The New Gate Volume 8 Chapter 1 Part 3 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
  • Translator : Lyle
  • Editor : Scraba

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Suruh Mbak Google Baca”]

“Hmh…”

Kedua wanita terbangun sekitar 2 jam kemudian.

Karin bangun lebih dulu, lalu Kanade beberapa saat kemudian.

Mungkin karena tubuh mereka telah puas beristirahat, atau karena efek peralatan yang mereka pakai, kondisi mereka sudah sangat membaik.

“Aku mengucapkan terima kasih sepenuh hatiku karena telah menyelamatkan hidup nyonyaku.”

“Aku juga. Jika Kau tidak ada di sana, kami sudah pasti tidur di antara ikan dan rumput laut.”

“Itu akan terasa buruk bagiku jika meninggalkan kalian, itu saja. Daripada itu, sudah hampir waktunya makan malam.”

Keduanya telah menundukkan kepala mereka sebagai ucapan terima kasih, tetapi Shin menjawab bahwa kesopanan yang berlebihan seperti itu tidak diperlukan, dan menyerahkan pada mereka mangkok besar sebagai gantinya.

Dia membuat beberapa rebusan ketika mereka sedang tidur. Itu buatan yang sederhana – dia hanya memotong bahan dan membiarkannya mendidih didalam wajan yang dia wujudkan dari kartunya.

“Izinkan aku mengucapkan terima kasih sekali lagi..”

“Dan ini juga sangat lezat. Aku merasa seluruh tubuhku semakin hangat.”

“Ini hidangan sederhana, aku hanya memotong bahannya, merebusnya, dan memasukkan beberapa bumbu.”

Sambil mengatakan itu, Shin menuangkan lagi semangkuk makanan lainnya. Yuzuha, tentu saja dia juga mendapat bagiannya juga.

Kedua wanita itu terkejut pada awalnya oleh kehadiran Yuzuha, tetapi mengerti ketika Shin menjelaskan bahwa dia bisa memanggilnya karena mereka terikat kontrak. Rupanya, pengguna teknik serupa juga ada di Hinomoto.

Setelah makan, mereka memutuskan untuk berbicara sebentar sebelum tidur.

“Pertama, besok kita akan melihat apakah kita bisa menemukan tempat tinggal atau semacamnya di sekitar sini, benar?”

“Benar. Tanpa mengetahui di mana kita berada, kita tidak bisa memutuskan ke mana harus pergi.”

“Ah, setidaknya aku tahu di kerajaan mana kita berada.”

Shin menyela pembicaraan wanita itu. Dia telah melihat gunung tertentu ketika dia keluar dari gua.

“Apakah begitu. Beritahu kami, di mana kita sekarang? ”

“Hinomoto, tanah airmu.”

“Tuan Shin. Bolehkah aku bertanya bagaimana kau tahu? “

“Ketika aku pergi ke luar, aku melihat Gunung Suci Fuji. Bukankah itu simbol Hinomoto?”

Shin, yang telah mendengar informasi ini di Balmel, langsung mengerti di mana mereka berada.

Gunung Suci Fuji adalah peta yang ditambahkan pada pembaruan ke-5, “Banquet of Blades”. Itu telah direproduksi dengan presisi sedemikian rupa sehingga hampir identik dengan gunung Fuji yang asli, jadi Shin mengerti sekilas bahwa apa yang dilihatnya adalah gunung Fuji.

“Memang benar. Dalam kasus seperti itu, kita dapat memiliki gambaran kasar tentang lokasi kita saat ini?”

“Iya. Jika kita berada di Hinomoto, kita dapat menemukan jalan kembali.”

Shin berpikir untuk menuju kota pelabuhan tertentu dan bertemu dengan Schnee dan yang lainnya.

Peralatan Kanade dan Karin tidak hilang, jadi mereka tidak perlu ditemani.

“Sekarang kita punya tujuan, ada sesuatu yang harus aku tanyakan, Nona Kanade.”

Sambil memikirkan Yuzuha, Shin memutuskan untuk menanyakan pertanyaan itu segera.

“Apa itu?”

“Kenapa kau melompat turun dari kapal? Aku yakin kau tahu itu akan menempatkanmu dalam bahaya yang mematikan.”

Shin punya beberapa teori tentang alasannya, tapi itu tidak lebih hanyalah teori.

Kanade tampak ragu-ragu, tetapi berpikir bahwa dia tidak bisa berdiam diri saja, jadi dia dengan gugup mulai berbicara.

“Sebenarnya, obat yang kami dapatkan untuk kakak perempuanku telah dihempaskan oleh angin. Aku selalu menyimpannya denganku agar tidak kehilangannya, tetapi itu terbukti merupakan kegagalanku… Aku berhutang budi pada kalian berdua.”

Mengatakan demikian, Kanade menunduk ke arah Shin dan Karin. Dia tahu itu berbahaya, tetapi bukan berarti dapat bergerak tanpa berpikir seperti itu.

“Meski begitu, pada akhirnya hanya ini yang tersisa.”
Apa yang Kanade pegang adalah daun berwarna hijau dengan sedikit merah.

Nama tanaman itu adalah “Mimic Dead Snake Grass”. Seperti namanya, itu adalah tanaman yang terlihat sangat mirip “Dead Snake Grass”, tetapi itu adalah spesies yang sama sekali berbeda.

Shin telah melihat nama tanaman yang ditampilkan melalui 【Appraisal】 dan merasakan ada sesuatu yang salah, tetapi merasa ingin mendengar langsung darinya, jadi dia mendesak Kanade untuk melanjutkan.

“Kau pasti tahu bahwa kakak perempuanku terjangkit penyakit unik. Dia tidak punya banyak waktu lagi. Ramuan obat ini dapat secara khusus menyembuhkannya, tetapi tidak dapat ditemukan di kerajaan kami, dan juga tidak ada pedagang yang memilikinya. Tapi akhirnya kami berhasil mendapatkan beberapa.”

Penyakit unik, obat khusus, Dead Snake Grass… Shin mencoba membandingkan potongan informasi yang ditemukan dalam percakapan dengan pengetahuan yang dimilikinya.

“Namun, dengan jumlah sebanyak ini hanya bisa memperpanjang sedikit lebih lama jangka hidupnya…”

“Nyonya…”

Karin mencoba menghibur Kanade yang berkecil hati. Pedagang kerajaan juga telah melakukan semua yang mereka bisa.

(Aku pikir aku sudah mendengar tentang ini… sebuah pencarian, mungkin?)

Shin mengambil pose berpikir dan membuka menu melalui kontrol pikiran. Di dalam menu, ia memilih opsi “Riwayat Peristiwa”.

Mode ini memungkinkan Shin untuk menelusuri, secara detail, peristiwa masa lalu yang dia ikuti selama era permainan: konten, hadiah item, dan informasi lainnya.

Di antara mereka, Shin mencari event yang membutuhkan Dead Snake Grass.

(Hanya ada satu… apa aku dapat jackpot?)

Di antara peristiwa yang membutuhkan Dead Snake Grass, hanya satu yang berhubungan dengan penyakit.

Di dalam event guild yang dapat ikut berpartisipasi selama era permainan, hanya ada satu yang melibatkan peristiwa meramu obat untuk seorang penduduk desa.

Itu terutama ditujukan untuk pemain dengan Job alkemis, tapi Shin mengambilnya karena hadiah.

(Sekarang aku tidak yakin apakah aku harus mengatakannya atau tidak.)

Shin melihat detail event dan tersenyum lebar, berhati-hati agar tidak diperhatikan oleh kedua wanita itu.

Jika penyakitnya sama dengan penyakit yang dia periksa dari Mimic Dead Snake Grass Kanade tidak akan berpengaruh sama sekali.

Karena tidak mengetahui gejala dari penyakit kakaknya itu, dia tidak bisa berbicara dengan pelan. Bahkan jika dia berbicara sekarang, dia hanya akan membuat harapan mereka pupus untuk memperpanjang kehidupan kakak Kanade.

“Aku minta maaf atas cerita yang menyedihkan itu. Kita harus tidur untuk persiapan besok. Kami akan berjaga malam ini, jadi silakan pergi dan tidurlah Tuan Shin.”

“Nyonyaku dan aku akan bergiliran berjaga. Silakan beristirahat dengan tenang Tuan Shin.”

“Tidak, aku tidak bisa membiarkanmu…”

“Pasti tidak mudah menarik kami dari laut. Kau pasti juga lelah. Aku jamin, kami lebih terlatih daripada orang biasa, kami tidak akan menyerah hanya karena monster.”

Kanade tersenyum, penuh percaya diri.

Shin tidak terlalu lelah, tetapi menyadari bahwa bahkan jika dia bersikeras mengatakan bahwa dia baik-baik saja, mereka tidak akan yakin, jadi dia memutuskan untuk beristirahat.

Sekitar 20 menit setelah Shin pergi untuk beristirahat, Kanade dan Karin menuju pintu masuk gua.

Shin, yang tetap terjaga berpikir jika ada keadaan darurat, menyadarinya dan memeriksa sekitarnya hanya untuk berjaga-jaga, tetapi tidak merasakan sinyal monster atau semacamnya.

(…seseorang menangis?)

Di malam yang sunyi, kecuali bunyi api unggun, suara seseorang yang menangis mencapai telinganya.

“…tapi kenapa…!!…..sedikit… sedikit lagi dan….itu akan membantu….aku……ini tidak mungkin…”

Itu Kanade.

Dia pasti menyimpan semuanya ketika dia sedang berbicara dengan Shin.

Dia telah meninggalkan rumahnya, kerajaannya, untuk menyelamatkan seseorang… dan tepat ketika dia berpikir dia telah mencapai tujuannya, Gale Serpent menyerang.

Tanpa obat yang cukup untuk menyelamatkan kakak perempuannya, wajar rasanya menangis.

Ditambah lagi, Kanade masih anak-anak. Tidak akan aneh baginya untuk merasa patah hati.

“(Kanade, menangis … sedih?)”

“(Yah, siapa yang tidak…)”

Yuzuha juga sudah dengar. Shin menepuk kepalanya dengan lembut, mengatakan padanya untuk tidak khawatir dan pergi tidur.

(Jika aku bisa…. Membiarkannya sendiri, aku tidak akan khawatir seperti ini…)

Sambil mendesah pada dirinya sendiri karena tidak bisa menenangkan mereka sebagai seseorang yang tidak ada hubungan dengannya, Shin memutuskan untuk membantu dua wanita dari Hinomoto itu.

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded