The New Gate Volume 8 Chapter 2 Part 4 Bahasa Indonesia

Font Size :
Table of Content
  • Translator : Lyle
  • Editor : Scraba

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Suruh Mbak Google Baca”]

“…..mwah?”

Keesokan harinya, Shin bangun sedikit lebih cepat sebelum matahari terbit.

Yuzuha, dalam mode rubahnya, sedang tidur di sebelahnya, ekornya bertumpu pada dada dan perut Shin.

“Aah…ya..aku tertidur.”

Sambil menikmati kelembutan ekornya, Shin mengingat apa yang terjadi malam sebelumnya. Aku pasti lebih lelah daripada yang aku pikir, katanya pada dirinya sendiri sambil berdiri dan meregangkan badan.

“Kuu?”

“Ah, maaf, apa aku membangunkanmu?”

Yuzuha merasakan gerakan Shin dan membuka matanya.

Satu jam setelah matahari terbit, dia merasakan ada gerakan di kamar sebelah.

Kanade terlihat lebih baik, dan Karin juga terlihat lebih segar.

“Baiklah, ayo pergi dan bawakan ramuan obat itu kepada kakakmu kalau begitu.”

“Ya, mari kita bergegas!”

Sepenuhnya pulih setelah satu malam istirahat, Kanade berlari mendahului mereka.

Di belakangnya, Shin dan Karin mulai berlari juga.

“Tolong jangan terlalu memaksakan diri, Nona.”

Karin khawatir karena apa yang terjadi sehari sebelumnya, jadi dia memperingatkan Kanade.

Kanade menyesal karena membuatnya khawatir, jadi dia menjawab, “Aku tahu.”

Kelompok itu melanjutkan perjalanan sambil beristirahat ketika diperlukan. Di jalan, Shin menggunakan skill deteksi untuk memeriksa sekeliling dari ancaman.

Dirampok oleh pencuri setelah mereka berhasil mendapatkan Dead Snake Grass adalah lelucon yang buruk.

Mereka mungkin tidak akan diserang di tempat keramaian, tetapi untuk memastikan dia memilih untuk tetap waspada.

Mungkin berkat itu, mereka bisa mencapai wilayah Kujou tanpa diserang musuh.

“Dari sini, mungkin hanya butuh setengah hari lagi.”

“Kau tidak memaksakan diri kan? Apa kau merasa kurang enak?”

“Tidak. Aku baik-baik saja. Kita telah datang sejauh ini, aku tidak akan menyerah ditengah jalan.”

Saat beristirahat di sebuah warung teh di sepanjang jalan, kelompok Shin mendiskusikan rute mengenai tujuan mereka.

Kutukan Kanade adalah rintangan yang akan selalu muncul.

Penyerang misterius, pertemuan dengan monster yang seharusnya tidak ada… semua kejadian yang telah terjadi dalam beberapa hari sejak mereka bertemu Shin bukanlah lelucon.

Itu wajar bagi Shin untuk berhati-hati.

“Kita masih tidak tahu apa-apa tentang penyerang itu, kita tidak bisa lengah begitu saja.”

“Aku juga memikirkan hal yang sama. Jika mereka para penyerang mengetahui bahwa aku adalah Kujou, keluarga utama pasti juga bergerak.”

“Mungkinkah sesuatu terjadi ketika kita berada di luar kerajaan?”

“Aku tidak dapat membatah itu. Tapi kita akan tahu begitu kita kembali.”

Shin tidak tahu posisi apa yang Kanade miliki di dalam istana, tetapi mereka akan mengumpulkan informasi.

Shin sendiri berencana untuk melanjutkan perjalanannya setelah dia melihat mereka berdua sampai pada tujuannya. Meski wajahnya sudah dikenal, meskipun dia berpisah dengan mereka, tidak ada jaminan dia tidak akan terlibat lagi.

“Yah, kita hampir sampai. Ayo pergi.”

“Dimengerti.”

“Sesuai keinginanmu.”

Kelompok itu berangkat lagi, dengan Shin yang memimpin.

Seperti yang dikatakan Kanade, setelah setengah hari, kompleks utama istana itu terlihat. Itu adalah salah satu kastil bergaya Jepang.

Sebuah kelompok yang mengenakan armor berdiri di jalan menuju kastil.

“Apakah itu prajurit kastil?”

“Lambang pada bendera mereka… mereka berasal dari keluarga Toudou.”

“Kankurou, kalau begitu. Toshiro pasti ada di sana juga.”

Kanade dan Karin tampaknya tahu lambang yang digambarkan pada bendera pasukan dan tidak khawatir dengan kehadiran mereka.

Shin juga mendengar nama yang tidak asing baginya, jadi dia lega dan memutuskan untuk bertanya tentang mereka.

“Apa kau mengenal mereka?”

“Ya, bukan hanya mereka, tetapi juga pasukan kami yang berpatroli di wilayah itu. Berkat itu, kerusakan dan korban jiwa karena monster dan bandit dapat diminimalisir.”

Para prajurit yang mereka temui tampaknya sedang dalam perjalanan kembali dari patroli.

“Tapi karena hal itu, ada beberapa cabang guild petualang.”

“Apa maksudmu?”

“Quest petualang yang bisa diambil… terutama tentang pembasmian monster yang akan menawarkan hadiah tinggi… yah, monster-monster itu dimusnahkan oleh pasukan patroli. Level rata-rata mereka adalah 200, sehingga mereka dapat menangani monster apa pun kecuali yang luar biasa kuat. Karena itu, beberapa orang di kerajaan ini bertujuan untuk menjadi petualang. Tentu saja, ada prajurit kuat yang tergabung dalam guild petualang Hinomoto.”
Karin secara singkat berkomentar sebab dia sangat terkejut setelah meninggalkan kerajaannya.

Beberapa orang bahkan menyebut Hinomoto sebagai “Kerajaan iblis dan barbar”.

Bahkan di Balmel, kota berbenteng yang selalu di bawah ancaman “Banjir”, level rata-rata prajurit kurang dari 150. Hanya beberapa elit yang mencapai di atas 200, jadi Shin memahami alasan di balik nama itu atau orang-orang yang tidak tahu itu.

“Hinomoto sangat meyakini bahwa masalah dalam negeri harus ditangani di dalam negeri. Kami tidak memiliki wilayah yang luas seperti daratan. Kerajaan kami harus ditangani oleh diri kami sendiri, dan kamilah yang harus melakukannya.”

Hinomoto juga dikatakan lebih aman daripada wilayah utama.

Ketika mereka berbicara, mereka menyusul kelompok prajurit. Pasukan dibelakang memperhatikan kelompok Shin.

“Aku adalah putri sulung dari keluarga Saegusa, Saegusa Karin. Aku pendamping Kujou dari Nona Kanade. Siapa yang memimpin peleton ini?”

Ketika Karin memperkenalkan diri, pasukan ragu sejenak, lalu membagi pasukan menjadi dua dengan sempurna, menunjukkan dua orang di tengah.

Shin menggunakan 【Analyze】 untuk menampilkan nama dan level pria yang perlahan berjalan ke arah mereka.

Salah satunya adalah Yaejima Toshiro, seorang samurai tingkat 190. Dia terlihat seperti seseorang pada awal dua puluhan, rambut hitam dengan garis-garis putih dan mata cokelat, seorang pria muda yang tampak sombong.

Berbeda dengan armor yang dipenuhi corak warna yang dikenakan prajurit lainnya, armornya berwarna biru laut. Status sosial dan kedudukannya mungkin berbeda.

Dua katana yang tergantung di kedua sisi pinggangnya menandakan dia adalah pengguna dua pedang (Nitoryu).

Pria lainnya adalah Toudou Kankurou, seorang samurai level 255 dan seorang pria berusia antara 50 dan 60 tahun-an.

Rambutnya putih dan dahinya berkerut, tetapi posturnya lurus dan sikapnya tidak menunjukkan tanda-tanda usia tua. Matanya terbuka tipis, ekspresinya lembut dan baik.

Dia jelas berdiri di antara para prajurit yang mengenakan armor, karena dia mengenakan jubah hijau dan celana panjang berwarna biru tua, hampir hitam, yang disebut hakama.

Shin mengerti alasan mengapa dia tidak memakai armor. Status celana hakama miliknya lebih tinggi daripada armor prajurit. Yang menarik perhatiannya adalah katana yang tergantung di pinggang pria tua itu.

“Nona Karin, yang mulia Kanade. Aku mendengar kalian telah meninggalkan Hinomoto, tetapi aku senang melihatmu aman dan sehat.”

“Aku juga senang melihat keadaanmu sehat, Kankurou. Apakah kau kembali dari patroli?”

Pria yang karin panggil disebut sebagai prajurit terkuat Hinomoto dia mulai berbicara dengan Kanade dengan nada lembut.

“Ya, kami baru saja membunuh monster yang dilaporkan sulit untuk ditaklukkan. Yang mulia Kanade, jika anda telah kembali, apakah itu berarti anda telah mendapatkan obat ramuannya ?”

Ekspresi Kankurou berubah dari tersenyum menjadi serius. Dia tahu alasan kenapa Kanade meninggalkan Hinomoto.

“Ya, kami telah mendapatkan jumlah yang cukup. Bagaimana keadaan kakakku?”

“Semakin memburuk. Tapi seharusnya masih ada waktu. Kami akan memandu, teman anda ini…..!?”

Kankurou berbicara sambil mengalihkan pandangannya ke arah Shin. Sambil berbicara, ekspresinya dengan jelas menunjukkan bahwa dia tidak percaya apa yang dilihatnya.

“Tuan Kankurou, apakah anda kenal pria ini?”

“T-Tidak, saya… maafkan saya. Dia cuma mirip dengan seseorang yang dulu saya kenal.”

“Ah, tidak, tolong jangan dipikirkan.”

Kankurou menggelengkan kepalanya pada pertanyaan Toshiro dan meminta maaf kepada Shin.

Shin berpikir bahwa reaksinya agak berlebihan, tetapi tidak ada yang perlu ditanyakan lebih lanjut, jadi dia tidak mengatakan apapun secara khusus.

“Pria ini adalah Tuan Shin. Dialah yang membantu kami mengambil ramuan obat. Aku akan membawanya ke mansion. Tuan Kankurou, Nona Kanade, silakan menuju ke tempat tinggal Nona Haruna.”

“Ke mansion? Hm, bisakah dia dipercaya?”

“Iya.”

Karin menatap lurus ke arah Kankurou dan mengangguk.

“Jika Nona Karin mengatakan demikian, maka seharusnya tidak ada masalah.”
“Tuan, apakah kau yakin? Pada saat seperti ini, tidak disarankan untuk menyambut orang asing dengan latar belakang yang tidak diketahui…”

“Toshiro, kita berhutang banyak terima kasih kepada Shin. Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi aku pribadi menjamin bahwa dia bukan mata-mata musuh.”

“…Jika Nona Kanade berbicara demikian, maka…”

Toshiro tampak tidak puas dengan jawaban Kanade, tetapi tidak mengajukan keberatan. Tapi, bisa dilihat bahwa sebagai gantinya, dia memelototi Shin dengan tajam.

“Kalau begitu, kita akan berpisah di sini. Pekerjaanku selesai di sini, Tuan-tuan ini pasti lebih dari cocok untuk menjagamu. Dan juga, ini bukan saat yang terbaik untuk membiarkan seseorang yang mencurigakan berada disini.”

Dia tidak harus menerima hadiah atau sesuatu yang serupa. Tidak perlu membiarkan dia masuk ke kediaman bagaimanapun juga.

“Setelah semua yang kau lakukan untuk kami, hanya mengirimmu kembali dengan tangan kosong, seperti tidak tahu berterima kasih. Paling tidak, aku berharap kau bermalam di sini.”

“Aku akan membawanya ke kediaman yang ditugaskan ke keluarga Saegusa. Aku memahami dengan baik perhatian Toshiro. Aku akan bertanggung jawab atas tindakan Tuan Shin.”

“Hgh, nona Karin, anda tidak perlu pergi sejauh itu untuk pria ini, aku bisa melakukan itu-“

Toshiro keberatan dengan niat Karin yang mengambil tanggung jawab untuk Shin.

“Toshiro, aku meragukan kebijaksanaanmu karena terus mengajukan keberatan. Nona Karin adalah salah satu dari Brave Ten [10 Perkasa] dari Hinomoto, aku yakin itu tidak perlu khawatir.”

“Itu benar, tapi…”

Karin rupanya memegang gelar yang Shin tidak sadari. Nama itu diberikan kepada petarung paling berhasil dari Hinomoto.

“Kalau begitu mari kita pergi. Tuan Shin, aku berterima kasih atas bantuanmu selama ini.”

“Ehm…ya.”

Kankurou membungkuk sedikit dan menuju kastil di samping Kanade.

Setelah beberapa saat, Shin dan Karin pergi ke kota kastil dan memasuki batas kastil.

Dengan cara yang sama seperti Toshiro, penjaga gerbang tidak senang dengan membiarkan Shin ada di dalam, tetapi berkat intervensi Karin, tidak ada keributan.

“Ini sangat besar.”

“Ada banyak fasilitas di dalam benteng.”

Kastil Kujou dikelilingi oleh parit, dengan kompleks kastil utama di pusatnya. Bagian dalam kastil berisi fasilitas pelatihan, pandai besi, dan juga banyak perumahan.

Ukurannya yang besar adalah fitur yang paling luar biasa. Itu jauh lebih besar dari istana gaya Jepang yang dikenal Shin.

Itu tampak seperti kastil yang berisi kota, berbeda dari kota kastil, dar tampilan luar temboknya. Di sekitar kompleks utama, ada satu set dinding dan gerbang.

Keduanya berjalan di jalan yang tidak mungkin dilalui tanpa adanya pemandu, lalu tibalah di depan salah satu tempat tinggal terbesar.

Penjaga gerbang buru-buru datang ke arah mereka, tetapi berkat Karin mereka bisa lewat tanpa hambatan.

Penjaga itu tampak lebih terkejut dengan kembalinya Karin yang tiba-tiba daripada kehadiran Shin.

“Aku minta maaf atas gangguannya.”

“Tolong jangan begitu, para penjaga tampak sangat gembira. Mereka pasti mencintai dan menghormatimu.”

“Betul! Nona kami baik kepada semua orang, semua pengikutnya mencintai dia.”

Kata-kata Shin dijawab dengan bangga oleh Midou Chiyo, seorang wanita yang melayani rumah Saegusa. Dia adalah penjaga Karin, dan tidak diragukan lagi adalah orang yang paling senang ketika melihat Karin kembali.

“Cukup tentang aku, dimana ayah?”

“Dia sudah menunggu di dalam kediaman.”

“Terima kasih. Tuan Shin, aku memintamu untuk bergabung denganku untuk perkenalan singkat.”

“Mengerti.”

Shin dan Karin memasuki kediaman, dipimpin oleh Chiyo.

“Nona kita, Karin dan Tuan Shin sudah tiba.”

Chiyo mengumumkan kedatangan mereka di depan pintu geser ruangan.

Setelah mendengar jawaban Chiyo membuka pintu, menunjukkan seorang pria duduk bersila di tengah ruangan dan seorang wanita di sisinya.

Pria itu memiliki tubuh besar dan berotot, yang jelas terlihat melalui kimononya. Seorang laki-laki dengan sosok besar, atau begitulah pemikiran Shin. Wanita itu duduk di sebelahnya dengan postur yang pas, tersenyum lembut. Dia bertubuh pendek, ketika disamping pria itu, dia terlihat lebih kecil.

“Ayah, ibu, aku telah kembali.”

“Selamat datang kembali. Aku telah mendengar apa yang terjadi. Tampaknya kau menemukan apa yang kau cari.”

“Ya, sekarang kita hanya harus menunggu obatnya dibuat.”
Pria yang disebut Karin, ayah, bertukar kata-kata singkat dengannya, lalu berbalik ke arah Shin.

“Maaf membuat menunggu. Aku adalah kepala ke-3 dari rumah Saegusa, Saegusa Kuyou. Ini istriku, Kayo.”

“Namaku Shin. Ini Yuzuha, kami terikat kontrak.”

“Kuu!”

Shin duduk dengan postur yang tepat di sebelah Karin dan memperkenalkan dirinya. Yuzuha duduk di bantal yang ada disebelahnya.

“Aku diberitahu kalau kau meminjamkan bantuanmu kepada putri dan Kanade kami dalam pencarian mereka. Dan juga kau berusaha pergi tanpa menerima imbalan apa pun. Kau tahu apa yang sedang dicari oleh Nona Kanade, bukan?”

“Itu adalah bahan obat untuk kakaknya.”

“Memang. Hasilnya belum datang, tetapi jika Nona Haruna berhasil disembuhkan, kami akan berhutang banyak kepadamu. Tetapi bahkan jika tidak berhasil, untuk menyelamatkan orang lain dari bahaya itu… semangat itu adalah sesuatu yang aku kagumi. Kau dipersilakan tinggal di kediaman kami tidak hanya satu hari, tetapi untuk waktu yang lama jika kau berkenan.”

“Terima kasih banyak.”

“Ayah, Tuan Shin telah menyelamatkan hidupku dan nona Kanade, dan—”

“Saya permisi masuk!!”

Ucapan singkat antara Shin dan Kuyou berakhir, dan ketika Karin hendak menjelaskan secara detail apa yang terjadi, tiba-tiba Kanade membuka pintu geser dan masuk ke dalam.

“….Nona Kanade. Saya pikir anda menuju ke rumah anda?”

“Aku memberikan Dead Snake Grass kepada pelayan. Tidak ada lagi yang bisa aku lakukan. Aku ingin memberi tahu kakakku bahwa kita memiliki semua bahan untuk membuat obat, tetapi kita tidak dapat memastikan sampai kita melihatnya benar-benar efektif… ayah sibuk dalam beberapa pertemuan, jadi aku datang ke sini terlebih dahulu.”

“Nona Kanade. Aku mengerti kekhawatiranmu, tetapi mohon tenanglah.”

Kuyou mengatakan bahwa dia tidak bertindak dengan benar sebagai seorang wanita Kujou, tetapi Kanade cemberut dan membalas.

“Aku tidak bisa menahan ini. Setidaknya di antara kami, maafkan lah perilaku saya ini.”

Ketakutan Kanade tidak akan hilang kecuali obatnya terbukti efektif dan kakaknya sembuh.

Kuyou mengerti perasaannya dan tidak mencelanya lebih lanjut.

“Ngomong-ngomong, apa yang kau bicarakan?”

“Aku sedang bertanya tentang Tuan Shin. Ada sedikit keributan sebelum kau memasuki kastil sepertinya.”

“Aku telah belajar alasan mengapa atmosfer di dalam kastil tidak bagus. Tidak mengherankan jika Shin akan dipandang mencurigakan.”

Kanade telah mendengar dari Kankurou apa yang terjadi ketika mereka menuju ke kastil.

“Ayah, Nona, saya masih belum mendengar tentang itu. Bisakah anda memberi tahu saya?”

“Hmm, aku mengerti.”

“Ehm, aku minta maaf karena menyela, tapi tidak apa-apa bagiku untuk mendengarkan keadaan seperti itu?”

Shin menyela sementara Kuyou berbicara. Dia merasa bahwa itu bukan sesuatu yang bisa didengar oleh orang luar.

“Itu tidak apa-apa, itu tidak lebih dari rumor. Orang-orang membicarakan hal ini di seluruh kota kastil. Itu hanyalah desas-desus tentang gerakan mencurigakan dari rumah Yaejima, penguasa barat. Awalnya kami telah bertarung untuk menguasai Hinomoto: tidak peduli kredibilitas gosip itu, atau ketiadaan rumor, orang akan menjadi khawatir. Namun, sejauh yang saya tahu, kepala keluarga Yaejima saat ini adalah teman dekat Tuan Kujou Tadahisa, kepala keluarga Kujou dan ayah nona Kanade. Saya sangat meragukan bahwa rumor itu benar.”

“Jika ada sesuatu yang terjadi, mungkin saja itu Ichinose.”

Setelah Kuyou berbicara, Kayo berpartisipasi dalam percakapan untuk pertama kalinya.

“Ichinose?”

“Keluarga itu selalu risau dengan perubahan keseimbangan antara kekuatan timur dan barat, sampai beberapa waktu lalu mereka bahkan berbicara tentang penyatuan Hinomoto. Dan juga tentang masalah rangkaian, mereka bahkan mengatakan karena Karin tidak ada di sini, dia harus disingkirkan, ya? Sungguh, itu tidak sopan!”

“Ibu, tolong tenanglah. Tapi aku mengerti, itulah yang terjadi.”

Karin menenangkan Kayo yang kesal dan mengangguk mengerti situasinya.

Rupanya Toshiro mencurigai Shin dikirim oleh Ichinose.

“Yah, sepertinya mereka belum melakukan apa-apa. Tidak ada hal lain selain rumor saat ini, jadi kita mengumpulkan informasi. Ngomong-ngomong, aku pribadi lebih tertarik pada Shin, bisakah kau menceritakan lebih banyak tentang perjalananmu?”

“Baik…”

“Tentu saja. Kita bertemu pertama kalinya di kapal, sementara kami kembali ke Hinomoto.”

Kayo mengubah topik pembicaraan, mengungkapkan minat yang tinggi pada Shin.

Ketika dia berpikir tentang bagaimana menanggapi, Kanade mengantisipasinya dengan menceritakan bagaimana mereka pertama kali bertemu.

“—Kemudian dia menyelamatkan kami ketika kami jatuh ke laut… selain itu, apa yang dipikirkannya ketika melakukan itu?”

“Pikiran apa lebih tepatnya?”
“Karin, dia menciummu dan membelai payudaramu, kan?”

“A-apa!? Tuan Shin!! Apa yang kau lakukan padaku saat aku pingsan!?”

Kata-kata Kanade menyebabkan Karin bangkit dan menutupi dadanya dengan lengan. Dia cepat-cepat bergerak menjauh dari Shin ke dinding, menggunakan bantal sebagai perlindungan.

“Ooh, kalau begitu, biarkan kami mendengarnya lebih lengkap.”

“Ya, itu memang sangat menarik.”

Pada saat yang sama, Kuyou mengeluarkan aura intimidasi yang kuat, sementara senyum Kayo berubah. Ekspresi Shin menjadi kaku di bawah pengaruh tekanan yang mengabaikan level dan statistik ini.

“Tidak, tidak, tidak, itu bukan seperti yang kalian kira! Aku bertindak seperti itu karena aku khawatir bahwa napas dan denyut nadi nona Karin telah berhenti! Aku jamin aku tidak memikirkan hal-hal yang tidak pantas!! Nona Kanade, tolong jangan gunakan kata-kata yang bisa disalahpahami!!”

Shin berusaha mati-matian membela diri dari kerusakan yang disebabkan oleh kata-kata Kanade.

Shin menjelaskan bagaimana ciuman itu untuk menyadarkan Karin yang sudah berhenti bernapas dan dia tidak menyentuh payudaranya, tetapi menggunakan pijatan jantung untuk membuat jantungnya berdetak lagi, mengingat pengetahuan terbatas yang dapat diandalkannya.

Begitulah suasana menakutkan Kuyou dan Kayo yang diarahkan kepada Shin. Mungkin inilah yang mereka sebut “ketakutan irasional”.

“Hmm, jadi itu semua untuk menyelamatkan putriku, benarkah begitu?”

“Benar sekali. Tindakan itu harus dilakukan secepat mungkin. Aku bukan seorang ahli, tetapi aku berpikir bahwa tidak ada waktu untuk memikirkan itu. Aku jujur padamu, aku benar-benar jujur bahwa aku tidak memiliki pikiran yang tidak benar.”

“Aku juga menjamin dia. Aku bangun lebih dulu, dan ingat bagaimana Shin berusaha mati-matian membantu Karin.”

Shin berkata pada Kanade “Bilang dari awal kek!?” dalam pikirannya, tapi dia menahan diri dari menyuarakan pikirannya di depan Kuyou dan permaisurinya.

“Kalau begitu, aku harus mengucapkan terima kasih kepada Tuan Shin kalau begitu. Jika bukan karena kau, baik putriku dan nona Kanade akan tenggelam dalam badai itu.”

“Aku senang situasinya jelas sekarang.”

Shin, terbebas dari aura mengintimidasi orang tuanya, menyeka keringat dingin dari dahinya. Kehadiran mereka bahkan lebih hebat daripada monster bos.

Karin, yang telah menjauh dari Shin, duduk di sampingnya setelah mendengar penjelasannya. Wajahnya memerah.

Setelah itu mereka berbicara tentang bagaimana mereka mendaki Gunung Fuji dan tiba kembali di kastil, ketika itu Chiyo masuk untuk mengumumkan bahwa rombongan Kanade telah tiba untuk menjemputnya.

“Pertemuan ini akhirnya berakhir. Aku akan pergi sekarang. Aku akan menemuimu besok.”

Kanade berkata demikian dan kembali ke kastil. Dia tiba tiba-tiba, menjatuhkan bom yang kuat dan menyebabkan keributan, jadi setelah kepergiannya, kediaman itu terasa sangat tenang.

“Yah, kita sudah bicara cukup lama. Biarkan kami menawarkanmu makanan.”

Setelah makan malam, Shin diberitahu bahwa kamar mandi sudah siap, jadi dia pergi ke kamar mandi seperti yang diperintahkan.

Setelah Shin pergi untuk mandi, Kuyou, Kayo dan Karin tetap tinggal di kediaman untuk berbicara.

“Bagaimanapun juga, memang benar ada seseorang seperti yang Nona Kanade gambarkan di atas Gunung Fuji?”

“Iya. Aku yakin bahwa mereka tidak cocok dengan kemampuannya, dan berjuang sampai akhir, dan hanya tuan Shin yang tetap bertahan. Dia memanggil ular raksasa “Orochi Berkepala Delapan”, tapi aku tidak tahu identitas wanita itu. Sejujurnya, aku tidak yakin apakah dia manusia atau bukan.”

Nada pembicaraan itu sekarang benar-benar serius. Kuyou sendiri tidak bisa lalai bertanya tentang informasi penting seperti apa Gunung Fuji yang bersembunyi dalam kabut itu.

“Legenda mengatakan ketika monster sedang melahap seluruh kerajaan, ada seorang gadis yang menjinakkannya… jika mereka tidak meninggalkan kabut, menurutku itu bijaksana bagi kita untuk tidak mengganggu mereka juga. Aku pikir tuan Tadahisa akan memanggilmu besok: pastikan untuk membiarkan dia tahu juga.”

“Baiklah.”

Kuyou, dalam peran kepala rumah, memberi perintah khusus pada Karin.

Bahkan sekarang ada orang yang mencoba masuk ke kabut, meskipun hanya sedikit. Jika, secara kebetulan, mereka mencapai puncak dan menghasut mereka yang tinggal di sana, ada kemungkinan untuk menyebabkan kerusakan besar dan korban.

Kuyou yakin bahwa Tadahisa akan memahami risiko setelah mendengar tentang perjalanan dari Kanade, tetapi ia memilih untuk membuat tambahan keamanan.

“Apakah topik yang sulit akhirnya berakhir?”

“Iya. Hari ini adalah hari yang cukup mengejutkan.”

“Itu benar. Mengingat Karin akan membawa seorang pria ke rumah! Dan mereka bahkan sudah berciuman.”

“I-ibu! Tolong jangan membahasnya lagi!”

Karin buru-buru mencoba menghentikan kembalinya topik memalukan itu.
“Tapi bukankah itu sangat penting? Dengan dirimu yang jauh dari Hinomoto, aku harus menolak semua undangan wawancara pernikahan. Bukankah sudah waktunya untuk berpikir tentang rumah tangga? Jadi, apa pendapatmu tentang Tuan Shin? Dia terlihat sopan, dan juga cukup ahli menggunakan pedang, kan? Aku tidak berpikir dia akan menjadi prospek pernikahan yang buruk.”

“Hmgh!! Itu terlalu mendadak untuk dibicarakan!!”

“I-itu benar! Kita hampir tidak saling kenal juga!”

Baik ayah dan putrinya keberatan dengan pembicaraan pernikahan mendadak dari Kayo.

Kuyou hanya menentang gagasan itu, tetapi ucapan Karin tampaknya menunjukkan bahwa itu akan berbeda jika mereka saling mengenal satu sama lain dengan lebih baik.

“Tampaknya kau tidak terlalu menentangnya. Aku rasa, kita perlu tahu lebih banyak tentang Tuan Shin.”

“Ibu! Aku mohon, tolong jangan melakukan sesuatu yang aneh!”

“Hentikan! Per-pernikahan! Itu terlalu dini!”

Percakapan itu terus berlanjut di kediaman sementara Shin berada di kamar mandi.

Table of Content

Please wait....
Disqus comment box is being loaded