The New Gate Volume 7 Chapter 2 – Part 3 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
  • Translator : Lyle

Pagi setelahnya.

Pihak Shin memastikan bahwa semua yang terkena dampak obat tidur telah bangun, mereka kemudian segera memulai persiapan untuk keberangkatan.

Setelah membeli persediaan yang diperlukan dan memeriksa rute, kelompok itu naik ke kereta.

Party menuju ke pesisir gua termasuk 5 orang dan 2 hewan: Shin, Schnee, Shibaid, Tiera, Konig, Kagerou dan Yuzuha.

Lilishila juga ingin pergi, tetapi karena dia tidak memiliki kekuatan tempur yang cukup untuk melindungi dirinya sendiri, tidak seperti Tiera, dengan pasangannya yang memiliki kontrak yaitu Kagerou, dan salah satu yang terpilih kelas atas Konig, dia tetap di Palmirack.

Dari sudut pandang kekuatan tempur, Konig tidak dapat dibandingkan dengan party Shin, tetapi karena dia akan mengikuti mereka ke gua, mereka memutuskan untuk bergerak bersama sejak awal.

“Bagaimanapun …”

Melihat ekspresi kagum Konig, Shin berbicara dengannya.

“Hm? Apakah ada yang salah?”

“Tidak, ini tentang kereta ini … bagaimana cara kerjanya? Ini berjalan sangat cepat namun aku tidak bisa merasakan getaran sedikitpun. Aku sudah siap untuk keletihan yang menanti dalam bepergian selama berjam-jam yang akan menyebabkan sakit pinggang, namun … ”

“Ah, aku mengerti.”

Di dunia ini, teknologi untuk menghentikan kereta kuda dari bergetar masih belum berkembang; semakin cepat keretanya, semakin kuat getarannya.

Dipaksa menahan getaran seperti itu selama berjam-jam akan menyebabkan lebih banyak kelelahan daripada yang dibayangkan Shin.

Sebelumnya, ketika mereka menerima misi mengawal kereta pedagang ke Beirun, saudagar kerdil Nack telah memodifikasi gerbong untuk meminimalkan getaran dan juga menyesuaikan kecepatan mengemudi untuk tidak membuat gerbong terlalu bergetar.

“Kereta ini agak spesial. Seorang kenalan kami memodifikasinya, itulah yang memungkinkan hal ini terjadi. “

“Apakah begitu. Yah, aku harus mengatakan aku senang karena dugaanku salah. Pada kecepatan ini, kita akan tiba lebih cepat dari yang dipikirkan. ”
Konig pasti ingin menyelamatkan Hermie sesegera mungkin. Matanya tertuju pada arah yang dilalui kereta.

“Jangan terburu-buru, teman.”

“Aku tahu. Melihat pemandangan melaju dengan begitu cepat juga membantuku tenang. Jika kereta melaju dengan kecepatan normal, aku mungkin akan melompat dan mulai berlari sendiri. ”

Bagaimanapun juga, Kereta ini diderek oleh Divine Beast Kagerou; itu pasti akan lebih cepat daripada Konig yang berjalan. Dari sudut pandang Shin, dia masih belum sepenuhnya tenang, tetapi  setidaknya, ketidaksabarannya tidak ditampakannya.

“Kita mungkin akan menghadapi musuh yang sama atau lebih tinggi darimu, Tuan Konig. Mereka mungkin berfungsi tidak lebih dari plasebo, tapi aku menyiapkan peralatan untukmu. Silakan gunakan ini. “

Bersamaan dengan kata-kata ini, Shin memberikan kartu item kepada Konig.

Apa yang muncul adalah aksesori tipe-penangkal, yang diberkahi dengan resistensi terhadap dampak  status dan kemampuan untuk membatalkan serangan-serangan kematian instan.

“Apa aku benar-benar bisa memiliki ini? Itu pasti berharga bagimu? ”

Konig tidak memahami kemampuan penangkal hanya dengan melihatnya, tapi dia bisa dengan jelas merasakan kekuatan sihir yang memancar darinya, yang mendorong pertanyaannya pada Shin.

Bahkan Konig, yang tidak memiliki skill 【Appraisal】, bisa mengerti bagaimana peralatan Shin berada di luar pikiran orang biasa.

Sudah jelas bahwa, mengingat ke mana mereka menuju, Shin tidak akan mengeluarkan hanya penangkal biasa.

“Itu tidak begitu berharga, sungguh, jadi tolong jangan khawatir. Ini semacam jaminan, kalau-kalau terjadi sesuatu. ”

Saat Shin menjelaskan efek dari penangkal, Konig sangat terkejut, tapi itu sudah jelas.

Penangkal dengan kekuatan semacam itu bisa menjadi harta nasional di dunia ini.

“Aku tahu kau luar biasa, tapi siapa kalian ini sebenarnya…?”

“Hanya petualang biasa. Seperti yang kau ketahui, item magis dapat ditemukan di ruang bawah tanah. Kami telah menjelajahi banyak dari mereka, jadi kami memiliki banyak peluang untuk menemukan item-item tersebut; hanya itu saja. ”

“Dapat menjelajahi dungeon seperti itu sudah membuatmu di atas rata-rata orang pada umumnya. Kau pasti orang yang terpilih, apakah aku benar? “

“Yah, seperti itulah.”

Shin memberikan jawaban yang tidak jelas dan tertawa masam.

Item dengan kemampuan yang kuat tidak dapat ditemukan di dungeon tingkat rendah, secara alami. Jika seseorang menginginkan item yang memenuhi kebutuhan bagi orang yang terpilih, itu perlu untuk menjelajahi dungeon dengan tingkat kesulitan yang relatif tinggi.

Karena itu, para petualang harus cukup terampil.

Keterampilan seperti itu berada di luar ruang lingkup orang normal yang hanya memfokuskan untuk menaikan level.

Shin dengan santai menyerahkan item yang tidak bisa dibeli dengan uang; itu tidak aneh bagi Konig untuk mulai waspada terhadapnya.

“Daripada itu, aku akan meminjam senjatamu sebentar, Tuan Konig.”

“Oh…! Kapan kau ..? “

Apa yang Shin ambil dengan santai adalah pedang Konig yang ada di pinggangnya, 『Haufer』. Shin menenangkan Konig, yang tidak menyadari bahwa senjatanya telah diambil, dan mengaktifkan skill.

Setelah menambahkan batas peningkatan statistik waktu dan skill sihir, Shin mengembalikan 『Haufer』 ke pemiliknya.

“… Aku melihat pedangku berkilauan, tapi apa yang kau lakukan?”

“Aku tidak bisa melakukannya dengan benar di kereta, jadi aku hanya memasang beberapa bonus. Jika kau fokus, kau akan dapat menggunakan skill peningkatkan fisik dan skill sihir. “

“… apa kau menggunakan item ?”

“Memiliki kekuatan lebih banyak pasti akan membantu, benar?”

Shin menjawab pertanyaan itu dengan pertanyaan lain, mencoba menghindari  dari menjawab.

Keberangkatan mereka terburu-buru, jadi mereka tidak punya waktu untuk meningkatkan dengan benar, itu saja. Itu hanya dorongan sementara, karena ada risiko diserang selama perjalanan.

Di antara milik Shin ada juga senjata yang lebih kuat dari 『Haufer』. Tetapi persyaratan statistik mereka agak tinggi; Konig hanya bisa menangani beberapa dari mereka.

Mengganti senjata tanpa berpikir panjang akan menyebabkan kemampuan untuk menurun, secara total bertentangan dengan hasil yang diinginkan; dengan demikian, dorongan itu adalah semua yang dia rencanakan untuk dilakukan sampai mereka dapat beristirahat dengan baik di malam hari.

“Aku akan membuatnya sedikit lebih baik malam ini, jadi untuk saat ini tolong gunakan itu.”

“Hmm, kau berbicara seolah-olah itu hal biasa, tapi aku bisa merasakan lebih banyak kekuatan sihir yang berasal dari pedang …”

Konig melihat dengan bingung pada pedangnya dan aura yang tidak biasa itu memancar.

“Lawan kita adalah orang dengan kemampuan profesional. Kita juga harus siap. ”

Mengetahui dengan baik bahwa dia mungkin akan dipenuhi dengan pertanyaan nantinya, Shin langsung menggunakan skill.

Tentu saja, salah satu alasannya adalah untuk tidak membiarkan Konig mati, tetapi prioritas utama adalah meningkatkan rasio keberhasilan penyelamatan Hermie setinggi mungkin. Ditahan dan kemudian tidak bisa menyelamatkannya akan menjadi akhir yang menyedihkan.

Party Shin sangat kuat, tapi anggotanya sangat sedikit.

Mereka memiliki skill untuk mengimbangi jumlah mereka, tetapi itu tidak bisa dikatakan sebagai solusi terbaik untuk melaksanakan misi mereka dengan sempurna.

Menghadapi musuh dengan jumlah yang tidak diketahui saat mengintai mereka, dan terlibat dalam pertempuran, serta melakukan operasi penyelamatan pada saat yang bersamaan, akan dengan mudah menciptakan celah dalam pertahanan mereka.

Salah satu alasan untuk membiarkan Konig bergabung dengan party mereka adalah setidaknya bisa menutupi sebagian dari kelemahan semacam itu.

“Bagai mana langkah selanjutnya saat kita telah mencapai tujuan kita?”

Setelah mereka selesai membuat persiapan dan duduk untuk makan, Konig menanyakan pertanyaan itu.

Ketika kereta melaju dengan kecepatan tinggi, kusir, Schnee, tidak bisa meninggalkan posisi mereka untuk bergabung dalam diskusi.

“Pertama, aku bertujuan untuk menyusup ke lokasi tanpa terlihat. Ya, itu penting untuk menghentikan ritual, tetapi prioritas utama adalah membebaskan orang yang akan dijadikan pengorbanan. Selain itu, aku ingin menghindari konflik apa pun. “

“Benar, tanpa pengorbanan, ritual itu juga tidak bisa dilanjutkan.”

Konig menyetujui usulan Shin.

Itu adalah cara termudah dan tercepat untuk menghentikan rencana musuh.

“Itu akan membantu jika kita tahu struktur dalam gua. Itu adalah gua yang alami, jadi aku ragu ada map nya … tapi yang paling penting, kita tidak tahu jumlah musuh. ”

“Haruskah Shin dan aku pergi memeriksa lebih dulu?”

“Aku pikir itu lebih baik, ya. Sejujurnya aku tidak ingin menyia-nyiakan waktu, tetapi bertindak berdasarkan dorongan hati dan mengacaukannya akan lebih buruk. Itu agak membuat frustasi. ”

Shin mengangguk pada kata-kata Schnee. Bagaimanapun, risiko tetap ada. Mereka tidak dapat memutuskan strategi mana yang memiliki risiko lebih tinggi.

“Jadi yang bisa kita lakukan hanyalah menunggu.”

“Benar. Bagaimanapun, kami hanya akan menghambat Shin dan Yuki.”

Bahkan jika ditemani oleh Kagerou, statistik Tiera yang rendah dan job type- vanguard Shibaid membuat mereka tidak cocok untuk misi penyusupan.

Mereka berdua sepenuhnya sadar akan hal itu, dan setuju untuk berdiri tanpa sepatah kata.

“Kurasa itu satu-satunya cara.”

Konig juga, meskipun dia frustrasi, dia setuju untuk menunggu.

Mereka terus berdiskusi dan memutuskan bagaimana rencana mereka nantinya, setelah itu Shin mulai memperkuat senjata mereka.

“Baiklah, saatnya untuk mulai.”

Dia mengeluarkan tungku yang praktis dari kartu itemnya dan menghidupkannya dengan sihir.
   
Melakukan hal itu menyebabkan api ungu muncul di tengah-tengah tungku.

“Warnanya berbeda. Sekarang setelah aku memikirkannya, itu sudah berbeda sejak saat itu. ”

Api biasanya berwarna merah selama era game. Pertama kali dia membuat pedang di Tsuki no Hokora dan setelah datang ke dunia ini juga, warna nyala api itu sedikit ungu.

Itu adalah perubahan yang sangat kecil, jadi Shin berpikir bahwa itu adalah efek dari dunia yang bukan sebuah game lagi. Bahkan jika dia fokus, warna adalah satu-satunya perubahan yang bisa dia rasakan.

Dia mencoba memegang pedang secara sembarangan di atas api, untuk memastikan, tetapi tidak ada yang terjadi. Sihir yang mencapai tangan Shin melalui pedang itu adalah hal yang sama yang dia tahu. Tidak ada yang terasa.

“Shin? Apakah ada yang salah? ”

“Oh tidak, tidak ada.”

Setelah mengkonfirmasi bahwa warnanya adalah satu-satunya yang berubah, Shin memasukan『Haufer』milik Konig ke dalam api.

Setelah beberapa detik, 『Haufer』 bersinar merah-panas dalam api yang keunguan.

Biasanya tidak mungkin untuk menggunakan senjata tingkat-Legend hanya dengan tungku yang praktis itu. Kekuatan sihir Shin dan tungku yang dibuat khusus, sementara mereka tidak bisa untuk membuatnya lunak dan membentuk menjadi senjata lain, yang memungkinkan dia untuk meningkatkan kemampuannya.

“Maksudmu kau bisa memodifikasi senjata tingkat-Legend juga? Kudengar bahkan para Dwarf yang terampil pun mengalami kesulitan dengannya, tapi … ”

“Orang yang terpilih tidak bisa dinalar dengan akal sehat, bagaimanapun juga. Tapi yang bisa aku lakukan hanyalah memperkuatnya. “

Shin memastikan untuk menunjukkan bahwa dia hanya bisa memodifikasi senjata tingkat-Legend, bukan untuk membuatnya.

Shin sudah tahu bahwa pedang tingkat-Legend Rionne, 『Muspelm』, dianggap sebagai harta berharga yang tak dapat dibandingkan di dunia ini.

Mempertimbangkan kepribadian Konig, sulit membayangkan bahwa dia akan membicarakan tentang Shin kepada sembarang orang, tetapi Shin membuat keputusan untuk membatasi informasi yang akan dia berikan kepada para ksatria.

“Bahkan hanya mampu memperkuat senjata tingkat-Legend yang sudah kuat bisa dikatakan adalah kemampuan yang begitu berharga.”

“Aku pikir, itu juga tidak berguna tanpa menggunakan sesuatu untuk menggunakannya.”

Seperti yang Shin katakan, di dunia di mana senjata tingkat-Rare dan Uniq itu langka, ia hanya memiliki sedikit kesempatan untuk menggunakan kemampuannya itu.

Itu seperti peti harta karun … tanpa kunci.

“Nah, ini dia. Aku bisa meningkatkan kekuatan dan ketajaman pedang dan menambahkan efek yang memperkuat efek dari sihir pengguna. , Aku akan mengatakannya , menambahkan efek penggunaan terbatas dari yang ditambahkan sebelumnya, itu menjadi kartu truf yang cukup bagus. Tolong periksa apakah itu terasa aneh. ”

Shin kemudian menyerahkan 『Haufer』 yang diperkuat kepada Konig. Dua garis hijau zamrud yang baru menghiasi pedang perak itu.

“… Benar-benar mengesankan.”

Konig bergumam sambil melihat 『Haufer』.

Dia kemudian dengan kuat memegang pegangan pisau itu dan, setelah bergerak beberapa langkah menjauh dari Shin dan yang lainnya, mengayunkan pedang dengan ringan. Pedang sihir menarik seberkas perak di udara saat mengayunkannya dengan suara tajam.

Konig mengangguk penuh apresiasi, lalu mengambil posisi dan mengayunkan pedang itu berturut-turut.

Dari aliran mana asal gerakan itu? Mengikuti gerakan 『Haufer』 yang mengalir, garis-garis cahaya perak menyinari kegelapan.

“Memang mengesankan. Aku merasa tidak ada yang aneh. ”

Setelah melakukan beberapa teknik pedang, Konig mengungkapkan kekagumannya pada Shin.

“Senang mendengarnya. Selanjutnya adalah armor, maukah kau melepaskannya ? ”

Konig, yang telah menjaga 『Haufer』 yang dipenuhi dengan harapan untuk mengujinya dalam pertempuran yang sebenarnya, dan masih mengenakan armornya juga.

Dia mengangguk pada tawaran Shin dan sesaat kemudian armornya berkilau dan secara bertahap menghilang berubah menjadi kartu-item.

Itu berbeda dari menggunakan menu selama era game; dalam dunia game, transformasi hanya akan membutuhkan waktu sekejap.

Itu sangat mirip dengan fenomena yang pernah dilihat Shin selama pertempuran melawan Barlux. Tetapi dia tidak sepenuhnya yakin bahwa kartu adalah yang digunakan pada waktu itu.

“Jika kau tidak keberatan aku bertanya, apakah armor itu menerima perlakuan yang khusus? Ini pertama kalinya aku melihat armor berubah menjadi kartu dengan cara itu. “

“Apakah begitu? Aku telah mendengar bahwa ini adalah teknik yang dikembangkan oleh orang-orang yang mencoba menghidupkan kembali teknologi untuk mengubah peralatan secara instan, yang umum terjadi sebelum ‘Dusk of the Majesty’. Tampaknya para teknisi dari faksi merah dan hitam berkolaborasi dan membuatnya dapat digunakan secara normal. ”

Karena itu adalah teknik yang berhubungan dengan pertempuran, faksi-faksi yang kuat dalam blacksmithing dan alkimia cenderung memfokuskan semua pengetahuan mereka untuk membawa teknologi itu kembali.

“Aku mengerti. Itu belum lengkap, jadi itu butuh waktu. ”

“Benar. Itu menghilangkan tugas untuk melepas peralatan yang biasa dilakukan setiap saat, jadi aku merasa itu sangat berharga. Namun ada beberapa blacksmith, alkemis, atau penyihir yang dapat menerapkan perawatan itu. Punyaku dilakukan oleh seorang alkemis tingkat tinggi dari Gereja, tapi itu bukan perbuatan yang mudah sama sekali. ”

Sambil mendengarkan Konig, Shin mewujudkan armor sekali lagi. Dia tidak menempatkannya ke dalam tungku, tetapi meletakkan tangannya di atasnya untuk menyuntikkan kekuatan sihir di dalamnya.

Shin menggunakan 【Appraisal】 pada armor saat menyalakannya, tapi mungkin karena teknologi yang digunakan di dalamnya tidak ada di era game, dia tidak bisa menganalisanya secara detail.

(Mungkin ini sesuatu yang mirip dengan Seni?)

Shin hampir tidak tahu apa-apa tentang Seni.

Dia telah kembali ke Bayreuth setelah pertempuran dengan Girard, tetapi dia telah diteleportasikan ke tempat suci Kalkia dengan segera. Di sana ia bergabung dengan pertempuran pertahanan Balmel, diikuti dengan penculikan Millie.

Tidak ada waktu untuk meminta Schnee atau Shibaid untuk mengajarinya tentang itu.

“…. Sekarang sudah selesai.”

Setelah meningkatkan kekokohan armor dan statistiknya, meskipun sedikit, Shin mengubah armor menjadi kartu dan mengembalikannya ke Konig.

Konig menggunakannya lagi dan memeriksa bagaimana rasanya. Ukurannya tidak berubah, jadi dia bergerak sedikit untuk melihat seberapa banyak kemampuan fisiknya akan naik.

“Kita juga harus mulai besok pagi. Lebih baik beristirahat sekarang. ”

“Haruskah seseorang untuk berjaga-jaga?”

“Aku ragu sebagian besar monster bisa menghindar dari mata Divine Beast kita.”

Kemampuan persepsi bahaya Yuzuha dan Kagerou jauh lebih tinggi daripada item keamanan rata-rata. Kemungkinan diserang oleh kejutan sangat rendah.

Selain itu, kereta telah dimodifikasi sebelum keberangkatan, agar dapat digunakan sebagai pangkalan operasi yang sederhana.

Jika seseorang sedang beristirahat di dalam, kereta itu dilindungi oleh 【Barrier】 dan 【Wall】 yang hanya bisa dihancurkan oleh sekelas bos. Ditambah, bahkan ketika tidur, kemampuan persepsi bahaya Shin dan Schnee hampir sepenuhnya aktif. Itu aman untuk mengatakan bahwa serangan mendadak tidak mungkin dalam situasi itu.

“Itu juga benar. Lebih mungkin bagi monster itu sendiri untuk memutar ekor mereka dan melarikan diri. Mereka mungkin akan takut dan tidak mendekat meskipun kita tertidur. ”

Konig menyetujui kata-kata Shin juga.

Setelah selesai makan malam, rombongan kembali ke kereta untuk tidur.

◆◆◆◆

Di ruang gelap, satu cahaya redup berkedip-kedip.

Di tengah-tengah ruang persegi 20 mels adalah lingkaran sihir selebar 15 mels dan penghalang yang membungkusnya. Pada lingkaran sihir sekitar 20 orang juga bisa ditemukan, pria dan wanita mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

“Sial!! Biarkan aku keluar!! Biarkan aku keluar dari sini !! ”

Teriakan seseorang bergema di seluruh ruangan.

Mereka yang berada di dalam lingkaran sihir yang masih bisa bergerak mulai dengan putus asa memukul penghalang lingkaran itu. Kebanyakan dari mereka adalah laki-laki, tetapi di antara mereka ada yang menggendong anak-anak atau perempuan di lengan mereka.

Tak satu pun dari mereka membawa sesuatu yang menyerupai senjata, dan juga pakaian mereka tidak terlihat seperti apa yang seseorang pakai untuk bertempur.

Memang, semua orang di dalam lingkaran sihir itu rata-rata adalah warga sipil.

“Hei sekarang, kau melakukannya lagi? Itu tampak seperti kau menikmatinya … ”

Di antara teriakan putus asa, suara letih bergema di luar lingkaran.

Diterangi oleh cahaya yang memancar dari dalam lingkaran, siluet pemilik suara muncul dari kegelapan.

Wajah yang muncul pertama adalah milik pria bernama Eline.

“Ya ampun, bukankah ini aura yang kurasakan Adara? Sudah lama. “

“Apakah ini cukup?”

Pria yang dipanggil Adara itu menjawab. Sepertinya itu adalah nama aslinya.

“Banyak tetes yang menghujani, seperti yang dikatakan manusia. Nah, ini adalah sesuatu seperti hobi bagiku, jika aku bisa mendapatkan sesuatu dari itu, luar biasa, tapi hanya itu saja. Lagipula, itu benar-benar mengharukan untuk melihat orang lain bertindak untuk menyelamatkan orang yang mereka cintai. ”

“Karena keputusasaan itu hanya akan terasa lebih enak, kan? Kau sama seperti biasanya, Scoruas. ”

Di bagian atas ruangan, berbentuk seperti galeri dibagian bawahnya, Adara berbicara ke siluet yang menyeringai di hadapannya, Scoruas.

Scoruas adalah seorang lelaki dengan sosok seperti pangeran tampan. Rambut putih dan mata merahnya, diterangi oleh cahaya dari ruangan, memiliki sesuatu yang menarik perhatian orang lain. Jika dia bergabung dengan sebuah party, tidak diragukan lagi bahwa dia akan mengumpulkan perhatian banyak gadis bangsawan.

Itu selama mereka tidak menyadari kepribadian seorang pria yang menemukan kesenangan dalam jeritan kesedihan yang datang dari lantai bawah itu.

“Tuan kita mungkin berbeda, tetapi kita berdua melayani Tuan Racun yang sama. Aku pikir kau  akan berbagi emosi ini denganku, bukan? ”

“Aku adalah tipe parasit, kau adalah tipe yang diciptakan. Kelahiran kita berbeda, jadi suka atau tidak suka kita sama, kurasa? Jika jenis mutan melihat hal ini, dia akan melahap mereka semua dengan cepat, kau tahu? ”

Semua iblis berada di bawah komando salah satu dari tiga Raja Racun, yang terkuat di antara kelas iblis Grand Duke.

Semua iblis, dari saat kelahiran mereka, bertindak dengan tujuan membangkitkan Tuan Racun, menggunakan keputusasaan manusia dan kesedihan sebagai bahan bakarnya.

Namun, iblis dengan kepribadian yang sangat kuat akan mengubahnya bahkan dalam kerugian saat ini.

Adara dan Scoruas adalah iblis seperti itu; kepribadian mereka yang kuat memungkinkan mereka untuk mematahkan belenggu yang pernah menahan mereka.

“Aku mengerti pemikiran seperti itu. Jujur, aku ingin sedikit lebih banyak bekerja sama. Bawahanku belum terbangun, dan sepertinya Magnamuc * juga telah dihilang. ”
(T / N: Perubahan dari Magunumuku)

Scoruas berbicara sambil mengangkat bahunya. Dia tampaknya tidak merasa sedikit marah terhadap kematian kawannya.

“Hm? Bukankah itu menyusup ke suatu negeri di suatu tempat? ”

“Negeri yang sama di mana pria milikmu berada.”

Sambil mengatakan itu, Scoruas menunjuk sesuatu di belakang punggung Adara. Itu Wilhelm, berdiri tanpa ekspresi.

Tangan kanannya menggenggam tombak neraka 『Vakira』.

“Kerajaan Bayreuth, kan? Aku pikir tidak ada orang yang bisa mengalahkan seseorang pada level itu. ”

“Sepertinya putri yang lebih mendekati memang tidak ada, tapi sepertinya ada petarung terampil yang kita tidak tahu. Seseorang yang cukup bagus untuk membunuhnya tanpa menciptakan keributan sedikitpun. ”

Terlepas dari kenyataan bahwa lebih banyak rintangan muncul di hadapan mereka, ekspresi Scoruas tetap tenang. Lagipula, tidak memiliki lawan yang layak untuk dihadapi juga sumber kebosanan baginya.

“Baiklah, sepertinya kita hampir selesai di sini.”

Scoruas memandang sekilas ke lantai di bawah. Ada sesuatu yang berubah dalam lingkaran sihir.

Orang-orang tidak lagi memukul-mukul penghalang, namun roboh di tanah atau menjadi tidak sadarkan diri, dan mulai memancarkan cahaya.

“Ah, aah.. … anakku … !!!”

Suara pria yang memegang seorang anak naik di atas yang lain.

Bayi itu tidak sadarkan diri, hampir tidak bernapas. Tubuhnya telah berubah menjadi bola cahaya dan menghilang.

Dalam pelukan pria itu hanya baju kecil yang dikenakan bayi itu.

“Apa!?”

Semua orang yang melihat bayi itu berubah mulai memukul-mukul penghalang lingkaran sihir dengan panik.

Beberapa orang memukul dengan sangat keras sehingga darah mulai menetes dari tinju mereka, tetapi meskipun demikian mereka tidak menyerah.

“Ini … tidak bisa …”

“Persetan!! Pergilah, tidaaaaak !!! ”

Tidak peduli seberapa kuat pukulan mereka, namun penghalang itu tidak bergeming.

Itu adalah penghalang yang hanya seseorang di tingkat Wilhelm yang bisa menembusnya. Untuk orang rata-rata tanpa kekuatan khusus, tidak ada yang bisa mereka lakukan.

“Aaaah, AAAAHHHHHHH !!!”

Satu demi satu, para tahanan jatuh berlutut, menjerit.

Dalam pelukan mereka hanya ada tulang belulang dari yang mereka coba lindungi dengan hidup mereka.

“INDAAAAHHH SEKAAAAAAAALI !!!! Ekspresi itu, saat ketika harapan berubah menjadi keputus asaan! Ini seni, ya seni! Jeritan ini, penderitaan ini! Nikmat!! Begitu Nikmat !! ”

Scoruas merentangkan tangannya lebar-lebar dan bersorak dengan keras.

Itu seperti seseorang yang menunggu tepuk tangan dari penonton, setelah melihat pertunjukan yang mengesankan.

Apa yang ia rasakan dengan gembira adalah saat-saat terakhir orang-orang yang kehilangan keinginan untuk hidup, antara air mata dan isak tangis, bersimbah darah segar.

Sama seperti yang terjadi pada orang yang mereka cintai, mereka juga berubah menjadi cahaya dan menghilang.

Ketika semua tahanan itu lenyap, sebagian kecil lingkaran sihir bersinar merah. Itu adalah perubahan yang sangat kecil, cukup kecil sehingga bisa dianggap hanya imajinasi.

“Kesedihan yang bagus.”

Adara mengangkat bahunya sambil melihat Scoruas, ekspresinya masih dipenuhi dengan kegirangan.

Adara bisa mengerti mengapa Scoruas melakukan apa yang telah dia lakukan, secara pribadi dia merasa bahwa itu sia-sia.

Mencari pengorbanan yang lebih layak akan lebih efektif. Itu adalah pemikiran Adara, dan juga mengapa Hermie diculik.

“Hmm? Ooh. Aku merasa itu layak untuk membawanya ke sini. “

Adara merasa bahwa aura di belakangnya telah berubah dan berbalik; seperti sebelum Wilhelm berdiri, tak bergerak. Tangannya yang menggenggam『Vakira』 menggenggam jauh lebih erat, sementara kabut yang menghalangi dia akan berubah terkadang merah dan menguap, hanya untuk kembali sebentar dan mengulangi prosesnya. Tampaknya seolah-olah kabut itu sendiri yang terbakar.

Wilhelm berada dalam keadaan dimanipulasi dan tidak sadar, tetapi dia tetap bereaksi terhadap adegan mengerikan yang telah dia saksikan itu.

Itu adalah bukti nyata bahwa Wilhelm berjuang melawan kendali Adara.

“Bagus, bagus, begitulah yang aku inginkan. Berapa banyak lagi yang akan mati sebelum kau menusukkan tombak itu padaku? ”

Despite the possibility of the manipulation breaking off, the expression on Adara’s face was of twisted joy, much like Scoruas’.

Not caring about how many would die for the sake of their pleasure was a trait the two demons had in common. Even if their likes and dislikes were different they were still both demons, the same type of creature.

Bahkan jika belenggu yang menahan mereka telah dihilangkan, prioritas pertama mereka tidak berubah. Perbedaannya ada dalam proses untuk mencapai tujuan itu.

Dibutuhkan banyak bentuk. Bagi Adara, dahaga yang tiada henti untuk lawan yang lebih kuat, begitu kuat hampir melampaui kebangkitan Dewa Miasma sebagai prioritas. Bagi Scoruas, pertunjukan keputusasaan dan superioritas yang “tidak berarti” dirasakan terhadap rekan-rekannya sendiri.

Bahkan, Scoruas tidak mengenali keberadaan sesama iblis, kecuali mereka kelas Duke atau kelas Grand Duke, sama seperti dia. Magnamuc, kelas Count, diperlakukan seperti pion yang dapat dibuang.

“Ya ampun, apa dia memberontak terhadap kontrolmu? Bukankah dia, anak yang energik. ”

Dalam lingkaran sihir, sosok-sosok yang ditutupi jubah hitam memimpin manusia yang ada di dalam, kira-kira jumlah yang sama seperti sebelumnya.

Scoruas mengalihkan pandangannya dari operasi itu dan memandang Wilhelm.

“Sudah berapa kali kukatakan padamu? Ini semua tentang kualitas. Jangan kau mencoba untuk mencurinya, paham? ”

“Aku tidak akan pernah melakukan sesuatu yang sepele, wahai temanku. Meskipun, aku tertarik dengan rasa keputusasaannya… ”

Scoruas menjilat bibirnya. Semua iblis memakan emosi negatif manusia, tetapi di antara mereka, Scoruas memiliki rasa lapar yang luar biasa.

Sulit untuk menentukan kuantitas makanan seperti “emosi negatif manusia”, tetapi tetap saja itu bukan sesuatu yang dapat dikonsumsi tanpa batas.

Kuantitas energi yang dapat diserap dan diisi tergantung pada level, peringkat, dan karakteristik masing-masing iblis.

Scoruas adalah salah satu iblis kelas Grand Duke yang membanggakan kapasitas tertinggi untuk penyerapan energi.

“Melihat dia mengingatkanku … apa yang terjadi dengan ghouls yang menuju ke Sigurd? Kau ada di sana juga, bukan? ”

Scoruas bertanya, ekspresinya benar-benar tampak seperti dia telah melupakan semuanya tentang itu sampai sekarang.

Dia tidak mendukung penculikan Hermie secara langsung, tapi Scoruas lah yang mengirim monster ke Sigurd.

“Ah, mereka sebenarnya tidak melakukan apa-apa. Mereka dikalahkan oleh orang dalam penyergapan yang telah menyamar menjadi pastor. ”

Adara berbicara dengan santai, tanpa peduli terhadap rekan-rekannya. Tidak jelas apakah ada rasa persaudaraan di antara mereka.

“Aku memasukkan sedikit trik di dalam Megurade yang aku kirim dengan mereka juga, bagaimana itu bisa terjadi?”

Memaksa monster dengan racun adalah sesuatu yang mudah bagi iblis. Mereka bisa mengubah monster lebih patuh dan tangguh.

Scoruas tahu bahwa tidak ada rata-rata dari orang yang terpilih yang bisa menyamai kekuatan dan kemampuan ofensif Megurade. Dia telah meramalkan bahwa bahkan jika itu tidak dapat menghancurkan Palmirack, itu akan menghancurkan setidaknya setengah dari kota.

“Ini dalam bentuk kekuatan … aku tidak menyaksikan sampai akhir karena aku dapat ditemukan, tetapi itu berbahaya. Mereka ditemani oleh divine beast! Itu sekuat diriku dan dirimu, mungkin lebih kuat, itu sudah pasti. ”

Sambil berbicara, senyum Adara melengkung lebih dari ketika dia berbicara tentang Wilhelm. Itu hampir aneh bahwa dia tidak menghadapi monster itu di sana.

“… .oh, hal lain. Ada beberapa orang yang kuat di sana juga, tetapi aku tahu salah satunya. ”

“Oh, itu menarik. Siapa itu?”

“Schnee Raizar. Kau telah mendengar tentang dia juga, bukan? Dia pernah berada di bawah High Human. ”

“Oh, dia ada di sana? Aku mendengar bahwa Tsuki no Hokora menghilang, sekarang kau menyebutkannya. Aku pikir itu telah dilenyapkan oleh seseorang. Lagipula, ada beberapa iblis jahat yang bahkan tidak bisa dia tangani. Dan aku cukup yakin banyak tulangnya yang ada disana. ”

“Haha, kau sepertinya banyak bicara.”

Jawab Adara, selalu senyum di wajahnya.

Dia dan Scoruas bukan musuh saat ini; iblis umumnya bersekutu dengan iblis lain jika mereka melayani Dewa Miasma yang sama. Mereka juga tidak pernah berhubungan baik dengan iblis yang melayani Dewa Miasma lainnya.

Scoruas sebenarnya telah membunuh beberapa iblis kelas Marquis dan kelas Count yang melayani Dewa Miasma yang berbeda.

Ketika monster menjadi sasaran miasma, mereka bisa berubah menjadi iblis, meskipun jarang. Sejak era game, jenis iblis itu disebut tipe mutan.

Iblis yang dibunuh Scoruas memang pengikut Dewa Miasma tipe mutan.
[T/N: Miasma: sebelumnya saya menggunakan kata “Racun” karena maknanya yang hampir sama]

Tentu saja, melakukan hal itu akan menciptakan kebencian dan dendam di antara iblis tipe-mutan lainnya; Scoruas sudah ditargetkan beberapa kali.

“Itu hal terakhir yang ingin aku dengar darimu. Bukankah semua Grand Duke lainnya sama? Iblis dengan individualitas yang kuat, seperti kau dan aku. Apa yang aku bunuh adalah hal-hal membosankan yang hanya bisa mengikuti insting mereka. ”

“Itu juga benar. Yah, aku hanya ingin mengatakan bahwa Schnee Raizar dan partynya mungkin datang ke sini, jadi ingatlah. ”

“Dimengerti. Hehe, Schnee Raizar … bagaimana rasa keputusasaanmu …? ”

“Kau benar-benar tidak pernah berubah, … aku akan kembali ke kamarku, hubungi aku jika terjadi sesuatu.”

Adara kembali ke ruangan yang ditugaskan kepadanya, meninggalkan Scoruas yang meneteskan air liur di belakang. Wilhelm mengikutinya, dalam keheningan total.

Setelah beberapa waktu, jeritan memenuhi gua lagi.

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded