The New Gate Volume 8 Chapter 1 Part 2 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
  • Translator : Lyle
  • Editor  : Scraba

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Suruh Mbak Google Baca”]

Perjalanan melalui laut berjalan dengan lancar; selain perhentian sesaat di kota pelabuhan, tidak ada halangan lain lagi.

Satu-satunya hal yang penting adalah mereka yang bertemu dengan gadis muda dan pelayannya beberapa kali. Karena tidak nyaman sebab tidak saling kenal satu sama lain, mereka secara singkat saling memperkenalkan diri.

Gadis muda dengan gaya bicara yang unik adalah Kujou Kanade, seorang Archer dengan level 159.

Nama wanita yang seperti samurai adalah Saegusa Karin, level 221 seorang Samurai dan pendamping Kanade.

Bahkan tanpa bertarung pun, Shin merasa bahwa keduanya memiliki kekuatan yang melampaui usia mereka. Bahkan mungkin mereka adalah seorang Yang Terpilih.

“Cuaca hari ini sangat buruk.”

“Benar sekali, kau bisa merasakan badainya.”

Ucap Shin dengan pelan, sambil melihat langit mendung. Kanade membalas dengan mengangguk, Karin juga berdiri di sampingnya.

Saat itu hari hampir senja, tetapi matahari yang terbenam tersembunyi oleh awan tebal.

“Kalian berdua menuju Hinomoto ya?”

“Begitulah.”

“Aku juga ingin mengunjunginya jika aku punya kesempatan, negeri macam apa itu?”

Shin berpikir ini adalah kesempatan bagus untuk bertanya tentang Hinomoto. Nama kerajaan dan dua nama wanita itu mengingatkannya pada Jepang.

“Dikatakan bahwa Hinomoto muncul, pada saat bencana alam, pulau-pulau yang terlepas dari benua itu ditaklukkan oleh beberapa kelompok orang. Saat ini dua keluarga perwakilan Kujou dan Yaejima menguasai wilayah timur dan barat.”

Guild yang Gaien -Dragnil yang Shin temui selama misi pengawalan ke Beirun- yang dibicarakan tampaknya hanya memerintah sebagian kerajaan.

“Begitu ya… oh? Nona Kanade, anda Kujou juga, bukan?”

“Memang benar. Aku mungkin terlihat seperti gadis kecil, tapi aku adalah salah satu dari Kujou, penguasa Hinomoto timur.”

“Nyonya, anda tahu kan, bahwa kita seharusnya tidak menyebutkan hal-hal seperti itu di depan umum.”

Kata-kata Kanade disambut dengan teguran dari Karin.

“Aku tahu itu, tapi kita tidak perlu khawatir jika itu mereka.”

Untuk beberapa alasan, Kanade tampaknya menaruh kepercayaan pada party Shin setelah beberapa percakapan. Dia juga tidak merasakan tatapan tajam Karin lagi.

Kebetulan, Shin harus memanggil Kanade dengan sopan karena tidak melakukan hal itu akan menarik perhatian yang mengintimidasi dari Karin.

“Itu adalah kerajaan yang dipenuh dengan budaya.”

“Itu mengingatkanku pada tanah airku. Tapi apakah baik-baik saja bagi seorang wanita dari rumah terkenal seperti itu untuk meninggalkan kerjaannya? Hanya dengan Karin sebagai pendamping tampaknya juga aneh.”

“Sebenarnya, aku meninggalkan kerajaan itu secara rahasia. Situasinya… agak rumit.”

“Sebagai Kujou, bagaimanapun juga, tidak pernah terdengar mereka yang menjadi petualang .”

“Jangan seperti itu. Kau tahu kalau tidak ada pilihan lain, Karin, itu sebabnya kau menemaniku. Apakah aku salah?”

“Tidak, itu benar, tapi…”

Menilai dari ekspresi muram Karin, seseorang dapat berasumsi bahwa “situasi rumit” yang disebutkan Kanade tidak dapat diselesaikan tanpa meninggalkan Hinomoto.

“Cukup. Lagipula kita memperoleh apa yang kita cari. Kita hanya perlu kembali sekarang.”

Kapal ke Hinomoto berangkat dari pelabuhan yang party Shin akan turun disana.

“Hujan mulai turun.”

Mereka sudah menduga hujan akan turun, mengingat tebalnya awan di langit. Apa yang tidak mereka harapkan adalah kekuatan hujan yang menghantam kapal, dan tekanan angin yang tiba-tiba.

Hanya beberapa saat setelah hujan, sebuah banjir luar biasa mulai mengalir turun, diikuti oleh hembusan angin kuat yang menggerakkan laut.

Sekitar waktu yang sama, sekelompok monster memasuki bidang persepsi Shin. Mereka mendekati kapal dengan kecepatan yang mengkhawatirkan.
“Monster. Mereka datang langsung ke kapal ini.”

“Benarkah? Karin, bisakah kau merasakannya? ”

“Tidak, tidak ada apa-apa.”

Bidang persepsi Shin cukup besar, berkat kombinasi penggunaan skill. Shin tidak tahu bagaimana dengan bidang milik Karin, tetapi kemungkinan akan membutuhkan sedikit lebih banyak waktu sampai dia bisa mendeteksi monster.

“Aku tidak tahu apakah kau akan percaya atau tidak, tapi aku mendeteksi 10 unit, dan mungkin lebih banyak lagi.”

Sambil menjelaskan kepada Kanade dan Karin, Shin menghubungi Schnee melalui Mind Chat.

Schnee dan yang lainnya juga mendeteksi kedatangan monster itu; dia menjawab bahwa Filma pergi berbicara dengan kapten.

Shibaid, Wilhelm, dan Tiera juga menuju posisi Shin.

“Temanku akan segera datang. Nona Kanade, apa yang akan kalian berdua lakukan?”

“Jika mereka menuju ke kapal, barikade perlindungan diri di kabin kami akan dapat mengatasinya. Untungnya, aku memiliki kemampuan dengan busur. Aku akan meminjamkanmu bantuan.”

“Aku juga akan menawarkan sedikit kekuatan yang aku miliki.”

Kanade mengeluarkan kartu dari kimononya yang basah kuyup dan mewujudkannya.

Detik berikutnya, busur menengah tingkat Legend 『Fiery Diamond』 muncul di tangannya.

Itu adalah senjata yang besar, mendekati ukuran busur, yang datang ditemani dengan getaran. Panjangnya adalah karakteristik utamanya.

Karin mewujudkan perlengkapan perangnya juga; tangan kirinya memegang katana dengan sarung merah.

Itu adalah senjata kelas menengah tingkat Legend『Vermilion Orchid』, sebuah katana dengan elemental api.

“Apakah kita akan berhasil?”

“Hanya dalam waktu singkat.”

“T-Terlalu cepat…”

Shin baru saja menarik 『Kakura』 ketika Shibaid, Wilhelm, dan Tiera tiba di dek.

Di kaki Tiera ada Kagerou dan Yuzuha. Mereka semua adalah anggota yang mampu melakukan pertahanan dan serangan jarak jauh.

“Bagaimana dengan yang lainnya?”

“Nona Hermie ada diruangannya. Untuk keamanan tambahan, aku menyuruh Milt dan Konig untuk tetap bersamanya. Filma berbicara dengan kapten, dan Schnee akan datang setelah memperkuat pertahanan Nona Hermie.”

Milt, pengguna roh air, adalah sekutu yang kuat di lautan.

“Apakah kau memperhatikan sesuatu?”

“Monster-monster itu muncul secara kasar pada saat yang sama ketika cuaca berubah menjadi gelap. Dari itu, aku kira mereka adalah jenis Serpent atau moluska.”

Shin dengan cepat menjawab pertanyaan Wilhelm dengan hipotesisnya.

Ada monster yang memengaruhi cuaca ketika mereka muncul. Jenis monster yang disebutkan oleh Shin sering menyebabkan badai dengan kedatangan mereka.

“Penumpang yang terhormat! Kita akan menghadapi situasi ini, silakan kembali ke kabin kalian!”

Mungkin mereka mendengar dari Filma, atau mendeteksi kehadirannya sendiri, tetapi anggota kru datang untuk memberi saran kepada Shin dan yang lainnya untuk berlindung.

Para kru mungkin juga bertindak sebagai tim perlindungan monster; mereka membawa busur, tongkat, tombak, dan senjata lainnya.

“Kami akan membantu juga.”

“Tapi pak….!? Aku mengerti. Terima kasih atas bantuannya!”

Para anggota kru enggan pada awalnya, tetapi berubah pikiran setelah melihat postur dan perlengkapan party Shin.

Kapal, yang dihempas ombak, membuat sulit untuk berdiri tegak. Sementara itu juga tergantung pada lawan, semakin banyak jumlah yang mereka miliki semakin baik peluang mereka.

“Mereka datang!”

Beberapa saat setelah peringatan Shin, air laut membesar. Kemudian, dari laut yang bergelombang muncul siluet beberapa monster.

“Gale Serpernt!” 

Monster muncul dari laut dan menatap kapal itu, Gale Serpents, juga disebut “Dragon of the Seas”. Bagian dari kategori naga, monster ini menyukai serangan seperti nafas air, raungan, dan cambuk.

levelnya biasanya berkisar dari 500 hingga 600, tetapi menghadapinya di medan perang yang tidak stabil seperti laut membuatnya lebih kuat daripada level yang ditunjukkan.

“Jumlah itu!”

“Saat-saat kita harus kembali ke Hinomoto…!”

Kanade dan Karin bereaksi dengan frustrasi saat melihat Gale Serpernt, muncul satu demi satu. Tidak peduli seberapa kuat kapal itu, di bawah serangan 10 Gale Serpent kapal itu tak terhindarkan untuk tenggelam, atau seperti itulah yang mereka mungkin pikirkan.

Bahkan, anggota kru yang datang di dek juga berdiri diam, pucat setelah melihat monster.

“Wilhelm, Tiera! Jangan biarkan mereka mendekat! Shibaid, blokir serangan jarak jauh mereka!!”

Sambil berteriak akan perintah ini, Shin mengeluarkan 『Kakura』 miliknya.

Skill kombinasi Mallet dan Angin 【Bestial Drive】 menciptakan hembusan angin kencang yang meniup hujan dan angin dengan satu serangan, serta menghancurkan kepala salah satu Gale Serpent yang mengelilingi kapal.

Bahkan di antara hujan dan angin yang bertiup, suara akibat dari skill itu menggelegar dengan jelas melalui dek dan telinga semua orang yang hadir.

Dalam rentang beberapa detik, Gale Serpent dengan kepala yang hancur perlahan-lahan tenggelam di bawah gelombang.

“Mari selesaikan ini dengan cepat!”

“Aku juga tidak akan kalah!”

Setelah serangan Shin, Wilhelm melempar Tombak Neraka-nya 『Vakira』 dan Tiera mulai menembakkan panah.

Gale Serpents, tiba-tiba terhenti karena melihat kawan mereka yang tenggelam, mencoba untuk menghindari lintasan serangan dengan kelincahan yang tidak sesuai dengan ukuran tubuh besar mereka.

Namun, respon mereka terlalu lambat; Gale Serpent yang paling dekat dengan kapal terkena oleh panah di satu matanya dan oleh 『Vakira』 di tubuhnya.

“——————————!?!”

Monster itu tidak mati di tempat, tetapi mengeluarkan jeritan dan tenggelam di antara ombak.

“Kau jauh berbeda dari petualang rata-rata.”

Bukan hanya monster yang terkejut dengan gerakan Shin. Sambil membidikkan panah pada seekor Gale Serpent yang menusuk wajahnya dari bawah air, Kanade berbicara dengan Shin.

Shin menjawab bahwa dia hanya seorang petualang dan kemudian fokus kembali pada bidang persepsinya. Gale Serpent sedang berenang di sekitar kapal, mendekat lalu menghilang.

“Apakah hanya aku, atau memang kapalnya yang semakin berguncang?”

“Itu mungkin disebabkan oleh monster.”

Karin juga merasakan ada sesuatu yang tidak beres, dan setuju dengan pengamatan Shin.

“Tch, bajingan itu pergi ke bawah air dan tidak akan muncul lagi!”

“Hei, Shin!! Kapal ini tidak akan terbalik, kan!?”

Bahkan jika dia mendekat, suara Tiera hampir tidak terdengar diakibatkan angin badai yang semakin kuat. Perhatiannya ditempatkan dengan baik, karena bahkan anggota kru hampir tidak dapat berdiri dengan baik, itulah betapa kerasnya kapal itu berguncang. Mereka semua meraih pegangan tangan atau tiang layar, menempelkan senjata mereka di lantai untuk dapat tetap berdiri dengan benar.

Hanya Shin dan Shibaid yang masih bisa berdiri tegak.

“Shin! Sepertinya mereka akan menyerang!”

Kata-kata Shibaid membuat Shin melihat sekelilingnya, lalu menemukan 9 Gale Serpents yang muncul dari ombak, membuka lebar rahang mereka dan mengarahkannya ke kapal.

“Serangan nafas, ya. Shibaid, urus yang ada di depan. Aku akan menangani bagian belakang. ”

Sambil berlari melewati jalur terpendek di kapal, Shin mengeluarkan perisai yang sama dengan Shibaid, 『Great Shell Shield of Collision』. Kemudian, ia mengaktifkan penghalang anti-udara bertenaga penuh.

Sebuah penghalang yang terdiri dari segi enam yang saling bertautan muncul di udara dan menangkis nafas air Gale Serpents.

“Sial, hujan dan angin membuatnya sulit untuk dibidik…”

Shin melepaskan beberapa serangan sihir sambil menahan penghalang, tetapi karena badai mengguncang kapal dan jarak antara dia dan target, tidak ada yang mencapai sasaran.

Bahkan pengguna busur seperti Tiera dan Kanade tidak dapat mencapai monster dengan serangan mereka.

Melihat ini, Yuzuha membuat proposisi.

“Haruskah aku membantu?”

“Silahkan.”

Shin dengan sungguh-sungguh meminta bantuan.

“Aku seharusnya mengurangi jumlah mereka lebih banyak dengan serangan pertama.”

Bertarung di kapal selama cuaca badai bahkan lebih sulit dari yang dipikirkan Shin.

Awan mencegah sinar matahari untuk menyinari, membuat lingkungan diselimuti oleh gelap. Kapal bergoyang membuatnya sulit untuk berdiri, tetapi mereka harus terus melawan monster dan melindungi kapal pada saat yang sama.

Party Shin akan bertahan bahkan jika kapal tenggelam, tetapi mereka tidak dapat menyelamatkan semua anggota awak kapal dan penumpang. Jika semuanya terus seperti ini, situasi mereka akan bertambah buruk sedikit demi sedikit.

Shin menyesal memilih skill yang salah saat serangan pertama.

“Kuu.”

Yuzuha meraung dan mengaktifkan skill, yang menyebabkan hujan dan angin melambat untuk sementara waktu.

“Tidak ada waktu untuk ragu lagi. Yuzuha, lindungi aku!”

“Ya tuan!”

Mengambil keuntungan dari serangan nafas yang berhenti sesaat, Shin melompat dari kapal.

“Tuan Shin!?”
Dia berbalik untuk melihat Kanade dan Karin, yang sedang berpegangan dikapal, memandangnya. Mereka menyerahkan garis depan kepada bala bantuan dan bergegas membantunya.

“Jangan sampai jatuh ke laut!”

Melihat bahwa dia yang berpikir tidak membutuhkan bantuan apa pun, Shin memberi peringatan singkat.

“Apa …!?”

Ditemani oleh seruan Karin yang terkejut, Shin bergegas menuju Gale Serpent sambil menyebabkan cipratan air.

Selama skill bela diri Tipe Gerakan 【Water Passage】 aktif, seseorang bisa bertarung dengan menggunakan permukaan air sebagai pijakan.

Monster pertama yang menjadi sasaran Shin adalah monster yang terkena serangan di mata oleh panah Tiera. Shin mengayunkan 『Kakura』 dari titik buta monster dan memotong lehernya.

“Satu tumbang!”

Pada saat yang sama, Shin berputar dan menendang kepala Gale Serpent yang jatuh dan menyerang Gale Serpent berikutnya.

“———!?!”

Ketika Gale Serpent kehilangan keseimbangannya, Shin mengaktifkan skill sihir tipe Cahaya 【Avraid Ray】. Berkat badai yang melemah, sinar cahaya dapat menembus dua kepala serpent.

“Dua tumbang!!”

Ada 7 Gale Serpent yang tersisa.

Saat Shin mencari yang berikutnya, sebuah ledakan bergema dari depan kapal.

Dalam area yang gelap, kilatan perak terlihat.

Melihat peta, Shin dapat memastikan bahwa, di antara 5 serpent di depan kapal, 3 telah menghilang. Seperti yang diharapkan Shin, bala bantuan telah tiba.

“Mari kita selesaikan ini sekali dan….hm?”

Ketika dia hendak mengatakan “membereskannya”, Shin mendeteksi bahwa sesuatu yang lain semakin dekat.

2 sinyal yang baru mendekat ke kapal, jauh lebih cepat daripada Gale Serpent lainnya.

“(Schnee! Shibaid! Dua lagi datang!)”

Saat mengalahkan serpent yang lain, Shin memberi tahu Schnee dan Shibaid melalui Mind Chat tentang dua monster yang datang.

“(Kami telah merasakannya juga. Siapa yang akan menduga serangan seperti itu.)”

“(Memang, jika kita tidak di kapal, kapal pasti sudah tenggelam sekarang.)”

Shin menerima respon yang lesu melalui Mind Chat. Lokasi membuatnya sulit untuk bertarung, tetapi mereka tidak merasa terpojok.

Dengan Schnee dan Shibaid di dek, kapal akan cukup terlindungi.

“Mereka berpisah, ya.”

Sinyal monsters baru saja terpisah di sepanjang jalan; mereka sekarang menuju satu ke depan dan satu lagi ke bagian belakang kapal.

Laut membengkak bahkan lebih tinggi dari sebelumnya, membuat air menyemprot di sekitar dan mengungkapkan siluet Gale Serpent yang hampir dua kali ukuran yang sebelumnya.

“Aku mengerti, Ratu dan Raja muncul.”

Bahkan sebelum menggunakan 【Analyze】 pada monster yang baru saja muncul, jelas berbeda dari 10 Gale Serpents yang muncul sebelumnya, Shin telah melihat identitasnya.

“Gale Serpent Queen – Level 702″

Detail monster itu muncul bersamaan dengan kata-kata Shin.

Seperti yang diduga, dengan terdapat kata”Queen” pada monster. Raja sepertinya menuju ke depan.

Banyak monster memiliki gelar “King” atau “Queen” dalam nama mereka, dan kebanyakan dari mereka dikawal oleh monster dari spesies yang sama.

“Kurasa mereka membangun sarang di sekitar sini.”

Itu menegaskan bahwa monster juga, memiliki gagasan tentang wilayah. Mempertimbangkan nama “King” dan “Queen” mereka, monster-monster ini mungkin adalah pasangan. Jika demikian, serpent yang menyerang kapal itu bisa jadi adalah anak-anak mereka.

“Mengapa mereka datang dan menyerang kapal ini, aku bingung. Harusnya ada banyak mangsa yang lain.”

Mungkin mereka dikejar oleh monster yang lebih besar, atau ingin berlatih berburu. Shin tidak tahu apa alasannya, tetapi bagaimanapun, apa yang mereka lakukan tidak berubah.

Mangsa yang membalas pemburu juga merupakan fakta alamiah.

“Aku minta maaf, tetapi kami tidak dapat membiarkanmu menenggelamkan kapal ini.”

Shin berlari menuju sang Queen.

Dia akan menyerangnya dengan 『Kakura』, sambil menghindari serangan nafas yang dilepaskan, ketika laut menunjukkan gerakan yang tidak wajar.

Laut yang bergemuruh menciptakan gelombang raksasa antara Shin dan Queen, memaksa mereka terpisah.

Kemudian, seolah-olah sebagai tanggapan terhadap gelombang raksasa, serangkaian air dengan panjang 60 cemels yang seperti jet meluncur menembaki Shin.

“【Aqua Lance】, ya? Maaf, itu tidak akan berhasil padaku.”

Shin menyebut nama skill itu, yang mendekatinya dari semua sisi, fokus pada satu titik, lalu melompat menjauh.

Karena menggunakan air laut asli, 【Aqua Lance】 ini menciptakan lebih banyak tombak, kekuatan, dan bahkan ketahanan terhadap sihir, tapi itu tidak cukup untuk menghentikan Shin.

Dengan satu ayunan 『Kakura』, Shin menyerang melewati rentetan tombak air yang dibuat oleh 【Aqua Lance】. Tidak perlu berurusan dengan itu semua sekaligus.

“Maaf untuk melakukan ini ketika kau baru saja tiba, tapi…”

Shin menghindari nafas air yang baru saja dikeluarkan, memotong gelombang raksasa dan mendekat pada Queen.

Dia kemudian memegang『Kakura』 dengan kedua tangan, memegangnya dengan kuat.

“Kematianmu sudah dekat!!”

Dengan teriakan, Shin mengarahkan『Kakura』ke kepala Queen. Dengan suara menggelegar yang menghantam angin, kepala Queen itu terlihat hancur.

Kekuatan serangan yang diperkuat oleh skill Mallet 【Fierce Impact】 bukanlah sesuatu yang bahkan seorang Queen pun dapat tahan.
Itu adalah spesies unggul, dengan cangkang yang bertindak sebagai pelindungnya, jadi kepalanya tidak benar-benar hancur berkeping-keping. Terkejut karena tidak membunuhnya di tempat; Tubuh Queen itu tumbang ke permukaan laut, mengambang tanpa daya di atas ombak.

“A-Apa yang sedang terjadi!?”

Kanade, yang telah menyaksikan pertempuran Shin, kehilangan keseimbangannya karena getaran yang tiba-tiba. Shin melihat ke belakang dan melihat bayangan Gale Serpent di bawah kapal.

“Mencoba menenggelamkan kapal sekarang? Kau sudah kalah telak, waktunya untuk mundur.”

Tentu saja, Shin tidak akan membiarkan monster itu berhasil.

Shin segera menyelam ke dalam air untuk menyerang Gale Serpent sebelum bisa menangani kapal

Berkat lingkungan laut, bagaimanapun, serpent itu tidak segera terbunuh dan merayap menjauh dari Shin.

“Kurasa itu tidak bekerja sebaik didaratan.”

Ini adalah pertempuran bawah laut pertama Shin setelah datang ke dunia ini. Respons yang dia rasakan terhadap serangannya juga lebih ringan dari biasanya.

“Arusnya juga menyulitkan.”

Dia harus bergerak sambil menendang air untuk mencegah tubuhnya terseret. Arus air tak terlihat yang berputar-putar di sekitar Shin.

Dalam lingkungan bawah laut, tanpa pijakan yang kuat, bahkan Shin yang masih menyimpan ingatan tentang pengalamannya selama era permainan harus fokus setiap saat atau dia akan kehilangan arah yang harus dia hadapi.

Shin kembali sementara keatas permukaan laut, dan melompat di udara sambil menendang air laut.

Pada saat yang sama, dia melihat Kanade saat hendak melompat ke laut.

“Hey apa yang kau lakukan!?!”

Setelah Kanade, Karin juga melompat ke air.

Shin kemudian menyadari bahwa kapal itu sangat miring. Dia ingin mengejar Kanade dan Karin segera, tetapi tidak dapat meninggalkan kapal seperti itu.

Ketika Shin mencoba untuk mendekat ke kapal dengan skill Martial Movement-type 【Flying Shadow】, air laut di sekitar bagian bawah kapal tiba-tiba membeku.

Es menyebar untuk menutupi kapal, bertindak sebagai penopang dengan air laut sekitarnya.

Ombak masih tinggi, tetapi tidak cukup untuk menjatuhkan kapal yang kini ditopang oleh es. Kecuali permukaan beku itu hancur, kapal tidak akan tenggelam.

“Aku melihat mereka juga hampir selesai.”

Dari posisinya di udara, Shin melihat Filma melepaskan tebasan pedang berwarna merah ke arah King dan merasa yakin bahwa pertempuran akan segera berakhir.

“Kalau begitu aku akan—– !?”

Shin berbalik untuk segera mengejar Kanade dan Karin, ketika serangan nafas dilepaskan ke arahnya. Serangna itu dari berasa dari Serpent yang gagal dia kalahkan sebelumnya.

“Aku sudah cukup sibuk!”

Shin menendang udara untuk menghindari serangan nafas, lalu mengarahkan jari ke arah Gale Serpent, yang sedang mempersiapkan napas air berikutnya, untuk mengaktifkan skill sihir.

Sinar cahaya biru membekukan Gale Serpent bersama dengan air sekitarnya, langsung menciptakan pilar es.

Itu adalah skill kombinasi Cahaya dan Air 【Freezing Ray】.

Sinar cahaya ini, memiliki kecepatan aktivasi dan pembekuan yang tinggi, membekukan Gale Serpent sampai keinti tubuhnya.

Beberapa detik kemudian, pilar yang membeku itu pecah menjadi puing-puing es yang besar dan kecil.

“Itu membuatku membuang banyak waktu… mereka sudah jauh.”

Shin memeriksa sinyal Kanade dan Karin dan meluncur kedalam air sambil menggerutu. Kedua wanita itu telah tersapu lebih jauh dari yang dipikirkannya.

“(Schnee, aku akan menjemput dua wanita yang jatuh ke laut. Bisakah aku menyerahkan sisanya padamu?)”

“(Dimengerti. Kami akan melenyapkan monster yang tersisa segera. Berhati-hatilah.)”

Shin berbicara lewat Mind Chat dengan Schnee dan meluncur didalam air. Dengan bergerak cepat akibat meluncur dari udara kelaut, dia bergegas didalam laut sambil melompat untuk menghindari gelombang.

“Tidak ada banyak waktu yang tersisa.”

Kanade dan Karin rupanya terjebak di arus laut dan bergerak menuju tepi bidang persepsi Shin.

Mereka mungkin tersapu oleh arus. Sinyal mereka bergerak dalam reaksi tetap, tetapi lintasannya sangat tidak stabil.

“Jika aku mengejar mereka seperti ini, kami tidak akan bisa kembali ke kapal.”

Shin mempertimbangkan kecepatan pergerakan mereka dan jarak mereka dari kapal, lalu membuat kesimpulan.

Kanade dan Karin berada di arah yang benar-benar berlawanan dengan kapal. Kapal itu akan menghilang dari bidang persepsinya sebelum dia mencapai sinyal kedua wanita itu.

“Aku minta maaf kepadaHermie dan yang lainnya, tapi aku harus pergi.”

Pilihan untuk memprioritaskan kembali ke kapal dan meninggalkan kedua wanita itu tidak bisa terpikirkan bagi Shin.

Selama perjalanan melintasi laut, mereka telah mengobrol beberapa kali. Dia tidak bisa menganggap mereka sebagai orang asing dan meninggalkan mereka begitu saja. Karena alasan itulah, Shin memutuskan untuk memprioritaskan menyelamatkan mereka.

“Ayo menuju Karin dulu.”

Karena dia telah melompat ke laut, lalu Shin berhasil mencapai Karin lebih dulu.
Shin menonaktifkan 【Water Passage】 saat dia meluncur kedalam air dan terjun ke laut. Dia melanjutkan sambil melewati arus yang berputar-putar di sekitarnya dan menangkap Karin saat dia sedang terlempar oleh ombak.

“Tidak ada lagi waktu yang tersisa.”

Shin merapalkan【Dive X】 pada Karin dan mempercepatnya.

Shin memegang tubuhnya dengan lengannya dan menjaga dia tetap terjaga, tapi tidak ada respon dari Karin. Mempertimbangkan berapa banyak waktu telah berlalu sejak dia melompat ke laut, itu tidak mungkin baginya untuk tetap bernafas.

“Jangan bilang kalau mereka berdua mati ketika aku datang untuk menyelamatkan mereka…!!!”

Dengan teriakan, Shin meluncur melalui air. Segera setelah Kanade memasuki penglihatannya, dia menarik katana putih 『Hakuramaru』 dari item box-nya dan mengayunkannya secara vertikal dengan sangat cepat, dengan mudah mengatasi perlawanan air.

Skill kombinasi Katana dan Air 【Deepwater Cleave】.

Seolah-olah seperti tebasan itu sendiri, laut terbelah dalam bentuk-V.

Shin, membawa Karin di atas bahunya, melompat di udara dan menendang permukaan laut.

Di udara, Shin menendang lagi. Dia bergegas menuju pusat V yang dibuatnya barusan, lalu menuju Kanade.

“Disini juga?”

Shin, dengan 『Hakuramaru』 di mulutnya, membawa Karin dengan tangan kanannya dan Kanade dengan tangan kirinya. Sebelum air laut sumbing kembali ke keadaan semula, dia menendang permukaan laut yang diiris secara horizontal. Setelah melompat kembali di udara, Shin mengaktifkan 【Clairvoyance】 dan melihat sekeliling.

Saat dia fokus mengejar dua wanita itu, Dia tidak tahu di mana dia saat ini. Dia melihat sekeliling untuk melihat apakah ada daratan di sekitarnya, dan menemukan sebuah bayangan yang menjanjikan di sebelah kanan.

“Tolong, bertahanlah!!”

Shin berlari secepat yang dia bisa.

Dengan sekuat tenaga berlari langsung menuju daratan, membuat air yang ada dibelakangnya melonjak.

Mungkin karena awan hujan belum mencapai hamparan tanah ini, ombak dekat pantai yang dicapai Shin sangat tenang.

Shin mencapai pantai berpasir, dengan cepat membaringkan dua wanita itu dan memeriksa pernapasan dan denyut nadi mereka.

“Tidak, jangan bilang padaku.”

Mereka berdua dalam kondisi serangan jantung.

Mencoba untuk menekan ketidaksabarannya, Shin memikirkan cara untuk memecahkan situasi ini.

Dengan 【Analyze】, dia melihat HP kedua wanita itu perlahan mencapai nol. Kecepatan penurunannya kurang lebih sama, tetapi Karin tampaknya mengalami kerusakan di suatu tempat, karena ia memiliki HP 10% lebih sedikit.

Satu-satunya solusi yang diberikan Shin saat ini adalah menggunakan 【Heal】 dan kemudian melakukan CPR pada keduanya.

Pertama dia melakukan CPR ke Kanade. Bahkan jika sedikit, dia telah jatuh ke laut lebih dulu dari Karin. Melihat dirinya yang juga masih muda, Shin memutuskan bahwa dia lebih didahulukan.

“Uhuk! Hakks!!”

“Bagus, sudah selesai!!”

Lega karena mereka sadar lebih cepat dari yang diharapkan, Shin menempatkan Kanade dalam postur yang lebih nyaman dan membuatnya memuntahkan air.

Dia kemudian meninggalkannya dan melakukan CPR pada Karin. Itu tidak berjalan dengan baik saat ini, jadi Shin, dengan mengandalkan ingatannya yang samar, mencoba melakukan pijatan pada dadanya.

“….h…n…? Apa yang kau…?”

Shin terlalu fokus untuk mendengar apa yang dikatakan Kanade.

Apakah napasnya cukup? Apakah kekuatan dan ritme pijatan pada jantungnya benar? Apakah masih ada waktu baginya untuk sadar kembali?

Hanya itu yang bisa Shin pikirkan.

“Kah!! Uhuks!!”

“YAA!!!”

Prosedur darurat Shin tampaknya telah berhasil, karena Karin telah tersadar.

Melihat Karin menyemburkan air laut, Shin berteriak dan, pada saat yang sama, merasakan seluruh kekuatannya menghilang dari tubuhnya.

“Jadi ini yang namanya takut setengah mati…”

Shin bergumam setelah menghela napas panjang. Prosedur darurat untuk membuat seseorang bertahan hidup dilakukan sembari mengandalkan ingatan yang samar.

Nafas Karin sudah stabil dan dia sudah bangun, jadi Shin menyuruh kedua wanita itu beristirahat sementara dia pergi untuk mengumpulkan kayu kering.

Dan tampaknya di lokasi mereka tidak hujan , jadi dia bisa dengan cepat mengumpulkan kayu kering dalam jumlah yang bagus.

Pada saat yang sama, Shin mencari pondok atau gua di mana mereka bisa beristirahat.

“Oh, tempat ini terlihat bagus.”

Itu pada jarak yang tidak jauh dari tempat mereka datang ke pantai, tetapi dia menemukan gua yang terbentuk secara alami. Itu cukup dalam sehingga, bahkan jika hujan, mereka akan tetap terlindungi.

Shin meletakkan kayu kering di item box-nya dan kembali ke pantai.

“Ada sebuah gua di sana. Aku pikir lebih baik untuk bergerak sebelum matahari terbenam, tetapi bisakah kalian berjalan?”

“Aku baik-baik saja, tapi kurasa Karin masih kesulitan berjalan.”

Kedua wanita itu jatuh ke laut pada waktu yang hampir bersamaan, tetapi Karin lebih kelelahan.

Shin telah melakukan sihir penyembuhan pada saat dia melakukan prosedur darurat, sehingga HP mereka pulih, tetapi keduanya tidak dalam kondisi baik. Memulihkan HP bukan berarti kondisi seseorang juga dapat kembali normal.

Matahari sudah terbenam di pantai, jadi setelah meminta izin, Shin membawa Karin yang masih kelelahan di pundaknya.
Kanade sudah cukup pulih untuk bisa berjalan tanpa masalah, jadi mereka berjalan menuju gua dengan kecepatan yang cukup santai untuk tidak membuatnya lelah.

Ketika mereka tiba di gua, Shin membiarkan Karin turun dan bersiap untuk menyalakan api.

“Ayo gunakan mantra Api yang kecil dan… OK, itu menyala. Nona Kanade, tolong gunakan ini untuk menghangatkan diri…… apa yang kau lakukan?”

Apa yang dilihat Shin ketika dia berbalik adalah Karin, pakaiannya dilepas dan hanya mengenakan kimononya.

Rambutnya yang basah, menempel di pipinya, dan dada setengah terbuka yang terpapar, sangat berbeda dengan situasinya saat ini, aura s3nsualitas. Karin rupanya tipe yang terlihat lebih ramping ketika berpakaian.

Dilihat dari situasinya, Kanade mungkin telah melepaskan armornya.

“Aku tentu tidak bisa meninggalkannya dengan pakaian basah itu. Sangat tidak pantas untuk menunjukkan kulitnya di depan seorang pria, tetapi kehangatan Karin menjadi prioritas.”

“Tentu saja. Kalau begitu izinkan aku untuk menawarkan pakaian baru, handuk, dan kain untuk dia berbaring.”

Dalam situasi seperti ini, Shin tidak akan terus menatap Karin. Mengingat bahwa dia mungkin saja akan diinterogasi tentang hal itu nanti, dia mengeluarkan beberapa barang dari kartunya.

Mantel Shin diambil untuk Karin berbaring karena memiliki efek pemulihan HP. Dia tidak tahu apakah itu bisa membantu meringankan keletihannya, tapi itu masih lebih baik daripada tidak sama sekali.

“Dari jumlah kartu yang Kau miliki, aku yakin kau bukan petualang biasa.”

“Daripada itu, aku sarankan kau beristirahat untuk saat ini. Kau pasti juga lelah. Aku akan berjaga-jaga, jadi cobalah untuk beristirahat. ”

Pakaian Shin umumnya dilengkapi dengan mode bawah air juga, jadi mereka tidak basah sama sekali. Dia tidak kehilangan banyak energi.

“Atchoo!”

Kanade bersin, bergema di dalam gua, saat dia menghangatkan diri di samping api. Tidak peduli seberapa dekat dia dengan api, walaupun basah kuyup, tubuhnya tidak akan merasa dingin.

Shin berkata pada Kanade untuk mengganti bajunya juga dengan kimono dan pergi keluar.

Ketika mereka ganti baju, dia menggunakan item penangkal monster untuk mencegah monster dan hewan liar mendekati gua.

Beberapa monster bisa datang lebih dekat meskipun ada item, jadi untuk keamanan tambahan Shin memasang beberapa perangkap yang akan aktif saat mereka melangkah ke dalam gua.

“Kau boleh kembali!”

Shin kembali ke dalam gua dan melihat Kanade dan Karin yang tertidur, terbungkus selimut.

Pertama, Shin mengikat ujung tali ke dua belati pendek dan menikamnya di dinding gua, untuk menggantung kimono basah dan menjemurnya.

“Kami berhutang padamu.”

“Seperti yang orang katakan, ketika dalam masalah setiap orang harus saling membantu. Nona Kanade, kau juga harus tidur sebentar. Apakah kau tidak lelah?”

“Tapi…”

“Aku akan berjaga-jaga. Prioritas pertama sekarang adalah pemulihan.”

Kelopak mata Kanade sudah tertutup. Dia mungkin sudah berada di batasnya.

“Aku akan membalasmu untuk semuanya suatu hari nanti…”

Shin memastikan bahwa Kanade mulai tidur juga dan duduk di dekat api.

(Bahkan jika mereka hampir tenggelam, mereka terlalu kelelahan karena jatuh ke laut. Apakah ini normal bagi seseorang yang hampir tenggelam? Atau tidak?)

Ini adalah pertama kalinya Shin melihat seseorang hampir tenggelam di depan matanya, jadi dia tidak tahu apakah kondisinya normal atau tidak. Tapi lebih dari 10 menit berlalu ketika mereka jatuh ke laut dan Shin memulai perawatan darurat pada mereka.

Dia tidak tahu berapa lama mereka telah terkena serangan jantung, tetapi Shin berpikir bahwa kemungkinan tidak menyelamatkan mereka pasti lebih tinggi.

(Keduanya mungkin seorang Yang Terpilih. Mungkin ketika statistik dan level tinggi, pada saat seperti ini tingkat kelangsungan hidup juga meningkat?)

Sambil memikirkan hal-hal seperti itu, Shin menunggu mereka untuk bangun. Sampai saat itu, dia memutuskan untuk mencoba menghubungi Schnee.

“(Shin di sini. Bisakah kita bicara sekarang?)”

“(Apakah kau baik-baik saja? Di sini badai sudah berlalu dan kapal sudah mulai berangkat lagi. Apakah orang-orang yang jatuh ke laut aman?)”

Gale Serpents pasti telah dimusnahkan. Untungnya, selain Shin dan kedua wanita itu, tidak ada orang lain yang jatuh ke laut.

Shin menjelaskan situasi mereka saat ini dan memberi tahu Schnee untuk mengutamakan melindungi Hermie.

“(Dimengerti. Tolong beritahu kami lokasimu setelah kau tahu di mana kau berada. Mari memilih tempat untuk bertemu nanti. Dan juga, Yuzuha cukup gelisah, bisakah kau bicara dengannya dari sana?)”

“(Yuzuha?)”

“(Dia tampaknya merasa sedih karena meskipun kau telah menyerahkan kedua wanita itu kepadanya, mereka tetap jatuh ke laut.)”

“(Ah…. Aku sama sekali tidak berpikir itu adalah kesalahan Yuzuha. Pokoknya, aku mengerti.)”

Shin menegaskan pemahamannya tentang apa yang terkait dengan Schnee.

Bukannya jatuh, Kanade telah melemparkan dirinya ke laut, jadi Yuzuha tidak harus merasa bertanggung jawab. Namun Yuzuha sendiri tentu saja tidak berpikir demikian.
Shin menghubungi Yuzuha melalui Mind Chat dan memanggilnya dengan skill Tamer.

“Kuuu…”

“Jangan merasa sedih, itu bukan salahmu, Yuzuha.”

Yuzuha menangis pelan, dan Shin menepuk kepalanya sambil berbicara.

Bagi Shin, itu adalah sebuah misteri mengapa Kanade melompat ke laut seperti itu.

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded