The New Gate Volume 7 Chapter 2 – Part 1 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
  • Translator : Lyle
  • Editor : Scraba 

“Seseorang datang.”

Itu dua malam setelah mereka menyelamatkan Millie.

Shin, menggumamkan sesuatu, sambil memastikan bahwa seseorang mendekati Palmirack menggunakan fungsi dari map.

Sudah jelas bahwa itu adalah seorang individu, kemungkinan besar itu adalah utusan, sedang terbang, berdasarkan pada sudut dan kecepatan di mana mereka mendekati. Entah mereka mengendarai monster yang bisa terbang, atau mereka memiliki kemampuan untuk terbang sendiri.

Shin menyembunyikan dirinya di atap Palmirack, menjaga arah penglihatannya menunjuk ke arah utusan itu berasal.

Akhirnya, Shin bisa melihat bayangan hitam. Untungnya, tidak ada awan malam itu, sehingga bulan dan bintang-bintang membuat area itu terlihat jelas.

Bayangan yang tahap demi setahap menjadi semakin besar, dan dalam beberapa menit menjadi jelas dan dapat terlihat.

“(Aku bisa melihat bayangan seseorang, kurasa itu adalah utusan. Mereka datang sendirian dengan monster tipe-bug. Karena utusan mengenakan mantel dengan tudung, aku tidak bisa memastikan wajah mereka.)”
[T/N : tipe-bug, sejenis monster dengan tipe serangga atau binatang kecil]

Shin berbagi informasi ini dengan Schnee dan Shibaid melalui Pesan lewat pikiran. Itu disampaikan ke Wilhelm dan Tiera juga.

Namun, beberapa menit kemudian.

Sesuatu yang tidak terduga ditampilkan didalam map Shin.

“Bisa dikatakan bahwa ini ada hubungannya …”

Lebih dari 100 tanda merah mendekat dari bagian belakang tanda milik utusan itu. Kau dapat mengatakan bahwa tidak mungkin untuk menyimpulkan bahwa ini tidak ada hubungannya dengan situasi saat ini.

Shin menyampaikan informasi ini kepada Shibaid. Dia menjawab dengan “Aku akan mencegat mereka.”

Sejujurnya mereka bisa mencegat mereka dengan serangan lingkup sihir yang luas, namun, itu pasti akan menyebabkan sejumlah besar kebisingan dan terjadi getaran. Mempertimbangkan malam yang sudah larut, ini berpotensi menyebabkan warga di Palmirack panik.
Shibaid mungkin bisa menangani monster, dengan menarik mereka dengan cara yang sama dengan yang pernah dilakukan Shin di Balmel.

Itu akan di luar kendali, jadi, sudah diputuskan bahwa Wilhelm akan menemaninya.

Untuk jaga-jaga, bantuan yang diberikan Lilishila juga akan bertindak sebagai cadangan.

“Ini bukan utusan biasa” Shin bergumam ketika dia melihat sosok itu menjadi lebih jelas ketika mereka mendekat.

Setelah beberapa persiapan untuk pertempuran dilakukan, utusan itu mendarat di atap Palmirack.

“SELAMAT DATANG. Kami sudah menunggumu. “

Karena teknik menyamar, Shin mengubah suaranya, dan berbicara kepada utusan. Suara dan penampilannya identik dengan Bulk. Ketika itu dilihat oleh orang lain, mereka seharusnya tidak melihat apa pun kecuali Bulk.

Utusan itu tampaknya telah dibodohi dan berpikir bahwa Bulk datang untuk menyambut mereka. Dia membuka kerudungnya dan menunjukkan wajahnya.

“Salam, sepertinya aku menyusahkanmu. Apa mereka yang akan menjadi pengorbanan? “

Seorang wanita berambut pirang menjawab dengan suara yang tidak wajar ketika monster tipe-bug berada disana, “Megrade”. Monster tipe-serangga dengan 6 sayap tipis dan tubuh mirip dengan lipan. Level rata-rata adalah 700.

Tidak ada yang akan keberatan memanggilnya “Cantik”, dia adalah wanita yang memiliki penampilan seperti itu. Namun, ekspresinya kosong. Seolah-olah dia melihat Schnee dan Tiera, tetapi pada saat yang sama tidak sama sekali.

“Kami sudah menantimu. Silakan masuk.”

“Itu tidak perlu. Kita akan segera bergerak. “

“Setidaknya minumlah sebentar.”

“Tidak. Cepatlah.”

Dia tidak menunjukkan keinginan, wanita itu malah mendesak. Dia sepertinya tidak ingin membuang waktu sama sekali.

Shin memberi isyarat ke Schnee dan Tiera untuk menuju ke arah wanita itu. Schnee mendekati perlahan dengan Tiera.

Tampak seperti dimanipulasi, mereka berjalan dengan lambat, mereka pandai berakting.

Namun, ketika jarak antara wanita dan grup Schnee kurang dari 20 detik, keheningan itu tiba-tiba rusak.

“!!”

Kata-kata tidak bisa mengungkapkan jeritan Megrade, yang menyentak lehernya seperti ular. Didalam Map Shin, tanda yang menunjukkan Megrade berubah menjadi merah seperti musuh.

Megrade berhenti menjerit, dan tanpa ragu-ragu, berbalik ke arah Tiera dan mengeluarkan cairan ungu keluar dari mulutnya.

“Sudah waktunya untuk bertindak!”

“Baik!”

Saat Megrade berubah arah menuju Tiera, Schnee memahami niatnya dan segera menjemputnya dan pindah dari lokasi mereka saat ini.

Dalam hitungan detik, lokasi kedua orang itu ditutupi cairan ungu, dan ini mengawali mekanisme pertahanan Palmirack.

“Aku tidak tahu bagaimana kami diekspos, namun sepertinya kami tidak punya pilihan selain bertarung. Hei, kau di sana !! Menyerah dengan tenang atau bertarung, buatlah keputusan sekarang ”

“Apakah Bulk telah dikalahkan. Sangat menyedihkan. Kalian akan dikorbankan karena perbuatan kalian sendiri!! ”

Sementara wanita itu berteriak, dia menunjuk pada Megrade yang bersemangat. Pada saat itu, sulit untuk percaya bahwa Megrade telah menjadi jinak mengingat tindakan sebelumnya.

Menurut analisis Shin, nama wanita itu adalah Amre Zig. Dia adalah seorang tamer level 181. Namun, ada juga informasi yang tercantum yang biasanya tidak dikaitkan dengan status manusia.

“Lakukan!!”

Megrade bergerak berdasarkan perintah Amre.

Monster itu mengangkat setengah dari tubuhnya yang sebesar 7 mels, tegak lurus diatas tanah. Dengan melakukan hal itu dia dapat menentukan mangsanya.

Megrade yang dikendarai Amre dua kali lebih kecil dari yang juga dikendarai Shin dulu. Itu juga level yang lebih rendah dari monster dewasa, hanya 504.

Bahkan kemudian, taring raksasa yang menempel di kepala dan kakinya, yang memiliki ujung seperti pisau, memiliki kekuatan yang cukup untuk menghancurkan seseorang.

Bahkan tubuh ksatria yang berpengalamanpun akan lumpuh, dihadapkan dengan binatang yang memercikan racun ini.

Namun, itu tidak berlaku untuk party Shin.

“Oraa!!” *Raungan pertempuran*

Megrade bermaksud untuk menginjak-injak apa saja yang mendekatinya dari depan, dan Shin memilih untuk menyerang Megrade secara langsung.

Dia memegang 『Kakura』 di kedua tangannya, dan dengan mengayunkan pedang ke langit, mengarahkannya kebawah.

Shin akan ditelan dengan utuh. Namun, bersamaan dengan suara cangkang yang meledak, kepala Megrade dikirim terbang ke langit setelah satu serangan dari 『Kakura』.

Setengah dari wajah Megrade tertiup angin, tetapi monster tipe-bug cenderung memiliki kemampuan regenerasi yang sangat baik. Itu tidak membuatnya langsung mati.

Saat itu sesaat membuat teriakan aneh, ia mencoba menusuk Shin dengan taring yang tersisa.

“Seperti yang diharapkan, kau kuat juga.”

Shin mengayun 『Kakura』 saat dia menghindari taring monster itu.

『Kakura』 dibalut dengan skill 【Dust Bomb】, skill tempur dari sistem seni palu. Ketika itu membuat kontak dengan batang tubuh yang ada di tanah, akan terjadi ledakan seluas 1 mel, berpusat di sekitarnya.

Megrade terbelah menjadi dua, dan itu masih tidak mati, dia mengerut dengan menyalak.

“Tch * mengigit bibirnya *, Megrade, lakukan apa yang diperintahkan !!”

Megrade telah menerima banyak kerusakan. Dia tidak menerima perintah Amre dan dengan separuh tubuhnya, itu bergoyang maju mundur. Dengan setengah wajah yang berbalik ke arah Tiera.

Itu berhenti hanya untuk sesaat, sebelum monster itu mengguncang Amre dan langsung menuju kearah Tiera.

“Grrrrrrrrraaaaaarrrwww!!!”

Schnee dan Tiera mengangkat senjata mereka sebagai persiapan, tetapi sesuatu yang lain bereaksi lebih cepat. Itu adalah Kagerou, melompat keluar dari bayangan Tiera, dalam wujud aslinya, memberi Megrade serangan satu-sisi.

Keganasan Kagerou dibiarkan tampak untuk dilihat semua orang. Dia menusukkan cakar di kaki kanannya ke bagian kiri kepala Megrade.

Cakarnya hanya menembus cangkang, dan karenanya Megrade menggeliat kesakitan. Kagerou kemudian menuangkan serangan listrik melalui luka monster itu, membakarnya dari dalam.

Percikannya hampir bocor keluar dari monster itu, dan kau bisa melihat HP Megrade yang menurun.

Megrade berjuang, tetapi tidak dapat melarikan diri dari kaki Kagerou yang menahannya, monster itu sudah berakhir. Dalam satu menit, HP nya telah turun menjadi 0 poin.

“Apa sudah berakhir?”

Saat Kagerou melepaskan Megrade, Schnee telah memotong bagian lainnya menjadi beberapa bagian dan menenggelamkannya dalam es. Tiera menggunakan panahnya untuk menjatuhkan Amre yang melarikan diri, setelah itu Shin menahannya.

Amre sendiri tidak memiliki kemampuan bertarung yang tinggi, sehingga, dia tidak dapat memberi banyak perlawanan.

“Lepaskan aku!!”

“Ini bukan tempat untuk diskusi. Tanpa kegagalan, kami akan membuatmu memberi informasi tentang faksi! “

Interogasi tidak diperlukan bagi Shin. Namun, saat dia mencoba untuk menggunakan skill dari sistem pikiran, racun mulai mengalir keluar dari tubuh Amre.

“Apa!?”

“HAHAHAHAHAHA aku juga akan menggunakan cara ini, pasti…”

Bergerak lebih cepat dari yang Shin dapat murnikan, racun itu bisa mendekatkan diri ke mayat Megrade.

Dengan sekejap mata, racun itu membuat kontak dengan mayat itu dan meresap ke dalam. Itu menghasilkan sebuah perubahan.

“Gruu!?”

Kagerou merasakan bahaya dan melompat mundur. Beberapa detik setelah melompat mundur, tubuh Megrade, yang seharusnya menjadi mayat, mulai bergerak.

Saat kepalanya beregenerasi, itu membuat suara pemukulan yang kejam, * berdebuk * * gedebuk *. Pada saat yang sama tubuh dipotong-potong mulai menyatukan diri. Dan es yang menutupi sekelilingnya secara bertahap mulai membuat retakan.

“!!”

Suara aneh bergema di sekelilingnya.

Monster itu keluar dari cangkangnya, ketika cangkang yang lebih besar dan kuat muncul.

“Mungkinkah itu skill ‘Invade’?”

Nasib monster itu telah diubah oleh racun.

Shin tahu bahwa skill itu memiliki efek yang sama pada monster golem-type seperti gargoyle. Namun, tampaknya itu bahkan mempengaruhi mayat di dunia ini.

Ini adalah fenomena yang tidak terlihat di era game. Biasanya mayat monster berubah menjadi drop item.

Setelah pergantian cangkang, sosok Megrade menjadi agak ganas. Dari ingatan Shin, Megrade di depannya masih lebih kecil dari yang biasanya sudah matang. Namun, melihatnya memberi kesan pada monster yang agak menakutkan.

“Jadi yang ini mumi. Kau tahu, aku meragukannya ketika aku melihat statusnya. Wah…”

Shin menghela nafas setelah mengamati Amre, yang hanyalah bayangan dari dirinya yang dulu.

Status Amre. Namanya, levelnya, dan jobnya sudah terdaftar. Itu tidak terlihat terlalu berbeda dari manusia biasa. Namun bidang namanya sedikit berbeda.

Menurut 【Analyze】, nama yang tercantum adalah “Ghoul Invade”. Dengan itu yang ditambahkan ke kolom nama, itu adalah bukti pasti monster yang terkena oleh racun.

“Jadi di dunia ini, bahkan manusiapun berubah menjadi monster, ya?”

Monster yang belum mati, seperti hantu, tidak jarang di THE NEW GATE.

Ada beberapa monster undead yang kuat, tetapi sering kali bahkan para pemula dapat menjatuhkan monster itu.

Rupanya, menurut teks dalam penjelasan game, undead itu awalnya adalah tubuh manusia yang dikubur setelah dibunuh oleh monster. Mereka terkena racun, dan mulai bergerak sendiri.

Shin tidak bisa memahami bagaimana Amre berakhir seperti itu, atau bagaimana dia mempertahankan kemauannya sendiri setelah kematiannya.

Satu hal yang pasti. Jika Amre seperti itu karena kekejian yang disebabkan oleh manusia, itu berarti bahwa Fraksi puncak sungguh telah melampaui batas.

“Shin! Bagaimana mungkin itu bisa lebih kuat! Apa itu!!”

“Itu adalah racun! Kagerou! Pastikan Tiera menjauh dari situ! ”

Pada saat yang sama Tiera berteriak, Megrade yang bangkit kembali mulai bergerak. Itu masih terbelah dua, tetapi setengah dengan kepala, seperti terakhir kali, fokus ke arah Tiera.

Mengikuti perintah Shin, Kagerou membuat dirinya terjepit di antara Tiera dan Megrade.

Dihalangi dua kali, Megrade membenci Kagerou. Dia melolong, dan sebagai tanggapan terhadap Kageroupun menggeram tanpa niat untuk mundur. Tanduk Kagerou menyala saat tenaga mulai terkumpul di dalamnya. Shin mengerti niatnya.

“Aku mempercayakan Tiera padamu!”

Shin tidak merasa seperti menunggu lawan untuk bergerak.

Menggunakan skill gerakannya 【Ground Shrink】, dia langsung menuju ke arah Megrade yang menghadapi Kagerou dan Tiera.

Tidak perlu bersikap halus pada monster yang terkena racun.

Seperti sebuah bayangan, Shin tiba ditempat Megrade dan bahkan tidak memberikan waktu untuk ‘bertahan,’ saat dia menarik『Kakura』. 

Dia melepaskan skill gabungan tempurnya, 【Shining Roar】, kombinasi seni palu dan sihir cahaya.

『Kakura』 menyerap semua cahaya, dan tumbuh menjadi dua kali dari ukurannya.

Dengan satu serangan melawan Megrade, cahaya yang mengelilingi 『Kakura』 menyerang tubuh Megrade. Sedetik kemudian, 『Kakura』 telah menghancurkan cangkangnya.

Cangkang Megrade mulai terbentuk retakan, dengan riak yang berasal dari tempat pedang melakukan serangan. Dalam satu menit, seluruh tubuh direndam dalam cahaya dan memancar keluar.

“!!!”

Cahaya dari skill kombinasi adalah cahaya pemurnian tingkat tinggi untuk membersihkan iblis.

Monster biasa tidak terpengaruh dan tidak ada gunanya dalam pertempuran pribadi, tetapi mereka bisa melawan monster yang berubah yang telah menderita racun. Ini adalah serangan yang fatal.

Ada juga kerusakan tambahan karena menggunakan 『Kakura』. Dan tidak peduli seberapa banyak monster diperkuat oleh efek racun, itu tidak akan mampu menahan 『serangan Kakura』.

Tubuh Megrade bergetar seperti dilumpuhkan. Pemandangan yang bisa dilihat adalah monster raksasa yang tidak bisa bergerak.

Shin mengayunkan 『Kakura』 sekali lagi di kepala Megrade, dan karena cahaya memurnikan, tubuh berubah menjadi abu.

“Apakah Schnee satu-satunya yang tersisa … ya, dia juga sudah selesai “

Setengah tubuh yang terperangkap di es sedang merajalela.

Itu saja seharusnya sudah dapat mengintimidasi, tetapi Schnee hanya mengikuti perintah Shin – tetap membuat monster tidak bisa bergerak sebelum memberikan serangan terakhirnya.

Setengah lebih rendah dari ukuran tubuh noodling itu bukan apa-apa untuk Schnee. Shin tidak perlu membantunya sama sekali.

“Apa sudah berakhir?”

“Ya. Kami tidak mendapatkan apa-apa darinya sedikitpun ”

Shin ingat bagaimana Amre sebelum pertempuran itu. Dia tidak bertindak seperti party yang telah memperoleh informasi baru.

Jika ada, Megrade seharusnya memberikan beberapa informasi dan petunjuk.

Mengingat kenangan ketika Schnee dan Tiera telah mendekati Megrade, Megrade telah bertindak dengan ketakutan.

Mungkin sama seperti Kagerou dulu yang ragu terhadap Shin dan Schnee, Megrade pasti merasakan kekuatan Schnee yang sudah dekat.

Kalau begitu, kenapa ia menyerang Tierra?

(Apakah ada sesuatu yang tidak kita ketahui?)

Ada orang tertentu yang lebih rentan terhadap serangan dari monster yang terkena racun. Tiera pernah mengakui bagaimana dia menyembunyikan sesuatu dari kami. Mungkin itu ada hubungannya.

Shin tidak ingin memaksanya untuk memberitahunya. Pada akhirnya, Tiera akan memberi tahu mereka. Tidak perlu memaksanya untuk berbicara.

Bahkan jika itu adalah hal yang naif untuk dilakukan.

“… Bagaimana Shibaid melakukannya”

Shin memutuskan untuk memeriksanya melalui Pesan lewat pikiran.

◆◆◆◆

“Kita harus segera memulai pertempuran kita”

Shibaid telah diberitahu oleh Shin tentang kehadiran musuh yang mendekat, Wilhelm dan dirinya mulai bergerak. Di tangannya, kau bisa melihat senjatanya 『Placid Moon』 bersinar oleh cahaya bulan.

Shibaid juga memiliki partynya sendiri, berkilau merah dengan tanda musuh. Setidaknya ada 200 musuh.

Shibaid memutuskan untuk menganalisis monster di pinggirannya.

Mayoritas monster adalah undead, seperti Ghouls atau Rupt Raptors.
   
Level monster berkisar, dari monster level tinggi sekitar 500 hingga beberapa yang rendah 50.

Sekitar 40 monster berada di atas level 400. Ada monster lain di kisaran 300. Dan banyak monster berada di bawah level 100.

“Pertama, mari kita buat perhatian monster itu padaku.”

Kurang dari 300 mels antara Shibaid dan monster, Shibaid mengaktifkan 【Shura’s Madness】 sebuah skill aggro.
 (T / N: Aggro Skill, itu adalah untuk memikat monster dengan membuat mereka fokus pada pengguna yang menggunakan skill.)

Gelombang tak terlihat menguasai monster, saat mata mereka yang berawan, mereka semua dipaksa mendarat ditempat Shibaid dan monster-monster menghadap ke arahnya.

“arsa…sk!! -daggd!?”

Monster-monster itu diambil alih, saat mereka berputar dan berbalik, mendengus dan mengerang, bersama-sama gelombang suara gemuruh bergegas menuju Shibaid.

Bahkan di dunia game, beberapa pahlawan bisa berdiri di depan sekelompok monster, apalagi di hadapkan dengan beberapa gerombolan di atas level 100. Naluri bertahan hidup pada orang-orang terpicu, ketika mereka berada di depan sejumlah besar makhluk yang lebih besar, semua membuat suara sangat keras sehingga kau ingin menutupi telingamu.

Bahkan di dunia game, itu mudah untuk merasa takut. Jadi di dunia ini, di mana ini adalah kenyataan, ketakutanmu lebih nyata.

Bahkan Orang Yang Terpilih pun akan mundur.

Namun, yang menghadapi musuh-musuh ini adalah bawahan seorang Dark Blacksmith, Shibaid Etraku.

Jika bukan karena mereka melawan jumlah ini, aura mereka sangat menindas. Di atas itu, seolah menanggapi tantangan, aura Shibaid semakin meningkat.

“? ? ?”

Pada saat itu, aura yang mengintensifkan sangat memengaruhi momentum monster.

Baris depan Rupt Raptors dan Ace Jackals, monster yang lebih cepat, semuanya menjadi lemas, dan menjatuhkan monster lain di belakang mereka.

Monster yang lebih besar dengan kemampuan penyerangan tidak dapat menghindari monster berukuran sedang. Mereka juga menginjak-injak monster yang lebih kecil.
Banyak monster mencoba melarikan diri, ketakutan akan efek dan kewalahan oleh aura Shibaid. Monster level rendah sangat terpengaruh, sementara monster level yang lebih tinggi semuanya gelisah.

“Itu seharusnya mengurangi jumlah mereka yang banyak”

Setelah mengkonfirmasi bahwa 30 monster level rendah telah menghilang, Shibaid meluncur dengan cepat.

Dia jauh lebih lambat daripada Schnee atau Girard, tapi itu hanya masalah gaya bertarung. Shibaid tidak harus bergantung pada kecepatan.

“Haaaaa….”

Dia menghembuskan nafas, menyerang monster, mengayunkan 『Placid Moon』 dengan keras. Ujung tombak itu menyalurkan cahaya putih, yang menyongsong dengan lebar 5 mel.

Sebuah skill tempur gabungan【White Haze】, campuran sihir api dan seni tombak.

Api membungkus bagian ujung tombak, lebar bilah dengan mudah melebihi 30 mel.

Shibaid menghindari semua serangan jarak jauh lawannya, dan merambah lebih dekat dan lebih dekat kearah  monster.

“Ngrrr!”

Dengan semua momentum dimasukkan ke dalam satu langkah, tanahpun mulai retak. Pada sekitar waktu yang sama dia mengeluarkan teriakan perang, bilah ujung tombak yang terbungkus dalam api membentuk sebuah busur di udara.

Kekuatan panas dan kekuatan pemusnahan menambah efek kerusakannya, mengubah semua monster dalam jangkauannya menjadi abu.

Untuk monster undead, serangan api adalah salah satu kelemahan mereka, dengan kesucian dan cahaya menjadi sesuatu yang paling efektif.

Selain itu, Shibaid telah menggunakan skill yang sebanding dengan kemampuan Shin, yang menyapu  undead.

Skill aggro yang memikat monster, dan ketika mereka mendekat, mereka dibakar menjadi abu. Monster undead tidak memiliki kesempatan melawan kekuatan fisik Shibaid, dikombinasikan dengan senjata yang superior, dan skill yang efektif.

“Ha!!”

Dengan satu ayunan, dua, lalu tiga.

Cahaya bulan menerangi kanvas yang hitam di malam hari, sementara nyala api putih membentuk sebuah busur.

Monster berukuran kecil dan sedang dihabisi dan menjadi abu dengan satu serangan, sekarang hanya monster yang lebih besar yang tersisa.

Bahkan monster yang lebih besar dengan daya tahan lebih tinggi baru saja selamat dari serangan fatal, dengan anggota badan mereka yang terbakar setelah satu serangan. Setelah itu kepala mereka akan melayang setelah serangan berikutnya.

Shibaid menjadi lebih cerdik, mengetahui bahwa tubuh yang lebih besar tidak tahan dengan serangan yang berulang dari bawah. Undead itu diiris menjadi kecil dengan ayunan dari『Placid Moon』milik Shibaid.

Namun, dia tidak bisa terus menyerang monster dari bawah, karena ada bayangan yang mengambang di udara.

Labu yang membusuk, sebuah Jumpkin, melayang di atas.

“Yhallhooolll!”

Lubang mulut monster mengeluarkan suara sopran, memberi kita kesan seorang bocah laki-laki.
[T/N: Sopran adalah penyanyi suara tertinggi dalam klasifikasi vokal di dalam budaya musik klasik barat. Istilah ini berasal dari bahasa Italia ‘sopra’ yang berarti melampaui dan juga bahasa Latin ‘supra’ yang berarti super.]

Mendengarkan nada suara memunculkan perasaan yang tidak enak, namun itu sesuai pada tempatnya. Di atas itu Jumpkin tampak seperti labu Halloween.

“Sekarang tipe terbangnya, eh?”

Shibaid bergumam pada dirinya sendiri, karena beberapa monster terbang lainnya mendekat dari bagian belakang Jumpkin.

Ada monster undead yang kebal terhadap serangan fisik, seperti hantu, monster tipe-hantu.

Monster-monster ini sering menyerang menggunakan skill sihir hitam yang memberikan kelainan status, dan secara umum mereka selalu terbang. Ini membuatnya sulit untuk memberikan serangan pada monster ini, dan para pemain membencinya.

Sekitar 30 monster mengambang.

Masalahnya bukan karena mereka takut, melainkan bagaimana mereka akan memakan lebih banyak waktu dibandingkan dengan monster yang berada ditanah.

“Ha!!”

Menghindari sihir yang menghujani dari atas, Shibaid melompat. Dibawahnya, kau bisa melihat tanah yang dia lompati sudah hancur. Serangan sihir terhadapnya sangat luas, tapi Shibaid terbiasa bertindak sebagai perisai didalam party. Ini adalah seperti sepotong kue.

Dinding api biru tersebar di depannya, meskipun begitu, Shibaid menusukkan nyala api yang membungkus senjata ke kerumunan monster.

Tidak ada monster lain yang tersisa di langit, setelah nyala api putih menelan sekitarnya.

Shibaid memanfaatkan kekuatan dari ayunan 『Placid Moon』 untuk menyesuaikan posisinya di udara. Apa yang menunggunya di bawah adalah cakar dan taring, tetapi apa yang menunggu mereka juga adalah tombak yang dibalut api.

Rangkaian serangan bilah pertama membakar dan memecah undead cyclop raksasa. Udara panas menangkap dan membakar apa yang tersisa dari tubuh.

Monster-monster itu tampaknya tidak peduli bahwa salah satu dari mereka sedang dibakar. Mereka datang setelah melihat Shibaid membunuhnya.

“Hm?”

Saat Shibaid bersiap untuk pertempuran di udara dan di bawah, di sudut matanya, hantu di langit sedang ditusuk oleh sinar cahaya yang tampak seperti tombak.

Shibaid langsung tahu bahwa sinar cahaya disebabkan oleh skill gabungan menggunakan seni tombak dan sihir cahaya, 【Shooting Star】.

Itu adalah skill yang sangat efektif melawan undead, dan memiliki dua kegunaan. Itu bisa dilempar seperti lembing atau dibuat untuk memancarkan cahaya ke sekitarnya untuk digunakan dalam pertempuran jarak dekat.

Di akhir tatapan Shibaid, dia melihat Wilhelm memegangi senjatanya 『Beinot』 dengan bangga.

Tetapi Wilhelm juga tahu, saat itu hanyalah esensi.

◆◆◆◆

“Aku kira tidak perlu membuang-buang waktu”

Sambil dengan hati-hati mengamati sekelilingnya, Wilhelm menyaksikan para monster menghilang karena mereka ditusuk menggunakan skill yang sebelumnya.

Benar-benar tidak ada alasan untuk khawatir, tetapi akan menjadi bencana jika monster-monster ini menerobos Sigurd.

Bukan hanya itu, tetapi menghabiskan terlalu banyak waktu di sini bukanlah ide yang baik juga. Kenyataannya itu hanya untuk menenangkan diri saja.

Shibaid dapat menghadapi kelompok monster yang lebih besar, sementara Wilhelm berkonsentrasi untuk mensurvei daerah sekitarnya untuk kehadiran musuh yang tersisa.

Sigurd dulunya adalah daerah yang dilanda perang. Tempat-tempat seperti itu, cenderung tempat munculnya bagi undead.

Sangat mungkin bahwa lebih banyak undead akan meningkat, karena jumlah besar undead terkonsentrasi di satu lokasi.

Ketika Wilhelm menghabiskan waktu untuk menyingkirkan satu monster, Shibaid telah menghabisi lebih dari 10 ghouls  dan skull faces.

Namun, mereka muncul kembali dengan kecepatan yang mengkhawatirkan, bahkan untuk Wilhelm dia tidak pernah mengalami hal seperti itu. Di atas itu kekuatan setiap monster berada pada tingkat yang berbeda.

“Ini diluar bayangan. Mayat itu muncul terlalu cepat ”

Di sudut mata Wilhelm, dia melihat sebuah badai seperti kehancuran yang diciptakan Shibaid. Saat dia menyaksikan ini, dia mulai berlari.

Bahkan untuk tanah yang dilanda perang untuk waktu yang lama, itu tidak biasa bagi banyak undead untuk dibermunculan.

Dari semua informasi, dan pengalaman Wilhelm, ada sesuatu yang sangat salah dengan ini. Ada monster yang dijinakkan oleh pengendara, serta monster yang mengikuti.

Mengingat kekuatan orang semacam ini bersama Bulk dan pemberian dari suatu kelompok, sudah jelas bahwa bagian dalam Sigurd sudah ternoda oleh darah.

“Apa? Kehadiran apa itu? ”

Wilhelm bisa merasakan sedikit dari jarak jauh, melebihi 30 atau lebih monster bergerombolan, sesuatu didalam semak-semak.

Sesuatu sedang mengintai.

Dia merasakannya, dan mengetahui itu.

Dia harus pergi ke sana.

Dia sendiri tidak bisa menjelaskannya, tetapi Wilhelm merambah lebih dekat dan lebih dekat ke arah keberadaan ini di dalam hutan, membunuh satu monster saat menghalangi jalannya.

Hutan itu redup; tidak banyak tempat yang bisa dijangkau sinar bulan.

Siluet dalam bentuk seorang pria sedang diterangi cahaya bulan.

“Kau…”

“Lama tidak bertemu. Bukankah sudah beberapa hari .”

Wilhelm waspada, saat dia melihat wajah Eline Sperizer. Dia seharusnya sudah mati.

Eline tersenyum. Tidak ada yang salah dengannya.

Itu adalah orang yang pernah bertarung dengan Wilhelm.

“Beruntungnya. Bertemu lagi di tempat seperti ini ”

“………”

Dia tersenyum, bahkan tidak memegang senjata. Seolah-olah dia bahkan tidak menyadari pertempuran epik yang terjadi beberapa meter dari semak dan hutan yang hijau itu.

Itu aneh, dan siapa pun akan menjamin pernyataan itu. Bahkan sekarang, Wilhelm bisa mendengar gema pertempuran.

“Kau sangat tenang. Apa yang sebenarnya terjadi?”

“Kau siapa?”

“Oh, apa kau sudah melupakanku? Tapi tentu saja, aku’――――”

“Tidak. Kau bukan Eline”

Wilhelm menebasnya.

Bahkan jika mereka hanya memiliki satu pertemuan, Wilhelm bertempur dengan setiap kekuatan yang dimilikinya. Seorang prajurit yang terampil seperti Wilhelm tidak akan pernah lupa atau salah menafsirkan kehadiran seperti itu, yang telah dia lawan dengan seluruh kemampuannya.

“Kutanya lagi. Siapa kau?”

Dia menyiapkan senjatanya 『Beinot』 di tangannya.

“Eline” diam-diam menatap Wilhelm, sebelum tertawa terbahak-bahak.

“HAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!”

Suaranya semakin keras dan nyaring, dan dalam beberapa detik dia menunjukkan tanda-tanda seorang maniak.

“Aku benar-benar tidak boleh mengulangi hal yang sama. Aku dikalahkan dalam hitungan detik! “

“Ya. Jangan coba-coba ”

“Tapi jujur, aku pikir aku melakukan pekerjaan yang pantas. Hanya untuk memperjelas, katakan padaku apa yang aku lakukan salah. ”

Pria yang berdiri di sana masih merupakan misteri, meski sudah dikalahkan.

“Dia busuk, tapi tidak sepertimu, dia tidak bisa menggunakan tubuhnya untuk memancarkan racun.”

“Ah, tentu saja. Aku kira presisiku tidak cukup akurat. Aku pasti belum ada di sana.”

“………”

Wilhelm terdiam di depan pria gila yang tertawa itu.

Pria ini jelas-jelas berkhayal dan tidak normal, tetapi Wilhelm tidak bisa membiarkannya pergi begitu saja. Dia menunggu kesempatan untuk menyerang, tetapi dia tidak bisa.

Racun dari pria itu menyengat kulit Wilhelm.

Dia memiliki aura yang mirip dengan Skull Face Lord, yang pernah dia lihat.

“Jangan terlalu kelam seperti itu. Aku datang untuk melihatmu secara khusus. “

“Aku tidak tahu siapa kau.”

“Kau dingin sekali. Yah, sejujurnya, aku datang menjemputmu. Tidak peduli bagaimana pendapatmu tentangku. “

“Apa artinya itu?”

Menjemputmu. Itu adalah jenis kata-kata yang kau gunakan untuk mengekspresikan persahabatan. Meski begitu, Wilhelm tidak tahu.

Masalahnya bukan itu – masalahnya adalah bagaimana tidak mungkin orang-orang semacam ini akan memberi sambutan.

“Kami kehabisan tenaga. Kami membutuhkan apa yang bisa kami gunakan ”

Dia tersenyum, dan melanjutkan.

“Kau datang kepadaku karena kau merasa seperti dipanggil, kan?”

“………”

“Aku juga. Aku juga sama, dan aku pikir kau juga mempertimbangkan untuk mendengarkan apa yang aku katakan, kan? ”

Wilhelm mendengarkan tanpa berkata apa-apa. Pada kesempatan lain, dia akan berbicara dengan penuh kata-kata untuk dilemparkan kembali.

Pria itu benar. Meskipun apa yang dikatakannya diresapinya, hatinya tidak setuju.

“Gr!!”

Wilhelm mencoba melawan kehendaknya sendiri dari dalam, ketika rasa sakit melanda dirinya.

Itu menyakitkan dari pinggul ke bawah. Itu persis di mana Millie memukulnya dengan pedang pendek.

“Apa…”

Rasa sakitnya semakin memburuk. Secara proporsional dengan dorongan yang mendidih di dalam tubuhnya, kesadaran Wilhelm memudar.

Kabut hitam yang kuat mulai menguasai area pinggangnya, menyebar ke seluruh tubuh perlahan dengan rasa sakit dan teror.

“Benar. Tetaplah seperti itu dan WHOA! ”

Ketika Wilhelm siap untuk menyerah, senjatanya 『Beinot』 tiba-tiba mulai bersinar dengan cahaya.
Tombak yang telah diperbaiki oleh High Human bukan hanya lelucon. Kabut itu hampir secara magnetis ditolak oleh cahaya suci dari divine spear.

“Apa! 『Beinot』 bisa melakukan itu !? ”

Bahkan divine waepon tidak memiliki kemampuan khusus seperti itu.

Setidaknya, sejauh pengetahuan yang dimilikinya, hanya 『Beinot』 yang bisa melakukan hal seperti itu. Bahkan jika mereka bisa sedikit mencegah kegelapan, itu hanya berarti bahwa senjata itu ‘cukup kuat’. Tidak seperti ini.

“Ugh! Tidak ada yang berjalan sesuai rencana! ”

Pria itu mengalami masalah teknis, dan dia juga harus mengingat senjata di tangan kanan Wilhelm.

Beberapa saat kemudian, kabut yang sama yang menyelimuti Wilhelm muncul dari tangan Wilhelm; tangan yang memegang 『Beinot』.

Cahaya『Beinot』menyempit setidaknya setengah dari kegelapan itu. Tapi itu tidak cukup bagi setengah lainnya untuk melekat erat pada Wilhelm.

Ketika kegelapan melakukan tugasnya, pria itu merogoh sakunya untuk satu kartu item. Dia melemparkannya ke Wilhelm, tetapi lebih mengarah ke senjatanya.

“Aku tidak percaya aku akan menggunakan item!”

Kartu itu dilemparkan dengan cukup kuat, sementara berada di udara kartu itu mewujudkan sebuah kain tipis yang panjang. Kain itu mendarat di 『Beinot』, membungkusnya, menyerap senjata dan menutupnya sepenuhnya.

Pria itu telah melempar ‘kain pengikat senjata’. Item ini melemahkan efek senjata. Ini menargetkan semua senjata tanpa syarat, bahkan divine waepon sekalipun.

Jika pemilik senjata itu sadar, dia bisa melepas kain itu dari senjatanya. Situasinya kurang ideal karena Wilhelm tidak sadar. 『Beinot』 kehilangan pancarannya dengan setiap bungkus yang ada di sekitarnya.

“Ya ampun, itu sudah dekat …”

Pria itu menjadi sedikit lelah, mengambil 『Beinot』 menjauh dari Wilhelm yang tidak berdaya. Pria itu tersenyum dengan loyo dan membosankan 『Beinot』, sekitar 70% dari itu ditutupi oleh kain.

“Wow, luar biasa. Selain dari tampilannya, ini hampir bukan seperti 『Beinot』. Tidak heran cahaya yang dihasilkannya aneh. Ini adalah penemuan yang keren. ”

Demi keselamatannya, dia harus mengeluarkan racun dalam jumlah yang wajar, yaitu sumber kekuatannya, ketika berhadapan dengan 『Beinot』. Namun, mengetahui itu, dia masih menuangkan racun dalam jumlah yang sama ke dalam 『Beinot』.

Tulisan di permukaan『Beinot』meleleh dan membakar tangan pria itu dengan berat. Dia tampak bingung apa yang harus dilakukan, namun dia terus menuangkan racun.

Cahaya perak dari tombak itu membentuk onyx yang terang. Tulisan di permukaan juga berubah menjadi merah darah.

Itu adalah tombak neraka 『Vakira』.

Bahkan di antara senjata kegelapan, yang satu ini lebih kuat, dan salah satu dari sedikit yang terbungkus dalam racun.

Pria itu memutar tombak di tangannya sekali, dan kain di sekitarnya memudar sebelum menyentuh tanah.

Wilhelm tetap berdiri diam belakang, tertutup debu dan kotoran.

“Yah, mereka seharusnya sudah selesai menculik Wanita Suci sekarang, kan? Jadi, aku harus pulang … wow, aku hampir berpikir itu adalah Dark Blacksmith. Tapi, sepertinya rumor itu berbeda dari kenyataan. ”

Berdasarkan pakaian dan persenjataan, dia menyimpulkan bahwa Shin adalah High Human. Dia juga mengira Shin adalah Dark Blacksmith berdasarkan figurnya.

Namun, perilakunya pada saat itu berbeda dari apa yang didengarnya dari rekan-rekannya.

Dengan demikian, NPC selain pemain diperlakukan sebagai benda belaka. Itu, dan tidak ada keraguan membunuh orang. Mata Blacksmith dingin sekali. Dia juga memiliki niat membunuh dengan setiap tindakan. Semua itu tidak terlihat seperti Shin.

Jika Shin adalah orang yang pernah didengarnya, tidak ada yang akan bertahan di Palmirack kecuali Rokuten dan bawahan mereka.

“Jadi, apakah kau ‘Blue Trickster’ atau Golden Merchant’? Yah, aku ragu kau selalu memakai itu tapi … ”

Nama-nama itu berasal dari warna-warna yang digunakan para anggota Rokuten, tapi itu tidak selalu merupakan aturan praktis.

Jadi, pria itu membuat kesalahan kedua dengan berpikir bahwa Shin adalah Cain atau anggota Rokuten lainnya.

Bagaimanapun, semua bukti menunjukkan bagaimana setidaknya salah satu anggota Rokuten telah kembali. Tidak peduli siapa.

Hanya satu dari Rokuten yang bisa memutuskan pemenang perang.

Setelah melihat lokasi Megrade, lelaki itu dan Wilhelm lenyap tanpa jejak, tanpa sepengetahuan semua orang.

◆◆◆◆

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded