The New Gate Volume 6 Chapter 2 – Part 3 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
  • Translator : Scraba 

Sementara itu, selain Shin, Schnee dan Lilishila …

Shibaid dan Tiera sedang melakukan touring ke bagian dalam Sigurd.

Namun, itu bukan seolah-olah mereka hanya berjalan-jalan saja.

“Seperti yang diharapkan, ada beberapa Orang Terpilih yang ditempatkan di tempat-tempat utama kota.”

“Apakah begitu?”

“Sepintas kau mungkin tidak melihat mereka, tetapi satu atau dua penjaga yang bertugas jelas di atas rata-rata dalam hal gerakan. Lihatlah keduanya datang kearah kita. Bisakah kau melihat pria di sebelah kanan? ”

“Ya … Um. Mitos Klik. Level 201 … maksudmu dia? “

Tiera menganalisa para penjaga saat dia diberitahu.

Dia hanya bisa menganalisa sebatas nama dan level penjaga.

Fakta bahwa dia tidak bisa melihat lebih jauh lewat ‘ Tingkatannya’ adalah tanda yang jelas bahwa statusnya lebih tinggi. Tetapi sulit bagi Tiera untuk mengatakan apakah itu karena perbedaan level, atau fakta bahwa ia adalah Yang Terpilih (The chosen one).

“…benar-benar mengejutkan. Kau benar-benar dapat melihat itu? “

“Hah? Oh ya. Aku tidak dapat melihat tingkatannya. Apakah aku salah? “

Shibaid tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya pada pengamatan Tiera.

“Tidak. Kau tidak salah. Jangan tersinggung, bukan karena s aku memandang rendah dirimu, tetapi itu mengejutkan bahwa kau, Tiera-dono, dapat memberi tahu kekuatan Yang Terpilih terlepas dari perbedaan levelmu. Aku minta maaf jika aku menyinggungmu. “

“Eh !? Tidak, tidak perlu. Aku ini lemah ketika kau membandingkanku dengan semua orang di sekitarku. “

Tiera menghentikan Shibaid dari meminta maaf.

Tiera sadar bahwa dia kurang mampu daripada yang lain. Dari sudut pandang Shibaid, Tiera dan Yang Terpilih (The chosen one) yang datang kearah mereka memiliki kemampuan yang sama.

Seperti yang Shibaid katakan, bagaimana Tiera bisa membedakan nama dan level Yang Terpilih, bahkan Tiera sendiripun tidak tahu.

“Haruskah kita terus berkeliaran di kota ini?”

“Benar. Aku pikir itu bijaksana jika Sigurd mempetakan. Setelah itu berakhir, bahkan jika mereka melarikan diri dari Palmirack ke pusat kota, kita dapat dengan mudah mengikuti mereka. ”

Mengingat situasi saat ini, satu-satunya cara seseorang bisa melarikan diri dari Shin dan Schnee adalah jika orang itu berteleportasi atau terbang. Untuk berjaga-jaga, perlu untuk mempetakan Sigurd untuk memahami sudut dan celahnya. Karena peta karakter pendukung dapat dibagikan dengan tuannya, dengan Shin di dalam Palmirack dan Shibaid mempetakan kota, mereka dapat mencakup semua Sigurd.

“Seberapa jauh kita?”

“Bisa dikatakan sekitar 10% dari pemetaan sudah selesai. Dibutuhkan sedikit usaha ketika kau menghadapi kota sebesar ini. “

“Apakah ‘pemetaan’ dianggap sebagai skill?”

“Tidak, aku tidak menyebutnya begitu. Meskipun sulit dijelaskan, coba aku lihat. Aku bisa melihat peta yang sedikit transparan di sekelilingku, tapi aku harus menunjukkannya agar kau mengerti. ”

Bagi Tiera, yang tidak memahami elemen game, sulit bahkan membayangkan peta. Ini adalah pengalaman dunia lain untuk mencoba menggambarkan sesuatu yang belum pernah kau lihat.

“Jika aku bisa melakukannya juga, mungkin kita bisa membagi menjadi dua dan tugas akan dilakukan lebih cepat.”

“Itu benar. Selain membuat peta, pengumpulan informasi juga merupakan tujuan kita. ”

Bahkan jika Shin dan Golden Company adalah fokus utama dari plot ini, Tiera dan Shibaid masih memiliki peran sebagai pengumpul informasi.

Selain itu, dengan kemampuan dua karakter kemampuan rendah mereka akan dengan mudah memberikan Shin dan Schnee waktu. Itulah mengapa lebih baik mereka berada di depan umum.

“Shibaid-san. Dimana kita sekarang?”

“Sepertinya kota ini memiliki tata ruang yang rumit. Aku yakin ini adalah strategi pertahanan jika kota ini dikepung. ”

Berbelok di tikungan sudah cukup untuk membawa pejalan kaki ke lingkungan yang benar-benar baru. Toko-toko itu sangat berbeda, dan begitu juga dengan orang-orangnya. Tiera kehilangan pandangannya.

Meskipun indra dalam menentukan arah Tiera berada di sisi yang lebih baik, Sigurd benar-benar menguji kemampuannya.

Dia mempertanyakan bagaimana penduduk setempat dari Sigurd dapat kembali ke rumah mereka.

“Mereka merancang kota ini dengan baik.”

“Kau pikir begitu?”

Bagi Tiera, itu sangat membingungkan sehingga dia menganggap arsitek yang membangun itu orang gila. Atau wanita gila.

“Mungkin sulit bagimu untuk melihat, tetapi ada beberapa koridor rahasia di sana-sini. Aku belum mendapatkan semuanya, dan aku punya firasat baik bahwa mereka semua terhubung ke Palmirack. Aku tahu bahwa Shin telah menyebutkan bagaimana semua gereja memiliki lorong-lorong rahasia. Ini berlaku di atas dan di luar itu. ”

Peta Shibaid juga memperhitungkan rute yang tidak dapat kau lihat dari luar. Jika mereka benar-benar terhubung ke gereja, maka ada beberapa rute pelarian.

“Apakah itu berarti bahwa lebih mudah menyerang dan mempertahankan kota?”

“Benar. Juga mungkin untuk mengobarkan perang dan dengan segera kembali dengan selamat, sebelum musuh memiliki kesempatan untuk membalas. Tata letak kota ini sangat kompleks, juga akan sulit untuk merencanakan langkahmu selanjutnya. Aku yakin itu sebabnya Sigurd dianggap sebagai benteng yang kuat. Taktik gerilya tidak akan bekerja melawan pasukan kota dan Yang Terpilih (The chosen one). ”
[Note : Gerliya (https://id.wikipedia.org/wiki/Gerilya)]

Menurut Shibaid, kota yang tampaknya dibangun di atas kota lain memiliki banyak lapis strategi pertahanan.

Yang paling membingungkan untuk Tiera adalah – berapa banyak serangan yang dilakukan kota ini untuk mengukur keamanan semacam ini untuk ikut andil.

“Siapa yang bisa menyalahkan mereka. Mengingat ‘Dusk of the Majesty’, kerusuhan menjadi sangat buruk yang mereka butuhkan setidaknya adalah rasa aman. Belum lagi, mereka berada di perbatasan dengan negara-negara lain yang terus berusaha memperluas wilayah. Aku yakin mayoritas penduduk kota ini terdiri dari pengungsi perang, veteran perang, dan mereka yang terpaksa mengungsi dari rumah mereka. ”

“Aku mengerti sekarang. Kota ini juga berusaha menjaga penghuninya tetap aman. ”

“Tapi itu cara yang aneh.”
Pemandangan Shibaid terfokus pada sesuatu yang jauh, saat ia mengingat kembali pertempuran pasca ‘Dusk of the Majesty’.

Shibaid sendiri agak bertanggung jawab untuk mengumpulkan para Dragnil terdekat. Dia tidak tahu tentang kekhususan gereja-gereja di sini, tetapi dia bisa membayangkan bahwa itu pasti kesulitan yang serupa.

Kilmont juga berkembang setelah menerima pengungsi.

“Sebagai seseorang yang biasa bersembunyi, aku tidak bisa benar-benar paham dengan perselisihan antar manusia.Tapi ketika datang bencana karena monster, aku telah mengalami itu di Balmel. ”

“Aku yakin hari ini kekhawatiran terbesar mereka adalah pencuri. Aku harap perang besar lain tidak akan terjadi untuk sementara waktu. Itu tidak seperti pertarungan antar monster. ”

Shibaid memiliki aura seseorang yang telah melihat semuanya.

Tiera pernah membunuh seorang pencuri. Berdasarkan suasana hati Shibaid, dia berasumsi bahwa itu tidak bisa dibandingkan dengan apa yang telah dia lalui.

“Yah, ini menyedihkan.”

“Tidak. Aku senang telah mendengarnya. “

Shibaid memiliki beban sebagai seseorang yang selamat dan melihat perang secara langsung.

Itu pasti menyedihkan. Tetapi tidak ada yang lucu atau berharap tentang perang sejak awal.

“… apakah benar-benar ada banyak pengungsi?”

“Tidak. Tapi itu bukan hal yang langka. Dan bahkan ada yang datang ke sini untuk alasan konyol. ”

Shibaid menjawab pertanyaan mendadak Tiera dengan acuh tak acuh.

“Aku telah mendengar seseorang berpindah untuk menghindari sebuah kutukan.”

“!? Errr, kutukan apa itu … ”

“Orang ini telah dikutuk untuk menarik para monster level tinggi. Hanya ada sedikit dari mereka. Aku belum pernah bertemu orang seperti itu sejak ‘Dusk of the Majesty’. “

Tiera cepat memahami bahwa ada orang lain di luar sana seperti dirinya, dengan gelar ‘anak terkutuk’. Dia mengingat kembali pengalamannya sendiri, dan berpikir tentang betapa sulitnya kehidupan orang itu juga. Shibaid tampaknya tidak menganggap serius masalah ini.

“Apa yang terjadi pada mereka?”

“Oh? Kami meminta orang itu untuk bekerja sama dengan kami untuk menaikkan level prajurit kami. Kami sangat bersyukur. ”

“…Apa?”

Tiera mungkin sudah mendengar yang satu ini.

Percakapan itu bergeser dengan jelas.

“Benar. Ini keadaan yang sulit untuk dicerna. Tetapi tergantung pada pandanganmu, itu bisa sangat berguna. Sebagai imbalan untuk mencoba menemukan obatnya, kami meminta orang ini membantu kami membawa monster. Naik level saat itu adalah proses yang lebih efisien. Para prajurit berteriak dengan senang. “

Tidak. Mereka berteriak karena mereka menjerit.

Itu adalah reaksi awal Tiera.

Lagipula dia adalah pengikut Shin. Dia seharusnya tahu bahwa dia berpikir berbeda dan bertentangan dengan akal sehat.

Tetap saja, lega rasanya mendengar bahwa orang terkutuk itu diperlakukan secara manusiawi. Itu bisa saja salah jalan.

“Aku tahu bahwa kau dan Masterku berasal dari jalan yang sama.”

“Tidak. Tidak sebanyak itu, Schnee itu terlalu baik. “

Shibaid dengan cepat menyangkal, setelah pikirannya mengarah ke rejimen pelatihan keras Schnee.

Tapi dari sudut pandang Tiera, Shibaid sama seperti Schnee karena memaksa orang untuk mengalahkan monster level tinggi.

(Apakah semua orang di dekat Shin seperti ini?)

Ketika dia memikirkan tentang karakter lain yang belum dia temui, dia mulai menaruh perhatian yang lebih dalam.

“Baik. Waktu bermainnya berakhir. Tiera-dono aku minta maaf, tapi di tikungan berikutnya, mari kita membuatnya mengerti. ”

“Sudah waktunya?”

Mereka merendahkan suara mereka.

Tiera langsung mengerti apa yang dimaksudnya.

Tiera cukup sensitif terhadap orang lain yang memandangnya. Tidak butuh waktu lama baginya untuk menyadari bahwa setelah meninggalkan penginapan, seseorang mulai mengikuti mereka.

“Tiera-dono, aku pikir kau adalah target spesifik di sini. Apakah kau tahu alasannya? ”

“Tidak. Ini adalah pertama kalinya aku di Sigurd jadi aku yakin tidak ada yang tahu aku disini. Aku bahkan tidak tahu bahwa banyak orang juga. ”

Sampai saat ini, Tiera telah bersembunyi di Tsuki no Hokora. Selain itu, dia selalu menyamar, jadi dia benar-benar tidak bisa memikirkan mengapa ada orang yang mengejarnya.

Setelah dia selesai mengatakan “Aku bahkan tidak tahu berapa banyak orang …”, dia merasa sedikit kesepian.

“Melalui pendengaran, sepertinya mereka berada di sekitar juga.”

“Aku pikir ada … 4 dari mereka?”

“Tidak, 6, Tiera-dono. Ada 2 yang menjaga cover mereka cukup baik. Aku pikir bahwa 4 adalah kekuatan utama. 2 sisanya seperti cadangan jika sesuatu tidak berjalan seperti yang direncanakan. “

“Aku tidak bisa mengatakannya. Apakah itu skill? ”

“Tidak. Sejujurnya, kemampuan deteksi kutidak terlalu bagus. Aku tidak mungkin bersaing dengan Shin atau Schnee yang jauh didepan. Namun, aku dapat mendeteksi keberadaan. Mereka melakukan pekerjaan yang baik mempertahankan perlindungan, tetapi sangat sulit menyembunyikan niat membunuh. “

Shibaid mampu memahami jumlah orang dalam sebuah party berdasarkan kehadiran, bukan skill. Setelah kau mendapatkan pengalaman yang cukup sebagai seorang prajurit, ini adalah langkah maju yang logis.

Tiera masih tidak memahami jumlah kehadiran yang bisa dimiliki seseorang.

“Mengingat jumlah orang dan kehadiran mereka, aku tidak percaya bahwa mereka adalah pencuri biasa.”

“Benar. Belum lagi bagaimana mereka tampaknya mengincarku. “

Meskipun mereka tidak dapat mengambil kesimpulan bahwa penyerang adalah orang yang membawa Millie, tidak ada salahnya untuk mencari tahu langsung dari pelakunya tentang mengapa mereka menjadi target.

Sedikit informasi dapat membantu pada tahap ini. Jika mereka berasal dari pusat kota, mereka mungkin akan mendapatkan informasi dari mereka.

Keduanya berpura-pura tidak memperhatikan apa-apa, dan dengan santai berbelok di tikungan.

Mereka menemukan lorong yang tidak lebih lebar dari 2 mel.

4 sosok muncul dari belakang, seolah-olah mereka sedang menunggu keduanya berhenti. Tiera berbalik untuk menyadari bahwa 2 orang lainnya datang dari depan.

Mereka sepertinya memanjat tembok dan berputar-putar di atas atap. Mereka jauh lebih gesit dari orang pada umumnya.

“Kita harus menunggu dan melihat dulu.”

“Ya.”

Gang itu gelap meskipun itu tengah hari. Dindingnya cukup tinggi dan ditempatkan pada sudut seperti itu, sehingga akan sulit untuk melihat apa yang terjadi di gang.

Sebenarnya, jalannya begitu terang sehingga sulit untuk melihat ke lorong gelap.

Tiera dan Shibaid berjalan perlahan, karena mereka diserang dari depan dan belakang oleh dua sosok di setiap sisi. Namun, mereka tidak bisa dilihat.

“? Whoa!”

Karena benda mencurigakan sedang menuju Tiera, dia menyipitkan matanya, pisau terlempar ke arahnya.

Namun, Tiera telah mengetahui bahwa ada niat jahat di depan mereka, dan dengan demikian menanggapi pisau yang menghasilkan suara saat memotong udara, dia memegang pedang pendek di tangan kanannya.

Tanpa ragu, Tiera mengandalkan pedang pendeknya dan mengirim pisau yang dilempar itu ke tempat lain.

“Tsk.”

Setelah Tiera mendengar si penyerang tidak puas, dia juga mendengar suara lain, mirip dengan pasir yang dihancurkan di bawah kaki seseorang. Dengan itu, selain itu Tiera bisa melihat sedikit kabut kabut aneh.

“!!”

Dia tidak ketinggalan sedikit pun.

Dia menarik napas dalam-dalam, dan membalas orang yang melempar dengan pisau miliknya. Dia sudah siap di bawah tangan kirinya, semua sambil membawa belati di tangan kanannya.

Pisau yang dibuat Shin untuknya terbuat dari baja dan cukup tajam. Pisau itu langsung menuju ke arah di mana ada sesuatu seperti fatamorgana. Bunyi ketukan kecil terdengar saat pisau menabrak sesuatu.

“Ugh!”

Suara benturan adalah suara paling tenang dibandingkan dengan apa yang akan terjadi. Kau bisa mendengar seseorang mengerang kesakitan dan jatuh ke tanah, menyebabkan debu terbang. Apa yang menjadi fokus yang lebih tajam adalah seorang pria, berbaring di tanah dengan tangan di atas kakinya. Paha celananya berwarna merah tua, di mana pisau itu menembus. Apa yang lebih menarik untuk dilihat adalah pria yang ingin mengecoh tergeletak dibelakang, dengan pisau Shin di punggungnya. Sepertinya pisau itu langsung menembus pahanya!

Tapi, itu tidak menghentikan serangan selanjutnya.

Sebuah ilusi tampak semakin mendekati Tiera.

“Shh!”

“!”

Pedang pendek muncul dari udara tipis.

Tiera melihat bilah pedang itu dari dekat. Dia telah menentukan di mana si pendekar pedang itu dan juga telah menyimpulan bahwa dia pasti seorang tangan kanan.

Dalam sepersekian detik itu, Tiera berhasil menarik pedang pendeknya dan membelah pendekar pedang menjadi dua.

“!”

Itu terdengar jelas bahwa satu-satunya yang tersisa dari empat itu terkejut.

Tiera mengambil langkah menuju pria itu. Dan dengan langkah itu, sihir yang kuat mengalir melalui tubuhnya. Tubuh Tiera mempercepat, kekuatan sihirnya. Dia mengerti di mana lawannya berada dalam hubungannya dengan sekutu-sekutunya, mendekati dia, dan memukulnya dengan tangan kirinya, yang juga diperkuat oleh sihir.

Dia menyerang lebih cepat dari yang bisa dia perkirakan, menembus armornya sampai kulitnyapun merasakan dorongan itu, dan pria itu terjatuh ke tanah.

“Gah.”

Pria itu menarik nafas pendek saat dia kehilangan kesadaran. Tangannya telah menutupi lukanya – yang ada di tengah-tengah perutnya. Itu merupakan pukulan kritis.

“Phew.”

Tiera memastikan bahwa tidak ada yang bangun, saat dia berkeliling untuk memeriksa yang lain yang telah jatuh. Tiera mencoba menenangkan dirinya, saat dia membiarkan lengannya lepas.

Kau bisa melihat Tiera dan lihat bahwa semua statistiknya hanya pada rata-rata. Namun kerusakan yang dia timbulkan tidak mungkin terjadi karena lengannya yang ramping. Namun, ia berhasil menggabungkan sihirnya untuk meningkatkan kekuatan tubuhnya – itu adalah teknik yang menggabungkan aset dari ‘operasi’ seni bela diri yang defensif dan menerapkan Pondasi ‘ activity’ dan ‘alkimia’.

Meskipun tidak akan meningkatkan statistik seseorang secara dramatis, itu cukup untuk menempatkan penekanan pada bagian tubuh tertentu – seperti tangan. Pertempuran jarak dekat ini juga ditingkatkan – sesuatu yang menjadi kelemahan elf.

Schnee telah mengajari Tiera, untuk berjaga-jaga.

“Apa itu.”

Tiera berpaling untuk melihat dua penyerang lainnya, kepala mereka tersangkut di tangan Shibaid. Dia tidak mengurus dua orang di belakang, karena dia tahu tentang mereka. Jadi Tiera berasumsi bahwa Shibaid akan menanganinya. Namun, itu adalah pemandangan untuk dilihat dan tentu saja yang membangkitkan banyak pertanyaan.

Para penyerang sedang berjuang sampai Shibaid meletakkan sedikit lebih banyak kekuatan ke dalam tangannya. Mereka akhirnya kehabisan udara dan kehilangan kesadaran. Itu benar-benar pemandangan yang nyata untuk disaksikan, dengan dua pria dewasa bergelantungan di lengannya.

Tiera mencoba pergi menuju Shibaid, tetapi segera melompat mundur.

“… ada yang mendekat.”

Sebuah pedang tipis melesat melewati kepalanya.

Dia telah mampu memahami bahwa ada orang lain di sekitarnya. Tapi kalau bukan karena fakta bahwa dia sudah melakukan pemanasan dengan para penyerang lainnya, dan bagaimana dia telah diberitahu tentang mereka di kejauhan, mungkin Tiera akan terbunuh pada saat itu.

Tiera dan Shibaid berdua sepakat bahwa jika mereka menemui musuh yang berada di luar level skill Tiera, maka Shibaid akan mengambil alih. Shibaid mungkin bisa melakukan sesuatu untuk Tiera dalam sesaat, dia bukan yang pertama memimpin.

Namun, Tiera tidak ingin menjadi gadis dalam kesusahan.

Dia berbalik ke arah dari mana pedang itu berasal. Dia tidak dapat menemukan pemilik pedang itu. Mengingat bagaimana tidak ada ilusi apa pun, skill perlindungan mereka jauh melebihi yang lain dari rombongan.

(Mereka datang untukku. Tapi aku tidak bisa melihat dari mana!)

Dia tahu bahwa dia akan diserang. Namun, dia benar-benar bingung bagaimana memprediksi langkah mereka.

Dia mencoba melepaskan diri dari itu, ketika dia mulai bergerak ketika tiba-tiba, sebuah lengan merah berdesing melewati kepala Tiera.

“!?”

Itu tangan Shibaid. Dan di lengannya ada orang lain, yang sedang berjuang untuk bernafas.

“Fumu, itu reaksi yang bagus.”

“…Ya.”

Tiera merasa lebih tenang setelah dia tahu bahwa penyerang telah kehilangan kesadaran.

Dia berbalik dan menyadari bahwa pria lainnya tergantung di lengan Shibaid yang lain.

“Maafkan aku.Aku tidak bermaksud untuk menariknya. ”

“Tidak, tidak apa-apa. Aku sudah terbiasa dengan itu. “

“Benarkah? Aku pikir ini adalah lawan yang kau anggap ‘lebih kuat darimu’. “

“Aku bilang aku sudah terbiasa.”

Dia mencoba tersenyum.
Shibaid tidak repot-repot bertanya “apa” dan “mengapa”. Dia memiliki titik-titik lunaknya. Dia mungkin mengetahuinya, setelah mendengar begitu banyak tentang Schnee dari Tiera sendiri.

“Orang-orang ini dapat beristirahat dan tidur. Terlalu ramai di sini untuk menanyai mereka. ”

Dengan itu, Shibaid melemparkan sihir ke pria dan menempatkan mereka ke dalam tidur yang lebih nyenyak.

Rasanya mereka sudah cukup babak belur, bahwa mereka tidak akan bisa bangun untuk sementara waktu. Namun, lebih baik aman daripada menyesal, sehingga Tiera tidak mengatakan apa-apa.

Shibaid mengeluarkan kotak kayu panjang 2 mel dari item box-nya. Dia melepas perlengkapan semua pria, mengikat tangan dan kaki mereka bersama-sama dan melemparkan mereka ke dalam kotak. Ketika dia memegang kotak kayu di bahunya, Shibaid juga tampak seperti seorang pengangkut, dalam perjalanan menuju pengiriman.

Bahkan, banyak pengangkut yang mereka lewati membawa barang dengan cara yang sama, jadi Shibaid tidak akan menonjol.

“… jadi begitulah kita akan membawanya.”

Tiera penasaran bagaimana mereka akan dapat membawa 6 orang. Sementara mereka menangani pria yang agak kasar, sungguh tidak masuk akal untuk menunjukkan kebaikan kepada mereka.

“Ayo kita pergi sekarang. Shin sepertinya sudah menemukan petunjuk. Dia mengatakan bahwa dia akan segera kembali. “

“Aku benar-benar berharap dia akan pergi dan sekaligus mendapatkan Millie kembali.”

“Maksudku, pikirkan di mana kita berada. Ini adalah pangkalan untuk High Human. Bahkan diapun akan berhati-hati. “

“Apakah itu benar-benar masalah besar?”

Dia hanya tahu satu pangkalan, dan itu tidak memberinya apresiasi terhadap gambaran yang lebih besar.

Tsuki no Hokora dilindungi oleh ” wall” dan ” barrier”. Bahkan Tsuki no Hokora dibangun dari bahan-bahan terbaik, sangat sedikit yang bisa melakukannya. Tidak ada mekanisme pertahanan khusus.

“Palmirack jelas merupakan kasus yang berbeda. Mereka telah membangun semacam benteng yang dapat menahan sekelompok petualang yang Terpilih Kelas Atas, dan tidak hanya itu, tetapi juga memusnahkan kita semua jika perlu. ”

“Haha… benar…”

Dia mencoba yang terbaik untuk mengeluarkan tawa.

Itu adalah satu hal untuk mencoba memancing orang ke pusat dan menjebak mereka.

Dia benar meskipun – itu adalah salah satu dari sejenis benteng.

“Mengapa mereka membangun kota di sekitarnya…”

“Mungkin itu tidak sepenuhnya berfungsi. Aku pikir itu dibangun dengan cara yang seolah seluruh area dapat meledak dari pusat. “

“Maksudku. High Human benar-benar gila, sungguh. ”

Tiera bergumam, tapi dia bersungguh-sungguh dalam hal Shin, itu tidak dapat menggunakan akal sehat.

Dia ingin percaya bahwa bahkan dia ‘di luar sana’ bersama diantara High Human.

Kalau tidak, dia akan jadi gila juga.

(Mendengarkan dia berbicara, aku hampir menormalkan seluruh situasi. Tidak, aku harus terus mengingatkan diriku bahwa ini sedikit gila. Meskipun itu mungkin sudah terlambat bagiku …)

Mungkin itu hal yang baik dan hal buruk yang Tiera tidak tahu bagaimana dia berhenti ‘bertindak dan berpikir’ seperti orang normal untuk waktu yang sangat lama sekarang.

Setiap hari, orang berubah dan setiap orang diperbolehkan untuk berubah.

????

(Tetap saja. Kenapa mereka mengincarku?)

Tiera tidak bisa berhenti memikirkan para penyerang yang ada didalam kotak, sementara mereka berjalan kembali menuju penginapan.

Tiera menjadi terkenal di Balmel. Dia dikenal pada titik itu tidak hanya oleh pasukan dan petualang, tetapi orang biasa juga.

Tetapi dia seharusnya tidak mengenal siapa pun di Sigurd.

Ketika dia berada di toko Tsuki no Hokora, para petualang telah memberi tahu Tiera bagaimana ada beberapa pencuri yang menculik orang-orang cantik. Mungkin itu yang akan terjadi, jika mereka juga berani menyerang seseorang yang didampingi oleh Dragnil yang kuat.

Jika Tiera adalah target yang mudah, maka mereka akan datang untuknya ketika dia sendirian.

“Di sini.”

“Oh maaf, aku akan membukakan pintu.”

Tiera maju menuju pintu dan membukanya. Dia berasumsi bahwa itu akan sedikit sulit, dengan membawa kotak kayu lebar 2 mels di masing –masing bahunya.

“Selamat datang kembali.”

“Aku minta maaf atas semua keributan kami. Kami akan langsung naik. “

Shibaid telah menyebabkan keributan berjalan melalui depan dengan kotak itu. Tiera langsung menghampiri pelayan itu, yang kebal terhadap fase yang dilakukan Shibaid, mengobrol dengan antusias dan membawa Shibaid masuk.

Sulit untuk tidak menyingkir bagi seorang gadis cantik seperti Tiera. Semua petualang yang datang dari depan akan bergerak dengan sopan.

“Kami menunggu Shin sekarang.”

Shibaid mengambil tempat duduk setelah meletakkan kotak kayu itu di sudut ruangan.

“Apakah kau akan meninggalkan kotak seperti itu?”

“Seharusnya tidak menjadi masalah. Mereka bahkan tidak bisa melubangi kotak itu. ”

Ini terlihat seperti kotak biasa, tetapi bayangkan. Ada beberapa sihir dalam bahannya.

Tiera tahu banyak hal. Dia bisa merasakan sihir yang berbau dari itu. Bahkan, itu memberinya sensasi yang sama dengan pohon kehidupan yang tumbuh di tengah-tengah taman tempat dia tinggal sebelumnya.

(Tidak. Tidak mungkin.)

Pohon kehidupan itu penting bagi para elf dan High Human. Karena ‘Dusk of the Majesty’, pohon-pohon ini menjadi semakin sedikit jumlahnya. Bahkan mengambil satu cabang dari pohon kehidupan bisa menjadi tindakan perang melawan elf.
[Note : Dusk of the Majesty, dimanga bahasa yang digunakan adalah “Senja Keagungan”]

Namun, bahkan seseorang yang tuannya adalah Shin, akan sulit untuk mencerna, jika mereka telah menebang pohon kehidupan untuk dijadikan bahan.

” Kotak … itu terbuat dari apa?”

“Oh itu? Itu dari beberapa sisa-sisa ketika Tsuki no Hokora sedang dibangun. Aku percaya itu berasal dari batang pohon kehidupan. “

“………”

Itu tidak mungkin.

Bukan pada tingkat orichalcum, tetapi pohon kehidupan memiliki jumlah kekuatan yang sama, dan bahkan dapat digunakan sebagai obat melawan kutukan dan alkimia.

“B-Bagaimana kau menemukan kotak seperti itu?”

Bahkan untuk mengajukan pertanyaan itu menakutkan. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan jika kebenarannya adalah materi itu diekstraksi dengan cara yang tidak menyenangkan.

“Aku menumbuhkannya. Sebelum ‘Dusk of the Majesty’, aku membesarkannya di pangkalan yang Hecate-dono jaga – dia adalah salah satu teman Shin. ”

Shibaid terlihat ber nostlagia.

Pangkalan Hecate adalah ‘Daze Garden Romenun ke-5’. Itu adalah tempat dimana Shin pernah menyebutkan bagaimana Berett tidak bisa mendekat.

“Menumbuhkan … pohon kehidupan.”

Berbeda dengan Shibaid yang tenang, Tiera merasa seolah-olah dibohongi, dan menjadi marah.

Hanya petinggi High Elf, atau raja mereka, yang tahu bagaimana menumbuhkan pohon kehidupan. Itu bukan pengetahuan umum.

Mendengar Shibaid menyebarkan kebohongan seperti ‘menumbuhkan pohon kehidupan untuk membangun sebuah bangunan,’ benar-benar menjengkelkan. Untuk elf pada umumnya, pohon kehidupan adalah simbol dari kepercayaan mereka. Pohon kehidupan juga merupakan bagian dari ritual untuk elf ketika sihir mereka sudah matang. Mereka sangat dihargai oleh elf, dan bahkan daun pohon kehidupan diperlakukan dengan hormat.

Ada juga saat-saat ketika pohon kehidupan akan melayani tujuan yang berguna ketika diperlengkapi, seperti untuk obat-obatan. Ras lain di luar elf juga menghormati pohon kehidupan dengan tingkat yang cukup tinggi – meskipun tidak pernah sebanyak elf.

“Itu sangat sulit untuk dilakukan sekarang.”

“Tentu saja. Bahkan untuk mempertimbangkan pertumbuhan itu tidak aneh. ”

Shibaid menyeringai. Shibaid pasti menganggapnya lucu, karena itu adalah bagian dari ceritanya. Tetapi bagi orang luar seperti Tiera, itu sangat bodoh.

“Kurasa itu sesuatu yang akan membaik jika Shin tetap di sini.”

“Aku tidak bisa menyangkal itu ….”

Sebagai salah satu Rokuten, tidak mengherankan jika dia tahu caranya.

“Bahkan itu harus menunggu sampai masalah saat ini selesai. Shin dan Schnee ada di sini. Wilhelm-dono belum ada tanggapan, yang membingungkan, tetapi untuk saat ini kita harus bertukar informasi. ”

Shibaid pergi menuju pintu masuk ruangan, merasakan Shin dan Schnee.

Akhirnya, Shin dan Schnee tiba, dengan Yuzuha di pundak Shin.

“… dimana Wilhelm?”

Shin melihat sekeliling ruangan dan bertanya.

“Tidak. Dia juga belum menjawab. ”

Shibaid cepat mengirim pesan ke Wilhelm setelah menghubungi Shin. Sudah beberapa jam, dan masih belum ada jawaban.

“… Mungkinkah dia sedang berbicara sekarang?”

“Mungkin. Pesan tidak langsung seperti telepati. “

Jika dia berada di tengah percakapan, dia mungkin tidak dapat membuka pesannya.

Tidak mungkin untuk mencari tahu atau menunggu, jadi mereka memutuskan untuk terus maju dan berbagi informasi.

“Lilishila mengatakan bahwa penyerang mungkin menggunakan beberapa cara dengan situasi sekarang.”

Shin menambahkan sedikit setelah mengulangi semua yang dikatakan Lilishila padanya.

Dia juga berbagi pesan Shibaid dengan Lilishila saat menerimanya. Lilishila adalah orang yang telah membuat koneksi.

“Itu masih mengkhawatirkan bagaimana mereka hanya mengincar Tiera. Itu hal lain jika mereka mengincar Shin, tetapi mereka langsung mendatangi kami. ”

Shin mengangguk.

Belum lama sejak Shibaid bergabung dengan party.

Mungkin mereka tidak dapat mengatakan bahwa itu Shibaid, tetapi tidak peduli, jika seorang anggota baru bergabung dengan party, kau akan lebih berhati-hati sebelum meluncurkan pertempuran agresif melawan mereka.

Bahkan jika mereka tahu bahwa itu dia, siapa yang akan menyerang tanpa rencana baik?

“Aku tidak tahu apa motif mereka. Ada kemungkinan Wilhelm juga diserang. ”

“Itu mungkin. Aku ragu dia akan kalah dengan mudah, tetapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika dibilang, ada semacam situasi penyanderaan. ”

Schnee setuju dengan Shin.

“Elf yang Shin temui juga tahu bahwa Shin ada di Sigurd. Oleh karena itu, adil untuk mengasumsikan bahwa mereka tahu Wilhelm-dono juga ada di sini. Kita kehilangan waktu – kita harus segera menuju ke gereja, dan kalian perlu mendapatkan lebih banyak informasi dari para penyerang itu. ”

“Benar. Kita harus pergi sekarang. ”

Shibaid membawa kotak itu dan mengikuti saat sisa party menuju Palmirack.

Mereka juga mengkhawatirkan Wilhelm, tetapi jika mereka tidak merespons maka tidak ada lagi yang dapat kau lakukan.

Biasanya, bahkan jika mereka berada di tempat yang belum sepenuhnya dipetakan, mereka harus dapat mencari dan merasakan kehadiran individu tertentu. Bahkan itu sulit karena di sini adalah Palmirack.

????

Mungkin itu karena mereka sudah menyerang dan gagal. Rute menuju Palmirack tenang dan damai. Begitu mereka tiba, seorang ksatria yang menunggu mengundang mereka masuk. Mereka dibawa ke dalam tempat tinggal. Ksatria ini adalah salah satu dari tiga yang menemani Lilishila. Dia pasti anggota pengawalnya.

Mereka terus berjalan dengan para pendeta lain yang akan memberikan tatapan ketakutan ke kotak kayu itu. Mereka tidak mengatakan apa-apa karena penjaga gereja yang berjalan di samping mereka. Mungkin mereka berasumsi bahwa ada beberapa urusan resmi.

Dua penjaga lainnya menunggu di luar ruangan.

“nona Lilishila sedang menunggu.”

Dan dengan itu, salah satu penjaga membuka pintu.

3 orang sudah diberi pengarahan oleh Lilishila.

Mungkin mereka mempercayai Shin karena keyakinan Lilishila padanya. Mereka tidak terlihat buruk sedikit pun, dengan Shibaid dan Tiera juga di party itu. oleh Lilishila.

“Terima kasih sudah menunggu. Mereka berdua adalah Shibaid dan Tiera. ”

Shin memperkenalkan mereka.

Shibaid sebenarnya telah mengatakan nama aslinya, tetapi dia terlihat terlalu berbeda dari ‘Shibaid asli’. Mereka berasumsi bahwa ia adalah salah satu penggemar Shibaid, atau seseorang dengan nama yang sama persis – namun ia dianggap sebagai orang yang berbeda.

“Dan apakah itu?”

“Semua didalamnya ada 6 orang di antaranya. Ada 4 yang di atas rata-rata, dan 2 yang Terpilih. ”

“Tentu. Aku memiliki kamar yang aman. Ikuti aku.”

Dia mengangguk, dan memimpin party ke bagian belakang ruangan. Kemudian, dia membuat manuver rahasia yang membuka lantai ke jalan rahasia.

(Cain menyukai hal-hal seperti ini.)

Shin mengingatnya dengan penuh kasih, menatap tangga yang muncul.

“Sisanya, tolong tunggu.”

“Tidak, aku harus pergi juga. Aku tidak berencana mengotori tanganmu, jika aku terlibat. ”

“Ini membuatku terlihat tidak ramah.”

“Aku sudah terbiasa.”

Lilishila melihat ke dekat mata Shin, setelah mendengarnya berkata bahwa dia ‘terbiasa dengannya’.

“…Baik. Sisanya, harap tunggu. Rick, tolong. “

“Baik nona.”

Dia ragu-ragu, tetapi setuju untuk membiarkan Shin menemaninya. Lilishila memanggil salah satu pengawalnya, dan mereka menuruni tangga.

“Aku tidak akan pergi lama. Mereka mungkin memiliki sesuatu dibalik lengan baju mereka – tetap waspada. ”

Tidak ada titik di mana mereka semua turun. Schnee disuruh menunggu.

“Shin…”

“Tidak apa-apa. Jangan khawatir. “

Schnee tampak sangat prihatin, dan Shin menenangkannya.

Mungkin dia ingat ketika Shin telah menjadi tidak dapat dikenali, dan dia tidak ingin mengalami itu lagi.

“Yuki. Dia bilang itu baik-baik saja. Maka itu pasti baik-baik saja. ”

“…Ya.”

Shibaid setuju, dan Schnee (Yuki) mundur selangkah. Dengan itu, Shin berbalik ke arah Lilishila.

Shin dan Shibaid melanjutkan setelah Lilishila menuruni tangga. Dalam beberapa menit, tidak ada tangga lagi untuk turun, dan pintu dengan lebar sekitar 3 mels terlihat.

Lilishila membuka pintu dengan mudah.

Tidak ada apa-apa di ruangan itu.

Namun, Shin bisa merasakan kehadiran sesuatu, perangkap kejam yang ditempatkan di seluruh ruangan. Perangkap ini, milik Cain, dimaksudkan untuk membunuh.

Sepertinya Lilishila dan gereja telah menggunakan ruangan ini sebagai ruang penyiksaan. Itu juga dimaksudkan untuk menjadi ruangan yang akan menghalangi pencuri untuk mencuri. Itu adalah ruang jebakan di terbaiknya.

Selama era game, tidak ada yang pernah sampai sejauh ini. Shin belum pernah melihat jebakan itu….

Jika fungsi ruangan ini tidak cacat, mereka akan mengalami nasib buruk.

“Disini ..?”

Tidak ada salahnya untuk sedikit berendah hati. Shin bertanya pada Lilishila.

“Kami menemukan ini secara tidak sengaja suatu hari ketika kami membersihkan kamar tepat di atasnya. Aku tidak tahu mengapa itu ada. ”

“Bukankah orang yang menempati ruangan sebelumnya menjelaskan?”

“Tidak ada. Ini berguna, karena ruangan ini tidak memungkinkan kebisingan untuk bocor. Kami biasanya mengadakan pertemuan rahasia kami di sini. ”

Shin menanggapi Lilishila, mengatakan “Aku mengerti.”

Dia melihat ke sekeliling ruangan – perangkap di kamar hanya digunakan sekali. Tidak tampak seolah-olah orang yang datang ke ruangan sebelumnya adalah korban yang beruntung.

“Tolong biarkan mereka keluar.”

“Tentu.”

Mereka memastikan bahwa pintunya tertutup, dan membuka kotak kayu. Shibaid membalikkan kotak itu, ketika 6 pria dewasa jatuh satu per satu.

Tampaknya mereka tidak dapat bangun, karena mantera yang dilemparkan pada mereka.

“Tahan mereka.”

Satu per satu, Rick membawa orang-orang itu dan menyusunnya menjadi satu baris. Dia menempatkan kain di atas mata mereka, dan membuat mereka sulit untuk melawan.

Semuanya sudah siap.

“Bisakah kita mulai.”

Dia mengangguk pada apa yang dikatakan Shin, dan mereka menggunakan skill mereka untuk membangunkan para pria.

Beberapa saat kemudian, dan salah satu pria terbangun dengan erangan.

“Apa … apa yang terjadi !?”

Dia menyadari situasi seperti apa yang dia bangun, dan mulai menunjukkan kekecewaan.

“Diam.”

Lilishila memerintahkan pria itu untuk diam. Mereka segera berhenti.

“Apa yang kau rencanakan terhadap kami?”

Pria itu bertanya.

“Jawab pertanyaanku dengan jujur. Jika kau dapat menjawab dengan jujur, kami tidak akan mengambil nyawamu. “

Lilishila berbicara dan dengan setiap kata, ruangan itu terasa lebih berat.

Pria itu meringis lagi,

“Apakah kalian tahu siapa tuan kami?”

“Tidak. Jadi, apakah kalian akan menjawab pertanyaan kami? ”

“…..Tidak. Kami akan dibunuh jika kami melakukannya. ”

Pria itu memikirkannya, tetapi memilih untuk menolak. Dia lebih takut pada orang-orang yang dikenalnya daripada Lilishila.

“Itu sangat disayangkan. Kalian harus menyingkat waktu kami. ”

Ekspresi Lilishila tidak banyak berubah. Dia mengangkat lengannya, dan Rick maju.

“Apa?! Apa yang kau lakukan!”

Pria itu bisa mendengar langkah kaki mendekatinya. Dia melangkah mundur lebih jauh dan lebih jauh, tetapi Rick meraih wajah pria itu dan mengaktifkan sihirnya.

“!”

Pria itu sedikit menyalak, tetapi kembali diam.

Shin menganalisis situasinya dan melihat tampilan “ Sleep I”. Sepertinya Rick telah menggunakan beberapa versi  “Sleep”. Biasanya itu seharusnya menempatkan seseorang untuk tidur, tetapi sedikit penyesuaian telah dibuat, melihat bagaimana mata pria itu terbuka di bawah penutup mata.

Rick memastikan bahwa lelaki itu tertidur, dan bertukar tempat dengan Lilishila.

Lilishila mengangkat tangannya di depan wajah pria itu.

“Ugh…gah…”

Dia memberinya halusinasi.

“Siapa aku?”

“G-Gilth, Barrot ….”

“Apakah aku sudah memerintahmu?”

“Ya…a…”

“Apa tujuannya?”

“Tangkap… elf … .bunuh… perusahaan … itu.”

Pria itu terus menjawab dengan setia, meskipun agak tergagap.

?Sleep? dan ?Hallucination? sebagai sebuah kombo membuat pria itu percaya bahwa Lilishila adalah bosnya.

(Aku belajar sesuatu yang baru.)

Shin dan Shibaid menyaksikan dalam diam, saat Lilishila melanjutkan pertanyaannya.

Dia mampu mengekstrak lebih banyak informasi.

Keempat orang yang menyerang Tiera adalah bagian dari guild ” Corrupt Gift,” sebuah masyarakat bawah yang telah berhasil mendapatkan status kelas menengah. Dia tidak tahu tentang dua Yang Terpilih lainnya – mereka adalah hal yang terpisah.

Mereka diberitahu untuk membawa kembali elf berambut hitam.

Itu adalah Tiera. Tidak banyak elf berambut hitam.

Mereka tahu bahwa Tiera mungkin ditemani. Mereka diberitahu untuk membunuh siapa saja yang menghalangi, tetapi tidak tahu bahwa itu adalah seorang prajurit yang kuat.

Mereka tidak tahu siapa yang meminta untuk menyerang.

Mereka juga tidak tahu tentang Wilhelm.

“Aku pikir tidak mungkin untuk mendapatkan informasi lagi.”

Lilishila mematahkan skill dan menghentikan pertanyaannya yang intens. Dia berdiri. Untuk pertanyaan bahwa pria itu tidak tahu jawabannya, dia tetap diam. Ini berarti bahwa separuh terakhir interogasi memiliki banyak keheningan yang canggung.

Mereka menempatkan pria itu kembali dalam tidur.

“Aku yakin itu kesepakatan yang sama dengan dua lainnya.”

“Apakah nama guild mengingatkanmu sesuatu?”

“Tidak, tapi itu mengkonfirmasi beberapa spekulasiku.”

Lilishila tahu bahwa ” Corrupt Gift” dikaitkan dengan Shiten. Itu adalah guild yang berkembang dalam perdagangan manusia, dan rumor mengatakan bahwa banyak pengorbanan yang dilakukan Shiten adalah orang-orang yang dibayar oleh guild.

“Ayo coba yang lain kalau begitu.”

Mereka membangunkan pria lain.

Dia tidak tampak bingung, dan semuanya berjalan dengan lancar.

“Tolong jawab pertanyaan kami. Jika kau menjawab dengan jujur, maka kami akan menjanjikan keselamatanmu. ”

“Kau baik sekali,” kata pria itu.

Alis Rick berkerut saat melihat, tetapi Lilishila mengabaikannya.

“Maukah kau menurut?”

“….”

Pria itu tidak berkata apa-apa. Mungkin itu jawaban yang sudah cukup.

Rick mendekati pria itu, seperti yang telah dia lakukan sebelumnya.

“Hehe.”

Pria itu mengeluarkan tawa kecil yang mengejek.

Shin bisa merasakan darahnya mengalir.

Angka 5 muncul di atas kepala pria itu.

“!? Shibaid!!”

“Baik!”

Bahkan sebelum Shin mengangkat suaranya, Shibaid membawa Lilishila dan Rick pergi.

Shibaid juga merasakan ancaman naluriah pria gila itu.

Mereka telah mengerahkan skill mereka untuk dapat bertukar tempat dengan segera. Mereka mengambil penutup yang terbuat dari pohon kehidupan dan bersembunyi di baliknya seperti perisai.

Segera, ledakan bisa terdengar di luar tempat persembunyian kecil mereka.

“!?”

Ledakan itu cukup kuat, dan angin yang ditimbulkan olehnya meniup rambut Shin.

Ada banyak daging dan darah di seluruh ruangan.

“Apa-apaan ini.”

“Dia membunuh dirinya sendiri.”

Shibaid membuka tutupnya, dan melihat bahwa semua 6 penyerang itu telah hancur berkeping-keping.

Ada paha dan kaki, bagian tubuh, organ, banyak sisa dari apa yang dulunya disebut kepala … kau hampir tidak bisa melihat dua Yang Terpilih itu. Beberapa bagian yang kurang lebih tetap utuh adalah 4 orang lainnya.

“Sial.”

Sambil melepaskan pegangannya pada Lilishila dan Rick, Shin bersumpah pada dirinya sendiri.

Skill meledakan diri tidak sering digunakan dalam permainan. Beberapa pemain bahkan akan berusaha untuk mendapatkannya. Shin tentu saja salah satu dari sedikit orang itu, tetapi dia tidak pernah menggunakannya sampai hari ini.

Sejak itu menjadi game kematian, keberadaan skill itu terhapus dari ingatan. Angka 5 yang ditunjukkan sebelum pria itu mati, adalah hitungan mundur terakhir setelah dia memulai penghancuran diri. Jumlah maksimum waktu yang dimiliki seseorang setelah mereka memutuskan untuk bunuh diri adalah 60 detik. Waktu tersingkat seharusnya adalah 10 detik. Pada 5 detik, waktu yang tersisa muncul di atas kepala karakter.

Mereka baru saja berhasil, tetapi jika baru saja Lilishila menangani masalah itu, mereka semua akan mati.

“Ini mengerikan.”

“Aku yakin itu untuk menjaga diri mereka tetap aman. Aku tidak percaya mereka bahkan memiliki rencana cadangan seperti itu. ”

Shin merengut pada baunya.

Shibaid benar. Mereka pasti memiliki semacam perintah, jika ada anggota yang tertangkap dan menyelinap. Dengan cara itu adalah praktik yang sangat standar bagi mereka yang berasal dari neraka untuk tidak peduli dengan kehidupan manusia, dan terutama bukan untuk mereka sendiri.

“Tapi itu berlebihan.”

“Kami sekarang tahu bahwa Shiten terlibat.”

Lilishila menunjukkan kebencian. Rick menggigit bibir bawahnya.

“… Kita tidak bisa benar-benar melakukan apa pun. Haruskah kita kembali? ”

“Apakah tidak apa-apa membiarkannya seperti ini?”

“Ya. Mayatnya cenderung menghilang seiring berjalannya waktu. ”

Saat bermain game, karakter biasanya dikirim kembali ke tempat pemain memulai. Di dunia ini, bagaimanapun, tampaknya mereka digunakan sebagai sumber energi untuk menjaga fasilitas. Tak perlu dikatakan bahwa tidak ada yang bertanya-tanya bagaimana Lilishila tahu hal-hal seperti itu.

Shin membuka pintu dan party itu naik tangga.

Begitu mereka kembali ke kamar, Lilishila adalah yang pertama masuk. Mata Schnee berhenti sejenak.

“Kamu sangat lambat. Apa masalahnya.”

“Kami ditipu.”

Mereka menjelaskan penghancuran diri dari penyerang, dan ekspresi wajah semua orang jauh lebih serius.

“Apa maksudmu, menghancurkan diri sendiri?”

“Ini menghentikan informasi dari kebocoran, dan mereka mungkin ingin membawa kami bersama mereka.”

Pemain biasanya menggunakan Skill ini ketika mereka mencoba untuk membuat pertahanan terakhir karena mereka memiliki sangat sedikit HP yang tersisa. Ini juga berguna sebagai pengalih perhatian terhadap kerumunan besar. Hukuman mati pada pemain adalah korban yang jauh lebih besar, dan karakter yang menghancurkan diri sendiri tidak akan mendapatkan apa-apa, bahkan setelah pertarungan bos atau guild berakhir.

Tidak ada seorang pun yang memimpikan untuk menghancurkan diri sendiri, dengan terus terang.

“Ketika kau melakukannya, kau akan mati kan?”

“Ya. Itu menempatkan orang lain di sekitarmu dengan risiko besar juga. ”

“Apa gunanya itu?”

Tiera tercengang. Dia tidak bisa sedikit pun berhubungan dengan pola pikir penyerangnya.

Itu tidak masuk akal bahwa siapa pun bahkan akan mempertimbangkan untuk memperoleh Skill itu, mengetahui bahwa menggunakannya akan membunuhmu.

Bahkan kembali ketika itu hanya sebuah game, sangat jarang pemain mempelajari skill ini.

“Begitulah cara kerja guild ini. Dan saya pikir itulah alasan yang harus saya bagikan. ”

Ada beberapa peristiwa lain yang memuakkan yang disebabkan oleh guild bawah tanah ini, seperti pembunuhan dan menjaga perkumpulan rahasia berkembang. Tetapi jawaban itu tidak cocok untuk Tiera.

Shin tidak memiliki respon yang bagus.

“Penghancuran diri. Aku tidak percaya itu adalah Skill yang sulit untuk didapatkan. Aku yakin itu sesuai kemampuan mereka, orang yang kita lawan, untuk mengajari setiap pengikut mereka skill itu. ”

“Saya melihatnya sering terjadi dalam cerita. Mereka yang terpengaruh tidak memiliki apa pun untuk mereka lindungi. ”

Shin mencoba mengubah subjek untuk meringankan suasana hati.

“Ini tidak ada gunanya. Yuki dan aku akan melihat-lihat gereja. Lady Lilishila, tolong bersikap sealami mungkin. ”

“Bukankah aku harus membantumu dengan apa pun?”

“Tidak. Jika kau atau para pengawalmu melakukan sesuatu di luar sepengetahuan nona Lilishila, itu akan menjadi jelas dan menyebabkan gereja menjadi curiga. Sebaiknya kau melakukan seperti yang biasa kau lakukan. Aku sangat sadar bahwa kita mungkin sudah terlambat. ”

Shin dan Schnee sudah bisa dikenali. Shibaid membawa kotak itu juga menjadi sorotan. Sudah jelas mereka akan membuat gerakan.

Karena mereka kehilangan sumber informasi lebih banyak, Shin harus melakukan sesuatu untuk mendapatkan daya tarik yang lebih baik.

Para penjaga khawatir jika mereka benar-benar bisa masuk tanpa bantuan mereka, tetapi Shin mampu membujuk mereka dengan kemampuan persembunyiannya yang hebat, begitu dia menghilang dari pandangan mereka dan muncul kembali di belakang mereka.

Dia hanya bergerak sangat cepat, tetapi mereka berasumsi bahwa itu adalah sebuah skill. Seandainya Shin benar-benar ingin, dia bisa benar-benar menghilang. Namun memamerkan itu tidak perlu.

Selain Shin dan Schnee, Tiera akan kembali ke penginapan dan Shibaid akan melindungi Lilishila.

Rasanya agak berisiko membiarkan Tiera pergi sendiri. Namun, Yuzuha dan Kagerou juga akan bersamanya.

Seandainya Shibaid tidak ada di sana, Kagerou juga bisa membantu Tiera lebih awal.

Mulai sekarang, penyerang akan selalu disingkirkan, kemudian dimasukkan ke dalam kotak kayu, dan dibawa diam-diam oleh Kagerou.

Seandainya musuh melakukan gerakan mendadak, Shibaid harus tinggal di dalam Palmirack.

Dia juga seorang kesatria suci dengan sebuah profesi – ini berarti dia adalah pemain belakang yang jauh lebih baik.

Bahkan tanpa peralatan, dia mampu melawan orang dengan pedang kelas langka. Dengan hanya memperlengkapi armor cadangan dan senjata yang disediakan Shin, Shibaid bisa mengambil alih semua Palmirack dengan mudah.

Mereka sepertinya cukup siap.

“Matahari akan terbenam segera. Kita akan menindaklanjuti rencana kita setelah gelap. Shibaid ada di sini juga, tapi tolong jangan meninggalkan tempat tinggalmu. ”

“Aku minta maaf karena kami tidak dapat digunakan lagi.”

Justru fakta bahwa mereka terlibat dalam gereja, yang mencegah mereka dari tindakan lebih lanjut. Mereka mengatakan kepada Lilishila untuk tidak khawatir, karena Shin dan Schnee pergi ke gereja.

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded