusuk dengan berlalunya waktu …… Aku harus menghabiskan keabadian ini sendirian di sini, yang sudah aku sadari!]

Air mata seukuran jagung mulai jatuh dari matanya.
Tetesan besar yang menetes di pipinya, dan mengalir dari dagunya ke lantai. Setiap tetes yang jatuh ketanah adalah guncangan luar biasa yang menghantam jantung Subaru, 
[Beatrice: Kau ingin membantuku!? Menyelamatkanku!? Kalau begitu, kenapa kau tidak datang lebih cepat !? Kenapa kau meninggalkan Betty !? Jika kau mengucapkan kata-kata lembut seperti itu sekarang, lalu kenapa kau tidak memegang Betty dari awal !? Kenapa kau melepaskannya !? Kenapa! Kenapa! Kenapa kau meninggalkan Betty sendirian !?]

Kata-katanya seperti belati, seperti api, seperti baja, dan masing-masing meninggalkan luka di hati Subaru. Setiap rasa, dan setiap halnya, setiap ons rasa sakit yang mereka bawa mencabik-cabik Subaru.
Tetapi pernyataan Beatrice terlalu tidak masuk akal.
Empat ratus tahun ―― Sebagian besar waktu yang dihabiskannya sendirian, Subaru tidak bisa berbuat apa-apa dalam hal itu. Subaru baru bertemu dengannya dua bulan yang lalu, dan, untuk memenuhi pernyataan itu, dia sudah pasti terlambat tidak peduli seberapa cepat dia datang kepadanya. Jika dia ingin protes, dia bisa saja mengatakan itu.

Tetapi tidak ada gunanya memprotes, karena siapa yang mungkin bisa membantu?
Apakah itu Beatrice atau Subaru, itu tidak akan membantu siapa pun.
Baru sekarang, Subaru menyadari bagaimana dia mengabaikan gadis itu, dan berapa lama waktu yang telah dilalui gadis bernama Beatrice itu.

Empat ratus tahun. ――Sekitar empat ratus tahun.

Kedengarannya, seperti tidak ada arti dari jumlah itu.
Didalam dunia fiksi fantasi, empat ratus tahun bahkan bukan jumlah yang besar. Bahkan ada cerita dengan hitungan tahun yang lebih konyol, bahkan ada yang mencakup sejarah terbentuknya dunia. Dibandingkan dengan itu, empat ratus tahun bukanlah apa-apa.

Tapi apakah dia idiot? Apakah dia benar-benar idiot? Seberapa bodohnya dia?
Di depan seorang gadis yang telah menghabiskan empat ratus tahun sendirian, merasa bingung terhadap tujuan keberadaannya seperti teka-teki yang tak dapat dijawab, berapa banyak yang bisa ia pahami dari tiga kata yang sederhana itu? Berapa banyak yang bisa dia mengerti? Berapa banyak yang dia rasakan?
Dan seberapa banyak ucapan lembut Subaru dapat menyembuhkan empat ratus tahun kesepiannya?

[Beatrice: Meminta pertolongan …… menginginkan perubahan …… keinginan itu sudah layu dalam empat ratus tahun itu ……]

[Subaru: …………]

[Beatrice: Apakah kau pikir kau adalah satu-satunya orang yang mencoba membawa Betty pergi? Betty adalah Roh Tingkat Tinggi. Dalam hal kekuatan, tak terhitung jumlahnya manusia yang berusaha membawa Betty dari tempat ini]

Itu adalah pertama kalinya dia mendengar tentang ini. Bahwa ada manusia yang mencoba membuat Beatrice meninggalkan Perpustakaan Terlarang, sama seperti Subaru. Mengenai apakah mereka berhasil, kehadirannya di sini sudah cukup untuk menjawabnya.
Melihat Beatrice memperhatikannya dengan tatapannya yang sayu, Subaru dengan cepat menggelengkan kepalanya,

[Subaru: J-jangan samakan aku dengan orang-orang itu! Aku hanya ingin ……]

[Beatrice: Sama sepertimu, ada juga orang-orang di antara mereka yang tidak peduli dengan kekuatan Betty, yang hanya ingin menyelamatkan seseorang yang ada dihadapan mereka … naif seperti yang diduga]

[Subaru: ――――]

[Beatrice: Tapi tidak satupun dari mereka yang bisa membawa Betty keluar dari tempat ini. Itu wajar saja.]

“Lagipula”, Beatrice menghela nafas dengan lembut, lalu tersenyum samar

[Beatrice: Kontrak yang mengikat Betty ke tempat ini tidak dapat dihilangkan oleh keyakinan yang setengah matang. Kontrak yang mengikat Betty pada tugas yang dibebankan selama empat ratus tahun …… tidak mudah dipatahkan hanya oleh keinginan manusia belaka]

[Subaru: Kalau begitu … apa yang harus aku …]

[Beatrice: ――Prioritaskan Betty di atas segalanya]

Kata-kata yang diucapkannya sangat tenang, namun sangat tajam.
Sangat tajam sehingga mereka seperti jarum yang tertusuk ke dalam gendang telinga Subaru.

[Subaru: Ap,a ……?]

[Beatrice: Prioritaskan Betty di atas segalanya. Mendahulukan Betty. Memilih Betty diatas segalanya. Dan dengan begitulah akan menimpa kontraknya. Mengakhirinya. Dan menghapus keberadaannya. Bawa Betty dari sini. Tuntun aku dengan tanganmu. Dan memelukku]

[Subaru: ――――]

[Beatrice: Itu adalah sesuatu yang kau tidak akan pernah bisa]

Itulah harapan Beatrice yang sesungguhnya, putus asa, dan juga tulus.
Permintaan yang terlalu berat, dan tidak mudah untuk dikabulkan.

[Beatrice: Kau telah memilih siapa yang paling utama di hatimu. Entah itu gadis berambut perak, atau pelayan dengan rambut biru …… bagaimanapun, kau tidak akan pernah membuang dua orang itu dan menaruh Betty di atas mereka. Itu tidak mungkin]

[Subaru: Emilia …… Rem ……]

[Beatrice: Kontraknya mutlak. Sepenuhnya Mutlak. Selain dengan memenuhi persyaratannya, itu tidak mungkin untuk menukar kontrak yang disegel tanpa membayar dengan harga yang sepadan. Betty tidak percaya bahwa janji itu akan ditepati. Jadi, satu-satunya cara untuk lepas selain dengan memenuhi kontrak adalah ……!]

Saat menyebutkan kedua gadis itu, seolah-olah sesuatu yang keras telah menyerang hati Subaru.
Setiap kali dia memikirkan mereka, hati Subaru akan berdetak, menjerit, dan meluap. Itu sudah menjadi jawaban kekal yang terukir di jiwanya.

[Beatrice: Jadi, hancurkan kontrak Betty …… dan hancurkan tubuh tak berguna ini melalui arus waktu yang tidak berarti ini ……]

[Subaru: Kontrakmu …… apa itu sangat penting bagimu? Jika kau sangat membencinya …… tidak bisakah kau sendiri yang mengubahnya ……?]

Tidak dapat menjawabnya, dia tidak tahu harus berkata apa kepada Beatrice.
Maka, Subaru mengambil pendekatan pengecut dan memilih untuk mengalihkan pertanyaannya.
Pada saat itu, warna dari kekecewaan berkelip di seluruh mata Beatrice. Dan Subaru segera menyadari bahwa dia telah melakukan kesalahan fatal.

[Beatrice: Itu adalah … alasan Betty untuk hidup]

[Subaru: Kontrak ……?]

[Beatrice: Betty lahir karena kontrak ini, dan hidup untuk kontrak ini. Itu adalah tugas yang diberikan ketika kelahiranku, sebuah kontrak yang tidak dapat aku penuhi selama hidupku …… dan kau ingin aku dengan egois menghancurkannya …… apa itu yang ingin kau katakan?]

[Subaru: Itu tidak egois sama sekali! Kau sudah mencoba yang terbaik selama empat ratus tahun, bukan? Siapa yang bisa menyalahkan dirimu ketika kau tetap setia pada janjimu yang begitu lama !? Siapa yang berhak? Kau sudah cukup melakukannya ……!]

[Beatrice: Dan tidak menyelesaikan apapun! Jika aku membuang tujuan keberadaanku dan alasan aku dilahirkan, apa alasanku untuk hidup !? Tidak ada yang akan menyalahkanku !? Betty akan menyalahkan diri sendiri! Roh Beatrice tidak akan pernah memaafkan cara hidup yang pengecut seperti itu !!]

Subaru menghentakkan kakinya yang gemetar dan meraih gadis kecil itu di pundaknya, lalu berteriak. Tapi gadis itu mendongak dan berteriak kembali dengan lebih keras, lalu melepaskan diri. Kekuatan gadis kecil yang lemah itu mendorong tubuh Subaru ke belakang.
Tidak berdaya. Apa yang dia maksud? Dia tidak mengerti apa yang telah dilihatnya.

[Beatrice: Bagi Roh, kontrak adalah mutlak! Sebuah kontrak yang disegel antara kontraktor dan roh adalah hal yang paling penting! Itu sama dengan Nii-cha! Menurutmu kenapa dia memprioritaskan gadis berambut perak itu di atas segalanya! Dia menempatkannya di atas segalanya! Dia mencintainya di atas segalanya! Antara Betty dan gadis itu, dia tidak akan berpikir dua kali untuk memilihnya! Bahkan Nii-cha tidak akan pernah memprioritaskan Betty lebih dulu!]

Sebagai sesama roh, tidak ada yang lebih dekat dengan Beatrice daripada Puck.
Itu adalah persahabatan yang telah berkembang lebih dari empat ratus tahun yang memiliki kelompok masing-masing, yang jauh melampaui apa yang dapat ditangani oleh siklus hidup manusia.
Apa yang Beatrice pikirkan tentang Puck? Dan apa yang Puck pikirkan tentang Beatrice? Subaru tidak yakin.
Tetapi Beatrice sendiri sudah memiliki jawaban atas pertanyaan itu.

Beatrice memiliki lebih dari cukup waktu untuk merenungkan jawabannya.

Terengah-engah, bahunya gemetar, bahkan rambut ikalnya yang rapi menjadi acak-acakan. Tetesan air mata sebesar biji jagung muncul di matanya yang besar dan bulat, dan bibirnya yang gemetar masih mengulang pernyataan yang putus asa itu.
Begitu kecil, dia hanya seorang anak kecil, pikir Subaru.
Bagaimana mungkin ada orang yang akan meninggalkan gadis kecil seperti itu?

[Beatrice: Kau …… bukan orang yang disebutkan dalam kontrak. Aku tahu itu ……]

[Subaru: ――――]

[Beatrice: Tapi bisakah kau menjadi “orang itu” untukku? Atau, jika tidak menjadi orang itu, maka bisakah kau gunakan cara lain untuk menyelamatkan Betty?]

[Subaru: ――――]

Jawabannya tidak muncul.
Dia tidak bisa berjanji, atau secara impulsif menolaknya.

Dalam waktu singkat yang dihabiskannya di sini, Subaru berhasil memahami hanya sebagian kecil dari misteri yang disebut Beatrice.

Namun, jika dia benar-benar memahami kesepiannya, dia harus melewati empat ratus tahun dalam kesendirian seperti yang dirasakannya.
Tapi sesuatu seperti itu pada dasarnya mustahil bagi manusia. Penderitaan, kesepian, dan kesedihannya terlalu jauh di luar jangkauan Subaru.

[Beatrice: Betty tahu lebih baik dari siapapun betapa tidak mungkinnya itu]

[Subaru: Beatrice ……]

[Beatrice: Jadi tolong, bunuh Betty. Dengan tanganmu sendiri. Bunuh diri adalah pelanggaran terhadap kontrak, jadi roh dilarang untuk melakukannya. Jadi, bunuh diri adalah sesuatu yang tidak bisa aku lakukan]

[Subaru: Tapi kenapa … aku ……?]

Mengulurkan tangannya, Beatrice memohon sekali lagi.
Ragu-ragu mengulurkan tangannya dan takut bahwa dia mungkin menuruti permintaannya, Subaru menutupi wajahnya dengan telapak tangannya,

[Subaru: Kematianmu, akhir dari empat ratus tahun … kenapa kau menyerahkannya padaku ……?]

[Beatrice: Kenapa ……]

Sambil menangis, merengek, mengelak, Beatrice bisa saja menghindari pertanyaan Subaru. Tapi dia memilih untuk tidak melakukannya.
Seakan dia sendiri tidak tahu alasannya, dia sedikit memiringkan kepalanya.
Dan setelah keheningan sejenak, dia perlahan mengangguk.

[Beatrice: ――Ya, aku pikir aku tahu]

[Subaru: …………]

[Beatrice: Betty … ingin menyerahkan kematian ini padamu …… karena]

Jika dia mendengarkan jawabannya, dia tidak akan bisa lari.
Dia yakin tentang itu. Dia mengangkat kepalanya. Jika dia tidak menyumbat telinganya dan menolak untuk mendengarkan jawabannya, kecuali dia memegang mulutnya dan mencegahnya untuk berbicara――
Namun dia terlambat. Dia tahu bahwa itu terlambat. Tidak mungkin dia bisa menghentikannya sekarang.

Bibir Beatrice akan mengungkapkan jawabannya.
Dan, pada saat itu――

[???: Maaf mengganggu kalian ketika berada di tengah-tengah percakapan]

Mendengar suara yang seharusnya tidak dia dengar, rasa dingin mengalir di tulang punggung Subaru saat dia berbalik dari tempatnya berdiri.
Dan di sana, dia melihatnya.

[???: ――Bagaimana jika diriku menjadi “orang itu” untukmu?]

Memegang dua pisau Kukri yang bermandikan darah, seorang pembunuh dengan aura yang hitam pekat berdiri di ambang pintu.

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded