The New Gate Volume 8 Chapter 2 Part 1 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
  • Translator : Lyle
  • Editor : Scraba

Keesokan harinya, Shin menghubungi Schnee melalui Mind Chat setelah sarapan.

“(…dan begitulah, aku akan membantu mereka untuk sementara waktu. Aku minta maaf, tapi tolong jaga Hermie dan yang lainnya.)”

“(Tidak masalah, lagipula kami hanya menunggu kapal untuk mencapai pelabuhan di sini. Aku ragu kapal itu akan diserang lagi seperti kemarin.)”

Shin memberi tahu Schnee bahwa dia akan membantu Kanade dan mempercayakan Hermie dan yang lain kepadanya. Bahkan jika mereka menjadi sasaran serangan yang sama besarnya, mereka memiliki kekuatan tempur yang cukup untuk menahannya, jadi dia tidak terlalu khawatir.

Shin mengakhiri Mind Chat dengan Schnee dan berbicara dengan Kanade.

“Nona Kanade, tentang apa yang kita bicarakan kemarin… bisakah kau memberitahuku nama ramuan yang kau cari?”

“Itu? Itu disebut Dead Snake Grass. Tergantung pada bahannya, itu bisa menjadi ramuan, atau begitulah yang mereka katakan.”

Mendengar nama ramuan itu, Shin semakin yakin bahwa situasinya bisa seperti quest yang dia ingat.

“…Aku mohon maaf sebelumnya atas pertanyaan pribadi seperti ini, tapi bisakah kau memberi tahuku secara detail gejala apa yang dimiliki kakakmu itu? Sejak aku melihat ramuan obat itu, ada sesuatu yang menggangguku, dan akhirnya aku ingat apa itu. Aku mungkin bisa membantu menyembuhkan penyakit kakakmu itu.”

Saat Shin menyelesaikan kalimatnya, Kanade dan Karin menatapnya dengan takjub.

“Aku tidak keberatan dan berterima kasih atas ucapanmu itu, tetapi apakah Kau yakin? Kami pada dasarnya melarikan diri dari rumah, aku ragu kami dapat memberi imbalan atas bantuanmu ini dengan benar.”

“Aku menyadari ini mungkin tampak mencurigakan, tetapi tidak ada hal khusus yang aku inginkan. Pernah, seorang temanku kehilangan hidupnya karena sakit, jadi aku tidak tahan dengan keadaan seperti itu.”

Bayangan Marino, pacar Shin, muncul di pikirannya. Dia juga berpikir kalau dia terlalu baik, tapi dia tidak bisa mengabaikan situasi seperti ini.

“Aku mengerti…. sejujurnya, kami akan mengambil setiap jerami yang kami temukan dalam situasi saat ini. Kami dengan senang hati menerima tawaranmu.”

[T/N :  Jerami, ini istilah ya, dari pengalaman saya, ini istilah kalau orang udah terdesak, gak tahu harus ngapain lagi, apapun bakal mereka gunakan untuk dapat menyelesaikan masalahnya. pribahasa orang “Orang kalau udah tenggelam, jerami ngambang pun diambilnya”]

Mungkin karena dia merasakan sesuatu dalam ekspresi Shin, Kanade berbicara tentang gejala kakaknya setelah beberapa saat hening.

Karin mungkin merasakan betapa seriusnya ekspresi Shin, karena dia bahkan tidak mencoba untuk menghentikan Kanade.

Beberapa menit kemudian, Kanade berhenti berbicara. Apa yang Shin dengar sangat dekat dengan quest yang dia ingat.

“Aku mengerti… ini sulit bagiku untuk mengatakannya, tapi jika yang aku ingat itu benar, ramuan obat yang kalian miliki akan sedikit berguna.”

“!? Apa maksudmu?”

“Tuan Shin, tolong jelaskan!!”

Shin menenangkan para wanita yang terkejut dan mulai menjelaskan.

“Nona Kanade, menurutmu daun itu berasal dari Dead Snake Grass, benar?”

“Memang benar, tapi dari ucapanmu, aku kira masalahnya bukan itu?”

“Aku tidak tahu apakah kau telah ditipu atau orang yang menjualnya kepadamu juga tidak tahu itu. Tapi itu adalah Mimic Dead Snake Grass, bukan ramuan obat tapi yang beracun. Jika kau meragukanku, tolong minta seseorang dengan Skill 【Appraisal】 memeriksanya.”

“Apa katamu!?”

Ya, Dead Snake Grass adalah ramuan yang digunakan untuk membuat ramuan kelas 4, tapi Mimic Dead Snake Grass tidak lain adalah ramuan beracun, yang akan menyebabkan penyakit status Poison III pada siapa pun yang cukup malang untuk menelannya.

“Pedagang yang menjualnya kepada kami mengatakan itu adalah Dead Snake Grass, tidak diragukan lagi.”

“Penampilannya hampir benar-benar sama. Basis daun, di sini, berwarna ungu, bukan? Yang asli berwarna merah.”

Melihat penjelasan yang ditampilkan oleh 【Appraisal】, hanya terlihat oleh Shin, dia menjelaskan perbedaan antara Dead Snake Grass dan daun serupa Mimic.

“Bagaimana ini bisa…”

“Tuan Shin. Apakah Kau tahu di mana kami dapat menemukan penggantinya?”

“Aku punya beberapa, tetapi tidak cukup untuk membuat obat. Aku bisa menanyakan beberapa kenalanku, tetapi apakah itu benar-benar tidak mungkin untuk ditemukan di dalam Hinomoto? Aku mendengar bahwa itu seharusnya tumbuh secara spontan dekat puncak gunung sakral Fuji.”

Shin menyebutkan pengetahuan gamenya seolah-olah dia telah mendengarnya dari seseorang.

Di halaman riwayat quest, seseorang dapat menemukan lokasi item yang telah diambil juga.

Karena geografi sekarang berbeda, sebagian besar informasi tidak berguna lagi, tetapi jika lokasi yang sesuai dengan peta asli masih ada, masih ada peluang.

Namun, jawaban Kanade bukanlah jawaban yang diharapkan.

“Itu memang benar, tapi…”

“Apakah ada masalah?”

“Puncak Gunung Fuji adalah daerah terlarang, yang tidak memungkinkan kehadiran manusia. Itu diselimuti kabut sepanjang waktu, yang menghempaskan bukan hanya manusia tetapi juga monster. Pada zaman dahulu, banyak pejuang pemberani menantang puncak, tetapi tidak ada yang kembali. Bahkan sekarang ini adalah salah satu zona paling berbahaya dari Hinomoto, di mana tidak ada yang berani pergi ke sana.”

Karin menjelaskan status puncak Gunung Fuji saat ini kepada Kanade. Tapi ketika Shin melihat gunung, dia bisa melihat puncaknya, tidak ada kabut, jadi dia merasa agak ragu.

“Jika dari jauh, itu memungkinkan untuk melihat ke puncak. Tidak ada yang tahu alasannya.”
Kanade menjawab sambil menggelengkan kepalanya ketika Shin mengungkapkan keraguannya. Shin tidak dapat mengingat setiap quest yang sesuai dengan situasi yang telah dijelaskan kedua orang itu.

“Bagaimanapun, tampaknya satu-satunya cara untuk menyelamatkan kakak nona Kanade adalah pergi ke Gunung Fuji. Kabut yang kau bicarakan itu juga menggangguku, jadi kusarankan agar kita melewatinya dalam perjalanan kembali.”

“Apa yang kau katakan? Dengan suka rela pergi ke tempat seperti itu, tidak ada yang pernah kembali karena tindakan bodoh mereka. Aku berterima kasih atas perhatianmu tentang keadaan kami, tetapi jangan terburu-buru. Aku ingin kakakku sembuh, tapi aku tidak akan pernah mengirimmu menuju kematian dengan begitu mudah.”

Rencana yang diajukan Shin telah mendorong Kanade untuk menghentikannya dengan tegas. Matanya menunjukkan bagaimana dia tidak percaya apa yang baru saja dia dengar.

“Aku akan mencoba untuk pergi, dan jika sepertinya itu tidak akan berhasil, aku akan menyerah dan kembali. Jika kita setidaknya bisa menyingkirkan kabut, kita tidak akan tersesat. Aku akan menghubungi kenalanku tentang hal itu juga tentunya.”

Di era game, monster-monster di Gunung Fuji berada di sekitar level 500. Karakteristik mereka yang unik adalah level akan semakin tinggi jika mereka semakin berada di puncak gunung. Monster boss adalah tipe phoenix yang berada di puncak, Kagutsuchi.

Ini adalah monster penting, karena menjatuhkan item penting untuk mempelajari skill 【Shiden – Kagutsuchi】, yang digunakan Filma dalam pertempuran melawan iblis Adara.

Paling tidak, monster yang khas tidak akan menjadi masalah.

Yang dipikirkan Shin adalah kehadiran monster unik seperti Skullface Lord, yang pernah dia temui di masa lalu di Wraith Plains. Situasinya berbeda sekarang sejak saat itu, tetapi sebagai fenomena yang tidak ada di era game, itu masih ada dalam pikirannya.

“Nona, Aku usulkan bahwa kita setidaknya harus mencoba pergi ke sana. Dari pertempuran di kapal, kita tahu dengan jelas bahwa kekuatan tempur Tuan Shin tidaklah biasa. Bahkan mungkin ada kesempatan untuk menerobos kabut.”

“Tentu saja, aku akan menjadi yang pertama untuk meminta bantuannya jika itu memang mungkin… tetapi apakah kau benar-benar yakin? Teman-teman dari party mu tidak bersamamu sekarang, bukan?”

Kanade dan Karin, yang bepergian sendirian sampai sekarang, tahu betul bahaya dari bertualang sendirian.

“Kuu!”

Yuzuha bersuara untuk memprotes ucapan Kanade. Dia mungkin terlihat seperti bayi rubah, tetapi kemampuan bertarungnya jauh di atas rata-rata monster. Selain itu, Demon Foxes unggul dalam sihir ilusi. Ada kemungkinan besar bahwa dia bisa melakukan sesuatu tentang kabut yang dikatakan mempengaruhi indra manusia.

“Aku punya rekanku di sini, jadi aku tidak benar-benar sendirian. Kau mungkin tidak melihatnya, tapi dia juga cukup kuat.”

“Apakah begitu? Jika itu adalah partner dari seorang prajurit tangguh sepertimu, aku seharusnya tidak meragukannya dengan penampilan mudanya itu.”

Bahkan saat mengatakannya, Kanade dengan bersemangat membelai bulu Yuzuha.

“Ngomong-ngomong, ketika kami berada di kapal, aku ingat dia menggunakan mantra sihir yang kuat. Jika aku tidak menyaksikannya dengan mata kepalaku sendiri, aku akan meragukan makhluk yang sangat menggemaskan seperti ini dapat melakukan hal seperti itu.”

Karin hanya melihat Kanade pada awalnya, tapi mungkin karena mulai tergoda dia juga ikut membelai Yuzuha juga. Hal-hal yang mengandung keimutan juga merupakan titik lemah mereka.

Kelompok itu meninggalkan gua dan berjalan di sepanjang pantai. Setelah kira-kira satu jam, mereka mencapai sebuah desa nelayan kecil.

Di sana mereka bertanya tentang lokasi mereka saat ini dan petunjuk arah ke Gunung Fuji, dan sekali lagi berangkat dalam perjalanan mereka ke gunung suci.

“Bagaimana kondisimu, kalian berdua?”

Tepat setelah mereka kehilangan arah desa, Shin bertanya kepada teman-temannya.

“Tidak ada yang luar biasa. Sebaliknya, Aku harus mengatakan aku merasa lebih hidup dari biasanya.”

“Aku juga tidak punya apa-apa untuk dilaporkan. Apakah ada masalah?”

Shin penasaran apakah mereka lelah, karena mereka bergantian untuk berjaga malam sebelumnya, tetapi jawaban yang dia terima sangat meyakinkan.

Melihat mereka, dia merasa mereka tidak memasang wajah keberatan.

“Yah, berjalan dengan cara santai seperti ini juga bagus, tapi mengingat penyakit kakakmu, kupikir kita harus sedikit lebih cepat. Menilai dari pertempuran yang terjadi di kapal, Aku tidak berpikir salah satu dari kalian adalah petualang biasa; jika kita meningkatkan kecepatan kita sedikit, kita dapat mempersingkat waktu perjalanan.”

“Lagipula, kau telah melihat kami. Ya, meski tidak sejauh yang kau pikirkan, Aku maupun Karin bukanlah petualang biasa.”

“Orang-orang seperti Aku dan Nyonya disebut ‘Leluhur yang kembali’ di Hinomoto. Tuan Shin, aku anggap kau familiar dengan istilah ‘Yang Terpilih’?”

Seperti yang diharapkan, mereka berdua Yang Terpilih.

Ketika mereka memperkenalkan diri ke Shin, keduanya disebut-sebut sebagai petualang peringkat C, tetapi selain level mereka, senjata yang mereka miliki adalah kelas Legend.
Mereka juga membawa peralatan yang membutuhkan statistik mustahil untuk dicapai hanya dengan naik level, jadi dia yakin mereka seharusnya Yang Terpilih.

Menilai dari ucapan dan peralatan mereka, tidak sulit untuk membayangkan bahwa mereka berasal dari keluarga berkedudukan tinggi.

“Kau juga pasti seorang Leluhur Yang Kembali, kurasa. Aku memiliki kemampuan untuk membaca level dan jenis Job orang lain, tetapi dalam kasusmu, informasi yang Aku lihat tidak sesuai dengan kemampuanmu yang sebenarnya. Untuk seseorang dengan kekuatanmu berada di bawah level 200 terdengar seperti lelucon.”

Kanade bisa menggunakan 【Analyze】, rupanya. Status Shin dimodifikasi oleh skill, jadi bagi Kanade, yang telah melihat pertempuran di kapal, itu pasti tampak tidak alami.

“Sejujurnya, ada skill yang memungkinkanmu menyembunyikan status. Di guild kerajaan tempatku mendaftar sebagai seorang petualang, Aku diberi tahu bahwa ada beberapa orang dengan level tinggi memiliki masalah sama denganku. Ketika penampilan dan kemampuan sebenarnya tidak cocok, dalam beberapa alasan mungkin akan ada masalah yang tidak perlu. Itu sebabnya Aku menyembunyikannya.”

Shin sampai sekarang telah mengambil bagian dalam pemusnahan monster Skullface yang tidak beraturan, “Banjir Besar” di Balmel, penyelamatan Hermie di Gereja….semua peristiwa yang akan menarik banyak perhatian, jadi dia tidak yakin lagi bahwa menyembunyikan statusnya masih diperlukan.

“Memang. Kemampuan seorang petualang tidak bisa dinilai dari penampilan semata, tetapi mereka yang akan menilai buku dari sampulnya dapat ditemukan di mana-mana…”

“Kami kadang-kadang diperlakukan rendah sebagai ‘hanya seorang wanita dan anak-anak’ juga, jadi kami mengerti bagaimana perasaanmu.”

“Jadi kau memiliki pengalaman yang sama dengan wanita bernama Kanade.”

Mereka tampak seperti bersaudara dengan perbedaan usia yang jauh. Orang-orang mungkin berpikir bahwa bahkan jika mereka bisa melawan monster, mereka hanya bisa mengalahkan monster kecil.

“Hukuman yang adil diberikan kepada siapa saja yang bertindak tidak pantas terhadap kami. Terutama oleh Karin.”

“Itu merepotkan melihat banyak orang yang kasar.”

“Aku bisa membayangkannya.”

Dari ucapan Kanade, Shin membayangkan bahwa Karin tidak akan berdiam diri jika seseorang berani memandang rendah mereka.

Prediksinya sepertinya benar; Ekspresi Karin tampak masam karena dia mengingat situasi semacam itu.

“Ngomong-ngomong, apakah ada cabang guild di Hinomoto? Itu benar-benar terpisah dari daratan.”

Dibandingkan dengan daratan, Hinomoto hanyalah sebuah kerajaan dengan pulau kecil.

Shin penasaran berapa banyak cabang guild yang ada di dalamnya. Kanade, sebagai perwakilan yang baik dari salah satu keluarga yang berkuasa di kerajaan itu, menjawab setelah merenung selama beberapa saat.

“Tentu saja ada. Namun struktur pemerintahan Hinomoto sedikit berbeda dari kerajaan-kerajaan lain; karena, guild hanya ada di kota besar.”

“Ada cabang guild di kota di kaki Gunung Fuji. Tuan Shin, apa kau ada urusan dengan mereka?”

“Tidak, tidak ada yang khusus. Jika ada guild, jika diperlukan kita bisa menjual bahan untuk mendapatkan dana untuk perjalanan kita, jadi Aku ingin memastikan jika itu memungkinkan.”

Hadiah yang didapat Shin setelah “Banjir Besar” di Balmel telah dibagi dengan Schnee dan yang lainnya, dengan semua orang mengelola bagian mereka sendiri. Shin membawa sejumlah besar, jadi tidak ada risiko kehabisan uang ketika perjalanan.

Selalu ada kemungkinan biaya tiba-tiba, jadi dia ingin tahu apakah ada guild yang bisa mengubah bahan menjadi uang.

“Sekarang keraguan Shin telah hilang, mari kita segera berangkat. Untungnya, arah jalannya cukup sederhana sehingga sedikit risiko kita akan tersesat.”

“Dimengerti.”

“Ayo pergi.”

Kanade memimpin, dengan Karin dan Shin di belakangnya. Seperti yang diharapkan dari Yang Terpilih, kecepatan lari mereka lebih cepat daripada kuda.

Karena mereka selalu bisa melihat tujuan mereka,Gunung Fuji, dalam kasus terburuk mereka akan melewati hutan, tetapi jalan yang relatif terawat dengan baik secara alami lebih mudah dilewati.

Rombongan Shin yang terdiri dari tiga orang terus berjalan menuju gunung, meskipun mereka mengejutkan para penumpang dan sipir dari kereta yang dilewati dengan kecepatan mereka.

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded