The New Gate Volume 7 Chapter 2 – Part 2 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
  • Translator : Lyle

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Suruh Mbak Google Baca”]

Clack, clack, clack.

Suara sepatu seseorang bergema di aula gereja yang tenang.

Sosok kecil yang bertopeng dengan tudung sedang berjalan menyusuri jalan yang kecil.

Sosok ini akhirnya berhenti di depan salah satu dari beberapa pintu dengan bentuk yang serupa. Ini adalah ruangan tempat Hermie beristirahat.

Pintunya terbuka, dan seorang pria yang mengenakan armor sedang tertelungkup di lantai. Dia tidak sadarkan diri.

“Maafkan saya menganggu.”

Suara seorang bocah laki-laki bergema. Atau seorang gadis muda dengan suara rendah. Jenis kelamin suara tidak dapat diidentifikasi hanya dari mendengarkannya.

Ada kesan santai terhadap seseorang yang berkerudung itu, seolah-olah mereka adalah teman dekat. Di dalam ruangan, beberapa yang lainnya tidak sadarkan diri, namun mereka tidak terluka. Mereka bernapas dengan ritme yang stabil, seperti berada dalam tidur nyenyak.

“Apakah kau sedang beristirahat? Aku kira kau sedang beristirahat? Kalau begitu ayo. ”

Sosok berkerudung menegaskan bahwa semua orang di ruangan itu tertidur. Mereka melangkah lebih jauh, untuk melihat pintu lain yang ada di dalam. Pintu itu terbuka, dan seorang gadis muda sedang tertidur di samping dua prajurit.

“Ketemu.”

Sosok itu memastikan bahwa gadis yang tidur di dekat tempat tidur adalah Hermie. Saat sebuah lengan mengulurkan tangan dari jubah ke arah Hermie, suara embusan angin bisa terdengar.

“Whoops.”

Sosok berjubah itu meraih belati yang terbang di antara jari-jari nya, bahkan tanpa meliriknya.

“Wah, aku sangat terkejut. Apa kau masih bangun?”

“Siapa… kau?”

Ksatria yang berdiri sambil mengucapkan kata-kata ini adalah Konig.

Dia telah memaksa tubuhnya yang masih tidak stabil untuk berdiri. Darah menetes dari mulutnya karena dia telah menggigit bibirnya untuk mempertahankan kesadarannya.
“Oh ya, apakah saya belum memperkenalkan diri saya. Selamat malam, Tuan. Nama saya Milt, saya anggota “Ouroboros ‘Hollow”. Saya datang ke sini untuk meminjam Nyonya Hermie. Perlawanan apa pun itu akan sia-sia, jadi akan lebih mudah bagi Anda untuk tetap diam, mengerti? ”

“Cukup dengan hinaanmu !!”

Perkenalan diri Milt hampir selesai ketika Konig menarik pedangnya dan mulai menyerang. Orang yang terpilih kelas atas melangkah dengan paksa, dengan kecepatan yang tak terbayangkan dengan armor berat yang dia pakai.

Kecepatan Milt bagaimanapun, melebihi miliknya. Tubuh yang menyongsong itu tampak sedikit miring, namun serangan Konig dihindari dengan mudah.

Pedang Konig menebas berulang kali melalui ruangan kecil itu, namun dia bahkan tidak berhasil menyentuh Milt, seolah-olah penyusup yang tidak diinginkan itu hanyalah ilusi.

“Serangan yang mengesankan, seperti yang diharapkan dari orang yang terpilih kelas atas.”

Milt berkomentar dengan sikap santai sambil menghindari serangan Konig. Bahkan melawan seorang yang terpilih kelas atas seperti Konig, lawannya tidak menunjukkan kesulitan sedikit pun.

“Kh…”

Konig mengayunkan pedangnya meskipun rasa kantuk dan ketidakberdayaannya – asal yang tidak diketahui – yang mencoba mengambil alih tubuhnya, sementara Milt tampaknya sama sekali tidak terpengaruh.

Siapa yang akan muncul sebagai pemenang sudah terlihat sangat jelas.

“Namun, itu memalukan. Ini tidak cukup untuk merangsang selera makan saya. Saya juga tidak bisa membuang-buang waktu, kalau begitu saya akan segera pergi. ”

Setelah berbicara, Milt tiba-tiba menghilang dari pandangan Konig; penyerbu telah menyelinap lebih dekat kearah Konig, untuk memberikan pukulan bahwa Konig yang mengantuk tidak punya harapan untuk bertahan.

Serangan telapak tangan Milt menghantam tepat pada armor Konig, dan guncangan yang dihasilkan meledak di seluruh tubuh ksatria itu.

“Gwah…gh…”

Nafas Konig dihentikan sejenak oleh dampak yang menyebar melalui armornya. Kesatria itu kemudian ambruk ke tanah dan tidak berdiri lagi.

Itu bukan serangan yang biasanya mengalahkannya, tetapi status abnormal yang melumpuhkan Konig mencegahnya untuk bertahan melawannya.

“Baiklah, sekarang karena tidak ada yang menghalangi jalan saya, saya dapat kembali bekerja.”

Milt memastikan Konig sudah tidak dapat melawan dan mengangkat Hermie yang tertidur.

Setelah menyiapkan mekanisme tertentu, Milt meninggalkan ruangan dan menuju pintu masuk Palmirack.

Sambil berjalan melewati koridor yang kosong, Milt berbicara dengan keras.

“Ini terlalu mudah … karena tempat ini diaktifkan kembali itu berarti salah satu Rokuten telah kembali, namun kenapa ini terlalu mudah?”

Bagi seorang penyusup, tidak ada yang lebih terasa selain keamanan yang lemah. Namun, Milt sepertinya tidak puas.

“Satu-satunya anggota Rokuten yang terlibat dalam Game Kematian itu seharusnya Shin, tapi aku tidak bisa membayangkan dia membiarkan orang normal di dalam Palmirack tidak dapat melakukan apa-apa … tapi tidak mungkin salah satu dari 5 yang lainnya datang. Dan jika Shin datang ke sini, itu artinya dia sudah mati… tapi aku tidak bisa menerima bahwa seseorang dapat membunuhnya … ”

Milt terus berjalan, sambil menyuarakan keluhan.

Palmirack sekarang telah menurunkan keamanan, untuk mencegah bahaya bagi orang-orang Gereja. Berkat itu, tidak akan ada yang terjadi bahkan jika Milt pergi begitu saja seperti ini.

Milt tidak benar-benar “menyusup” kedalam Palmirack. Anggota Hollow Ouroboros baru saja berjalan melewati pintu depan, tanpa terganggu.

“Aah, aku ingin bertemu Shin … kalau saja dia ada di sini, aku akan puas bahkan tanpa harus melakukan hal-hal seperti ini …”

Kata-kata Milt terdengar seperti kata-kata seorang gadis yang sedang jatuh cinta, atau bocah lelaki yang bermimpi tentang pahlawannya, tetapi menyembunyikan sesuatu yang dekat seperti obsesi antara mereka.

Milt terus berjalan menuju pintu masuk utama.

Mendengar suara ledakan di kejauhan, sekali lagi penyusup menghilang dalam kegelapan.

◆◆◆◆

Shibaid adalah orang pertama yang mengetahui keganjilan itu.

Setelah memusnahkan monster undead yang menuju Sigurd, dia mencari keberadaan terdekat dan menyadari bahwa Wilhelm tidak bisa ditemukan.

Radius persepsi Shibaid lebih kecil dari Shin atau Schnee, tetapi masih jauh lebih luas daripada rata-rata orang yang terpilih lainnya. Meskipun begitu, dia tidak dapat menemukan jejak keberadaan Wilhelm, tidak peduli berapa kali ia mencoba.

Dia pergi ke lokasi di mana Wilhelm seharusnya berada, tetapi tidak dapat menemukan petunjuk apa pun.

Sesuatu pasti telah terjadi padanya … itu hanya beberapa saat dan Shibaid mencapai kesimpulan itu.

“(Disini sudah selesai. Bagaimana situasi di sana?)”

“(Monster telah dimusnahkan. Tapi sesuatu yang aneh sedang terjadi.)”

Melalui Pesan lewat pikiran (Mind chat) disaat yang tepat itu, Shibaid memberi tahu Shin tentang hilangnya Wilhelm.

Sebagian berkat peningkatan senjatanya, kekuatan Wilhelm telah meningkat lebih jauh setelah bertemu dengan Shin. Dia adalah seorang prajurit yang selamat dari banyak pertempuran mematikan, dia tidak mungkin dikalahkan oleh monster pada level ini.

Setelah mengurus konsekuensi pertempuran mereka di sekitarnya, Shin dan Schnee bergabung dengan Shibaid dan menyelidiki sekitarnya.

Namun tidak peduli seberapa kalipun mereka mempertajam pencarian mereka, tidak ada jejak Wilhelm di bidang persepsi mereka. Mereka juga menuju ke tempat di mana Wilhelm seharusnya berada, yang sudah diperiksa Shibaid, tetapi tidak dapat menemukan jejak rekan mereka juga.

“Tidak ada tanda-tanda pertempuran besar … bisakah kita mengatakan bahwa kemungkinan dia melawan seseorang dan dibawa pergi?”

“Jika lawannya dari Fraksi Puncak, mungkin saja Wilhelm dicegah untuk melawan dengan menggunakan seorang sandera. Atau, mantra tipe Pikiran yang bisa digunakan padanya. ”

Dengan informasi yang sedikit seperti itu, berspekulasipun memiliki batasnya. Kelompok itu kemudian bergabung dengan Tiera dan Kagerou, yang tidak memiliki kemampuan persepsi sekuat Shin dan Schnee dan telah pergi mencari petunjuk dengan berjalan kaki.

“Apa kau  menemukan sesuatu?”

“Tidak, tidak ada tanda-tanda di sekitar sini. Bagaimana denganmu? “

“… Aku juga belum bisa menemukan sesuatu, tapi ada satu tempat yang membuatku tertarik.”

“Tempat yang membuat tertarik?”

Tiera menanggapi pertanyaan Shin dengan keheningan yang singkat. Setelah menghela nafas kecil, dia menjawab.

“Ikuti aku, aku akan membawamu ke sana.”

Tiera mengatakan hal itu dan mulai memberi perintah kepada Kagerou. Tempat yang mereka tuju, dengan kecepatan yang seperti kecepatan Shibaid, anggota paling lambat dari party, adalah rumpun yang tampaknya biasa.

Dari sudut pandang Shin, dia tidak bisa merasakan sesuatu yang tidak biasa di sekitarnya. Itu sama dengan Schnee dan Shibaid, pada kenyataannya, mata mereka memancarkan ekspresi kebingungan.

“Disini.”

Tiera turun dari Kagerou dan berjalan menuju pusat hutan. Kagerou tumbuh lebih kecil dan berjalan di dekat kaki Tiera.

Beberapa langkah di belakang Tiera dan Kagerou, party Shin juga memasuki hutan.

Setelah berjalan beberapa menit, mereka mencapai tempat terbuka. Tiera berhenti satu langkah sebelum memasukinya.

“Apakah ini tempatnya?”

“Ya. Kau mungkin sulit untuk percaya, tapi ada Iblis yang sangat kuat di sini, beberapa saat yang lalu. ”

“Iblis?”

Ekspresi Shin berubah masam setelah mendengar kata-kata Tiera. Schnee dan Shibaid bereaksi dengan cara yang sama, terutama yang terakhir; Medan perangnya sudah dekat.

Namun, tidak peduli seberapa tinggi level dan statistik Shibaid, radius deteksi terhadap musuh tidak seluasShin atau Schnee’s. Jika musuh telah menggunakan skill seperti 【Hiding】, itu tidak akan menjadi aneh bagi Shibaid untuk tidak memperhatikan apapun.

“Mungkinkah Iblis ini, yang telah melakukan sesuatu terhadap Wilhelm?”

“Jika iya, itu pasti orang dengan peringkat yang tinggi. Mungkin bahkan salah satu dari mereka. “

“Ya, dalam hal ini, itu bisa menyusup di sini tanpa disadari.”

Di antara Iblis dengan peringkat tinggi, ada beberapa yang bisa menandingi Schnee dan Shibaid.

Itu wajar, bukan tidak mungkin Wilhelm telah dibawa pergi dengan sedikit atau tanpa perlawanan.

“Er, apakah kau benar-benar percaya padaku?”

Melihat party Shin mempercayai kata-katanya tanpa pertanyaan, Tiera menyuarakan keterkejutannya.

“Hah? Kenapa kami harus meragukanmu? Kau bukan tipe yang mengatakan kebohongan atau lelucon dalam situasi seperti ini, kan? ”

“Tapi itu hanya firasat … aku tidak punya bukti atau apa pun.”

“Itu mungkin begitu, tapi setidaknya kami mempercayaimu. Itu sebabnya kami percaya padamu, bahkan tanpa bukti sekalipun. “

Shin menjawab dengan tegas keraguan Tiera.

Di dunia ini, lagipula, fenomena yang tidak dapat dijelaskan seperti sihir dan skill ada dalam jumlah besar. Bagaimanapun juga, tidaklah luar biasa untuk dapat merasakan racun atau Iblis. Selain itu, elf dan pixie memiliki indra keenam, atau intuisi, yang dikenal karena ketajamannya.

Target ketajaman seperti itu berbeda dari orang ke orang, tetapi kemungkinan bahwa didikan Tiera telah membuatnya sensitif terhadap niat jahat dan niat buruk.

“Itu sedikit, tapi aku merasakan sesuatu yang dekat dengan racun yang tersisa di sini. Bagaimana dengan kalian semua? “

“Aku tidak bisa merasakan apa-apa.”

“Aku merasakan sesuatu yang berbeda dari racun. Tapi aku tidak berpikir itu adalah sesuatu yang jahat. ”

Setelah mendekat, Shin dan Schnee merasakan kehadiran yang telah lama.

Shibaid terlihat bingung.

“Sepertinya kau merasakan hal yang berbeda.”

“Apa yang aku rasakan mungkin sesuatu yang mirip dengan apa yang Tiera rasakan. Aku penasaran apa yang dirasakan Schnee. ”

Shin memiliki pengalaman dengan racun, jadi dia yakin apa yang dia rasakan. Dia tidak tahu, bagaimanapun, tentang “sesuatu yang berbeda dari racun” namun Schnee merasa mengetahuinya.

“Paling tidak, itu bukan racun. Item yang aneh, mungkin … omong-omong, Shin, kau telah menggunakan senjata Wilhelm, bukan? Mungkinkah karena itu? ”

“Memang benar bahwa aku mengubah senjata Wilhelm menjadi『 Beinot 』, tetapi apakah itu memiliki efek seperti itu?”

Shin mencoba mengingat kembali karakteristik 『Beinot』.

Sesuai dengan namanya “Tombak suci”, 『Beinot』 sangat efektif melawan undead. Itu bisa mempengaruhi Iblis juga, tetapi hanya cukup untuk dipertimbangkan sebagai bonus tambahan.

Disamping itu, itu pasti tidak memiliki apa pun yang bisa meninggalkan racun.

“Jika itu ada, tingkatannya pasti berubah.”

“Tingkatan?”

“Ya, itu naik satu tingkat, dari Mitology ke Ancient (kuno). Itu mungkin alasannya, aku tidak tahu detailnya. ”

Meski begitu, tidak ada petunjuk lain yang menuntun mereka lebih jauh seperti yang sekarang.

Party berpisah untuk memeriksa sekitarnya sekali lagi, tetapi tidak dapat menemukan apa pun; waktu terus berlalu.

“… Aku sudah memeriksa semuanya, tapi sebenarnya tidak ada apa-apa di sini, huh.”

“Aku juga belum menemukan apa-apa.”

“Aku juga belum.”

“Aku juga. Tidak ada jejak pertempuran, jadi dia ditangkap atau mereka menggunakan sandera. Itu adalah tebakanku. ”

Shin, Tiera, Schnee dan Shibaid melaporkan temuan mereka setelah bergabung kembali.

Apa yang mereka temukan hanyalah kurangnya petunjuk yang mutlak.

“Tidak ada yang harus dilakukan di sini, untuk sekarang ayo kita kembali. Tidak ada gunanya berlama-lama disini, dan aku punya firasat buruk … ”

Sejak penculikan Millie, mereka selalu bereaksi terhadap inisiatif musuh.

Itu mungkin mengapa Shin merasa bahwa cobaan ini masih jauh dari selesai.

◆◆◆◆

“Apa-apaan …!”

“A-apa!?”

Seruan Shin tiba-tiba mengejutkan Tiera.

Dia telah memperhatikan situasi abnormal Palmirack segera setelah mereka kembali.

“Obat tidur. Telah diuapkan untuk mempengaruhi seluruh struktur. ”

Schnee mengidentifikasi kejanggalan itu dengan cepat, meskipun sudah terlambat.

“Sial, mereka benar-benar ada di sini juga!”

Karena Shin menggunakan fungsi Pamirack untuk menjalankan pencarian, seperti yang diduga, dia tidak menemukan jejak Hermie.

“Apa informasi kita bocor?”

“Aku tidak tahu. Sejauh yang kami tahu, semua sudah dibawah kendali, tapi … ”

Apa yang dibayangkan oleh pihak Shin adalah kerah hitam yang digunakan untuk mengendalikan Hermie.

Sementara menunggu utusan, mereka memastikan tidak ada yang dilengkapi dengan itu. Tidak ada yang menderita status abnormal, jadi tidak mungkin seseorang di dalam berada di bawah kendali musuh.

Jika itu dibocorkan, kerahnya tidak ada hubungannya dengan itu. Mereka tidak dapat mengesampingkan kemungkinan kehadiran anggota “Fraksi Puncak” lainnya didalam Palmirack.

“Yah, aku kira kita harus menganggap diri kita beruntung bahwa itu tidak beracun. Mari kita hilangkan efek obat itu terlebih dahulu. ”

Menggunakan skill tipe-angin, Shin mengusir uap-uap obat tidur yang mengambang di sekitarnya. Itu bukan sesuatu yang menyebabkan luka fisik, jadi orang yang terkena itu hanya tertidur. Saat itu malam hari, saat ketika orang biasanya menghabiskan waktu tidur, jadi tidak ada keributan khusus.

Mungkin hanya risiko bahwa orang yang tertidur di koridor atau di lantai akan terkena pilek.

“Menurunkan keamanan kembali dapat menggigit dan berdampak kepada kita, aku mengerti.”

“Tapi kecuali kau yang melakukan itu, itu tidak akan mungkin bagi begitu banyak orang yang masih hidup di Gereja.”

Shin menggaruk kepalanya karena situasinya, tetapi Schnee menjawab bahwa tidak ada yang bisa dia lakukan.

Masalah sebenarnya adalah tidak mungkin bagi penyelinap untuk menyusup dengan sejumlah besar orang diGereja, bahkan hanya di lantai permukaan Palmirack, sambil menjaga sistem keamanannya yang 100% aktif.

Untuk menghilangkan sistem yang aktif, dia perlu mendaftarkan semua penduduk sebagai tamu, sehingga tidak ditargetkan oleh sistem keamanan, atau mengirim mereka semua.

Di Gereja ada lebih dari 1000 orang, mulai dari Paus hingga para murid. Tidak mungkin untuk mendaftarkan semuanya sebagai tamu.

Party Shin lalu menuju ke kediaman Hermie, mencari petunjuk.

“Bahkan Konig terpengaruh … tapi tunggu, pedangnya sudah ditarik.”

Shin menyadari bahwa di antara mereka yang tertidur, hanya Konig yang berhasil melawan.

“Aku akan mencari ditempat ini. Schnee, tolong periksa Lilishila. ”

“Dimengerti. Aku akan membawanya ke sini begitu dia bangun. ”

Schnee pergi ke tempat Lilishila.

Shin kemudian mempercayakan Shibaid dan Tiera untuk menghapus penyakit pada status dan menuju ke Konig.

“Hei!! Bangun!! Apa yang terjadi disini!?”

Shin menghapus efek dari status tidur Konig dan mencoba untuk membuatnya terjaga. Berkat ketahanan terhadap statusnya sebagai orang yang terpilih kelas atas, Konig terbangun segera setelah efek dari statusnya dihapus darinya.

“Tuan … Shin? Di mana Nona Hermie !? ”

Begitu dia tersadar, Konig melompat dan memeriksa sekitarnya. Saat dia melihat Shin di depannya, dia bertanya tentang keberadaan Hermie.

“Aku minta maaf, tetapi kami baru saja tiba di sini. Utusan itu juga monster, jadi kami tidak dapat memperoleh informasi yang berguna. ”

“Utusan itu adalah umpan, lalu … gah, bagaimana aku bisa membiarkan ini terjadi ..!”

Tinju Konig mengepal karena kegagalannya.

“Tanda itu adalah Hollow Ouroboros, bukan.”

Shin memeriksa tanda yang tersisa di kamar Hermie dan mengidentifikasi pelakunya. Itu adalah tanda yang sama dengan yang mereka temukan di bawah tanah.

“Tidak diragukan lagi. Penculik Hermie juga mengatakan hal itu. ”

“Apakah kau melihat pelakunya?”

Kata-kata Konig menarik perhatian penuh dari Shin.

“Beberapa saat setelah aku mulai merasa aneh, sosok berkerudung muncul di ruangan. Mantel dan tudung menghalangiku untuk melihat wajahnya, tetapi dia menyebut dirinya Milt. ”

Konig memberi Shin semua informasi yang bisa dia ingat. Penyusup itu bertubuh pendek, dengan suara yang seperti laki-laki atau perempuan. Konig, meskipun dia dalam kondisi buruk – juga mengingat bahwa sosok berjubah itu telah menghindari semua serangannya dengan mudah.

“Hanya itu yang bisa aku ingat.”

“Itu lebih dari cukup.Aku merasa seperti kenal orang ini. ”

“Apa!?”

Itu giliran Konig untuk penasaran dengan kata-kata shin. Hollow Ouroboros adalah organisasi yang terkenal, tetapi anggotanya diselimuti dengan misteri.

“Aku ingat. Badan yang kecil, suara dengan gender yang tidak jelas, kecakapan bertarung lebih unggul dari orang yang terpilih kelas atas, obat tidur yang digunakan di sini dan nama Milt … aku yakin aku tahu siapa itu. ”

Itu adalah kebetulan yang diingat oleh Shin.

Sebagian besar PK yang telah dikalahkan oleh Shin memiliki mata yang dipenuhi oleh dendam dan kebencian atau senyum yang aneh, ekspresi yang tidak biasa.

Di antara mereka, wanita bernama Milt selalu memiliki senyum aneh di bibirnya.

Dia terkenal sejak saat ketika THE NEW GATE hanyalah sebuah game.

Dia adalah tipe yang menemukan kesenangan tanpa akhir dalam duel sampai mati, yang merasa benar-benar hidup saat diambang kematian.

Dia secara terbuka menyatakan bagaimana dia akan melawan siapa pun yang cukup kuat, tidak peduli apakah mereka orang atau monster.

Itu tidak berubah bahkan setelah dimulainya Game Kematian; Bahkan jika cara berpikir dan gaya permainannya semakin dijauhi, dia adalah seseorang yang menyimpang yang akan sering menerobos garis depan selama quest melawan bos.

Dia tidak akan pernah aktif untuk berburu pemain yang lebih lemah, dan ketika bertarung dia akan selalu jujur bekerja sama dengan pihak utama. Dia terkenal di kalangan tertentu karena dia akan pergi segera setelah pertempuran berakhir.

Milt adalah tipe orang yang akan menggunakan segala sesuatu yang bisa digunakan. Dia sangat berbakat dalam penggunaan racun, baik untuk pertempuran maupun untuk melarikan diri.

Dia menjadi terlibat dengan Shin pada saat Shin disebut “Dewa Kematian”; dan dia telah dikalahkan oleh Shin.

Itu semua yang Shin tahu tentang Milt.

(… Apakah dia tipe orang yang membantu penculikan, aku heran?)

Apa yang dirasakan Shin setelah mengingat tentang Milt adalah keraguan.

Tingkah lakunya yang tidak normal adalah sesuatu yang membuat posisinya sedikit rumit juga.

Dia tidak menyerang, merampok, atau membantai pemain untuk bersenang-senang, seperti kebanyakan PK. Mungkin dia telah berpartisipasi dalam kegiatan seperti itu tanpa sepengetahuan Shin, tapi dia setidaknya tidak pernah mendengar desas-desus seperti itu.

Seorang PK tidak seperti PK lain, bahwa Milt membantu dalam penculikan … pasti ada sesuatu yang tidak beres.

“Tolong katakan padaku, siapa dia sebenarnya?”

“… Sederhananya, seorang iblis spesial bertempur. Dia tidak akan ragu-ragu sebelum mengalahkan seseorang, tetapi sejauh yang aku tahu dia tidak akan terlibat dalam sesuatu yang begitu menyusahkan seperti penculikan. ”

Shin menjelaskan tentang Milt kepada Konig yang berhati-hati untuk menghindari pembicaraan tentang game.

Shin ingat bahwa stat STR-nya setidaknya di atas 700, sementara -sebenarnya sebagai trade-off untuk itu- VIT-nya hampir di atas 300. Pembagian statistiknya tidak terfokus pada satu stat saja, tapi tentu saja itu sangat senjang.

“Jika apa yang kau katakan itu benar, Tuan Shin, maka bisa dimengerti bagaimana dia bisa menjadi bagian dari Ouroboros ‘Hollow. Guild itu sering menerima permintaan dari kerajaan untuk memusnahkan monster kuat atau penjahat yang berbahaya. Bekerja sama dengan Fraksi Puncak mungkin untuk melawan musuh yang lebih kuat, aku bertaruh tentang itu. ”

“Aku kira kau benar.”

Kata-kata Konig sangat logis. Jika ada kemungkinan untuk melawan lawan yang kuat, terlepas dari “baik” atau “jahat”, itu tidak akan aneh bagi Milt untuk berpartisipasi.

“Mari kita lupakan pola pikirnya untuk saat ini. Kita harus menghadapinya ketika kita menyelamatkan Hermie, mari kita fokus mencari tahu ke mana Milt pergi lebih dulu. ”

Shin menyisihkan keraguannya dan mengubah topiknya.

Jika apa yang terjadi malam itu semua saling terhubung, Wilhelm kemungkinan berada di lokasi yang sama.

“Kurasa aman untuk berasumsi dia menuju markas Fraksi puncak.”

Shin mendengar kata-kata Lilishila dan berbalik ke arahnya, lalu menyadari bagaimana dia masih terhoyong-hoyong di kakinya.

“Cepat sekali … apakah kau baik-baik saja?”

“Aku dipaksa tidur, jadi aku masih agak tidak stabil, tapi itu tidak masalah. Mengenai tujuan, kami memiliki sedikit tentang lokasinya. ”

Saat menyelidiki Bulk, mereka telah menemukan tempat-tempat yang dipenuhi racun yang kemungkinan akan digunakan untuk ritual tersebut.

“Bisakah kau memberi tahu kami?”

“Tentu saja. Mari kita pergi ke meja. “

Karena ruangan saat ini hanya memiliki meja kecil, mereka pindah ke sebelah.

Di sana Lilishila mengeluarkan kartu item dan mengeluarkannya di atas meja.

Yang muncul adalah map yang menggambarkan sebuah wilayah dengan Sigurd di pusatnya. Meskipun area yang ditujunya tidak terlalu besar, tingkat detailnya berada pada tingkat yang lebih tinggi daripada map yang dibeli Shin di Bayreuth.

“Kami berpikir bahwa ada 3 lokasi yang kemungkinan akan digunakan sebagai situs ritual.”

Setelah mengatakan itu, Lilishila menempatkan dua batu hitam di map. Yang satu berada di gunung barat laut dari Sigurd, yang lain di area hutan di barat daya.

“Tempat terakhir yang tersisa berada di luar peta ini, di pantai tenggara dari Sigurd. Kami telah menegaskan bahwa di semua lokasi ini ada gua yang mengarah ke bawah tanah. ”

“Apa yang membuatmu berpikir bahwa racun telah berkumpul di sana?”
[T/N: Racun disini maksudnya, kaya hawa-hawa gitu ya, bukan racun dalam bentuk obat atau yang biasanya orang pikirkan]

Shin, berpikir bahwa ada banyak gua selain dari tiga itu, dan mengungkapkan keraguannya dengan keras.

“Ketiga lokasi ini adalah semua teater konflik berskala besar di masa lalu, yang memakan banyak sekali korban. Mereka juga dilaporkan sebagai lokasi di mana Ley Lines berkumpul. Kami berspekulasi bahwa mereka mungkin merencanakan sesuatu dengan menggunakan dua elemen ini. ”

“Aku mengerti. Yuki, Shibaid, apakah lokasi ini memberitahu kalian sesuatu? ”

Shin meminta pendapat mereka karena mereka telah melewati banyak wilayah selama bertahun-tahun.

“Seperti yang dikatakan Nona Lilishila, ketiga lokasi ini memang memiliki konflik besar dengan banyak korban. Terutama pantai selatan-timur dan hutan barat daya juga melihat sebagian besar monster undead. Aku belum pernah mendengar apa-apa khususnya tentang gunung di timur laut. ”

“Hmm. Aku berbagi pendapatnya tentang pantai, tetapi tidak pernah mendengar banyak tentang hutan. Adapun gunung, aku telah mengunjungi di masa lalu untuk memusnahkan “Naga Alado” yang muncul di sana. Jika aku ingat dengan benar, sebagian tubuhnya telah mengalami metamorfosis … mungkin karena efek racun. ”

Menambahkan dua pendapat bersama, disimpulkan bahwa ketiga lokasi itu bisa menjadi tempat di mana racun dikumpulkan dengan mudah.

Shibaid berbicara tentang Naga Alado, bagaimanapun, sejenis naga Undead.
Pada saat yang sama, Shin juga meminta Yuzuha melalui Pesan lewat pikiran jika dia tahu sesuatu tentang ketiga lokasi tersebut.

“(Kuu, Yuzuha tidak tahu …)”

Yuzuha, yang baru saja meninggalkan kuilnya, tidak memiliki informasi tentang ketiga lokasi tersebut.

Namun, selain dari pelacakan yang dilakukan Yuzuha, dan petunjuk yang sudah di tangan, mereka dapat memutuskan tindakan rencana.

“(Yah, itu tidak benar-benar tidak terduga. Daripada itu, teknik pelacakan apa yang kau gunakan pada sosok yang terbang dari gereja?)”

“(Di sana.)”

Saat dia berbicara melalui Pesan lewat pikiran, Yuzuha mengarahkan kaki depannya ke depan.

“(Schnee, apa kau tahu arah apa yang ditunjuk Yuzuha?)”

“(…. Sepertinya itu ke arah tenggara.)”

Itu tidak jelas, tetapi dalam arah yang sama dengan salah satu lokasi yang diusulkan Lilishila. Karena mereka memiliki beberapa petunjuk lain saat ini, ini adalah yang terbesar.

“Bagus, mari kita pergi ke pantai kalau begitu. Musuh kita dapat berteleportasi dan menjinakkan monster terbang, jadi seharusnya jarak tidak menjadi masalah bagi mereka. ”

Juga mempertimbangkan pendapat Yuzuha, Shin memutuskan untuk menjadikan pantai tenggara sebagai tujuan mereka.

Dia berpikir tentang membagi kelompok untuk pencarian, tetapi di antara Iblis ada beberapa yang Schnee dan Shibaid tidak bisa tangani sendiri.

Termasuk kehadiran “Ouroboros ‘Hollow”, yang juga termasuk mantan pemain Milt di antara jajarannya, Shin memutuskan tidak bijaksana untuk membagi pasukan mereka.

“Aku ingin segera pergi, tetapi mari kita tunggu semua orang bangun lebih dulu.”

“Aku setuju. Obat tidur ini mempengaruhi semua yang hadir meskipun ukuran area yang besar. Itu bisa menyebabkan penyakit lain pada beberapa orang. ”

Obat-obatan yang digunakan oleh mantan pemain lebih kuat daripada yang sekarang beredar. Bahkan jika tidak ada yang berisiko mati, mungkin ada subjek yang terpengaruh yang akan terus tidur.

Namun, sudah tengah malam; karena mereka tidak bisa begitu saja membangunkan semua orang, kelompok itu memutuskan untuk menunggu sampai pagi.

Mereka juga harus menyiapkan persediaan untuk perjalanan panjang yang akan terjadi, serta menemukan rute terperinci ke pantai gua.

“(Kuu…Ngantuk…)”

“Bahkan Yuzuha sudah mencapai batasnya, ya.”

“Ini benar-benar terlambat. Mari tinggalkan persiapan untuk besok pagi dan beristirahatlah. ”

Schnee membuat sarannya sambil melihat Yuzuha yang mengantuk.

Tidak peduli seberapa tinggi kemampuan seseorang, kelelahan tidak dapat dihindari.Tidak ada cukup waktu untuk beristirahat sepenuhnya, tetapi itu perlu untuk istirahat walau sebentar.

“Itu benar. Nona Lilishila, kau dan orang-orangmu juga harus istirahat. Bahkan jika kita tetap berpikir sekarang, kita hanya akan menjadi lebih lelah. ”

“Kau benar. Sejujurnya, aku tidak merasa terlalu baik. “

Memeriksa rute tidak akan memakan banyak waktu. Mempertimbangkan kondisi Lilishila yang buruk dan kerusakan yang diterima Konig, mereka memutuskan untuk beristirahat juga.

Party Shin juga menuju ke beberapa kamar kosong yang berguna. Setelah meletakkan Yuzuha di tempat tidur, Shin juga berbaring.

“Milt, huh…”

Setelah membisikkan nama wanita yang sebelumnya telah bertarung dengannya sampai mati, Shin menutup matanya. Yang dibayangkannya adalah senyumnya yang hangat dan senyum ganas lainnya, yang menarik dari ujung ke ujung bibirnya begitu tinggi sehingga dia tampak seperti orang yang berbeda.

Jika dia telah dikirim dari “Ouroboros ‘Hollow” untuk bantuan Fraksi puncak sebagai seorang petarung, itu hampir pasti akan berubah menjadi sebuah pertarungan sampai mati.

Dalam hal ini, Shin bisa berakhir dengan membunuh orang yang sama dua kali.

“Itu adalah putaran takdir yang tidak aku butuhkan sama sekali …”

Setelah bisikan itu, Shin pun jatuh dalam tidur.

◆◆◆◆

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded