The New Gate Volume 7 Chapter 4 – Part 4 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
  • Translator : Lyle
  • Editor : Scraba

Kekuatan…apa itu…?”

Scoruas, masih terguncang akibat tendangan yang dia terima, membisikkan keheranannya sambil menggerakan tubuhnya, hangus karena kilat dan api.

“Aku juga penasaran. Apa kau tahu sesuatu?”

Sambil merasakan energi dari pertempuran lainnya, Shin menjawab gumaman Scoruas.

Saat kilat berhenti, Shin menendang tanah dan mendekat pada iblis itu.

Tangan kanannya memegang 『Moonless』, dan tangan kiri yang baru saja menghunuskan 『Oboro Muramasa』. Itu berada di kelas superior ancient, sama seperti 『Moonless』. Di dunia ini, itu adalah mahakarya di antara semua katana, yang dianggap sebagai “pedang para dewa”.

“KeKKuAATTaaNN iinNNiiIII… apakah kau benar-benar MaNUSiaaAA?”

“Siapa tahu? Bagaimanapun, kau akan mati di sini, jadi bukankah lebih baik jika kau tidak tahu, kan?”

Shin menjawab Scoruas sambil memotong tentakel gurita yang membentang ke arahnya.

Tentakel itu cukup keras sehingga senjata kelas Legend hanya akan memantul darinya, tetapi, bagi senjata kelas Ancient, mereka tidak berdaya seperti tentakel gurita biasa.

Dengan 【Limit】 yang digunakan, kekuatan otot Shin tidak terikat, yang, menambah ketajamannya, memotong tentakel seperti pisau panas yang memotong mentega.

“Ini hanya sedikit bonus.”

Setelah memotong 3 tentakel menjadi dua, Shin mengaktifkan skill kombinasi Api dan Angin 【Echo Bomb】.

Yang muncul adalah bola api dengan diameter 1 mel.

Bola api dengan cepat menjadi 10, kemudian 20, lalu menghujani wajah Scoruas.

“GwAAh ?? tIIDddAAKkk HaanYa KeKKuAtTAN, TaPI SiIIHIr JuGA!?”

Scoruas mencoba menangkis bola api dengan capitnya.

Bola api itu meledak segera setelah menyentuhnya, sehingga menimbulkan kerusakan pada cangkang monster. Udara terkompresi di dalam bola api juga terbawa oleh ledakan itu, mengirimkan getarannya ke cangkang musuh.

Saat gelombang suara yang diarahkan menghantam cangkang, mereka secara berangsur-angsur menyebabkan retakan muncul di permukaannya yang kokoh.

【Echo Bomb】 adalah skill yang menyebabkan kerusakan baik oleh gelombang suara dan ledakan, berguna untuk merusak kulit dan armor monster.

Banjir bola api yang tak ada habisnya menghancurkan lengan penjepit dan sisik Scoruas, yang mulai rontok.

Serangan berkelanjutan dari skill ini adalah sebuah prestasi tersendiri yang bahkan tidak bisa dilakukan oleh beberapa penyihir, bahkan ketika mereka bergantian melafalkan mantera.

Itu sangat mungkin ketika seseorang berhasil melontarkannya tanpa merapalnya, memiliki kekuatan sihir yang cukup, dan statistik yang cukup tinggi.

“Seperti yang diharapkan dari Grand Duke, kau cukup kuat.”

Serangan sengit ini akan mengubah bos normal biasa menjadi abu, tetapi HP Scoruas hampir tidak berkurang.

Melindungi diri dengan capitnya juga membantu, meskipun kekuatan pertahanan Scoruas awalnya sangat tinggi.

Dengan tendangan sebelumnya, Shin telah merencanakan untuk menghancurkan organ iblis tersebut. Namun, perut Scoruas sekarang hanya sedikit penyok dan sudah pulih ke titik yang tidak bisa dibilang hancur.

Prioritas utama Shin adalah menciptakan jarak antara dua iblis, tetapi untuk menahan tendangan melambung menunjukkan bahwa pertahanan Scoruas cukup mengesankan.

“Sisik-sisik itu membentuk armor berlapis, aku mengerti.”

Shin membuat tebakannya sambil melihat sisik yang masih jatuh dari tubuh iblis. Sisik-sisik baru segera muncul di mana yang sebelumnya hancur, menyebabkan kulit iblis tak terlihat.

“Sepertinya aku tidak bisa menguncimu.”

Tentakel yang baru terbentuk menahan 【Echo Bomb】 di depan mata Shin.

3 tentakel, itu besar dibandingkan dengan tubuh iblis biasa, bergerak di sekitar dan memukul semua bola api, nyaris tidak ada yang bertahan.

Beberapa bola api yang tersisa diblokir oleh capitnya.

Kemampuan pemulihan mungkin meluas ke setiap monster, karena tubuh iblis yang lebih rendah juga mulai bergerak lagi.

“Tidak mungkin.”

Shin, sambil mempertahankan skill sihirnya, bergegas menuju kaki kuda yang mencoba bergerak.

Kaki seperti batang pohon tidak lebih dari sebuah target bagi Shin. Dia mendekat dan mengayunkan pedangnya ke bawah, mencoba memotongnya dalam satu gerakan.

Kaki itu, bagaimanapun, melihat perubahan mendadak sebelum Shin bisa cukup dekat.

Tentakel seperti gurita mulai tumbuh dari permukaan kaki kudanya.

Setiap tentakel kira-kira panjangnya 15 mel dan setebal tali yang besar. Ujung-ujungnya dipersenjatai dengan cangkang mirip pisau, tetapi yang paling penting adalah jumlah mereka yang sangat besar. Penambahan seperti kaki gurita, dengan mudah berjumlah lebih dari 100, mengejar Shin seperti tentakel yang memburu mangsanya.

“Berhentilah menumbuhkan sesuatu yang menakutkanl!”

“JanGAn pIKiR AKu AKaN dUDuk dIAm dAN TiDAk MeLAKukAn ApaPUn!!”

Shin menempatkan beberapa jarak antara dia dan iblis, sambil menebas tentakel. Setelah sekitar 10 menit, tentakel berhenti mengejarnya.

Di tempatnya, tentakel besar jatuh di kepala Shin.

“Hah!”

Shin mengayunkan 『Moonless』 dan 『Oboro Muramasa』, yang cukup untuk menerbangkan 3 tentakel yang muncul dari lengan kanan Scoruas.

“Ups!”

Capit kiri juga menyerang. Bukan tidak mungkin untuk memotongnya, tetapi jika dia tetap di tempatnya, dia akan terlempar kembali.
Saat Shin melompat untuk menghindarinya, dia merasakan tatapan yang lebih kuat mengarah ke arahnya.

Shin menghadap ke atas dan menemukan Scoruas, dengan mulutnya terbuka lebar dan menunjuk ke arah Shin. Sejumlah besar air bertekanan tinggi sudah ada di dalam mulutnya.

“Kaaahhhhh….”

Itu adalah nafas air bertekanan tinggi – sebuah serangan monster laut yang luar biasa.

Tapi itu tidak bisa dilepaskan.

“GRUAAAAAAA!!!”

“——!?!”

Kagerou telah mengelilingi iblis itu, melompat di punggungnya dan menancapkan cakarnya ke kepala Scoruas.

Kembali ke bentuk aslinya, Kagerou telah melompat saat menggunakan 【Hiding】, menyerang Scoruas dari titik buta-nya.

Setelah Shin mengusir Scoruas, Kagerou bersembunyi di balik bayangan Shin.

Aliran air menyembur dari celah mulut iblis yang tertutup. Dengan memaksa mulut Scoruas tertutup sebelum melakukan tembakan, serangan napas itu dilepaskan di dalam mulut iblis itu sendiri.

Air hujan yang bocor yang membasahi apa pun di tanah yang mereka sentuh, bukti bahwa kekuatan serangan itu tidak boleh diremehkan.

“BiNAtAnG KoTOr SiALaN..!!!”

Scoruas sekarang mengamuk, mencoba menyerang Kagerou dari punggungnya. Dia mencoba untuk menjangkau sekitar punggungnya dengan tentakelnya, tetapi Kagerou telah menyelimuti seluruh tubuhnya dalam cahaya, sehingga membakar tentakel dan mencegah mereka membungkus di sekelilingnya.

Scoruas adalah bos peringkat 3, tapi mendekati peringkat 4.

Sebagai perbandingan, Gruefago — versi monster biasa — kira-kira berada di tengah-tengah peringkat 3.

Kagerou, bagaimanapun, adalah spesies yang bermutasi, dan peringkatnya kurang lebih sama dengan Scoruas.

Kemampuan fisiknya lebih dari cukup untuk menyebabkan kerusakan pada iblis.

“GHAAAAAAHHHHH!!!!”

Kagerou, naluri bertarungnya sekarang benar-benar lepas, mengeluarkan suara gemuruh yang menggelegar di sekitarnya. Pukulan petirnya dengan mudah menghancurkan Scoruas dan tenggelam ke dalam tubuh iblis.

Binatang suci itu kemudian menyerang capit itu dengan taringnya, menyebabkan retakan terbuka di sisik monster dengan suara berderit keras.

“Kagerou! Menjauhlah!”

Suara Schnee bergema di medan perang.

Scoruas dibebaskan dari serangan Kagerou, tetapi hal itu hanya untuk waktu singkat; beberapa detik kemudian, iblis itu sekali lagi diserang.

Saat perhatiannya tertarik ke arah belakang, bilah es berbentuk bulan sabit menargetnya dari depan. Itu tipis dan hampir tidak terlihat oleh mata telanjang.

Pisau-pisau itu panjangnya sekitar 1 mel: jika mereka bisa ditangkap, mereka mungkin terlihat sangat rapuh.

“Kh!”

Scoruas mencoba untuk menghancurkan mereka dengan tentakelnya, tetapi merasa bahwa setiap bilah memiliki kekuatan sihir; dia kemudian dengan cepat melompat menjauh sambil menggunakan lengan kirinya yang dilapisi cangkang sebagai tameng.

“TaNGaNKu… MeMBeKu…”

Bilah es tidak menyebabkan banyak kerusakan. Namun setiap titik yang mereka sentuh langsung membeku, dalam radius 2 mel.

Udara dingin tidak hanya mempengaruhi permukaan, tetapi juga jauh di dalam sisiknya, menyebabkan Scouras panik.

“Aku minta maaf karena terlambat.”

“Kami semua menunggumu.”

Karena kemampuan fisiknya, Shin selalu menyerang duluan. Dalam situasi ini, memisahkan dua iblis adalah prioritas utama, jadi itu tidak masalah.

“Sepertinya mereka bertarung tidak seperti yang diharapkan. Mereka mungkin benar-benar mengalahkan musuh sebelum kita bergabung dengan mereka.”

“Berita yang luar biasa. Iblis Adara tidak sekuat itu kah?”

“Tampaknya tombak Wilhelm dan panah Tiera memiliki efek yang lebih besar dari yang diperkirakan. Mereka jauh lebih kuat dari yang aku harapkan.”

“Itu menarik. Kita harus bertanya kepada mereka setelah kita mengurus yang satu ini.”

Shin dan Schnee semakin mendekati Scoruas, sambil berbicara dengan cara yang sangat biasa.

“Tentakel itu selalu menghalangi jalan. Akan lebih mudah menggunakan ini juga.”

“Aku akan meminjamnya, kalau begitu.”

Shin memberikan kartu kepada Schnee, lalu menggunakannya.

Apa yang muncul di tangan kirinya adalah pedang pendek dengan bagian pedang berwarna hijau yang transparan dan dekorasi yang indah. Bagian pedangnya kira-kira 60 mel panjangnya.

Nama senjata kelas superior ancient ini adalah 『Suirentou – Kabutohana』.

“Aku datang.”

Siluet Schnee menghilang dalam udara tipis. Bergerak cepat dan anggun seakan menari, meninggalkan bayangan setelah bergerak adalah spesialisasi Kunoichi. Itu adalah buah dari kombinasi dari kemampuan bela diri tipe gerakan 【Ground Shrink】 dan 【Mirage Dance】.

Meskipun tentakel tidak berhasil mencoba untuk menghentikannya, Schnee mengukir kaki kiri depan Scoruas dengan pedangnya. Senjata yang dia pegang adalah kelas Ancient; kekuatan pertahanan sisik-sisiknya tidak akan ada apa-apanya di hadapan itu.

Pada saat yang sama, dia telah mengaktifkan kemampuan bela diri tipe Katana 【Pomegranate Burst】.

Kaki kiri depan Scoruas, diserang oleh gelombang tebasan biru dan hijau, yang sudah kehilangan setengah dari fungsinya.

“Ini tidak akan seperti sebelumnya!”

Shin berlari ke kaki kanan depan iblis itu.

Serangannya lurus dari depan; 『Moonless』 dan 『Oboro Muramasa』 berulang kali melepaskan tebasan seperti garis silang.

Itu adalah kemampuan bela diri tipe Katana 【Brilliant Void Cross】.
Pedang Elemental Cahaya dan Kegelapan menebas tentakel dan mengukir bekas luka berbentuk salib di tubuh iblis. Kaki kanan depan Scoruas kehilangan semua fungsinya dan pada saat yang sama yang tersisa dihancurkan oleh Schnee.

“IIiiIInnnNNIII… TiDAk MuNGkIN… BaGaIMaNA BiSA AkU…”

Karena kerusakan pada kaki dan serangan kilat Kagerou yang diterima dari belakang, sekarang Scouras terpojok. Di depan matanya berdiri Shin dan Schnee, keduanya dengan senjata di tangan mereka.

“Ayo kita lakukan serangan kombinasi.”

“Baiklah.”

Kekuatan magis yang memfokuskan pada senjata mereka bahkan menyebabkan atmosfer memancarkan suara tajam.

Konsentrasinya begitu padat sehingga semua bagian pupil Scoruas hanya bisa melihat cahaya berwarna violet dan biru berkedip.

“CaHHAaYaAA IiNNiII…!!!”

Scoruas tidak bisa menyelesaikan kalimatnya sebelum tebasan mencapai targetnya.

Kemampuan kooperatif-eksklusif 【Decapitation Spark】.

Itu adalah tebasan pedang yang menghancurkan, datang dari energi berbentuk pedang raksasa, membentang dari 『Moonless』 dan 『Blue Moon』.

Yang mereka lepaskan hanyalah satu tebasan. Satu belahan yang memotong lengan Scoruas yang telah bangkit untuk mempertahankan dirinya, tempurung yang lebih keras dari baja dan lapisan sisiknya, seolah-olah mereka bukan apa-apa.

Pedang itu terayun tanpa ampun seperti guillotine.

Kemampuannya, memiliki kekuatan yang tak terbayangkan di era game, memotong kepala Scoruas dalam satu gerakan.

“Lebih baik aman daripada menyesal.”

“Iya.”

Shin dan Schnee menyiapkan pedang mereka sebelum skill itu berakhir.

Lawan mereka adalah Grand Duke; bahkan jika HP-nya menjadi 0, mereka meragukan itu akan mati begitu saja.

Tubuh raksasa Scoruas dilalui oleh tebasan pedang, yang melintasi pusatnya dan membagi tubuh iblis dalam 4 bagian.

Itu dikalahkan, tidak diragukan lagi; setelah beberapa waktu, tubuh iblis berubah menjadi partikel dan mulai menghilang.

“Bagaimana mungkin aku bisa kalah dengan mudah…? Siapa kalian ini…? “

“Kau sudah tidak memiliki bagian kepala lagi, tetapi kau masih bisa bicara? Yah, tidak ada alasan bagiku untuk memberitahumu.”

Potongan Kepala Scoruas sudah mulai berbicara. Itu adalah misteri di mana suara itu berasal, tetapi nada terdistorasinya telah kembali menjadi lebih mirip dengan suara manusia.

“Seseorang yang bisa menundukkan Schnee Raizar dan binatang suci… haha, sekarang aku mengerti, kau adalah hi—”

Itu semua yang Scoruas berhasil ucapkan. Tampaknya dia tidak bisa mempertahankan keberadaannya lagi; kepalanya juga berubah menjadi partikel dan menghilang.

Barang-barang seperti permata dan logam adalah satu-satunya item yang tersisa di tempat Scoruas.

“Iblis mengeluarkan drop item di dunia ini?”

“Iblis yang kita kalahkan di kastil raja tidak mengeluarkan apapun.”

Memeriksa lebih dekat, batu permata yang ada disana semua berada di kelas Unique. Dan logam-logam yang termasuk jenis yang langka, seperti Orichalcum dan Mithril.

Shin berasumsi bahwa item yang diciptakan iblis di dalam tubuhnya dikeluarkan ketika iblis itu hancur, sehingga muncul seperti Drop item.

Mereka tampaknya tidak tercemar oleh miasma, tetapi untuk memastikan Shin memurnikan mereka sebelum mengubahnya menjadi kartu dan menyimpannya di item box.

“Baiklah, mari bergabung kembali dengan yang lain.”

“Sepertinya mereka tidak membutuhkan bantuan.”

Adara tidak terlihat di mana pun. Meskipun Scoruas menghilang mereka merasakan sejumlah besar kekuatan sihir dan berbalik, dan melihat kilatan cahaya merah yang muncul di kejauhan, menandakan sedang adanya pertarungan.

Efek 【Kagutsuchi】 telah diaktifkan.

Kelompok 3 dengan cepat memulai perjalanan kembali dan bergabung kembali dengan rombongan Shibaid.

“Kau membungkus segalanya dengan cepat.”

“Seharusnya itu kalimatku. Kupikir partymu akan membutuhkan lebih banyak waktu, Shin.”

Kata-kata Shin dijawab oleh Filma yang kecewa.

Berdasarkan bentuk monster, Adara jauh lebih mudah untuk dikalahkan daripada Scoruas. Yang terakhir akan membutuhkan waktu lebih lama untuk dikalahkan karena banyak pola serangannya yang tidak dapat diprediksi. Scoruas juga sedikit lebih tinggi dari Adara dalam hal tingkat kemampuan.

Jika kedua kelompok menghentikan musuh sambil terus menambahkan kerusakan, biasanya kelompok Filma akan menyelesaikan lawan mereka lebih cepat.

“Kami memiliki kesempatan untuk sedikit berkuasa, kau lihat. Mari kita bicara lagi nanti.”

Untuk berkumpul kembali dengan rombongan Konig, yang telah pergi menuju jarak aman dari medan perang, Shin mewujudkan sebuah kereta dari kartunya.

Beberapa saat setelah kereta kelompok berangkat, penanda Konig muncul di peta Shin.

“Jubah Hidden Threads” yang Konig kenakan adalah sesuatu yang dipinjamkan Shin kepadanya, jadi dia tidak akan tersembunyi dari pandangan Shin.

Mungkin karena dia menyadari awan debu yang terangkat oleh kereta yang menuju ke arah mereka, Konig telah berhenti bergerak.
Shin melepaskan kendali dan melambai ke arah Konig, yang melepaskan jubahnya.

“Maaf membuatmu menunggu. Kami akan kembali ke Balmel, jadi silakan bergabung.”

“Aku memiliki banyak hal yang ingin aku tanyakan… tapi pertama aku kira aku akan melakukannya.”

Konig membawa Hermie di punggungnya. Dia sudah sadar, tapi ekspresinya masih muram.

“Bagaimana perasaanmu?”

“Aku baik – baik saja. Aku dengan rendah hati meminta maaf atas semua masalah yang aku timbulkan kepada kalian.”

“Tidak, kami membuat beberapa temuan yang tidak terduga, jadi tolong jangan khawatirkan itu.”

Jika Hermie dan Wilhelm tidak diculik, pihak Shin tidak akan bergegas ke lokasi mereka. Dalam hal ini, rencana Scoruas bisa saja berhasil.

Bagi Hermie dan Lilishila yang khawatir itu adalah kejadian yang tidak menguntungkan, tapi Shin senang mereka bisa menghancurkan rencana iblis. Tentu saja, dia menyimpan pendapat itu untuk dirinya sendiri.

“Kita akan berangkat segera.”

Kelompok itu berencana untuk menuju Balmel, kemudian melakukan perjalanan melalui laut ke sebuah kota dekat Sigurd, terakhir mencapai Sigurd dengan kereta.

Alasan melalui rute ini adalah karena kereta itu saja akan memakan terlalu banyak waktu dan naga Vizzy tidak bisa membawa mereka semua.

Itu akan mungkin jika mereka naik secara terpisah, tetapi mereka tidak terburu-buru seperti sebelumnya, jadi Shin memutuskan untuk tidak mengungkapkan kepada Konig bahwa mereka dapat menaiki naga.

Setelah mereka mencapai Balmel, pihak Shin akan langsung pergi untuk memeriksa jadwal kapal. Mereka juga harus membeli makanan.

Konig juga pergi mengirim pesan ke Gereja.

Hermie, yang merasa tidak enak badan, tinggal di penginapan, dengan Wilhelm sebagai penjaganya.

“Aku minta maaf karena membuatmu tetap tinggal untuk orang sepertiku…”

“Apa?”

Alis Wilhelm mengerut setelah mendengar kata-kata yang mencela diri sendiri. Hermie telah berbicara dengan sangat meremehkan dirinya sendiri di kereta itu.

Pada awalnya dia pikir dia merasa sedih karena diculik, tetapi meskipun demikian, suara dan ekspresinya terlalu gelap. Rasanya seolah-olah dia menolak segala tentang dirinya.

Wilhelm memikirkan apa alasannya.

“Apakah bajingan itu mengatakan sesuatu padamu?”

Scoruas, Adara, anggota Fraksi Puncak. Itu adalah jawaban yang mungkin.

“Aku….tidak, karena diriku, banyak orang yang dikorbankan.”

“Sekarang setelah kau menyebutkannya, sepertinya aku ingat mereka mengatakan sesuatu seperti itu. Tetapi tidak ada yang perlu kau khawatirkan, bukan? ”

Wilhelm berbicara ringan, seolah-olah tidak ada yang cukup penting untuk menjadi beban.

“Itu bukan seperti…!! Semua orang itu, mereka….”

“Aku juga tidak bisa menyelamatkan mereka. Bahkan Shin dan yang lainnya tidak datang tepat waktu. Dan juga, Kau tidak bisa bertarung. Saat mereka tertangkap oleh para bajingan itu, sudah jelas bahwa mereka tidak dapat diselamatkan. Mereka melakukan hal itu bahkan sebelum menculikmu juga.”

Hermie tidak mungkin menjadi alasan mengapa mereka dikorbankan.

“Jika kau punya cukup waktu hanya untuk berpikir hal yang tidak masuk akal seperti ‘itu salahku’ atau apa pun, sebaiknya pikirkan tentang apa yang dapat kau lakukan mulai dari sekarang. Mungkin ada orang lain yang ditangkap di gua itu juga.”

“Mengenai itu, Konig, yang dapat memimpin ksatria Gereja, menghubungi Gereja. Begitu dia tahu alasannya, Yang Mulia Paus pasti akan mengijinkan mereka untuk bertindak…”

Hermie menjawab kata-kata Wilhelm. Penghancuran salah satu pangkalan Fraksi Puncak pasti menguntungkan bagi Gereja. Tidak ada alasan untuk ragu.

“Apakah ada yang bisa aku lakukan…?”

“Siapa tahu. Mereka menyebutmu Wanita Suci. Aku tidak tahu apa yang bisa kau lakukan atau tidak, tetapi jika kau hanya bisa mengatakan sesuatu, ada banyak orang yang dapat mencapai itu dengan lebih baik, bukan?”

“Wanita…. Suci…. apa aku benar-benar layak untuk menyandang nama seperti itu…?”

“Hmm, baiklah… sebelum kita berbicara tentang siapa yang layak atau tidak, aku bahkan tidak tahu mengapa mereka memanggilmu seperti itu.”

Wilhelm tahu bahwa mereka yang disebut “Wanita Suci” ada, tetapi tidak tahu mengapa itu terjadi.

Tidak termasuk Konig, di antara anggota saat ini satu-satunya yang mungkin tahu adalah Schnee, Shibaid, dan mungkin Milt.

Sebagai jawaban atas pengakuan Wilhelm karena tidak mengetahui alasan untuk gelar itu, Hermie mulai berbicara dengan nada suara yang lemah.

Awalnya, orang-orang menganggapnya menyeramkan. Seseorang dari Gereja mendengar desas-desus tentang dia dan datang untuk menjemputnya, dia belajar bagaimana kekuatannya dapat membantu orang lain. Seiring berjalannya waktu, mereka mulai menyebut dirinya sebagai Wanita Suci.

Hermie menceritakan kisahnya, terkadang merasa bahwa kata-kata itu tersendat di tenggorokannya dan tidak dapat keluar.

“Orang-orang yang memperlakukanmu seperti bajingan, dan kau masih berpikir untuk membantu mereka, itu benar-benar aneh.”

“Jika aku ditanya mengapa aku melakukannya, akan sulit untuk memberikan jawaban yang jelas. Mungkin… aku ingin membuktikan bahwa bahkan seseorang seperti diriku dapat berguna bagi orang lain.”

“Dan apa itu tidak cukup? Mereka memanggilmu Wanita Suci karena ada orang yang diselamatkan olehmu, kan?”

“Apa yang aku lakukan…?”

“Itu yang mereka sebut pertanyaan tanpa jawaban. Mungkin bahkan jika kau tidak ada di sana, mereka akan berhasil entah bagaimana, atau mungkin tragedi yang lebih buruk akan terjadi. Pada akhirnya, kita hanya bisa melakukan apa yang kita yakini.”
Kata-kata Wilhelm mungkin terdengar dangkal, tetapi itu adalah kebenaran. Untuk mengetahui semua konsekuensi yang dapat dilakukan dengan tindakan seseorang adalah sesuatu yang bahkan tidak dapat dilakukan Pembaca Bintang sekalipun.

“Selain itu, seorang High Human berkata bahwa bahkan dia tidak bisa menyelamatkan semua orang. Dengan kata lain, itu tidak mungkin bahkan untuk seorang legenda hidup bisa melakukannya. Menyerah saja.”

Selama percakapan serius mereka, Wilhelm menyebutkannya seolah-olah tidak ada yang bisa mereka lakukan.

“High Human …?”

“Begitu aku dilatih oleh Schnee Raizar, lihat, dan dia memberitahuku begitu.”

“Apakah begitu?!. Kalau begitu, lebih banyak alasan untuk melakukan yang terbaik.”

Tidak jelas apakah dia mempercayai kata-kata Wilhelm atau tidak, tetapi dia menunjukkan senyum yang berbeda dari sebelumnya.

“Ya, itu cukup banyak. Itu juga akan membuatmu semakin sibuk. Kau lebih baik beristirahat selagi bisa. ”

“Aku akan melakukannya. Kau benar-benar orang yang harus aku beritahu tentang… ”

“Hah? Kau memberitahuku tentang apa? Oleh siapa?”

Kata-kata Hermie memunculkan pandangan jengkel Wilhelm yang terlihat jelas .

“Mari kita katakan saja bahwa anak-anak menyaksikan orang-orang di sekitar mereka lebih dari yang kita pikirkan.”

“Tch.”

Wilhelm mendecakkan lidahnya, meringis dengan wajahnya. Melihat ini, Hermie tertawa kecil.

Kelompok ini sekarang akan melewati laut menuju Sigurd.

Menuju telinga mereka kemudian terdengar bersin yang jauh.

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded